Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
228.Mantan sudah bahagia.


__ADS_3

"Kak Denis aku tidak pernah marah sama kakak." jawab Alya dengan lembut.


"Terimakasih adikku." Denis mengucapkan terimakasih pada Alya.


Sebagai seorang kakak Denis sadar pasti Denis punya kesalahan yang banyak pada Alya. Jadi Denis meminta maaf sebelum Alya menikah dengan Panji.


Setelah selesai makan bersama disebuah restauran yang ada di mall tersebut, Risa melihat seseorang yang tidak asing di matanya.


"Suamiku, bukankah itu Maya?" Tanya Risa pada Denis.


Sorot mata Denis mengikuti sorot mata Risa dan ternyata benar yang dilihat Risa adalah Maya, tapi malam ini Maya dengan laki-laki yang sedang mengendong anak perempuan yang begitu cantik.


"Tapi Maya itu bersama siapa?" Tanya Denis pada Risa.


Alya hanya diam menatap Risa dan Denis dengan tatapan bingung.


"Sebenernya apa yang mereka lihat?" Batin Alya dalam hatinya.


"Maya.....!!" Tiba-tiba Risa memanggilnya tanpa persetujuan dari Denis.


Maya menoleh kearah sumber suara melihat ternyata Risa yang memanggilnya, Maya tersenyum pada Risa.


"Suamiku ayo kita kesana, aku mau mengenalkanmu dengan teman-temanku." Ajak Maya pada laki-laki yang berjalan tepat disamping.


"Baiklah Istriku." Jawab sang suami dengan lembut.


Maya dan laki-laki yang bersamanya yang sedang mengendong anak perempuan yang begitu cantik berjalan menghampiri Denis dan Risa yang sedang duduk dikursi restauran yang ada di dalam mall tersebut.


"Denis, Risa apa kabar?" Sapa Maya dengan begitu lembut.


"Kita baik May, oh iya ini siapa dan anak cantik itu siapa?" Tanya Risa karena ingin tahu.


Maya tersenyum pada Risa dan Denis, Risa dan Denis juga membalas senyuman Maya dengan senyuman yang begitu tulus.


"Ini suamiku namanya Miko dan ini anakku mamanya Tifani." Maya memperkenalkan suami dan anaknya pada Denis dan Risa.


"Maya kamu sudah menikah? Kenapa kamu tidak mengundang kita?" Tanya Risa dengan sorot mata ingin tahu.


"Aku tadinya mau mengundang kalian tapi aku takut kalian tidak mau hadir, apalagi kesalahanku dimasa lalu sangat besar." Jelas Maya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Maya sudahlah lupakan masalalu, sekarang kitakan sudah punya keluarga masing-masing jadi mari kita jalin silaturahmi kita dengan baik." dengan nada lembut Risa berbicara pada Maya.


Maya terus memancarkan senyum bahagianya, lalu memeluk Risa dengan erat.


"Terimakasih ya Ris." Disela-sela pelukannya Maya mengucapkan terimakasih pada Risa.


"Sama-sama May." Jawab Risa yang juga membalas pelukan Maya.


Maya dan Miko akhirnya duduk sambil mengobrol dengan Denis dan Risa, sedangkan Alya diabaikan oleh mereka jadi hanya fokus dengan ponselnya.

__ADS_1


Obrolan demi obrolan mereka bicarakan, Risa juga asik bermain dengan Tifani yang begitu menggemaskan. Sampai tidak terasa kalau waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam.


Jam menunjukkan pukul 9 malam, akhirnya Denis dan Risa berpamitan pulang lebih dulu.


Malam ini Denis dan Risa bertemu dengan Maya, Dan pada akhirnya Maya sudah menemukan kebahagiaan bersama Miko. Denis tahu Tifani adalah anaknya Keanu tapi untungnya Miko menerima Maya apa adanya.


Denis melajukan mobilnya menuju kerumahnya dengan kecepatan agak tinggi, setelah menempuh perjalanan beberapa lama akhirnya Denis sampai di depan rumahnya.


Mereka bertiga langsung masuk kedalam rumah, tangan Denis juga penuh dengan tentengan belanjaan milik Risa dan Alya.


"Bayangkan saja jika aku punya banyak istri pasti mereka akan merepotkan." Batin Denis yang sambil senyam-senyum sendiri.


Risa dan Alya menatap Denis dengan tatapan bingung.


"Apa Kak Denis sudah mulai gila?" Cetus Alya yang melihat Denis senyum-senyum sendiri.


"Ntahlah kesambet kali gara-gara habis ketemu sama mantan." Jawab Risa dengan tatapan bingung.


"Ketemu mantan?" Seru Alya.


"Aduh sayang sudah ih ayo kita ke kamar!" Denis langsung mengajak Risa masuk kedalam kamar dan memberikan belanjaan Alya pada Alya.


Denis menarik tangan Risa masuk kedalam kamar, sedangkan Alya masih diam seperti patung karena melihat kedua kakaknya begitu lucu menurutnya.


"Dasar Tom and Jerry." Gumam Alya.


Alya geleng-geleng kepala lalu berjalan menuju ke kamarnya.


Kini mereka berdua sudah sama-sama memakai baju tidur cauple.


Risa merebahkan tubuhnya dengan pelan, Denis juga ikut merebahkan tubuhnya disamping Risa.


"Suamiku!" panggil Risa dengan lembut.


"Kenapa istriku? Apa kamu mau minta jatahmu malam ini?" Tanya Denis yang terus memperhatikan wajah cantik Risa.


"Tidak, aku hanya ingin bertanya pada dirimu bagaimana tadi perasaannya bertemu dengan mantan?" Tanya Risa dengan nada lembut.


Denis membenarkan posisi tidurnya menjadi menghadap ke Risa dan menyangga kepalanya dengan satu tangannya.


"Aku bahagia." Jawab Denis singkat.


Risa tercengang melihat Denis yang sudah memancarkan senyum simpul disudut bibirnya.


"Kamu bahagia bertemu dengan Maya?" Tanya Risa dengan sorot mata tajam.


"Aku bahagia melihat Maya sudah menemukan laki-laki yang tulus dan menerima dia apa adanya." Jelas Denis agar Risa tidak salah paham lagi pada dirinya.


"Aku kira kamu bahagia bertemu Maya." Risa senyam-senyum merasa bersalah.

__ADS_1


"Dasar kamu ini! Aku hanya hahagia dengan Nona Clarissa." Jawab Denis dengan senyum dibibir manisnya.


Risa tersenyum lalu mencubit pipi Denis dengan tangannya.


"Dasar kamu ini kalau kamu bahagia bersamaku, aku sudah tahu." Omel Risa dengan begitu manja.


"Dasar kamu ini mengomel saja bisa semanja itu." Kata Denis yang melihat wajah cantik Risa begitu menggemaskan.


Mereka asik mengobrol dengan tawa canda diatas ranjang tempat tidur.


"Oh iya, surat Apartment jangan lupa diganti nama Alya! Kan kamu sudah berjanji pada dirinya untuk memberikan Apartment milikmu pada Alya." Risa mengingatkan pada Denis.


"Siapp sayang sudah aku atur semuanya." jawab Denis yang langsung mengambil ponselnya yang dirinya taruh diatas nakas dekat tempat tidurnya.


Denis menggeser layar ponselnya lalu mengirim pesan pada seseorang untuk mengurus semua surat Apartmentnya menjadi nama Alya.


Setelah mengirim pesan tersebut pada orang itu Denis menaruh kembali ponselnya diatas nakas dekat tempat tidurnya.


"Tidurlah sudah malam!" Pinta Denis yang langsung memeluk Risa sambil mengelus-elus perut buncit Risa.


"Kalau dielus-elus sama papanya sih Ucil anteng sekali." Batin Risa dalam hatinya.


Dikamar Alya...


Alya yang sudah mandi dan kini sudah berada diatas ranjang tempat tidurnya, tiba-tiba ponselnya berdering.


"Panji..." Gumam Alya.


Alya menggeser tombol hijau diponselnya untuk mengangkat telpon dari Panji.


"Alya sayang aku merindukanmu." Kata Panji dengan manja.


"Sabarlah sebentar lagi kita akan menikah." jawab Alya berusaha menghibur Panji.


Alya langsung mematikan saluran teleponnya, membuat Panji merasa sangat kesal.


"Aish Alya kenapa dimatikan telpon dariku?" Panji marah-marah pada ponselnya.


Alya kembali menaruh ponselnya diatas atas nakas dekat tempat tidurnya, lalu menyelimuti tubuhnya dengan selimut.


"Sayang sabar sebentar lagi kita halal." Alya memejamkan matanya.


Tidak Alan tidak Panji keduanya ngebet banget pingin nikahin kekasih mereka masing-masing.


Ntahlah apa yang membuat mereka tidak sabar?


BERSAMBUNG πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


Mampir yuk ke karya baru Author πŸ™πŸ™



__ADS_2