
Risa menghela nafasnya, lalu membaringkan tubuhnya diatas kasur Denis melihat kearah Risa lalu bertanya pada Risa.
"Apa kita langsung tidur?" tanya Denis.
Risa menghadapkan wajahnya kearah Denis duduk, lalu menjawab pertanyaan Denis.
"Sudah malam, memangnya kita mau ngapain?" bukannya menjawab Risa malah balik bertanya pada Denis.
"Apa Aku harus menjelaskannya kita harus ngapain di malam-malam seperti ini sayang?" Denis mulai menggoda Risa.
Kini Denis sudah merebahkan tubuhnya di depan Risa, kini mereka saling bertatapan wajah.
"Kita libur malam ini, Aku masih capek." jawab Risa yang sudah tahu arah pembicaraan Suaminya itu kemana?
Risa tidur membelakangi Denis, lalu memejamkan matanya.
"Apa Kamu menolak Suamimu sekarang?" tanya Denis dengan nada kesal.
"Bukan menolak, Aku hanya lelah saja kita hampir setiap malam bercinta apa Kamu tidak puas juga?" tanya Risa.
"Tidak, Aku tidak ada puasnya saat bersama Istriku, Apa Kamu mau Aku bersenang-senang diluar sana dengan wanita lain?" jawab Denis sambil membelai rambut Risa.
Risa langsung membalikkan badannya, lalu mengomeli Denis.
"Awas saja jika Kamu berani melakukan itu, Kamu ingatkan Aku tidak segan-segan untuk memotong Adik kecilmu itu, bahkan Aku akan mencabik-cabik dirimu." Risa mengomeli Denis, bahkan berbagai ancaman keluar dari mulut Risa.
Kali ini Risa tidak akan rela jika Denis sampai bermain wanita lain lagi, jika sampai itu terjadi lagi mungkin Risa lebih baik pergi meninggalkan Denis saja.
"Itukan, makanya Kamu harus melayani Suamimu dengan baik kasih Dia servis yang terbaik waktu diranjang, agar Dia juga tidak jajan diluar nantinya." Denis kembali menggoda Risa.
Akhirnya mau tidak mau Risa mengalah, dan langsung melakukan tugasnya sebagai seorang Istri.
Denis langsung naik keatas tubuh Risa, kini Denis mau mencium bibir Risa namun Risa menahannya.
"Tunggu." kata Risa sambil menahan bibir Denis dengan jari telunjuknya.
Denis menghela nafasnya dengan kesal, lalu bertanya pada Risa.
"Kenapa?" tanya Denis.
"Jangan gunakan resep dari Papa ya, Aku tidak mau Kamu membolak-balikanku sampai pagi." Risa bernegosiasi dengan Denis.
Denis menganggukan kepalanya.
"Dasar bodoh, bagaimana mau pake resep dari Papa obatnya saja belum beli." gumam Denis.
Denis langsung memulai aksinya, kini bibir Denis sudah ******* bibir Risa dengan penuh nikmat, Risa mengalungkan tangannya ke leher Denis.
"Eemmhh.." desah Risa.
Denis melepaskan ciumannya.
__ADS_1
"Bibirmu selalu membuatku kecanduan sayang." kata Denis.
Denis kembali ******* bibir Risa, kini lidahnya sudah masuk ke dalam rongga mulut Risa, lidah Denis dan lidah Risa gini saling berperang penuh nafsu.
Setelah puas Denis melepaskan ciumannya, lalu menuju ke leher Risa.
"Jangan dibikin merah besok Aku harus kuliah." pinta Risa yang sedang menikmati permainan Denis.
Denis tidak menghiraukan perkataan dari Risa, kini Denis terus melakukannya aksinya.
Namun Risa tiba-tiba mendorong tubuh Denis hingga Denis terjatuh disampingnya, lalu Risa langsung naik keatas tubuh Denis.
"Kamu mau apa?" tanya Denis yang masih bingung.
Denis heran dengan sikap Risa malam ini, karena tidak biasanya Risa bersikap lebih nakal dari biasanya.
"Malam ini, biarkan Aku yang main." Risa menggoda Denis.
"Apa Kamu bisa? Kamu dibawa saja biar Aku yang melakukannya." kata Denis.
Namun Risa tidak menghiraukan perkataan Denis, kini Risa sudah membuka baju Denis lalu bermain-main dengan dada Denis, Risa memberikan banyak tanda merah ditubuh Denis bahkan dengan ganasnya Risa memberikan tanda merah dileher Denis.
"Ahhhcchhh aahhh..." desahan Denis karena permainan Risa.
"Sayang Kamu liar sekali malam ini." gumam Denis sambil menikmati permainan Risa.
Kini Denis membantu Risa melepaskan pakaiannya, hingga keduanya sama-sama polos tanpa sehelai benang apapun.
"Untuk yang ini biar Aku yang melakukannya saja sayang, Kamu nikmati saja permainanku." kata Denis yang diiringi dengan desahan begitu nikmat.
Denis langsung duduk, lalu membuka s**kangan Risa.
"Tahan sayang." pinta Denis.
Kini Denis langsung memasukkan miliknya kedalam milik Risa, dengan sekali hentakan.
"Ahh aahhcchh..." desahan dari mulut Risa.
Hentakan demi hentakan terus dilakukan oleh Denis, hingga kini keduanya sama-sama mendesah penuh kenikmatan.
Setelah beberapa menit, akhirnya Denis mempercepat hentakkannya lalu mengeluarkan semua cairan hangatnya didalam rahim Risa.
"Ahhh sayang Aku puas sekali malam ini." kata Denis sambil mengeluarkan miliknya.
Denis merebahkan tubuhnya disamping Risa, sambil mengatur nafasnya.
"Malam ini Kamu nakal sayang, siapa yang menjarimu?" tanya Denis sambil menggoda Risa.
"Tentu saja suamiku, yang pencandu, memangnya siapa lagi?" jawab Risa.
"Suamimu memang hebat sayang." puji Denis.
__ADS_1
"Iya Dia hebat kalau masalah ranjang." jawab Risa.
Denis menarik Risa ke dalam pelukannya, lalu membisikan sesuatu ditelinganya.
"Apa Kamu mau lagi sayang, punyaku masih kuat." Denis kembali menggoda Risa.
Risa mencubit p**ing Denis dengan keras.
"Auh sakit sayang." rintih Denis.
"Tidurlah, Aku capek." pinta Risa.
Akhirnya Denis berhenti menggoda Risa, lalu tidur sambil memeluk Risa.
Alan.
Malam ini Alan belum bisa tidur, karena masih memikirkan tentang direstauran tadi siang.
"Siapa laki-laki itu?"
"Apa Dia kekasih gadis bodoh Itu?"
"Belum juga PDKT sudah ditikung."
"Aku jadi pingin ketemu gadis bodoh itu lagi, untuk memastikan apa laki-laki yang bersamanya itu kekasihnya."
"Ahhhh apa Aku ini sudah gila, kenapa Aku terus memikirkan dirinya."
"Apa-apaan Aku ini, Aku tidak mau menjadi bodoh seperti Denis."
"Sudahlah sebaiknya Aku tidur."
Malam ini Alan berperang melawan perasaannya, sampai tidak bisa tidur karena memikirkan Ayumi bahkan belum sempat PDKT, namun melihat Ayumi bersama dengan laki-laki lain membuat Alan merasa kesal.
Alan berusaha memejamkan matanya, namun tetap tidak bisa.
"Besok Risa berangkat kuliah, pasti Denis menjemput Risa, apa besok Aku ikut dengan Denis saja menjemput Risa biar Aku bisa ketemu dengan gadis bodoh itu." kata Alan sambil berpikir.
"Iya benar ikut Denis saja besok." Alan menjawab perkataannya sendiri.
Malam ini Alan sudah seperti Orang yang tidak waras, karena memikirkan satu wanita yang belum pasti jadi dengan dirinya.
***Bersambung π
Jangan lupa like, komen, vote, rate, ππ
Hari ini Asti up 2 bab ya Kakak-kakak π
Baca juga karya Asti yang pertama Kakak-kakak semuanya, siapa tau pada suka π***
__ADS_1