Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
163.Main romantis-romantisan.


__ADS_3

Keesokan harinya sebelum berangkat kerja Denis lebih dulu mengurus Risa, seperti menyiapkan sarapan dan obat buat Risa.


"Sayang, ini sarapan Kamu dan jangan lupa setelah sarapan nanti langsung minum obatnya!" kata Denis sambil menunjukkan bubur yang Denis buat dan obat yang Denis sudah siapkan.


Pagi ini Denis sengaja membuatkan bubur untuk Risa sarapan, tadi pagi Denis pagi-pagi sekali hanya untuk membuatkan bubur buat istri tercinta.


"Terimakasih Suamiku, tapi Aku bosan kalau dikamar terus, Aku mau berangkat kuliah saja!" jawab Risa.


"Aku melarangmu berangkat kuliah dulu! Aku tidak mau sampai terjadi apa-apa sama Kamu ataupun Bayi kita." omel Denis.


"Apa Kamu lupa bagaimana dulu Aku berusaha berkerja keras untuk membuatmu hamil." kesal Denis dalam hatinya.


"Tapi Aku bosan!" protes Risa.


"Kamu bisa nonton film drama kesukaanmu atau Kamu juga bisa baca novel." saran Denis.


"Tapi sayang.." Risa kembali melakukan protes.


"Tapi apa? menurutlah pada Suamimu dan jangan membantah perintahnya karena itu dosa." nasehat Denis pada Risa.


Risa menghela nafasnya, lalu membuangnya dengan pelan.


"Baiklah, hari ini cukup berbaring saja diatas ranjang." gumam Risa yang tidak mau berdebat dengan Denis.


"Kalau Kamu bosan, Aku akan dirumah menemanimu." kata Denis sambil membelai pipi Risa.


Risa hanya terdiam.


"kenapa Kamu diam saja?" tanya Denis pelan.


"Baiklah, Aku akan tetap dia diatas tempat tidur dan tidak akan kemana-mana." kata Risa yang berusaha memaksakan senyumanya.


"Aku temani Kamu!" jawab Denis.


Denis mengambil ponselnya, lalu langsung menelpon Alan.


"Hallo Al?" sapa Denis.


"Iya Den, ada apa?" jawab Alan.


"Al, kamu sudah berangkat ke kantor belum?" tanya Denis.


"Aku sedang dalam perjalanan menuju ke kantor, ada apa? Apa ada masalah?" jawab Alan.


"Tidak ada, hari ini Aku tidak ke kantor, karena Risa sedang sakit jadi Kamu urus semuanya ya." kata Denis.


"Siap Den.." jawab Alan.


Denis langsung mematikan saluran teleponnya, lalu langsung menaruh kembali ponselnya diatas nakas dekat tempat tidurnya.


Alan terus melajukan mobilnya menuju ke kantor, pagi ini dengan perasaan yang masih nano-nano Alan sampai senyum-senyum sendiri.


"Papa Ayumi ternyata agak galak." gumam Alan sambil membayangkan raut wajah Papa Ayumi semalam.


Sesampainya dikantor Alan langsung memarkirkan mobilnya, setelah memarkirkan mobilnya Alan langsung masuk ke dalam kantor.


Melihat Lissa berdiri di dekat pintu masuk, Alan langsung menghela nafasnya dengan begitu kesal.


"Mau apalagi wanita itu!" pikir Alan.


Akhirnya Alan masuk lewat pintu samping yang ada dikantornya, agar tidak bertemu ataupun berpapasan dengan Lissa.


Dikampus


Ayumi sedang berjalan menuju ke kelas bersama Panji, melihat Ayumi tidak bersama dengan Risa, Akhirnya Panji bertanya pada Ayumi.


"Risa, kok tumben belum datang Dia." tanya Panji sambil melihat-lihat kearah sekitar.

__ADS_1


Namun Denis tidak menemukan sosok Risa.


"Dia tidak masuk Pan!Dia sedang sakit." jawab Ayumi.


"Percuma Kamu mencarinya, Risa tidak masuk Dia sedang sakit." jawab Ayumi.


"Risa sakit apa Yum?" tanya Panji ingin tahu.


Ayumi dan Panji duduk bersebelahan dikursi taman, setelah duduk Ayumi baru menjawab pertanyaan dari Panji.


"Kemarin Dia, jatuh dikamar mandi Pan. waktu dikantor suaminya." jelas Ayumi.


"Terus Dia keadaannya sekarang bagaimana?" tanya Panji dengan perasaan khawatir.


Ayumi terdiam sebentar, lalu menjawab pertanyaan dari Panji.


"Allahamdulillah baik-baik saja Pan, Bayinya ada di dalam kandungannya baik-baik saja." jawab Ayumi dengan nada lembut.


Panji terdiam, sambil berpikir.


"Apa Risa sedang hamil?" pikir Panji.


"Apa Risa sedang hamil?" tanya Panji lagi.


"Iya Pan, Risa sedang hamil." jawab Ayumi.


Jam menunjukkan pukul 9 pagi, Ayumi dan Panji langsung masuk ke dalam kelas karena Dosen mata kuliah hari ini sudah datang.


Ayumi dan Panji sudah sampai dikelas kini mereka sudah duduk sambil mendengarkan mata kuliah hari ini, dengan begitu serius.


Denis dan Risa.


Denis sama sekali tidak memperbolehkan Risa turun dari ranjang tempat tidurnya, bahkan Risa mau buang air kecil saja, Denis langsung mengangkat tubuh Risa, lalu membawa ke dalam kamar mandi.


"Aku pingin buang air kecil." keluh Risa.


Risa hanya menggelengkan kepalanya, lalu berkata pada Denis.


"Aku bisa ke kamar mandi sendiri." protes Risa dengan tatapan begitu imut.


"Aku tidak akan mengizinkanmu, ke kamar mandi sendiri lagi! Aku takut kejadian kemarin terulang lagi, Kamu tidak tahu betapa takutnya Aku bahkan Aku sampai menangis." kata Panji yang langsung menurunkan Risa di dalam kamar mandi.


Risa sedang buang air kecil pun, Denis tetap berdiri diambang pintu sampai Risa selesei.


"Tunggulah diluar!" pinta Risa.


"Denis.. Denis... sebegitu takutkah Kamu kehilangan Aku dan Anak yang sedang Aku kandung." gumam Risa yang diiringi senyum bahagianya dalam hati.


"Cepetlah, Aku tidak akan keluar!" tegas Denis.


Setelah selesai buang air kecil, Denis langsung kembali mengangkat tubuh Risa ke tempat tidurnya.


Denis langsung merebahkan tubuh mungil Risa diatas tempat tidurnya, lalu Risa langsung tersenyum pada Denis.


"Kenapa tersenyum?" tanya Denis.


"Terimakasih Suamiku, Kamu adalah Suami hebatku." Risa mengucapkan terimakasih pada Denis.


Denis tersenyum lalu, membelai rambut Risa dengan tangannya.


"Sama-sama Istriku, Aku akan menebus kesalahanku di masa lalu dan Aku akan terus menjadi suami hebatmu." sambung Denis sambil menatap wajah cantik Risa.


Pagi ini Risa benar-benar kembali merasakan cinta dan kasih sayang dari Denis, dengan cepat Risa langsung membenarkan posisinya menjadi duduk, lalu Risa langsung memeluk Denis.


Denis membalas pelukan Risa, sambil mengusap-usap punggung Risa.


"Berjanjilah, Apapun yang terjadi Kamu tidak akan pernah pergi meninggalkanku!" pinta Denis pada Risa.

__ADS_1


"Dasar bodoh, memangnya Aku mau kemana? Aku akan terus disampingmu menjadi istri dari Tuan Denis Kusuma." tegas Risa sambil mencium kedua pipi Denis secara bergantian.


Denis melepaskan pelukannya dari tubuh Risa, mendapatkan cipika-cipiki dipagi hari dari Denis membuat Denis sangat bahagia.


"Betah di rumahlah, pagi-pagi sudah mendapatkan cipika-cipiki dipagi hari, udah dapat pelukan hangat juga." gumam Denis.


"Hanya Istri Denis Kusuma ya! Kamu tidak akan melirik laki-laki lain, Awas saja jika Kamu melirik kaki-kaki lain, Aku akan membolak-balikanmu diatas ranjang sampai Kamu tidak bisa jalan." kata Denis sambil memberikan ancaman pada Risa.


Risa hanya terdiam karena merasa kesal.


"Dasar suami menyebalkan, Istri sedang hamil masih saja berpikir Aku akan melirik laki-laki lain." kesal Risa dalam hatinya.


"Apa Kamu sebegitu takutnya, Aku melirik laki-laki lain?" ledek Risa dengan sengaja.


"Iyalah, Istriku ini sangat cantik, laki-laki brengsek itu selalu bilang siap menunggu jandamu." sambung Denis.


Yang dimaksud Denis adalah Panji, namun Denis selalu saja tidak mau menyebut nama Panji dengan benar.


"Panji maksudnya, Aku saja rela jadi Istri Dia." Risa kembali meledek Denis.


Denis langsung menatap Risa dengan tatapan tajam, kini Denis sudah seperti macan yang ingin mernerkam mangsanya.


"Risaaaa..... sekali lagi Kamu menyebut nama laki-laki brengsek itu, maka Aku menghukummu." omel Denis karena rasa cemburunya.


"Hukumannya ditunda lain waktu ya Suamiku tersayang, Aku sedang sakit." kata Risa sambil menahan tawa dihatinya.


"Dasar suami cemburuan." gumam Risa.


Jam menunjukkan pukul 12 siang, Denis membawa Risa keruang tengah untuk makan siang dan minum obat.


Denis mengangkat tubuh Risa keruang tengah, Risa hanya mengalungkan tangannya dileher Denis.


"Aku sudah seperti bayi, kemana-mana digendong." ledek Risa sambil tersenyum.


"Iya sayang." jawab Denis, yang langsung mengambil kesempatan mencium bibir Risa.


Denis menghentikan langkahnya, lalu langsung mendaratkan bibirnya dibibir mungil Risa.


"Cup....." akhirnya mereka berciuman, Risa juga menikmati ciuman dari suaminya.


Sedang asik berciuman, tiba-tiba pintu rumah Denis ada yang mengetuknya.


"Tok..tok..." suara ketukan pintu.


Dengan rasa kesalnya Denis melepaskan ciumannya dari bibir Risa.


"Siapa sih menganggu saja? orang main romantis-romantisan sama Istri juga." omel Denis dalam hatinya.


Denis langsung menaruh Risa di sofa ruang tengah, lalu Denis pergi untuk membukakan pintu rumahnya.


"Istriku, Kamu tunggulah sebentar ada penganggu datang kerumah Kita." kata Denis dengan kesal.


Risa hanya menganggukkan kepalanya, lalu bergumam.


"Dasar, memangnya Kamu tahu siapa yang datang? seenaknya saja bilang penganggu." omel Risa dalam hatinya.


Denis menuju ke ke depan, lalu langsung membuka pintu rumahnya.


"Ceklek...." Denis membuka pintu.


Bersambung πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊


Jangan lupa komen dan like ya.


Hari ini Authornya up cuma 1 episode, soalnya Authornya ada acara keluarga selamat membaca semua😘😘

__ADS_1


__ADS_2