
"Sayang kadomu mana?" Tanya Risa.
"Nanti dikamar." Jawab Denis singkat.
Risa terdiam.
"Apasih kado yang mau dikasih Denis untukku?" Pikir Risa dalam hatinya.
Alan dan Ayumi sedang suap-suapan makan kue tart ulang tahun Risa, Alya dan Panji sedang asik mengobrol ntah apa yang mereka obrolkan?
"Risa..." Panggil Alan tiba-tiba.
"Iya sekretaris Alan?" Sahut Risa yang menoleh kearah Alan duduk.
"Apa kamu tidak ingin ulang tahunmu dirayakan besar-besaran disebuah gendung? Tanya Alan, Yang membuat Risa tertawa.
"Sekretaris Alan, Buatku asalkan ulang tahunku orang-orang yang aku sayang ada di dekatku, Aku rasa tidak perlu digendung untuk merayakannya, Aku lebih suka dirayakan sederhana seperti ini yang penting bisa kumpul bareng keluarga dan sahabat." Jelas Risa dengan begitu bijaksana.
Biarpun Risa terlahir dari keluarga kaya, Tapi Risa tidak terlalu mementingkan masalah ulang tahun mau digendung atau dinamapun yang penting kumpul bareng keluarga dan para sahabatnya.
"Sayang kamu adalah istri terbaikku!"Puji Denis dengan rasa penuh syukur.
"Iya terbaik, Risa kamu habiskan lah sedikit uang suamimu." Sambung Panji tiba-tiba.
"Baiklah aku akan menghabiskan uang suamiku dengan baik hari ini, Karena hari ini adalah hari ulang tahunku." Jawab Risa dengan penuh semangat.
"Sayang jangan dengarkan bocah sialan itu." Denis melarang Risa untuk mendengarkan Panji, Panji langsung mengeluarkan tawanya dengan lepas dan Denis melempar Panji dengan bantal yang ada di sofa.
"Dasar brengsek, Sini berantem!" Denis kesal pada Panji.
"Aku tidak seberani itu padamu kak, Aku takut kamu mencabut restu aku dan Alya." Panji memasang wajah melas, Membuat Denis semakin kesal padanya.
Risa berglendotan dilengan tangan Denis dengan manja, Denis hanya membiarkan saja Denis tahu pasti istrinya akan meminta sesuatu pada dirinya, Tapi ntah apa yang akan diminta sama Risa pasti Denis akan langsung menurutinya.
"Sayang aku tidak mau ulang tahunku di adakan digendung yang mewah." Kata Risa dengan suara lembut.
"Jika kamu mau juga aku akan langsung mengabulkannya sayang." Jawab Denis yang memang tidak pernah menolak permintaan sang istri.
"Aku tidak mau." Jawab Risa.
"Terus kamu maunya apa?" Tanya Denis.
"Ayo kita bagi-bagi sembako untuk orang-orang yang tidak mampu." Pinta Risa dengan keinginan yang begitu mulia, Membuat Denis langsung setuju.
"Baiklah, Nanti aku suruh Alan mengurus semuanya." Jawab Denis tapi Risa geleng-geleng kepala karena tidak mau hanya Alan saja yang turun tangan.
"Sayang, Ayo kita lakukan itu bersama-sama Aku ingin ulang tahunku kali ini berkesan." Rengek Risa dengan manja.
"Baiklah, Ayo kita berangkat." Tanpa basa-basi Denis langsung menyetujui permintaan Risa.
Denis langsung mengajak semuanya pergi ke supermarket untuk membeli bahan-bahan semboko untuk berbagi pada orang-orang yang kurang mampu dan membutuhkan.
Setelah semuanya sudah dibeli mereka semua berkerja sama membuat bingkisan semboko yang akan dibagikan nanti.
"Kita buat 500 bungkus bingkisan ya, Oh untuk uang taruh saja di Amplop dan masukan didalam ya!" Pinta Risa yang sedang ikut membantu menyiapkan sembako yang akan dibagikan juga.
__ADS_1
Tenang saja biarpun Denis menyiapkan 500 bingkisan semboko, Mereka tidak akan terlalu kecepaan karena Denis juga menyiapkan 20 orang suruhannya untuk ikut membantunya mereka semuanya.
"Siap tuan putri." Jawab Panji dan Alan yang seolah-olah hari ini mereka menjadi pengawal Risa.
Melihat istrinya begitu antusias ikut menyiapkan semuanya, Denis sebenernya takut Risa kecapean apalagi dia sedang hamil.
"Sayang, Kamu duduk saja biar aku dan yang lainnya yang mengerjakan semuanya." Pinta Denis sambil mengangkat tubuh Risa dan menyuruh Risa duduk dikursi.
Denis, Alan, Panji, Alya, Ayumi dan Risa mereka juga tidak diam saja, Mereka ikut membantu dan akan turun langsung nanti untuk membagikan semua semboko yang mereka buat pada para warga yang kurang mampu dan membutuhkan.
"Tapi...." Kata-kata Risa terpotong.
"Tapi apa? Kalau kamu tidak mau nurut aku juga tidak jadi membagikan ini semua nanti tak jual saja." Denis memotong perkataan Risa dan mengancam Risa agar Risa menurut pada dirinya.
Karena tidak mau sampai berdebat atau semuanya akan menjadi lama, Jadi Risa diam dan mematuhi apa kata sang suami untuk duduk saja.
"Aku kan yang ulang tahun, Tapi aku malah disuruh diam saja, Tapi sudahlah lagian suamiku juga sudah mengerahkan banyak anak buahnya untuk ikut membantu menyiapkan semuanya." Batin Risa.
Kenapa Risa tidak mau merayakan pesta ulang tahunnya dengan mewah digendung, Karena Risa berpikir semua itu akan sayang-sayang saja, Banyak orang yang lebih membutuhkan diluar sana daripada Risa menghabiskan uang suaminya untuk pesta digendung dan hura-hura lainnya, Jadi mending Risa bagikan saja pada orang-orang yang kurang mampu dan membutuhkan karena pasti itu akan sangat membantu mereka itulah yang dipikirkan oleh Risa dalam hatinya.
"Ayumi kamu bisa mencontoh Risa ini," Kata Alan pada Ayumi dengan lembut.
Tenang saja Alan, Ayumi juga punya jiwa yang mulia seperti Risa, Alan juga tahu seperti apa Ayumi selama ini dan itulah yang membuat dirinya yakin untuk menjadikan Ayumi sebagai istrinya dan ibu untuk anak-anak nanti.
"Iya ini adalah pelajaran yang baik, Yang bisa kita semua ambil." Jawab Ayumi dengan senyum manisnya.
"Kak Risa, Aku salut padamu biarpun kamu juga berasal dari keluarga kaya, Tapi kamu di didik begitu baik oleh kedua orang tuamu." Kata Alya yang diiringi dengan senyuman.
"Alya jangan memujiku berlebihan, Iya aku bersyukur karena orang tuaku mendidikku dengan baik dan mandiri," Jawab Risa yang tidak mau dipuji berlebihan oleh adik sepupunya.
Setelah semuanya selesai mereka memasukkan semua bingkisan kedalam mobil khusus untuk membawa bingkisan-bingkisan tersebut, Bingkisan yang berisi Beras, Minyak, Mie instan, Gula dan bahan pokonya lain dan ada amplop berisi uang di dalamnya.
Mereka semua menuju kesebuah tempat kumuh dipinggiran untuk membagikan semua sembako.
Orang-orang yang berada ditempat itu begitu senang menerima sembako-sembako yang diberikan oleh Risa dan yang lainnya. Semua orang yang menerimanya dan mengucapkan terimakasih pada Risa bahkan ada yang memeluk Risa, Mencium Risa tapi itu tidak membuat risih justru Risa merasa sangat senang dan bahagia, Dihari ulang tahunnya tahun ini benar-benar berkesan selain adanya Suami Risa juga dikelilingi dengan orang-orang yang sangat menyayanginya.
Setelah semua semboko terbagi, Risa melihat banyak anak-anak kecil yang sedang bermain Risa berjalan menghampiri mereka.
"Hay semuanya apa aku boleh ikut bermain?" Tanya Risa dengan nada lembut.
"Kakak cantik, Tentu saja boleh." Jawab semua anak-anak dengan serempak.
Dengan senang Risa membacakan dongeng untuk mereka, Alya dan Ayumi juga ikut bergabung dengan Risa. Mereka bertiga asik membaca dongeng dan berbagi tawa canda bersama anak-anak yang ada dikampung itu.
Denis, Alan dan Panji, Tersenyum melihat para wanitanya begitu sabar bermain dengan anak-anak kecil.
"Rasanya tidak sabar aku ingin segera menikah." Kata Alan tiba-tiba.
"Sabar Al tinggal menghitung hari." Jawab Denis dengan jujur.
Risa, Ayumi, Alya dan Panji mereka akan segera wisuda, Dan setelah wisuda Alan berencana untuk segera menikahi Ayumi begitu juga dengan Panji, Panji juga berencana menikahi Alya setelah mereka sama-sama wisuda.
"Iya Kak Alan sabar, Aku juga setelah lulus kuliah akan menikahi Alya." Sambung Panji.
"Iya nanti kalian repsesinya barengan saja, Kan aku yang biayai jadi biar tidak dua kali acara." Kata Denis yang membuat Alan dan Panji langsung tos dengan semangat.
__ADS_1
"Setuju..." Jawab Panji dan Alan serampak.
Hari semakin sore, Risa, Alya dan Ayumi berjalan menuju keempat para laki-laki mereka sedang berdiri.
"Ayo pulang!" Ajak Risa.
Mereka semua langsung pulang, Alan pulang dengan mobilnya sekalian mengantarkan Ayumi pulang kerumahnya.
Panji tidak langsung pulang, Karena mau mengajak Alya jalan-jalan dulu dan tentunya sudah izin dengan Denis dan Risa.
Denis dan Risa langsung pulang kerumahnya karena memang Risa juga sudah kelelahan.
Sesampainya dirumah Denis dan Risa langsung masuk kamar, Mereka mandi bergantian, Setelah selesai mandi mereka berbaring diatas kasur tempat tidurnya.
"Suamiku, Terimakasih untuk hari ini dihari ulang tahunku tahun ini aku bahagia sekali." Kata Risa sambil membelai pipi Denis dengan tangannya.
"Aku lebih bahagia punya istri seperti kamu yang selalu memperdulikan orang diluar sana yang kurang mampu, Terus lakukan itu istriku biarpun aku masih ada disisi atau tidak teruslah berbuat baik pada siapapun." Jawab Denis sambil membelai Risa dengan manja.
Mendengar perkataan sang suami Risa agak kesal, Dan langsung memeluknya dengan erat.
"Kita akan selamanya bersama sampai maut memisahkan kita." Kata Risa yang terus memeluk tubuh Denis.
Denis bahagia sekali.
"Terimakasih Risa adalah anugerah terindah yang telah engkau berikan padaku." Batin Denis yang tidak lupa mengucapkan rasa syukur dalam hatinya.
"Aku akan selalu menjagamu istriku dan kita akan mendidik anak-anak kita bersama nanti sampai mereka juga menikah dan punya anak." Jawab Denis yang lagi-lagi membuat Risa terharu, Hingga Risa menangis dipelukannya.
"Jangan menangis, Aku punya kado untukmu." Pinta Denis yang langsung melepaskan Risa dari pelukannya.
Denis mengambil kadonya yang dirinya simpan dilaci nakas dekat tempat tidurnya.
"Ini untukmu!" Denis menyodorkan kotak kecil pada Risa, Risa langsung membukanya dan ternyata isinya kalung berliontin love dan diliontin itu tertulis Risa & Denis.
"Wahh bagus sekali." Puji Risa dengan senyum termanisnya.
"Ada tulisan namaku dan namamu." Kata Risa dengan begitu senang.
"Aku sengaja, Dan itu aku pesan khusus untuk Istriku tercinta." Jawab Denis dan mengambil kalung yang ada di dalam kotak, Lalu memakai dileher Risa.
Kali ini Risa benar-benar bahagia, Risa tidak melihat dari harga mahalnya atau tidak kalung yang Denis berikan, Tapi Risa bahagia karena Denis memesannya khusus untuk dirinya.
"Suamiku yang terbaik." Batin Risa.
"Kamu suka?" Tanya Denis.
"Aku suka sekali." Jawab Risa.
"Hari ini aku sudah lelah menuruti semua keinginanku istriku dan aku mau meminta bayaranku." Kata Denis dengan senyum jailnya.
"Bayaran apa?" Tanya Risa bingung.
BERSAMBUNG π
Terimakasih para pembaca setia π
__ADS_1