
Sore hari kemudian, Risa dan Denis baru saja selesai mandi, lalu mereka bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan. kali ini mereka akan pergi ke wisata kebun buah yang letaknya tidak jauh dari tempat penginapan mereka.
"Kamu sudah siap, sayang?" tanya Denis tanpa melihat kearah Risa.
Risa menghampiri Denis yang sudah menunggunya dari tadi sambil main ponsel.
"Kenapa masih main ponsel terus?" tanya Risa sambil melihat Denis dengan tatapan yang begitu kesal.
Risa merasa kesal karena Denis sibuk terus dengan ponselnya dari tadi.
"Dengan siapa Dia chat-chatan? perasaan dari tadi Aku perhatikan serius sekali." gumam Risa.
Kali ini Risa curiga, apalagi mengingat kejadian tadi pagi. tiba-tiba ada seorang wanita yang mencarinya suaminya, untung saja hanya salah paham coba kalau tadi pagi itu beneran Maya kedua setelah Maya Calista, ntah apa yang akan dilakukan Risa pada suaminya?
"Aku sedang balas email dari klien, makanya main hp mulu dari tadi." jawab Denis.
Denis berdiri lalu melihat kearah Risa, melihat Risa pakai dress yang begitu anggun dan sandal hak tinggi, Denis langsung membelai pipi Risa. kemudian Denis berkata pada Risa.
"Sayang, Aku mau mengajakmu ke kebun buah jadi jangan pakai sandal tinggi seperti itu!" kata Denis dengan suara begitu lembut.
"Tapi Aku suka." jawab Risa.
"Tapi sandal itu tidak cocok, jadi Kamu harus pakai sepatu biasa yang nyaman dipakai." Denis berusaha memberi pengertian pada Risa.
Denis langsung menuju ke kamar, lalu mengambil sepatu Risa yang menurut Denis cocok untuk dipakainya saat ini.
Denis keluar dari kamar sambil membawa sepasang sepatu Risa, beruntung Denis sudah menyiapkan sepatu buat Risa. apalagi Denis tau istrinya itu begitu feminim jadi kalau kemana-mana jarang membawa sepatu.
"Pakailah sepatu ini, Aku tidak mau kaki Kamu sampai lecet gara-gara sandal ini." kata Denis sambil melepaskan sandal yang sedang dipakai Risa.
Setelah melepaskan sandal Risa, kemudian Denis langsung memakaikan sepatu yang diambilnya pada kedua kaki Risa.
"Sudah, ayo Kita berangkat!" ajak Denis.
Keduanya langsung keluar dari kamar mereka, untuk berjalan menuju ke tempat wisata buah.
"Tuan Denis, Nona Risa...." panggil seseorang tiba-tiba.
Vina dan Denistara sama-sama keluar dari kamar mereka, melihat Denis dan Risa juga baru keluar Vina langsung memanggil Denis dan Risa.
"Vina?" kata Risa.
"Iya Aku Vina, yang tadi pagi membuat kegaduhan ditempat penginapanmu." jawab Vina, yang sudah berjalan menuju ke tempat Risa dan Denis berdiri.
"Kalian mau kemana?" tanya Denistara tiba-tiba.
"Kita mau pergi ke tempat wisata buah." jawab Risa.
"Kebetulan, Kita juga mau kesana, ayo bareng saja." ajak Vina.
"Boleh." jawab Risa.
Akhirnya berempat pergi ketempat wisata buah bersama-sama, Denistara diam-diam melirik Risa.
__ADS_1
Denis yang memperhatikan Denistara diam-diam melirik istrinya, merasa sangat kesal.
"Dasar kambing, Dia diam-diam terus melirik Istriku." kesal Denis dalam hatinya.
Denis langsung melepaskan jas yang dipakainya, kemudian memakainya pada Risa.
"Den, Aku tidak dingin." kata Risa, yang merasa kaget karena Denis memakaikan jas dirinya pakai pada Risa.
"Lain kali pakailah, dress yang tertutup agar tubuh tidak bisa dinikmati oleh mata laki-laki lain! Aku tidak suka itu." kata Denis dengan raut wajah yang begitu kesal, sambil melirik Denistara dengan tatapan tajam.
Risa yang dari tadi tidak tahu Denistara diam-diam meliriknya, merasa sangat bingung.
"Denis kenapa? bukankah tadi dirumah Dia tidak mempermasalahkan baju Aku pakai ini tapi sekarang tiba-tiba Dia begitu kesal." gumam Risa sambil berpikir.
Denis terus menggandeng tangan Risa, melihat Denistara masih diam-diam melirik ke Istrinya. akhirnya Denis menyindirnya.
"Lihatlah jalan! jangan terus melirik istri orang lain atau Aku akan mematahkan kakimu hari ini juga." sindir Denis.
Risa binggung lalu melihat kearah Denis, namun Denistara hanya pura-pura tidak mendengarnya sedangkan Vina hanya asik mengambil foto Selvi dengan ponselnya, jadi tidak mendengar Denis bicara.
"Den, Kamu kenapa?" tanya Risa pada Denis.
"Tidak apa-apa, Kamu lihatlah jalan jangan berani melihat laki-laki kambing itu lebih dari tiga detik." kata Denis pada Risa, sambil melirik kearah Denistara.
"Laki-laki kambing? maksudnya siapa? Apa yang dimaksud Denis itu Denistara?" gumam Risa.
"Iya sayang, Aku akan lihat jalan dengan baik." jawab Risa yang terus melihat jalan tanpa melirik atau memelihat kearah Denistara.
Denistara masih tetap diam-diam melirik kearah Risa, lalu bergumam.
"Ayo kita foto berempat." ajak Vina.
"Tidak perlu, Kalian nikmatilah waktu kalian berdua! Aku dan Istriku duluan ya." kata Denis yang sudah tidak tahan melihat Denistara terus melirik kearah Risa.
"Tapi...." kata-kata Vina terputus.
"Suruh jaga mata kekasihmu! atau Aku akan mematahkan kakinya sekarang." kata Denis pada Vina sebelum pergi meninggalkan Vina dan Denistara.
Vina bingung lalu melihat kearah Denistara, namun Denistara langsung berusaha mengalihkan pembicaraan sedangkan Denis langsung mengangkat tubuh Risa untuk menuju ke tempat wisata buah.
"Den, turunkan Aku!" pinta Risa.
"Tidak akan, Aku kesal sekali dari laki-laki brengsek itu terus memperhatikan lekuk tubuhmu." kata Denis dengan begitu kesal.
Akhirnya Denis terus mengangkat tubuh Risa menuju ke tempat wisata buah, kini mereka berdua sudah sampai ditempat tujuan.
Visual wisata buah, yang dikunjungi oleh Denis dan Risa.
Denis langsung menurunkan Risa, lalu Risa dengan begitu antusias langsung masuk ke dalam kebun buah tersebut.
"Wahh banyak sekali apelnya." kata Risa.
__ADS_1
"Kamu suka?" tanya Denis sambil memetik satu apel lalu memakannya.
"Tentu saja, Aku mau memetik apel yang banyak." kata Risa yang sudah membawa keranjang untuk menaruh Apel.
Hari ini kebetulan sepi pengunjung cocok untuk Risa yang sedang menikmati bulan madu kedua mereka.
"Sayang makanlah!" kata Denis sambil menyuapkan apel bekas gigitan kedalam mulut Risa.
Risa menggigit apel tersebut, namun Denis dengan jailnya ikut menggigit apel tersebut. tapi tentu saja Denis pasti punya maksud lain. kini bibir Denis sudah menempel dengan bibir Risa dengan cepat akhirnya Denis ******* bibir Risa, Risa menikmati ******* bibir Denis, Risa membuka sedikit mulutnya agar Denis lebih mudah menelusuri rongga mulutnya.
"Eemmhh...." Risa mendesah karena permainan Denis.
Melihat Denis sudah terbuai, akhirnya Risa menggigit bibir Denis agar Denis melepaskan ciumannya dari bibirnya.
"Auuhhh..." rintih Denis sambil melepaskan ciumannya.
"Sayang, kenapa Kamu menggigitku?" tanya Denis dengan raut wajah yang begitu kesal.
"Kenapa? tentu saja Aku tidak mau Kamu sampai menggarapku disini." jawab Risa.
Jika Risa terus membiarkan aksi Denis, ntah apa yang akan terjadi di kebun buah ini? Risa tidak mungkinkan menuntaskan hasrat suaminya dikebun buah tersebut atau akan menjadi tontonan banyak orang.
"Apa Aku sebodoh itu Ris, akan menggarapmu disini?" kata Denis sambil mencubit pipi Risa.
"Namanya sudah tidak tahan apapun bisa terjadi Den, orang kencing saja kalau sudah tidak tahan pasti mereka akan kencing disembarang tempat." jawab Risa.
Denis hanya tersenyum, sambil mengacak-acak rambut Risa dengan tangannya.
"Benar apa yang dikatakan Risa, orang kencing saja kalau sudah tidak tahan pasti langsung kencing disembarang tempat, apalagi orang bercinta dimanapun jadi kalau sudah sampai ujung." gumam Denis sambil tertawa dalam hatinya.
Kini mereka berdua melanjutkan memetik apelnya, bahkan Risa sudah memetik apelnya dengan penuh.
"Sayang, ini sudah penuh keranjangnya." kata Risa pada Denis.
"Apa mau ambil keranjang lagi?" tanya Denis.
"Sudah cukup." Jawab Risa.
Setelah lelah memetik apel, kini mereka berdua duduk dibawah pohon apel sambil memakan apel hasil petikan mereka.
"Manis sekali." kata Denis.
"Iya kaya senyum Aku manis." sambung Risa.
Denis mengambil ponselnya dari saku celananya, kemudian mengambil beberapa foto mereka berdua untuk kenang-kenangan.
"Bulan madu kedua, mudah-mudahan pulang dari sini Kamu langsung hamil." kata Denis.
Risa hanya sibuk memakan apel.
"Denis ngebet banget pingin punya Anak, sabar ya pasti nanti malam Kamu akan ditancap lagi sama adik kecilnya Denis." Gumam Risa yang terus memakan apelnya.
Tujuan mereka kesini memang untuk pergi bulan madu kedua mereka, jadi wajar jika mereka fokus sama hubungan suami istri diatas ranjang.
__ADS_1
Bersambung π
Terimakasih para pembaca setia.