
Setelah beberapa lama akhirnya Risa dan Alya sudah siap.
"Sayang..." Panggil Risa dengan lembut.
"Kak Denis!!" Sambung Alya dengan manja.
"Ayo kita berangkat!!"
Hari ini Denis mengajak Risa dan Alya ke mall, ntah apa saja yang akan Alya beli nanti?
Di dalam mobil.
Risa duduk disebelah Denis sedangkan Alya duduk di jok belakang.
"Alya setelah menikah kamu akan tinggal dimana?" Tanya Denis yang sedang fokus menyetir.
"Aku belum bicarakan masalah ini dengan Panji kak." Jawab Alya yang sedang sibuk dengan ponselnya.
"Apartment Kak Denis itukan tidak ditempatin, siapa tahu kamu dan Panji mau tinggal disana setelah menikah." saran Denis buat Alya.
Alya senyam-senyum sendiri, kali ini dirinya mempunyai pikiran yang sangat bagus.
"Apartmentnya buat kado pernikahan aku dan Panji saja kak." Cetus Alya yang niatnya bercanda dengan Denis.
"Memangnya kamu mau?" Tanya Denis.
"Aku mah tidak mau menolak kak kalau dikasih kado hadiah pernikahan seperti itu." Jawab Alya dengan senyum manisnya.
"Dicicil ya perbulan." Canda Denis dengan tawa jailnya.
"Aku tidak mau kak!" Tolak Alya dengan sopan.
Denis tersenyum kali ini dirinya sungguh melihat Alya dengan tatapan bahagia.
"Biarpun dia hanya adik sepupuku tapi aku sangat menyayanginya." Batin Denis dalam hatinya.
"Nanti kakak urus semua suratnya agar menjadi nama kamu, lagian Apartment itu juga tidak pernah kakak tempati jadi itu buat kado pernikahan kamu dan Panji saja." Dengan nada lembut Denis mengatakannya pada Alya.
"Kak Denis aku hanya bercanda, Kak Risa maafin Alya." Alya jadi merasa tidak enak pada Denis dan Risa.
"Alya aku tidak apa-apa, lagian apa salahnya? Kan aku dan Denis juga sudah ada rumah." kata Risa dengan senyum manisnya.
Risa tidak pernah melarang suaminya memberikan apapun pada orang lain maupun harganya semahal apapun, yang terpenting buat Risa adalah Denis selalu perduli dengan orang-orang disekitarnya. Karena itu membuat Risa sangat bahagia dan bersyukur.
"Itu kamu dengar sendiri Kak Risa saja iklhas." Kata Denis tiba-tiba.
Dalam hati Denis, Denis merasa sangat beruntung sekali punya istri seperti Risa.
"Istriku kamu adalah istri terbaik di dunia ini." Batin Denis penuh rasa syukur.
__ADS_1
"Terimakasih ya kalian memang Kakak-kakak terbaikku." Alya bahagia sekali.
Niat hanya bercanda tapi Denis malah memberikan satu Apartment mewah miliknya, untuk kado pernikahan Alya dan Panji nanti.
Sesampainya disebuah mall, Denis langsung mengajak kedua wanita yang disayanginya masuk kedalam mall.
"Alya kamu boleh pilih apa saja yang kamu mau!" Kata Denis sambil melihat Alya.
"Kak kado pernikahanmu itu sudah terlalu besar, aku tidak mau apa-apa lagi kak." Tolak Alya dengan sopan.
Risa tersenyum lalu memegang tangan Alya dengan penuh kasih sayang.
"Alya tidak apa-apa kamu pilih saja apa yang kamu mau!" Pinta Risa dengan begitu lembut.
"Tapi kak....." Kata-kata Alya terputus.
"Tidak ada tapi-tapian, ayo sekarang kalian pilih apa saja kalian mau." Sambung Denis yang langsung menggandeng tangan Alya dan Risa.
Kini Risa disebelah kanan Denis dan Alya disebelah kiri Denis.
"Oh iya aku beli gaunnya warna apa?" Tanya Risa pada Denis.
"Karen pestanya di adakan malam hari dan aku membuat konsepnya hitam putih, maka kamu beli gaun warna putih saja!" jelas Denis pada Risa.
Denis melepaskan tangan Alya dan Risa dari gandengannya.
"Kak lihat gaun itu cantik sekali." Alya menujukan gaun panjang berwarna putih pada Risa.
Denis hanya berjalan dibelakang mereka berdua, kali ini tugasnya hanya menjadi bodyguard dan mesin ATM Risa dan Alya.
Sesampainya ditoko gaun tersebut Risa langsung bilang pada pelayan dan Risa langsung mencoba gaun tersebut.
"Apakah ini cocok?" Tanya Risa pada Denis.
"Kamu cantik sekali istriku." Denis mengacungkan jempolnya lalu tersenyum manis pada Risa.
Risa membalas senyum Denis lalu kembali ke ruang ganti pakaian.
"Saya mau gaun yang ini ya Nona!" Pinta Risa dengan sopan.
Setelah selesai berganti pakaian Risa keluar dari ruang ganti pakaian membawa gaun pilihannya.
Risa memberikan gaun pilihannya pada Denis agar Denis membayarnya, setelah selesai Risa dan Alya kembali mengajak Denis berkeliling mall.
"Kita mau kemana lagi?" Tanya Denis yang kembali mengikuti Risa dan Alya dibelakang mereka.
"Aku mau cari tas keluaran terbaru." Jawab Alya dengan begitu antusias.
Alya dan Risa langsung berhenti ditoko tas langganannya. Kali ini Alya membeli dua tas dan Risa juga membeli satu tas.
__ADS_1
Tapi Denis hanya duduk dikursi pelanggan untuk menunggu adik dan istrinya yang sedang sibuk memilih tas.
"Dasar wanita kalau sudah masalah shopping pasti suami juga dilupain." Batin Denis yang terus memperhatikan Risa dan Alya yang sedang memilih tas.
"Kak Denis sudah." Kata Alya dengan senyum menggemaskan.
"Suamiku ini cantikkan?" Tanya Risa sambil menunjukkan tas pilihannya.
"Ada yang mau dibeli lagi tidak?" Tanya Denis pada Alya.
"Cantik istriku, tapi tetap saja cantikan wajah istriku." Jawab Denis sambil senyam-senyum.
"Dasar kamu ini!" Omel Risa malu-malu.
"Aku sudah kak dua tas baru cukup, ini juga pasti Kak Denis akan habis banyak, belum lagi aku sudah dapat Apartment untuk hadiah pernikahanku nanti." Jawab Alya dengan senyuman penuh kebahagiaan.
"Kalian tunggu aku bayar belanjaan kalian dulu ya!" Denis berjalan menghampiri Risa dan Alya, Denis mengambil tas-tas pilihan mereka yang ada ditangannya untuk membawanya ke kasir.
Alya dan Risa duduk di sofa tempat pelanggan toko menunggu Denis yang sedang membayarkan belanjaan mereka.
Setelah proses pembayaran selesei Denis kembali menghampiri Risa dan Alya untuk mengajak mereka pulang.
"Kita mau pulang, apa mau makan dulu?" Tanya Denis pada Alya dan Risa.
"Aku lapar kak boleh kita makan dulu?" Tanya Alya dengan sopan.
"Tentu saja boleh, ayo kita makan dulu! Risa kamu capek tidak sayang? Aku gendong ya." jawab Denis sambil melirik kearah Risa.
"Ahh so sweet...." Cetus Alya dengan menggemaskan.
"Panji aku juga mau digendong!" Seru Alya yang langsung disorakin oleh Denis dan Risa, Membuat Alya hanya tersenyum simpul pada mereka.
"Aku tidak mau digendong suamiku, aku bukan bayi." Tolak Risa dengan nada meledek.
Akhirnya mereka bertiga pergi makan dulu sebelum pulang kerumah.
Mereka memesan makanan yang mereka suka, setelah beberapa lama akhirnya makanan pesanan mereka datang juga.
Mereka menikmati makanan pesanan mereka dengan bahagia, kali ini Denis juga sangat bahagia melihat istrinya dan adiknya bahagia.
"Alya maafin Kak Denis ya yang suka menjadi kakak yang menyebalkan buat kamu, Kak Denis juga minta maaf sudah pernah menentang hubungan kamu dan Panji." Disela-sela mereka menikmati makanannya, tiba-tiba Denis meminta maaf pada Alya.
Alya yang sedang sibuk dengan makanannya langsung mengangkat kepalanya lalu melihat kearah Denis.
"Kak Denis aku tidak pernah marah sama kakak." jawab Alya dengan lembut.
"Terimakasih adikku." Denis mengucapkan terimakasih pada Alya.
Sebagai seorang kakak Denis sadar pasti Denis punya kesalahan yang banyak pada Alya. Jadi Denis meminta maaf sebelum Alya menikah dengan Panji.
__ADS_1
BERSAMBUNG π
Terimakasih para pembaca setia π