Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
218.Ngerjain Panji.


__ADS_3

Sesampainya dihalaman rumah Denis benar Panji memberikan kado mobil tapi mobilnya adalah mobil...?


"Panji....." Teriak semuanya dengan serempak.


Mobil apasih yang sebenarnya diberikan oleh Panji buat calon ponakannya?


Denis menatap Panji dengan sorot mata tajam, Alan dan Ayumi mereka sudah tertawa lepas, Risa hanya geleng-geleng kepala sedangkan Alya sudah menjewer telinga Panji.


"Dasar kamu ih sayang, Bisa-bisanya memberikan mobil-mobilan aku kira tadi mobil beneran." Bukannya membela sang kekasih Alya malah menjewer telinganya, Panji memegangi telinganya agar Alya melepaskannya.


"Alya sakit, Kan aku sudah benar memberikan mobil-mobilan terus salah aku dimana?" Panji membela dirinya sendiri.


Alya melepaskan tangannya dari telinga Panji, Kini Alya terus menatap wajah tampan Panji dengan tatapan kesal.


"Panji, Salah kamu tidak memberikan mobil beneran dan kamu sudah membuat Tuan Denis Kusuma kesal." Sambung Alan yang terus tertawa.


"Kalian itu pada jahat sama aku." Panji pura-pura marah tapi malah disoraki oleh yang lain.


Panji tersenyum bersalah pada Denis, Tapi Denis terus menatapnya dengan kesal.


"Dasar Panji, Aku kira mobilan beneran keluar terbaru gitu ini malah mobil-mobilan, Lihat saja aku akan mengerjaimu hari ini." Denis tertawa dalam hatinya sambil memikirkan ide licik untuk mengerjai Panji.


"Kak Denis maafkan aku." Panji meminta maaf pada Denis, Tapi Denis masih terus memasang wajah kesalnya pada Panji.


"Kamu mau hubunganmu dengan Alya tetap langgengkan?" Kata Denis tiba-tiba yang tentunya dengan tatapan penuh ancaman.


"Wahh Kak Denis jangan bawa-bawa hubungan aku dan Alya dong, Risa bantuin aku biar Kak Denis biar tidak kesal lagi padaku." Dengan wajah memelas Panji menjawab perkataan Denis dan meminta bantuan kepada Risa.


Risa hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, Panji terus memasang wajah memelas terus tiba-tiba Denis merangkul pundak Panji membuat Panji kaget.


"Pasti Kak Denis ada maunya." Pikir Panji menebak-nebak.


"Lihat Denis, Aku yakin Denis pasti bakal mengerjain Panji." Bisik Alan ditelinga Ayumi.


"Kamu jangan sok tahu!"Ayumi kembali berbisik ditelinga Alan.


"Aku tahu otak Denis sayangku, Aku paham dia seperti apa, Lihat saja apa yang akan dia lakukan, Kalau kamu kalah kamu harus siap aku cium ya!" Alan kembali membisikkan hal panjang lebar ditelinga Ayumi.


Mendengar kata-kata terakhir dikalimat Alan, Ayumi langsung menginjak kaki Alan membuat Alan merintih kesakitan.


"Auhh dasar gadis galak, Calon suami minta dicium saja malah diinjak kakinya." Gerutu Alan dalam hatinya.


"Kalian berhentilah main bisik-bisikan!" Cetus Denis sambil melihat Alan dan Ayumi.


"Pan...." Panggil Denis dengan begitu manis.


"Katakan kak aku harus apa?" Tanya Panji dengan senyum masamnya.


Denis lagi-lagi kembali tersenyum, Kali ini senyum Denis penuh dengan kemenangan. Panji melirik Denis dengan lirikan kesal tapi Panji tidak berani menunjukkan dengan gamblang atau hubungannya dengan Alya akan dalam bahaya.


"Ayo pergi ke mall beli perlengkapan bayi buat anak aku diakan calon ponakanmu juga." Sambil menahan tawanya Denis memulai ide liciknya.


"Mobil tidak jadi perlengkapan bayi pun tidak apa-apa, Lumayankan jadi aku bisa menghemat untuk biaya lahiran nanti, Aku jadi berasa bapak yang pelit banget." Gumam Denis dengan tawa jail dihatinya.


Sebenarnya Denis tidak sepelit itu tapi Denis sengaja ingin mengerjai Panji, Karena Panji tidak membawa kado mobil keluaran terbaru dan Panji malah membawa mobil-mobilan besar buat calon anaknya.

__ADS_1


"Baiklah kak ayo kita berangkat sekarang!" Ajak Panji dengan penuh keikhlasan, Sebenarnya Denis tidak tega tapi Denis hanya ingin mengerjai Panji saja.


Tenang saja Panji itu tidak pelit kok dan demi cintanya pada Alya, Panji pasti akan melakukan apa saja termasuk menuruti permintaan Denis, Dikerjain Denis habis-habisan Panji pun tidak masalah karena buat Panji uang itu bisa dicari lagi.


"Pan jangan dengerin Denis, Ini anak Denis biarin bapaknya yang membeli semuanya." Dengan lembut Risa melarang Panji menuruti permintaan Denis, Tapi Panji malah tersenyum bahagia pada Risa.


"Tidak apa-apa dia juga calon ponakanku Risa." Jawab Panji dengan lembut.


"Lihat saja Kak Denis nanti kalau Alya hamil aku akan bergantian mengerjaimu." Panji tertawa jahat dalam hatinya.


Ternyata Panji menuruti permintaan Denis tapi dia juga sudah menyiapkan ide liciknya padahal dirinya dengan Alya belum menikah.


Akhirnya Denis, Risa, Alya, Panji, Alan dan Ayumi mereka pergi ke mall bersama untuk membeli perlengkapan bayi Risa dan Denis.


Hari ini mereka pergi membawa satu mobil dan Panji yang menyetirnya.Setelah beberapa lama menepuh perjalanan yang lumayan jauh Akhirnya mereka sampai disebuah mall terbesar yang ada dikotanya.


Mereka semua memasuki mall dan langsung pergi menuju ke toko perlengkapan khusus untuk bayi.


"Risa istriku pilih apa saja yang kamu mau, Karena Tuan Panji akan membayarkan semua belanjaan kita!" Suruh Denis yang membuat Risa agak kesal, Risa melihat kearah Panji dan Panji tersenyum pada Risa lalu menganggukan kepalanya.


"Pilihlah apa yang kamu mau, Alya sayang bantu Kak Risa memilih apa saja yang dibutuhkan." Suruh Panji dengan lembut, Panji juga menyuruh Alya untuk membantu Risa memilih apa saja yang dibutuhkan.


"Ayumi kamu juga ikut dengan mereka ya!" Suruh Alan dan Ayumi langsung menganggukan kepalanya.


Risa, Alya dan Ayumi mereka pergi menuju ke tempat baju bayi sedangkan Denis, Alan dan Panji mereka menuju ke tempat mainan dan box bayi.


Ditempat baju bayi..


"Risa lihat ini cantik sekali." Kata Ayumi sambil menunjukkan gaun warna pink yang begitu cantik.


Risa terdiam kini dirinya sedang berpikir kira-kira anaknya laki-laki atau perempuan?


"Kak Risa tidak melakukan USG selama ini?" Timpal Alya yang sedang memilih-milih baju juga.


"Tidak Alya, Bagiku perempuan atau laki-laki yang penting sehat." Jawab Risa dengan senyum bahagianya.


"Baiklah kita beli baju bayi dengan warna yang natural saja jadi jika anaknya laki-laki atau perempuan mereka bisa memakainya." Usul Ayumi yang langsung disetujui oleh Risa.


"Kamu benar Yum." Risa setuju dengan usulan dari Ayumi.


Risa mulai memilih baju-baju yang menurutnya lucu, Alya juga sudah mengambil bermacam-macam kaos kaki anak yang lucu-lucu sedangkan Ayumi ditangannya sudah penuh dengan benda-benda lucu seperti topi, Tempat makan dan berbagai macam botol susu.


"Yum anakku belum memerlukan tempat makan." Kata Risa yang melihat Ayumi memasukan tempat makan kedalam troli belanjaan.


Ayumi tersenyum dan tetap memasukan tempat makan yang sudah dipilihnya kedalam troli belanjaan.


"Tapi ini lucu jadi aku mau membelinya." Kata Ayumi yang membuat Risa hanya tersenyum.


"Semuanya lucu bisa-bisa uang Panji habis gara-gara benda-benda lucu yang tidak berguna tapi tetap dibeli." Gumam Risa dalam hatinya.


Tiba-tiba Alya kembali dengan membawa banyak baju-baju bayi pilihannya, Sepatu-sepatu bayi pilihannya dan bermacam-macam kaos kaki untuk anak bayi, Kali ini Alya juga membuat Risa sakit kepala.


"Alya kenapa kamu membeli sebanyak itu?" Tanya Risa yang melihat tangan Alya penuh dengan barang-barang pilihannya.


"Ini semua bagus kak, Jadi aku membeli semuanya saja." Jawab Alya dan langsung menaruh semuanya ditroli belanjaan.

__ADS_1


Risa pasrah dan terus berjalan melanjutkan belanjanya, Alya dan Ayumi mendorong troli belanjaan bersama-sama.


Ditempat box bayi dan mainan.


Troli belanjaan Denis sudah penuh iya mereka sama seperti Alya dan Ayumi memasukan benda apa saja yang dianggapnya lucu.


"Kak Denis, Untuk apa membeli ini?" Tanya Panji yang melihat Denis membeli mainan masak-masakan.


"Ini lucu Pan, Coba bayangkan kalau anakku perempuan pasti dia akan senang memainkan mainan ini." Jawab Denis yang langsung menaruh mainan yang dipilihnya kedalam troli.


Alan melihat Panji sama Denis terus berdebat dari tadi, Membuat dirinya pusing dalam hati Alan. Lagian dasar Denis b*doh sudah tahu anak masih bayi dibeliin mainan seperti itu.


"Sudahlah kalian ini trolinya sudah sangat penuh masih saya membeli ini dan itu." Alan mengomeli Denis dan Panji yang masih terus mengambil apa saja yang mereka suka.


Panji dan Denis saling melempar tawa mereka tidak memperdulikan biarpun Alan terus mengomeli mereka.


"Pan jika uangmu habis banyak kamu tidak marahkan?" Tanya Denis pada Panji.


"Tentu saja tidak kak, Semua ini biar hubungan aku dan Alya juga langgeng." Jawab Panji yang langsung kembali mengajak Denis ke tempat box bayi.


Ditempat box bayi Denis dan Panji begitu antusias, Alan juga sudah traveling kemana-mana otaknya.


"Kapan ya aku nikah? Terus Ayumi hamil pasti aku akan memborong semua ini." Gumam Alan dengan bayangannya yang masih semu.


Lagi-lagi Denis melakukan hal konyol yang membuat Alan terus geleng-geleng kepala, Kali ini Denis memilih dua box bayi sekaligus dengan warna yang berbeda Denis memilih box bayi warna pink dan biru dongker dengan alasan jika anaknya perempuan atau laki-laki jadi mereka bisa memakai salah satu diantara box bayi tersebut.


Setelah semuanya terbeli mereka membawa semua belanjaan ke kasir dan lagi-lagi hari ini Panji harus mengeluarkan kocek yang besar untuk membayar semuanya belanjaan Denis dan Risa.


"Panji terimakasih calon adik terbaikku." Denis mengucapkan terimakasih pada Panji.


"Sama-sama calon saudaraku." Jawab Panji dengan senang hati.


Sekarang Panji dan Denis sudah berpelukan Seperti Teletubbies. Risa dan Alya saling melempar senyum melihat pasangan mereka akur seperti hari ini membuat mereka senang.


"Akhirnya mereka bisa akur." Batin Risa dalam hatinya.


Setelah selesai berbelanja mereka langsung pulang kerumah Risa dan Denis, Karena mobil Panji dan Alan juga masih dirumah Denis.


"Sudah ayo pulang jangan main peluk-pelukan terus!" Omel Alan yang jijik melihat tingkah laku Panji dan Denis yang hari ini benar-benar terlihat menyebalkan.


"Bisanya debat mulu, Sekalinya akur malah seperti itu haduh kalian sudah seperti penyuka sesama jenis." Alan tertawa jahat dalam hatinya.


Mereka semua menuju mobil dengan tangan yang penuh dengan belanjaan.


Panji tersenyum bahagia kini dirinya berjalan disamping Alya.


"Maafkan Kak Denis ya sayang." Alya meminta maaf pada Panji atas nama kakaknya.


"Buat apa minta maaf? Aku bahagia sayangku dan kamu harus tahu uang bisa dicari tapi bisa bahagia bersama seperti ini belum tentu bisa dirasakan." Dengan penuh kasih sayang Panji menjawab permintaan maaf dari Alya.


Alya tersenyum dalam hatinya merasa bersyukur punya calon suami seperti Panji.


"Ayumi awas........" Teriak Alan tiba-tiba yang langsung berlari dengan cepat dan membuat semuanya kaget.


"Ayumi...." Teriak Risa.

__ADS_1


BERSAMBUNG πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2