
ANJENI POV
Pagi ini aku terbangun di tempat lain , negara lain , sungguh masih canggung , padahal aku sendiri lah ibu negara di rumah ini .
Ku coba turun karena sudah pagi dan ingin sarapan .
Aku bingung karena mencari dapur tak ketemu juga , karena saking luasnya rumah ini padahal hanya 3 lantai .
'Setelah sarapan aku harus keliling keseluruh penjuru ini agar tak kesasar' gumamku
Setelah lelah tak jumpai dapur akupun duduk termenung di tangga , anehnya rumah sebesar ini kenapa tak punya lift .
"Nyonya , anda baik baik saja?" .
Ternyata suara berat itu dari seorang laki laki yang menurutku seumuran dengan bibi Sus.
"Eh... saya hanya sedang mencari dapur , karena tak jumpa , saya pun terduduk disini, cape dan lapar". Ucapkan jujur .
"Kenapa tak memanggil saya nyonya ? , saya pak Thomas. kepala pelayan laki laki , Anda bisa memanggil saya Thom ". Jelas pak Thomas.
"Begitu kah ,? bisa tunjukan saya di mana dapur?". Ucapkan tak sabar karena saking laparnya.
"Silahkan nyonya". Ucap pak Thomas dan aku pun mengekor dari belakang.
Aku pun menuju ke dapur , dan ternyata dapur ada di lantai satu . Pak Thomas pun menjelaskan semua detail rumah .
Lantai satu untuk Kamar pelayan , dapur ,serta ruang tamu . Lantai dua khusus untuk Kamar pemilik rumah , dan ruang kerja Mas Daniel , ada kamar tamu juga dan lantai 3 nntuk gym , bioskop , ruang Tv atau keluarga , dan kamar untuk para pengawal .
"Besok atau kapanpun jika Nyonya butuh bantuan kami , silahkan pencet tombol 1 di telfon kamar nyonya , jadi nyonya tak perlu cape cape turun ke bawah" . Ucap Bi Sus menjelaskan
"Ohh gitu baiklah". Ucapku mengiyakan
Setelah selesai makan aku pun keliling rumah , segala penjuru rumah aku itari , ternyata mas Daniel pencinta Kuda rupanya . Meskipun cuma Ada 2 yaitu putih dan hitam namun Bi Sus mengatakan kalau kuda itu sakit Mas Daniel sangat khawatir , umurnya pun bisa di katakan sudah tua makanya Mas Daniel sudah tak menungganginnya lagi .
Aku keliling di temani Bi Sus , rupanya belakang rumah ada hutan kecil , dan bi Sus mengatakan kalau di Hutan itu ada macannya , dan sering lompat masuk kerumah untuk mengincar kuda , oleh sebab itu kandang kuda yang dibelakang sekarang pindah ke samping dekat temlat parkur . Pagar pun dibuat lebih tinggi agar macan tak bisa masuk lagi , bukan hanya macan , saat aku berdiri dari lantai 3 pun nampak hewan lain , seperti monyet dan burung .
Hari sudah sore tapi aku tak melihat Mas Daniel sama sekali
"Mas kemana bi?" Tanya ku pada Bi sus
__ADS_1
"Sudah berangkat dari jam 4 pagi nyonya". Jelas Bi Sus
"Kenapa pagi sekali?".Ucapku
"Ada penerbangan keluar negri nyonya , tapi nanti malam juga sudah Pulang" ucap Bi Sus
Aku pun hanya Oh ria saja .
Sudah malam aku pun tertidur , di tengah malam jam 2 aku terbangun karena ada kebisingan dibawah. Aku lihat saja di balkon .
Saat aku melihat rupanya Ada seorang laki laki sedang berkelahi , bukan berkelahi tapi lebih tepatnya di gebugin oleh para pengawal , sedangkan mas Daniel sedang berdiri tegap sambil melipat tangannya di dada. Aku tak tau apa yang terjadi namun saat korban sudah tersungkur lemah mas Daniel menghampiri korban tersebut , aku kira dia akan menolongnya rupanya .
'JLEBBB
Mas Daniel menusuk korban tersebut , Korban menjerit se jadi jadinya tak ada yang menolong satupun , malah yang ada mas Daniel masuk ke dalam rumah .
Aku tak menyangka , ku kira adegan seperti ini hanya di TV tp di kehidupan nyata pun ada .
Aku menutup mataku dan mulutku dengan tangan . Kenapa mas Daniel segitu marah nya .
Terdengar derap langkah mendekat aku langsung saja lompat ke kasur dan menutup rapat badanku dengan selimut serta terdiam seolah olah aku sedang tidur .
"Dia benar benar seperti zombi , tidak tidur , gila kerja , kejam juga". Ucapku dalam hati .
Sekitar setengah jam mas Daniel keluar dan nampak membuka lemari , hanya beberapa menit mas Daniel keluar lagi dari kamar .
Esoknya Aku terbangun langsung mandi dan sarapan .
Pukul menunjukkan jam 7 .
"Mas Daniel gak sarapan Bi?". Tanyaku pada Bi Sus yang sedang sibuk menata makanan.
"Dia sudah berangkat nyonya". Ucap bi sus .
"Loh kok , jam berapa dia pergi?". Tanyaku penasaran karena baru tengah malam dia pulang.
"Jam 4 nyonya , tak perlu heran nyonya , Tuan memang selalu begitu , dia memang pasti akan pulang setiap harinya , meskipun paling cuma berapa jam saja". Ucap Bi Sus
Aku pun hanya diam saja , sebenarnya ingin menanyakan masalah semalam tapi pura pura tak tau saja , meskipun masih agak shock , jikalau tanya pun pasti mas Daniel cuek tak akan jawab .
__ADS_1
Setelah makan aku berjalan ke taman , dimana menjadi TKP kejadian semalam , semua bersih tak tertinggal sebercak darah sedikit pun. , padahal semalam orang itu di pukul abis abisan, atau mungkin aku hanya bermimpi.
sudah 4Hari aku disini , dan ucapan Mas Daniel yang ingin mengajaku bulan madu pun cuma omongan semata , jalankan bulan madu , sekedar melihat atau ngobrol tegur sapa pun sangat sulit , yang kurasa aku disini hanya makan tidur saja .
Ku iseng buka sosial media dan memposting foto kuda milik mas Daniel dengan caption . ' London yang sepi'.
Setelah tekan pilihan Posting , kuletakan Hpku , dan berjalan ke arah kuda untuk sekedar memberi makan . Setelah bosan aku kembali duduk sambil membuka Hp ku , ternyata banyak yang komentar , lebih banyak adalah anak kru ku , banyak yang menanyakan kapan pulang , fan sebagainya .
Kulihat ada pesan masuk , ternyata pesannya dari temen kuliahku dulu Rayana dan setelah kubuka . Rupanya dia juga ada di London , dan menyakan aku dimana , langsung saja aku meminta nomernya rupanya langsung di balas dan tanpa pikir panjang langsung saja ku telpon dia .
Setelah lama berbincang , akhirnya kita sepakat untuk ketemu esok dan jalan jalan keliling kota London. Saat sedang nelpon lewat di depanku 4 mobil hitam dan mengarah ke tempat parkir . Dapat kusimpulkan pasti ini mobil mas Daniel . Langsung kumatikan telpon dan berlari bergegas untuk masuk .
"Mas ? sudah pulang". Ucapku bertemu dengannya di Tangga .
"Hmm". Gumamnya hanya melirikku tanpa berhenti jalan .
"Mau minum gak mas?" Ucapku basa basi .
"Tidak" . Jawabnya tanpa melihatku dan berjalan berlalu , langkahnya cepat sekali .
"Mas , sebentar". Ucapku kesal sambil memegang tangannya agar berhenti , dan benar dia berhenti dan membalikan badannya menghadapku .
"Apa?" .Jawabnya pelan sambil menyender kan badannya di pegangan tingkat dan melipat tangannya di dada .
"Besok , aku akan jalan jalan , boleh?". Tanyaku ragu .
"Ya boleh". Jawabnya malas namun masih menatapku .
"Ohh.. oke , ma..maksih ya mas". Ucapkan tersendat gugup karena di tatap intens seperti itu .
"Pakai supir , nanti hilang report". Ucapnya datar .
"Tak perlu mas , aku akan pakai kendaraan umum saja". Ucapku menolak
"Dengan supir atau tak sama sekali!". Ucapnya tegas.
Belum sempat aku menjawab dia sudah berjalan pergi meninggalkan ku . Kutarik nafas panjang lalu berlalu masuk ke kamar .
Esoknya aku sudah siap untuk jalan jalan , saat aku mau sarapan lagi dan lagi hanya sendiri , rupanya kemarin mas Daniel pulang cepat sekarang dia udah pergi jam 1 pagi tadi .
__ADS_1
Tak apalah , aku hari ini akan puas puasin jalan jalan bertemu dengan teman kuliahku . Benar benar sangat bebas menikah dengan mas Daniel .