
"Iya sebentar ya, Aku kedepan dulu." Pamit Risa yang langsung beranjak dari tempat duduknya.
"Siapa yang datang?"
"Ceklek..." Risa membukakan pintu rumahnya.
Melihat siapa yang datang Risa langsung mengembangkan senyumnya dan memeluk secara bergantian.
"Mama, Papa."Sapa Risa yang melihat suaminya dan Ayumi, Alan dan Panji sudah berdiri dibelakang orang tuanya.
Denis, Alan, Ayumi dan Panji juga sudah berdiri dibelakang orang tua Risa, Denis tersenyum sambil membawa kue tart bertulisan Selamat ulang tahun istriku.
"Selamat ulang tahun... Selamat ulang tahun Vania Clarissa, Semoga panjang umur." Denis dan yang lainnya menyanyikan lagu ulang tahun untuk Risa.
Risa tersenyum bahagia, Bahkan dirinya lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya.
Flashback ..
Malam hari waktu Risa sudah tertidur nyenyak, Denis langsung mengirim pesan pada Alan untuk memesan kue ulang tahun untuk Risa.
Iya Denis terus mengingat hari ulang tahun istrinya, Apalagi ini adalah pertama kalinya Denis akan memberikan kejutan pada Risa.
Al, Tolong pesankan kue ulang tahun ya dengan tulisan selamat ulang tahun Istriku. Dan ajak Ayumi dan Panji untuk datang ya aku tunggu didepan rumah besok pagi jam 7 pagi.
Alan membalas pesan Denis.
Siap Den, Aku akan mengurus semuanya.
Setelah mengirim pesan untuk Alan, Denis juga mengirimkan pesan untuk mama mertuanya.
Mama, Besok Risa ulang tahun dan Denis berencana memberikan kejutan buat Risa. Nanti mama dan papa pagi-pagi jam 7 datang kerumah Denis ya, Kita kasih kejutan untuk Risa bersama dia biar dia bahagia.
Mama Dina membalas.
Mama lupa nak kalau Risa besok ulang tahun, siap nak pasti mama dan papa akan datang.
Denis membalas pesan Mama Dina.
Tidak apa-apa ma, Kan sekarang Denis sudah mengingatkan hehe.
Mama Dina membalas.
Terimakasih menantu mama.
Jadi tadi pagi Denis berpamitan berangkat kerja sebenernya Denis hanya menunggu mertuanya, Alan dan yang lainnya datang Denis menunggu mereka di depan gerbang rumahnya, Untung saja Risa dan Alya tidak keluar rumah.
Jadi acara kejutan ulang tahun untuk Risa, Denis memang sudah menyiapkan semuanya dengan baik, Biarpun sederhana yang penting kumpul hanya saja tidak ada Mama Rasti dan Papa Andi karena mereka sedang diluar kota.
Off flashback..
"Apa hari ini tanggal ulang tahunku?" Risa menanyakan hal itu pada Denis.
__ADS_1
"Kamu selalu saja melupakan hari ulang tahunmu," Omel Mama dan Papa secara bersamaan.
"Kan memang dari dulu Risa, Selalu lupa dengan tanggal ulang tahun Risa ma, pa." Jelas Risa dengan senyum manisnya.
Risa memang tidak pernah ingat hari ulang tahunnya, Apalagi sekarang sudah dewasa dan akan segera menjadi seorang ibu jadi buat Risa hari ulang tahunnya itu tidak terlalu penting, Risa setiap hari berdoa agar diberi panjang umur agar dirinya bisa melihat anaknya tumbuh dewasa nanti dan merasakan punya menantu itu doa Risa setiap hari, Risa juga berharap rumah tangganya selalu diberikan kebahagiaan dan dijauhkan dari cobaan.
Risa dan semuanya masuk, Melihat Panji datang Alya terkejut tidak percaya.
"Ini ada apa?" Tanya Alya bingung.
Bagaimana Alya tidak bingung Alya tidak diikut sertakan dalam membuat rencana oleh Denis, Bukan apa-apa Denis hanya tidak mau mulut ember Alya menggagalkan semua rencananya.
"Kak Risa ulang tahun." Jawab Denis.
Semuanya terus menyanyikan lagu selamat ulang tahun, Risa berdoa dalam hatinya setelah berdoa Risa langsung meniup lilin.
"Selamat ulang tahun istriku." Denis mengucapkan selamat ulang pada Risa dan langsung memeluknya dengan bahagia.
"Terimakasih Suamiku," Risa mengucapkan terimakasih pada Denis.
"Doanya nanti saja kalau sedang berdua." Bisik Denis ditelinga Risa, Denis melepaskan pelukannya dari Risa.
Mama dan papa langsung bergantian memeluk Risa dengan penuh kebahagiaan dan tentunya diiringi dengan doa-doa yang baik untuk anak dan keluarga kecilnya.
"Bahagia selalu ya anak mama, Mama tidak menyangka kamu sudah besar dan akan segera menjadi seorang ibu, Dulu mama masih mengendongmu kemana-mana, Sekarang kamu sudah besar dan sudah punya suami." Mama Dina terus mendoakan kebahagiaan Risa, Bahkan Mama Dina sampai menangis karena merasa bahagia.
"Mama jangan menangis!" Pinta Risa yang langsung memeluk sang mama.
Mengingat kesalahan Denis dan dimasalalu benar-benar keterlaluan, Tapi ntahlah yang namanya jodoh akhirnya Denis dibukakan pintu hatinya dan akhirnya Denis meninggalkan Maya dan sekarang hidup bahagia dengan Risa.
"Bahagia selalu istriku, Aku janji akan membahagiakanmu dan tidak akan mengulangi kesalahanku yang dulu lagi." Denis berjanji dalam hatinya.
Risa melepaskan pelukannya dari sang mama dan berganti memeluk sang papa.
"Papa terimakasih untuk selama ini, Terimakasih juga papa sudah memilihkan laki-laki yang tepat untuk menjadi suami Risa." Risa mengucapkan terimakasih pada sang papa, Papa langsung memeluk Risa kali ini perasaan papa benar-benar bahagia.
"Sama-sama putriku, Bahagia selalu ya nak!" Jawab papa yang diiringi dengan doa untuk sang putri semata wayangnya.
Risa melepaskan pelukannya dari papa, Alya dan Ayumi keduanya sama-sama berjalan menuju Risa dan langsung memeluknya.
"Selamat ulang tahun sahabatku." Ayumi mengucapkan selamat ulang tahun pada Risa, Dan langsung memeluk Risa.
"Terimakasih ya Yum, Kamu adalah sahabat terbaikku." Risa mengucapkan terimakasih pada Ayumi dan membalas pelukan dari Ayumi.
"Kak Ayumi, Gantian aku juga mau mengucapkan selamat ulang tahun pada kakakku." Rengek Alya dengan manja, Ayumi melepaskan pelukannya dari Risa.
"Kemarilah Alya adikku!" Pinta Risa dan Alya langsung memeluk Risa.
"Kakak selamat ulang tahun, Pokoknya aku doakan selalu untuk kebahagiaan kakak dan keluarga kecil kakak." Alya mengucapkan selamat ulang tahun dan diiringi dengan doa.
Setelah semuanya mengucapkan selamat pada Risa kecuali Panji dan Alan yang memang dilarang oleh Denis menyentuh tubuh Risa jadi mereka hanya mengucapkan lewat mulut saja tidak bersalaman pada Risa ataupun memeluk Risa, Atau mereka akan dihajar oleh Denis jika sampai menyentuh istrinya.
__ADS_1
Tatap tiga detik sudah tidak berlaku, Karena Panji sudah resmi pacaran dengan Alya, Tapi sekarang Alan dan Panji tidak boleh menyentuh Risa sama sekali, Bersalaman saja tidak boleh. Memang Denis itu paling konyol.
Risa dan semuanya duduk di sofa, Risa memotong kue ulang tahunnya dan menyuapkan pada semuanya kecuali pada Panji dan Alan karena lagi-lagi Denis tidak memperbolehkan Risa menyuapi mereka.
"Ahh sayang, Terimakasih suamiku tercinta." Risa menyuruh Denis membuka mulutnya dan mengucapkan terimakasih pada Denis.
Setelah menyuapi Denis Risa berputar menyuapi semuanya dengan senyum yang terpancar dari sudut bibirnya.
"Terimakasih aku bahagia sekali." Batin Risa yang penuh dengan rasa syukur.
"Risa ini kado dariku." Alan dan Ayumi memberikan kado mereka secara bersamaan.
"Ini dariku calon kakakku." Panji juga memberikan kado yang dibawa pada Risa.
"Ini dari mama dan mama nak," Mama dan Mama memberikan kado pada Risa juga.
Semua mata tertujuh pada Denis dan Alya karena mereka belum memberikan kado untuk Risa.
"Maaf kak Risa, Alya tidak tahu kakak ulang tahun." Alya meminta maaf dengan rasa tidak enak.
"Sayang, Nanti malam aku kasih kadonya ya soalnya itu special." Kata Denis dengan senyum manisnya.
"Special pake telur mata sapi tidak?" Sambung Risa yang membuat semuanya tertawa dan ditatap kesal oleh Denis.
Mama dan papa hanya tersenyum melihat kebahagiaan yang mengelilingi Risa saat ini.
"Bahagia selalu anakku." Doa mama dalam hatinya.
Canda tawa diantara mereka benar-benar membuat Risa bahagia, Biarpun kejutan ulang tahun sederhana tapi Risa bersyukur dikelilingi oleh orang-orang yang sayang pada dirinya, Iya walaupun ada yang kurang karena mertuanya tidak ada ditengah-tengah mereka.
Hari semakin sore, Mama dan Papa pulang soalnya ada acara yang harus mereka hadiri malam ini.
"Alya, Kamu tidak merindukanku?" Tanya Panji dengan suara pelan agar tidak di dengar oleh yang lainnya.
"Tentu saja tidak." Jawab Alya yang membuat Panji kesal.
"Panji itu bagaimana sih? Jelas kita saling berhadapan lah untuk apa aku merindukannya?" Gumam Alya.
Dan sekarang tinggal Risa, Denis, Ayumi, Alan, Alya dan Panji.
"Sayang kadomu mana?" Tanya Risa.
"Nanti dikamar." Jawab Denis singkat.
Risa terdiam.
"Apasih kado yang mau dikasih Denis untukku?" Pikir Risa dalam hatinya.
BERSAMBUNG π
Terimakasih para pembaca setia π
__ADS_1