Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
226.Pisang keju buatan Denis.


__ADS_3

"Sebentar nak, papa buatkan makanan buat kamu dulu." Denis mengelus perut Risa lalu menciumnya.


Denis pergi menuju ke dapur, ntah apa yang akan Denis buat untuk istrinya?


Sesampainya di dapur Denis melihat ada pisang dimeja dapur. Lalu Denis membuka kulkas, Denis mengambil keju dari dalam kulkas.


"Aku mau membuat pisang keju saja." Pikir Denis dengan semangat.


Denis menyiapkan semuanya dengan baik, pertama-tama Denis mengupas pisangnya lalu menggorengnya. Setelah pisangnya selesei digoreng Denis menyajikannya diatas piring.


Denis menata pisang-pisang tersebut diatas piring dengan rapi.


"Saatnya memarut kejunya." Denis sudah memegang parutan keju dan keju ditangan kanannya.


Dengan senang hati dan sambil bernyanyi Denis memarut keju dengan hati-hati.


"Kejunya sudah sekarang tinggal susu." kata Denis yang langsung mengambil kaleng susu dan langsung menaburkannya diatas pisang keju tersebut.


Denis memperhatikan makanan yang dibuatnya sendiri khusus buat sang istri, kini dirinya tersenyum simpul.


"Aku bisa membuat pisang keju ternyata." Gumam Denis sambil cengar-cengir.


Denis mengambil piring yang berisi pisang keju dan segera membawanya ketempat Risa duduk diruang tengah.


Denis berjalan dan terus tersenyum sedangkan Risa memperhatikan suaminya yang sedang berjalan menuju dirinya duduk.


"Apa yang dia buat sampai jalan saja sambil senyam-senyum sendiri." Pikir Risa.


"Kira-kira apa ya nak yang dibuat oleh papa kamu di dapur sana?" tanya Risa pada sih jabang bayi yang masih di dalam perutnya.


"Taraaa....... Istriku dan anakku, papa buatkan kalian pisang keju!" seru Denis yang langsung mendaratkan dirinya disamping Risa duduk.


Risa melihat pisang keju yang diatas piring, samar-samar Risa tersenyum.


"Ternyata suamiku bisa membuat pisang keju, Aku kira dia hanya bisa marah-marah dan cemburu saja." Batin Risa dalam hatinya.


"Ini apa?" Tanya Risa pura-pura tidak tahu.


"Ini pisang keju special buat anak dan istriku." jawab Denis dengan semangat.


Denis mulai menyuapkan pisang keju buatannya kedalam mulut Risa, pelan-pelan Risa mengunya pisang keju tersebut dalam mulutnya.


"Bagaimana enak tidak?" Tanya Denis.


"Rasanya enak." Jawab Risa yang membuat Denis langsung mengembangkan senyum disudut bibirnya.


Risa yang akhir-akhir ini sudah sering merasakan lapar, makanya hampir setiap makanan apa saja Risa makan.


"Makanlah yang banyak biar sih Ucil tidak lapar lagi!" Pinta Denis yang kembali menyuapkan pisang keju lagi kedalam mulut Risa.


Setelah beberapa suap akhirnya Risa merasakan kenyang dan ujung-ujungnya Denis yang menghabiskan sisa pisang keju tersebut.

__ADS_1


Jam menunjukkan pukul 3 sore, Alya baru saja pulang diantar oleh Panji.


"Sayang aku langsung pulang ya! Oh iya ingat tinggal menghitung hari kamu akan menjadi istriku jadi kamu tidak boleh macam-macam dibelakangku!" Panji berpamitan pada Alya, Panji juga memberikan peringatan pada Alya.


"Iya iya aku tidak akan macam-macam, sampai bertemu dipelaminan calon suamiku." jawab Alya dengan senyum manis dibibirnya.


Panji tersenyum lalu berlalu pergi dari hadapan Alya untuk masuk kedalam mobilnya.


Setelah masuk kedalam mobilnya Panji membuka jendela mobilnya.


"Masuklah!" Pinta Panji dengan begitu manis.


Alya menganggukkan kepalanya dan langsung beranjak masuk kedalam rumah, Sedangkan Panji langsung kembali melajukan mobilnya menuju kerumahnya.


Sesampainya di depan rumah Alya mengetuk pintu rumah Denis.


"Tok..tok... Kak Denis, Kak Risa." Alya mengetuk pintu sambil memanggil Denis dan Risa.


Denis yang sedang makan pisang keju menaruh pisang kejunya diatas meja, lalu beranjak dari tempat duduknya untuk membukakan pintu rumahnya untuk Alya.


"Itu pasti sih bawel sudah pulang." kata Denis sambil terus berjalan menuju ke pintu depan.


"Ceklek...." suara gagang pintu.


"Kak Denis...." sapa Alya dengan begitu menggemaskan.


"Masuklah Tuan Putri!" Dengan nada meledek Denis mempersilahkan Alya untuk masuk ke dalam rumahnya.


"Kak Risa!" sapa Alya yang melihat Risa sedang duduk diruang tengah.


"Alya kamu sudah pulang, kemarilah ini makan pisang keju buatan kakakmu." Risa menepuk sofa agar Alya duduk disebelah dirinya.


Alya dengan semangat langsung mendaratkan tubuhnya disebelah Risa, Alya mengambil pisang keju yang ada dipiring diatas meja.


"Aku tidak percaya Kak Denis yang membuat pisang keju ini." Kata Alya geleng-geleng kepala.


Alya mencoba pisang keju tersebut lalu menguyahnya dengan pelan.


"Rasanya enak sekali." Batin Alya dalam hati.


"Ini sungguh Kak Denis yang membuatnya Kak?" Tanya Alya tidak percaya.


"Aku membuatkan pisang keju itu khusus buat Sih Ucil dan istriku, tapi ini malah dimakan oleh sih bawel." Denis ngomel-ngomel tidak jelas pada Alya.


"Dih dasar kakak pelit!" Alya menjulurkan lidahnya pada Denis.


Lagi-lagi Risa dibuat geleng-geleng kepala oleh sikap keduanya kalau lagi bareng.


"Suamiku sudahlah, Alya sudah habiskan pisang kejunya nanti Kak Denis kasih saja piringnya!" Lerai Risa agar keduanya tidak melanjutkan perdebatan mereka.


Denis menatap Risa dengan tatapan agak kesal.

__ADS_1


"Dasar istri macam apa dia bukannya belain suaminya ini malah nyuruh Alya memberikan aku piring kosong." Batin Denis dalam hati.


"Tahu Kak Denis sama adik sendiri saja tidak mau mengalah." Alya memasang wajah yang menggemaskan.


Denis duduk disebelah Alya, kini dirinya tiba-tiba membelai rambut Alya dengan lembut.


"Alya sebentar lagi kamu mau menikah, maka kamu harus bisa jadi istri yang baik dan nurut sama suami ya!" Denis memberikan nasehat pada Alya.


Sungguh hati Alya begitu tersentuh karena ini pertama kalinya Denis berbicara dengan serius pada dirinya.


Alya memeluk Denis sebagai tanda sayangnya terhadap sang kakak.


"Iya kak aku janji akan berusaha menjadi istri yang baik buat Panji." Disela-sela pelukannya Alya berjanji pada Denis.


"Alya kamu adalah gadis yang beruntung bisa mendapatkan cintanya Panji." Risa mengusa-usap rambut Alya dengan tangannya.


Risa juga ikut bergabung memeluk Risa, kali ini Alya sungguh merasakan kasih sayang dari Denis dan Risa.


"Aku sayang kalian kak." Kata Alya disela-sela pelukan mereka bertiga.


"Kita juga sayang kamu Alya." Jawab Risa dan Denis secara bersamaan.


Setelah sama-sama mengungkapkan rasa sayangnya pada adiknya, Risa dan Denis sama-sama melepaskan pelukannya dari tubuh mungil Alya.


"Risa, Alya kalian bersiap-siaplah." Pinta Denis dengan lembut.


"Mau kemana?" Tanya Risa pada Denis.


"Kita ke mall beli gaun buat kamu dan Alya kamu boleh belanja apa saja yang kamu mau, itu hadiah pernikahan dari Kak Denis." jawab Denis dengan senyuman yang begitu lembut disudut bibirnya.


"Sungguh kak?" Alya memastikan.


"Sungguh pokoknya itu adalah hadiah pernikahan buat kamu, kamu boleh berbelanja sepuas kamu." Tegas Denis.


Dengan cepat Alya dan Risa pergi ke kamar masing-masing untuk segera bersiap-siap. Sedangkan Denis duduk diruang tengah menunggu Risa dan Alya bersiap-siap.


"Tidak terasa ternyata pernikahan Alya tinggal menghitung hari, semuanya juga sudah aku siapkan. mudah-mudahan Alya dan Panji, Alan dan Ayumi mereka suka dengan pesta yang akan buat untuk mereka." Denis berbicara pada dirinya sendiri.


Setelah beberapa lama akhirnya Risa dan Alya sudah siap.


"Sayang..." Panggil Risa dengan lembut.


"Kak Denis!!" Sambung Alya dengan manja.


"Ayo kita berangkat!!"


Hari ini Denis mengajak Risa dan Alya ke mall, ntah apa saja yang akan Alya beli nanti?


BERSAMBUNG πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


__ADS_2