Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
88. Kamu milikku.


__ADS_3

Risa baru saja selesai mandi, kini sedang berganti pakaian sedangkan Denis sedang duduk di sofa yang ada dikamarnya Risa, melihat laptop Risa ada diatas meja lalu Denis iseng membuka laptopnya Risa.


Dana ternyata Denis, melihat pemandangan yang membuat hatinya begitu mendidih.


"Ternyata Risa, menyimpan foto laki-laki brengsek itu dilaptopnya juga" kata Denis, dengan raut wajah yang begitu kesal.


"Mesra sekali mereka berfoto, apa mereka pernah pacaran?" tanya Denis pada dirinya sendiri, dengan menatap foto tersebut begitu kesal.


Risa selesei ganti baju, lalu langsung menghampiri Denis yang duduk di sofa.


Risa yang melihat Denis sedang memainkan laptopnya, langsung menghentikan langkah kakinya dengan pelan lalu duduk disamping Denis.


"Aduh bencana!! pasti Denis sudah melihat foto-fotoku dengan Panji dilaptopku. biarpun hanya foto biasa tapi fotonya terhitung mesra, mana ada foto Panji sedang mencubit kedua pipiku, haduh pasti Denis sebentar lagi akan berteriak padaku" gerutu Risa dalam hatinya.


Denis yang tau Risa sudah duduk disebelahnya, kini Denis menatap Risa dengan tatapan begitu tajam.


"Apa ini?" tanya Denis, dengan raut wajahnya yang saat ini begitu garang.


"Itu fotoku dengan Panji" jawab Risa dengan suara pelan.


"Itu foto udah lama, Aku mengambilnya hanya untuk kenang-kenangan saja. disitu juga ada foto Aku dengan Ayumi sahabatku" Risa mencoba menjelaskan pada Denis.


"Hapus sekarang atau Aku banting laptop ini" ancam Denis, dengan tatapan yang begitu kesal.


Risa langsung mengambil laptopnya yang ada dimeja, lalu mengotak-atiknya untuk menghapus foto-foto dirinya dengan Panji.


"Awas saja jika masih ada foto laki-laki brengsek itu lagi, Aku akan patahkan kaki Dia nanti" kata Denis, yang penuh dengan ancaman.


Risa menaruh kembali laptopnya ke atas meja, lalu dengan begitu genit langsung mencium pipi Denis.


"Cup.." satu ciuman mesra dipipi Denis.


"Mandilah, jangan marah-marah simpan tenagamu buat nanti malam Suamiku" kata Risa, yang berusaha meredahkan emosi Suaminya.


"Tidak apa-apa Aku bersikap genit dan nakal seperti ini, asalkan Denis tidak marah lagi" gumam Risa.


Denis menatap wajah cantik Risa.


"Apa Kamu sedang merayuku?" tanya Denis, sambil memegang dagu Istrinya.


"Apakah salah jika Aku merayu Suamiku sendiri" jawab Risa, dengan senyum manisnya.


Denis mencium bibir Risa.


"Cup.." satu ciuman mendarat dibibir Risa.


"Tidak salah, tapi nanti malam Kamu harus bertanggung jawab" kata Denis, dengan nada menggoda.


"Hah.. tanggung jawab apa?" gumam Risa, yang tidak mengerti maksud Denis.

__ADS_1


Denis bangun dari tempat duduknya, lalu pergi menuju kamar mandi, setelah selesai mandi seperti biasanya Denis memanggil Risa.


"Risa baju ganti Aku jangan lupa" kata Denis, dari dalam kamar mandi.


"Iya" jawab Risa singkat.


Risa langsung pergi menuju kamar Mamanya untuk mengambil baju Papanya, untuk Denis ganti setelah mengambilnya Risa langsung kembali ke ke kamarnya.


Denis sudah duduk ditepi ranjang, menunggu Risa. lalu Risa menghampiri Denis.


"Ini baju gantinya" kata Risa, sambil memberikan baju ganti yang ada ditangannya pada Denis.


Bukannya baju yang diambil Denis malah menarik tangan Risa, kini Risa duduk dipangkuan Denis, Risa merasakan ada yang menonjol dibagian paha Denis dan itu membuat Risa tidak nyaman.


"Ini Apa? rasanya menonjol banget" gumam Risa, yang merasakan ada tonjolan tepat dibagian Risa duduk.


Denis memeluk Risa, dengan satu tangannya lalu satu tangannya membelai pipi Risa.


"Aku tidak butuh ini Sayangku" kata Denis, yang mengambil baju yang ada ditangan Risa lalu membuangnya ke lantai.


"Apa Denis, mau melakukannya sekarang?" gumam Risa.


Denis terus membelai pipi Risa, sambil sesekali menciuminya.


"Apa Kamu pernah minum obat pencegah kehamilan waktu itu?" tanya Denis, sambil terus menciumi wajah Risa.


Denis agak sedikit mengangkat wajah Risa, kini Denis beralih menciumi leher Risa sampai meninggal bekas merah.


"Ahhh Denis jangan digigit!" rintih Risa, yang merasakan gigitan dilehernya.


"Aku terlalu gemas sayang, tubuhmu wangi sekali" kata Denis, yang terus melanjutkan aktivitasnya.


"Iyalah tadi Aku mandi pakai rempah-rempah yang komplit dulu sih" gumam Risa.


Setelah puas dengan leher Risa, Denis langsung beralih ke bibir munggil Risa.


Denis mencium bibir Risa, lalu mengulumnya


Risa mulai membuka mulutnya agar Denis lebih muda menelusuri mulutnya.


Perlahan-lahan Risa membalas ciuman dari Denis, kini keduanya saling mengaitkan lidahnya.


"Eemmhh emmmcchh" desahan keluar dari mulut mereka secara bersamaan.


Ditengah-tengah ciumannya, Denis langsung mengangkat Risa lalu menaruhnya diatas ranjang tempat tidurnya, Denis menindih tubuh Risa sambil mencium bibir Risa.


Denis mengarahkan tangannya keatas, lalu memegang kedua tangan Risa dengan tangannya, kini Denis kembali mencium leher Risa, Denis melepaskan tangannya dari tangan Risa. kini tangan Denis sibuk membuka kancing baju Risa, setelah membukanya Denis langsung membuangnya kesembarang tempat, Denis membuka semua pakaian d**am Risa.


Kini Risa sudah telanjang tidak memakai sehelai benang apapun.

__ADS_1


Denis langsung meremas gunung kembar Risa, lalu langsung mengulumnya sesekali menghisapnya, tangan Denis kembali memegang tangan Risa agar Risa tidak memberontak.


"Ahhh ahhhcchhh..." desahan Risa karena ulah suaminya.


Setelah selesai dengan semua Aktivitasnya, Denis langsung membuka handuknya, Risa yang melihat milik Suaminya begitu tegang membuat Risa takut.


"Jangan sampai sakit" kata Risa dengan pelan.


"Hanya sebentar sayang, selebihnya akan enak nanti" jawab Denis.


Denis langsung membuka s**kang*n Risa, lalu sedikit melebarkannya.


"Kamu tidak ingin bermain-main dulu dengannya?" tanya Denis, sambil memegang memiliknya mengarahkan ke Risa.


Risa menggelengkan kepalanya.


tanpa bertanya pada Risa lagi, Denis langsung mengarahkan miliknya kebagian sensitif milik Risa.


"Tahan sayang!!" pinta Denis.


Kini keduanya tangan Risa, sudah memegang sprai dengan begitu kuat.


Denis menggesek-gesekan miliknya lalu dengan pelan-pelan berusaha memasukkan miliknya kedalam milik Risa.


"Sempit sekali!!" gumam Denis, yang terus berusaha memasukkan miliknya.


"ahhh ahhhcchhh..." teriak Risa, yang merasa ada benda tumpul menusuk miliknya.


Kini air mata Risa, menetes begitu saja dari matanya.


Akhirnya setelah beberapa menit, usaha Denis berhasil kini milikinya sudah masuk kedalam milik Risa dengan begitu sempurna.


Denis mengeluarkan masukkan miliknya, desahan dan erangan kenikmatan keluar dari mulut mereka.


Sampai beberapa menit kemudian, keduanya sama-sama mencapai puncaknya Denis langsung mengeluarkan cairan hangat di dalam rahim Risa, kini bercak darah suci menjadi saksi cinta mereka hari ini.


Setelah aktivitasnya selesai, Denis langsung menjatuhkan tubuhnya disamping Risa.


Kini keduanya sama-sama mengatur nafasnya.


"Terimakasih sayang, sekarang Kamu sepenuhnya miliku" kata Denis, lalu mencium kening Risa.


"Awas saja jika Kamu sampai ketahuan menyimpan foto-foto laki-laki brengsek itu lagi" omel Denis, yang langsung menarik Risa kedalam pelukannya.


Kini Risa membenamkan wajahnya kedalam dada bidang Denis.


"Apa-apaan sudah merenggut semuanya dariku, masih mengomel tentang laki-laki lain?" kata Risa di dalam hatinya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2