
"Dasar Anak kecil kurang ajar!!!!!!!! teriak Lissa yang langsung mengangkat tangannya untuk men*mpar pipi Lissa ....
Melihat Lissa ingin men*amp*r Ayumi, Alan langsung bangun dari tempat duduknya, lalu dengan cepat menahan tangan Lissa agar tidak mengenai pipi mulus Ayumi.
"Jangan pernah Kamu menyentuh pipi mulus calon Istriku!" kata Alan dengan tatapan begitu tajam.
Alan tidak sadar menyebut Ayumi sebagai calon Istrinya, dalam hati Ayumi kini Ayumi sedang senyum-senyum sendiri di dalam hatinya.
"Dia bilang Aku calon Istrinya." gumam Ayumi yang mengulang kembali perkataan Alan.
"Alan Kamu...." kata-kata Lissa terpotong.
"Apa? Aku sudah sering mengingatkanmu, bhakan Aku sudah menolakmu dengan cara baik-baik, tapi Kamu malah seperti ini." kesal Alan dengan tatapan yang begitu sengit.
Alan langsung mengibaskan tangannya Lissa dari tangannya dengan begitu kasar, Denis langsung bangun dari tempat duduknya lalu langsung menenangkan Alan karena tidak mau amarah Alan sampai pecah dan sampai melukai Lissa.
"Al sudahlah!" pinta Denis sambil memegang bahu Alan.
"Biar Aku kasih pelajaran Den sama wanita ini, Aku sudah menahan rasa kesalku sejak lama." kata Alan yang diiringi dengan amarahnya.
Ayumi langsung memegang tangan Alan, lalu berkata pada Alan.
"Biar Aku saja yang membasmi biji cabe ini sayang." kata Ayumi yang berusaha menyakinkan Alan.
"Sekertaris Alan, Aku juga akan membantu Ayumi." sambung Risa.
"Aku akan menjadi wasit saja." kata Panji yang masih duduk sambil melipat kedua tangannya.
"Dasar, Kamu bilang Aku biji cabe, ingat ya Kamu ini baru pacar Alan dan bisa kapan saja putus." kata Lissa dengan penuh keyakinan.
"Iya Kita memang kau putus!' seru Ayumi sambil tersenyum.
"Baguslah kalau kalian mau putus." sambung Lissa yang diiringi dengan tawa jahatnya.
Lissa langsung tersenyum penuh kemenangan.
"Iyalah Kamu putus saja sama Alan, lagian Aku lebih cocok dengan Alan." gumam Lissa.
Alan langsung menatap Ayumi penuh dengan tanda tanya.
"Apa maksud Ayumi, Dia mau putus denganku? Apa itu gara-gara Lissa?" gini pikiran Alan sedang berperang.
"Putus...!!! Kamu bilang Yum." kata Alan sambil menggelengkan kepalanya.
"Iya sayang Kita putus pacaran terus Kita menikah." jawab Ayumi yang diiringi dengan penuh kemenangan.
Risa langsung menyunggingkan senyumnya, lalu Risa berkata pada Lissa.
"Itu dengerin biji cabe, putus pacaran terus menikah." Kata Risa yang mengulangi kata-kata Ayumi tadi.
"Sudahlah, Aku capek jadi wasitnya, Aku lapar mending Aku makan saja." kata Panji, yang langsung mengambil bubur sisa Risa makan.
Bubur sisa Risa makan ada dimeja, lalu Panji mengambilnya.
"Hey, Kamu mau ngapain dengan bubur punya Istriku." omel Denis yang melihat Panji mengambil Bubur sisa Risa makan.
"Aku mau makan, Aku lapar! jadi wasit diantara Ayumi dan cabe biji juga butuh tenaga." jawab Panji dengan menampilkan wajah sok imutnya.
Denis ingin sekali meniju Panji, namun Denis mengurungkan niatnya.
"Dasar laki-laki brengsek!" omel Denis pada Panji.
"Sudahlah Suamiku, kan cuma bubur!" lerai Risa agar Denis berhenti mengomeli Panji.
Akhirnya Panji langsung memakan bubur tersebut, dalam hati Panji berkata.
"Aku tidak perduli sama suami cemburuan seperti Kamu Tuan Denis." kata hati Panji.
Lissa terus menatap Ayumi dengan tatapan tidak suka, mungkin saat ini Lissa ingin sekali menjambak rambut Ayumi.
"Aku doakan, hubunganmu dengan sekertaris Alan tidak akan langgeng." Doa Lissa untuk hubungan Ayumi dan Alan.
"Terserah Kamu saja biji cabe, dasar ntah itu pelakor, calon pelakor, pasti urat malunya udah putus." jawab Ayumi yang diiringi tatapan sengit.
"Memangnya Kamu siapa? seenaknya mendoakan doa jelek untuk hubunganku dan kekasihku, dasar wanita tidak punya akhlak." kesal Ayumi dalam hatinya.
"Lissa..... sekali lagi Kamu bicara Aku akan men*mp*rmu." Ancam Alan.
"Aku tidak takut pada Ancamanmu sayangku." sambung Lissa yang diiringi dengan senyum genitnya.
"Apa kalian sudah selesai? biji cabe Kamu pulanglah! jangan membuat hara hura disini!" kata Risa tiba-tiba.
"Iya Lis Kamu pulanglah!" usir Denis.
Sebelum pergi Lissa terus menatap Ayumi dengan tatapan sengit.
"Gadis jelek sepertimu saja sombong." gumam Ayumi.
__ADS_1
Tanpa pamit Lissa langsung pergi meninggalkan Ayumi, Alan, Denis, Risa dan Panji begitu saja.
"Awas Kamu!!" ancam Lissa pada Ayumi.
"Dasar biji cabe." kesal Ayumi.
"Sudah-sudah hentikan!!" lerai Denis dengan tatapan kesalnya.
Setelah Lissa pergi dari rumah Denis, kini Ayumi berpindah tempat duduk ke samping Panji.
"Pan, Aku duduk disini ya." kata Ayumi.
"Dengan senang hati, duduk saja cantik." jawab Panji dengan nada genit.
Denis kembali duduk disamping Risa, sedangkan Alan menatap Ayumi dengan tatapan tidak suka.
"Sayang, disampingku luas!" protes Alan.
"Aku tidak mau, itu bekas tempat duduk biji Cabe, Aku jijik." jawab Ayumi sengaja biar Alan kesal.
"Males sekali duduk disampingmu." gumam Ayumi.
Iya biarpun Lissa hanya biji cabe tetap saja yang namanya sebagai wanita, Ayumi pasti cemburu melihat Lissa nempel-nempel kaya cicak pada Alan kekasihnya.
Alan langsung bangun dari tempat duduknya, lalu mengusir Panji dari tempat duduknya.
"Anak kecil pergilah dari tempat duduk ini!" pinta Alan dengan tatapan tidak suka.
Panji hanya menggelengkan kepalanya.
"Dasar tidak Denis, tidak Alan mereka sama saja, sama-sama cemburu sekali." pikir Panji yang langsung beranjak dari tempat duduknya, lalu pindah dari sebelah Ayumi.
Risa hanya tersenyum, sambil terus melihat kearah Ayumi dan Alan.
"Sekarang kalian itu lucu." kata Ayumi.
"Al, sekerang Kamu menjadi lebih bodoh dariku." ledek Denis.
Alan menatap sinis kearah Denis.
"Biarkan saja, Aku tidak mau Ayumi dekat-dekat dengan laki-laki lain." protes Alan.
"Sudahlah Suamiku! Kamu saja melarangku melihat Panji lebih dari 3 detikkan." tegas Risa agar suaminya dan Alan tidak berdebat.
Akhirnya Ayumi dan Panji mereka saling melempar tawa mereka.
"Hahaha Ris, Suamimu memang paling lucu." ledek Panji yang diiringi dengan tawanya.
Alan hanya menggelengkan kepalanya, lalu berkata pada Ayumi.
"Aku juga melarangmu, duduk disamping Anak kecil itu! jika Aku melihatmu duduk disamping Anak kecil itu, Aku akan memberikan hukuman padamu." kata Alan pada Ayumi.
Ayumi hanya terdiam sambil berpikir.
"Memangnya hukuman apa yang akan Alan berikan padaku? dasar Dia itu sama saja seperti Suaminya Risa." pikir Ayumi.
hukuman apa yang akan diberikan oleh Alan pada Ayumi, ketika Ayumi duduk disamping Panji seperti tadi? padahal Ayumi dan Alan belum menikah.
Ayumi melihat kearah Risa, lalu berkata pada Risa.
"Sepertinya Alan terlalu lama berteman dengan suamimu Ris, sekarang Dia juga ikutan tidak waras." protes Ayumi pada Risa.
"Hahaha mereka sama-sama cemburuan." sambung Risa yang diiringi dengan tawanya.
Panji langsung tertawa ngakak mendengar obrolan Ayumi dan Risa.
"Lanjutkan gihbahan kalian, terus buat singa-singa kalian pada marah." gumam Panji.
"Apa mereka sedang ghibahin Kita didepan Kita?" kata Denis dengan tatapan sinsinya.
Risa yang mendengar perkataan Suaminya namun Risa mengabaikannya.
"Mending ghibahin di depanlah, daripada dibelakangmu suami cemburuan." gumam Risa.
"Iya Den, lihat saja kedua wanita itu seenaknya sendiri ngomongin Kita dihadapan Kita." keluh Alan sambil menggelengkan kepalanya.
"Lihat Yum, mereka tidak menerima Kita ghibahin tapi mereka juga cemburuannya berlebihan." protes Risa dengan sengaja.
"Memang Ris, laki-laki itu egois." sambung Ayumi.
Panji beranjak dari tempat duduknya, Risa yang melihat Panji langsung bertanya pada Panji.
"Pan, Kamu mau kemana?" tanya Risa dengan begitu lembut.
Denis menatap Risa dengan tatapan begitu membunuh.
"Apa Risa sengaja membuatku kesal?" Gumam Denis.
__ADS_1
"Aku mau pulang Ris, Aku lelah kalau Aku hanya jadi wasit diantara kalian." keluh Panji dengan raut wajah yang dibikin pura-pura sedih.
Gimana Panji tidak hanya menjadi wasit, diantara Risa dan Ayumi, Panji yang belum punya pasangan.
"Risa sudah punya Suami, Ayumi sudah punya pacar sedangkan Aku belum punya gebetan apalagi kekasih." keluh hati Panji.
"Iya Kamu pulanglah Anak kecil!" kata Alan.
"Dadah laki-laki brengsek." Kata Denis yang diiringi senyuman.
"Dasar laki-laki cemburuan kalian." jawab Panji yang langsung berlalu pergi meninggalkan mereka.
"Kalian sudah menghibahnya?" tanya Denis.
"Belum selesai." jawab Risa.
Alan sudah memasang tatapan membunuh pada Ayumi, lalu Alan langsung menarik tangan Ayumi.
"Mau kemana?" tanya Ayumi penasaran.
"Aku mau memberikanmu hukuman." jawab Alan.
Risa langsung terdiam.
"Hukuman? Apa Sekertaris Alan akan memberikan hukuman pada Ayumi diatas ranjang sama seperti Denis menghukumku." pikir Risa yang merasa takut.
"Bagaimana kalau terjadi apa-apa pada Ayumi." kata Risa dengan pelan.
"Terjadi apa Ris?" tanya Ayumi yang mendengar perkataan dari Risa.
"Ehh tidak Yum." jawab Risa.
Denis hanya terdiam.
"Pasti istriku memikirkan Alan akan memberikan hukuman pada Ayumi diatas ranjang, Dasar Risa Kamu terkadang suka tiba-tiba menjadi bodoh." gumam Denis yang diiringi dengan tawa dihatinya.
"Al, berikan hukuman pada kekasihmu yang lama ya." kata Denis dengan sengaja.
"Siap Den, Aku tidak akan membiarkan Dia bisa lari dariku." jawab Alan yang sudah memegang tangan Ayumi.
"Kita mau kemana?" tanya Ayumi penasaran.
Risa menatap Alan dengan tatapan mengacam.
"Sekertaris Alan, awas saja jika Kamu macam-macam pada Ayumi, Aku akan menghajarmu!!!!" Kata Risa yang penuh ancaman.
"Nona Risa, Kamu cepatlah pulih! biar Kamu bisa menghajarku!" ledek Alan bukannya menjawab perkataan Risa, Alan malah meledeknya.
"Dasar apa yang sebenarnya, dipikirkan oleh Istrinya Denis ini." gumam Alan.
"Kamu mau mengajakku kemana?" tanya Ayumi dengan raut wajah kesal.
"Aku akan memberikanmu hukuman sayangku." jawab Alan yang diiringi dengan senyum liciknya.
Alan dan Ayumi langsung pergi meninggalkan rumah Denis, ntah kemana Alan akan membawa Ayumi? Iya hanya Alan yang tahu.
"Ehh Authornya deh yang tahu."
Setelah Ayumi dan Alan pergi dari rumah Denis dan Risa, Denis langsung mengunci pintu rumahnya.
Kini Denis langsung menghampiri Risa.
"Sayang, Aku juga harus memberikan hukuman padamu, karena Kamu sudah menatap Panji lebih dari 3 detik." kata Denis yang diiringi senyum mesumnya.
Risa hanya terdiam.
"Apa otakmu dan Sekertaris Alan itu sama saja." gumam Risa.
"Aku tidak mau dihukum, lagian Aku sedang sakit." tolak Risa sambil memanyunkan bibirnya.
"Dasar gadis mesum, Aku akan memberikan hukuman untukmu hukuman yang lain." kata Denis sambil mengedipkan satu matanya.
Risa langsung berperang dengan pikiran, karena memikirkan hukuman dari suaminya.
"Memangnya apalagi selain hukuman itu ya biasanya tidak ada yang lain." pikir Risa.
"Ayo ikutlah denganku!" pinta Denis.
Ntah Denis mau mengajak Risa kemana?
Pokoknya hari ini Denis dan Alan sama-sama kesal pada pasangan mereka masing-masing.
"Denis, sebenarnya mau kemana sih?" tanya Risa.
"Kita ke kamar dulu." jawab Denis.
Bersambung π
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia π
Salam sayang Author untuk semua pembaca setia "Perjodohan karena hutang" ππ**