
Denis langsung bangun dari tempat duduknya dengan kasar, Denis langsung menarik tangan Risa dengan keras.
"Ikut denganku!!" ucap Denis, yang sudah menarik tangan Risa dengan kasar hingga Risa hampir terjatuh.
Risa meronta-ronta agar Denis melepaskan tangannya dari genggaman tangannya Denis.
"Denis, lepaskan tanganku!!" kesal Risa, yang berusaha melepaskan tangannya dari tangan Denis.
Denis terus menarik tangan Risa, tapi karena Risa terus meronta-ronta akhirnya tanpa pikir panjang Denis langsung mengangkat tubuh Risa, untuk membawa ke mobil.
"Diam!!!" bentak Denis.
"Atau aku akan memciumu di depan umum" ancam Denis, yang membuat Risa takut dan langsung terdiam.
Dimeja makan restauran.
Maya dan Panji saling menatap bingung.
"Sebenarnya siapa laki-laki itu? kenapa dia terlihat seperti orang sedang cemburu" gumam hati Panji.
"Denis kamu bikin malu saja, kamu meninggalkanku hanya karena istri bodohmu itu, menyebalkan sekali!!" kesal Maya dalam hati.
Maya kembali duduk dikursi saat ini Maya merasa sangat frustasi.
"Aku yakin Denis pasti punya alasan, kenapa dia sampai melakukan hal ini" pikiran hati Maya yang saat ini begitu kacau.
Panji juga kembali duduk ke kursi tempat dirinya duduk.
"Apa kamu kekasih Risa?" tanya Maya pada Panji, dengan tatapan yang begitu kesal.
"Bukan, aku hanya teman sekelasnya" jawab Panji dengan begitu jujur.
"Baguslah, segeralah jadikan Risa itu kekasihmu agar dia tidak lagi menganggu hubunganku dengan Denis!!" kesal Maya, yang langsung bangun dari tempat duduknya meninggalkan Panji.
Panji hanya terdiam mencerna omongan Maya.
"Haah apakah Risa, perebut kekasih orang?"
"Itu tidak mungkin!!"
"Tapi siapa laki-laki tadi?"
"Sepertinya dia sangat cemburuan sekali!!"
Berbagai pertanyaan keluar dari hati Panji, Panji sangat penasaran dengan laki-laki yang tadi menarik tangan Risa begitu kasar.
Dengan berbagai pertanyaan yang muncul dari dalam hatinya dan rasa kecewa karena Risa meninggalkan pas lagi jalan berdua, akhirnya Panji memutuskan untuk segera pulang kerumahnya saja.
Kembali ke Denis dan Risa.
Sampailah diparkiran mobil, Denis membuka pintu mobilnya dengan begitu kasar dan langsung menaruh Risa di jok depan dengan begitu kasar.
Denis kembali menutup pintu mobilnya dengan kasar dan kini dia langsung masuk kedalam mobilnya.
__ADS_1
"Denis ini kenapa sih?"
"Jelas-jelas tadi ada Maya!!"
"Terus kenapa dia menarikku semau dia sendiri?"
"Panji maafkan aku!!"
"Bagaimana aku menjelaskan pada Panji besok kalau ketemu dikampus?"
Berbagai pertanyaan keluar dari dalam hati Risa.
Denis langsung menyalahkan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya dengan begitu kasar dengan kecepatan tinggi.
"Denis, aku masih ingin hidup!! pelankan mobilnya!!" kesal Risa, sambil berpegangan kencang.
"Diam!!" bentak Denis, dengan nada kesal.
"Apa Aku menyuruhmu protes?" bentak Denis.
Risa hanya terdiam.
"Aku rasa Denis benar-benar sudah gila"
Setelah menempuh perjalanan dengan kecepatan tinggi, akhirnya Denis dan Risa sampai dirumah.
Denis langsung turun dari mobilnya, kini Denis membukakan pintu mobilnya untuk Risa.
Tanpa pikir panjang Denis langsung mengangkat tubuh Risa untuk masuk ke dalam kamar mereka.
Namun Denis tidak memperdulikan ucapan Risa.
Sampailah dikamar mereka, Denis langsung menaruh tubuh Risa diatas dengan begitu kasar. kini Denis sudah ada diatas Risa.
"Deg..deg..!!" detak jantung Risa.
Apa yang mau Denis lakukan!!
"Apa kamu itu tuli? aku sudah bilang jangan pernah jalan dengan laki-laki lain!!" ucap Denis, dengan penuh amarah.
"Dia menyentuh tanganmu, dia menyentuh bagian mulutmu, dia mengandeng tanganmu, katakan bagian mana lagi yang disentuh oleh laki-laki brengsek itu!!" ucap Denis, dengan penuh kemarahan.
"Katakan Risa!!" bentak Denis dengan nada begitu keras.
Risa hanya terdiam.
Apakah Denis, benar-benar marah!!
"Jawab pertanyaanku Risa!!" bentak Denis lagi, dengan nada yang menggebu-gebu.
"Ti...tidak ada!!" jawab Risa, dengan nada terbata-bata.
Denis membelai pipi Risa dengan lembut.
__ADS_1
"Sudahku bilang, aku boleh kapanpun jalan dengan Maya bahkan dengan wanita lain tapi itu tidak berlaku untukmu!!" jelas Denis.
Risa sudah ingin menjawab perkataan Denis namun Denis kini mengunci bibir Risa dengan bibirnya.
Denis m**umat b*b*r Risa dengan kemarahannya Risa tidak bisa membrontak karena tubuh Denis jauh lebih kuat daripada Risa.
Denis melepaskan c**mannya, kini Denis mulai menelusuri setiap inchi bagian tubuh istrinya dan meninggalkan beberapa bekas merah disetiap bagian tubuh istrinya.
Malam ini Risa hanya menangis.
Denis mulai m*m**ka b*j*nya dan kini dada bidang Denis begitu terlihat sempurna, Denis kembali melakukan aktivitasnya.
"Ini adalah hukuman untukmu, karena laki-laki lain sudah menyentuhmu" bisik Denis ditelinga Risa.
Denis me**sukan tangannya ke d**am b*j* Risa, kini kedua tangannya sedang bermain-main dengan kedua g*n*ng k*mb*r Risa.
"Sakit Den!!" rintih Risa, karena Denis m*n*kan g*n*ng kembar agak keras.
"Aku tidak peduli, malam ini kamu milikku!!" ucap Denis, penuh kemenangan.
"Maafkan aku Risa, aku tidak rela laki-laki lain sampai menyentuhmu lebih dulu, jadi aku melakukan ini padamu. lagian kamu adalah istriku jadi aku berhak menyentuhmu" Guman Denis dalam hatinya.
Ntah perasaan apa yang dirasakan Denis malam ini, Denis begitu marah melihat istrinya disentuh oleh laki-laki lain.
Setelah selesai dengan permainannya Denis bermaksud memasukan m*l*knya ke bagian s**s*t*f Risa, namun Denis mengurungkan niatnya karena melihat buliran air mata yang begitu deras dipipinya.
"Apa aku begitu kasar malam ini?" kesal Denis, akhirnya Denis bangun dari ranjangnya untuk segera pergi ke kamar mandi.
"Kamu tidurlah!!" suruh Denis, yang masih begitu kesal.
Risa hanya terdiam dan langsung menutupi tubuhnya dengan selimut sedangkan Denis sedang sibuk dengan urusannya didalam kamar mandi.
Ntah apa yang Denis lakukan di dalam kamar mandi, hanya Denis yang tau.
"Aku tidak tega, jadi maafkan aku sudah membuatmu tegang tapi tidak memuaskanmu!!" kesal Denis dengan rasa bersalah.
Setelah beberapa menit Denis sudah selesai dengan urusannya dikamar mandi, kini Denis Kemabli ke ranjang tempat tidurnya namun melihat Risa sudah terlelap begitu pulas.
Denis membelai pipi Risa dengan lembut.
"Maafkan aku, pasti kamu tadi sangat ketakutan" ucap Denis, yang merasa bersalah sudah kasar dengan Risa.
Denis mencium kening Risa sebelum tidur dan kini Denis sudah merebahkan tubuhnya disamping Risa.
"Dia begitu cantik!!"
"Matanya begitu indah!!"
"Senyumnya begitu manis!!"
"Maafkan aku Risa, aku tidak akan mengambil mahkotamu sebelum kita sama-sama ingin melakukannya, tapi jika kamu mengulangi kesalahanmu lagi atau aku hilaf ya itu lain ceritanya Ris!!" Gumam Denis di dalam hatinya.
Denis, mulai memejamkan matanya dan kini Denis sudah tidur dengan begitu pulas disamping Risa.
__ADS_1
Risa gadis cantik pembayar hutang, ntah seperti apa nasib dia ke depannya??
Bersambung