Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
146.Keputusan Alan.


__ADS_3

Alan terdiam lalu menjawab permintaan dari Syahfiya.


"Syahfiya..." panggil Alan.


Syahfiya mengubah posisinya, kini Syahfiya sudah menyandarkan kepalanya dibahu Alan.


"Iya Al, kenapa? Kita mulai dari awal lagi ya Al! selama 5 tahun ini Aku terus mencarimu, sampai akhirnya Aku menemukan akun sosial mediamu yang baru dan Akhirnya Aku bisa menemukan tempat tinggalmu." kata Syahfiya sambil menggegam tangan Alan.


Selama ini Syahfiya terus mencari tahu tentang Alan, sampai akhirnya Syahfiya menemukan akun sosial Alan yang barunya, dan tidak sengaja melihat postingan Alan yang disertai Alamat lengkap difoto tersebut, akhirnya Syahfiya langsung datang kerumah Alan dan ternyata itu benar Alan yang selama ini dirinya cari.


Alan melepaskan tangan Syahfiya yang sedang menggegam tangannya, lalu Alan mengangkat kepala Syahfiya dari bahunya, lalu Syahfiya bertanya pada Alan.


"Kenapa?" tanya Syahfiya bingung.


"Maaf Fiya, Aku tidak bisa melanjutkan hubungan Kita yang dulu lagi." kata Alan dengan begitu tegas.


Syahfiya terdiam.


"Apa yang membuatnya tidak mau kembali padaku?" gumam Syahfiya.


"Al, bukankah Kamu sangat mencintaiku?" tanya Syahfiya sambil menatap Alan.


"Fiya, dulu Aku memang sangat mencintaimu, bahkan Aku selalu mengingatmu selama 5 tahun ini, Kamu tahu betapa sulitnya Aku melupakan dirimu, tapi seiring berjalan waktu Aku bertemu dengan seorang gadis dan gadis itu membuatku bisa membuka hatiku kembali selama 5 tahun ini." Alan berusaha menjelaskan pada Syahfiya.


Syahfiya meneteskan air matanya, Alan hanya membiarkan Syahfiya menangis begitu saja tanpa menghapus air mata Syahfiya.


"Apa itu artinya Kamu sudah punya wanita lain?" tanya Syahfiya memastikan.


"Iya Aku sudah punya kekasih, bahkan Aku berniat untuk menikahinya setelah gadis itu lulus kuliah nanti." jawab Alan dengan tegas.


"Al, apa Kamu tidak bisa memberikan kesempatan untuk yang kedua kalinya untukku?" tanya Syahfiya yang masih terus menangis.


"Tidak bisa Fi, Aku tidak mau menyakiti hati gadis yang saat ini ada disampingku, karena Aku sangat mencintainya." jawab Alan sambil menatap wajah Syahfiya.


Melihat air mata Syahfiya terus keluar, akhirnya Alan memegang pipi Syahfiya lalu menghapus air mata Syahfiya.


"Jangan menangis, Aku yakin pasti suatu saat Kamu juga akan menemukan laki-laki yang mencintaimu, laki-laki kaya yang sesuai dengan pilihan dari Orangtuamu." kata Alan pada Syahfiya sambil menghapus air mata Syahfiya.


"Tapi Aku masih mencintaimu." sambung Syahfiya.


"Fi, berhentilah mencintaiku! Aku sudah bahagia dengan kekasihku sekarang." kata Alan dengan begitu tegas.


Dalam hal ini Alan juga tidak mau sampai nyakitin hati Ayumi, apalagi Ayumi adalah wanita yang sangat baik, santun, bahkan mendengar cerita Ayumi sepertinya keluarga Ayumi tidak akan memberatkan Alan untuk menikahi Ayumi nantinya.


"Fi, sudah malam Aku antar pulang ya." kata Alan pada Syahfiya.


"Al,Aku mau kembali padamu! apapun akan Aku lakukan untuk mendapatkan hatimu kembali." kata Syahfiya dengan nada memohon.


"Fi, dengarkan Aku baik-baik! Kita tidak akan pernah bisa bersatu sampai kapanpun dan Aku akan segera menikah, jadi jangan mempersulit semuanya." jawab Alan yang kembali mempertegas perkataannya.


"Tapi Al...." kata-kata Syahfiya terpotong.


"Fi, mengertilah! Aku juga tidak mau sampai menyakiti hati Ayumi kekasihku." sambung Alan dengan tatapan mata begitu tegas.


Syahfiya hanya menangis mendengar keputusan Alan yang begitu menyakiti hatinya, sedangkan Alan tetap kekeh dengan keputusannya untuk tidak mau kembali pada Syahfiya, selain karena Ayumi, Alan juga tidak mau sampai kejadian yang sama terulang kembali dalam hidupnya.

__ADS_1


Alan terdiam, lalu bergumam.


"Maaf Fi, tapi perasaanku untukmu juga sudah mulai pudar begitu saja, sekarang dihatiku hanya ada Ayumi." gumam Alan.


"Ayo Aku antar pulang, sekarang sudah malam." kata Alan pada Syahfiya.


Syahfiya beranjak dari tempat duduknya, lalu Syahfiya langsung mengikuti langkah kaki Alan.


Syahfiya menghentikan langkah kakinya.


"Gadis seperti apa? yang sudah bisa membuka hati Alan?" gumam Syahfiya.


"Fi, ayo jalan!" ajak Alan.


Syahfiya melanjutkan langkah kakinya, kini Syahfiya berada dibelakang Alan.


Kini Syahfiya sudah berada didalam mobil, begitu juga Alan. di dalam mobil hanya ada kehingan diantara mereka berdua, sampai akhirnya Syahfiya membuka pembicaraan.


"Al, Aku senang bisa bertemu denganmu kembali." kata Syahfiya dengan nada pelan.


"Iya Fi." jawab Alan singkat.


Syahfiya terdiam.


"Sebenarnya gadis seperti apa yang bisa membuat Alan jatuh cinta, bahkan Alan sekarang bersikap begitu cuek padaku." gumam Syahfiya.


"Fi, alamat rumah mana?" tanya Alan sambil terus melajukan mobilnya.


"Komplek xx no 20." jawab Syahfiya.


"Iya Al, Aku sekarang hidup mandiri karena tidak mau terus-terusan hidup diatur dengan Orangtuaku." kata Syahfiya pada Alan.


"Tetaplah patuh pada Orangtuamu, biar bagaimanapun Mereka adalah orang yang membesarkanmu selama ini!" Nasehat Alan untuk Syahfiya.


Syahfiya kembali terdiam.


"Ternyata Alan belum berubah, kata-kata ini dulu sering sekali Aku dengar dari mulutnya." gumam Syahfiya.


Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh, akhirnya Alan sampai didepan rumah Syahfiya.


Syahfiya langsung turun dari mobil Alan, tanpa turun dari mobilnya Alan, langsung berpamitan dengan Syahfiya.


"Masuklah, Aku pulang dulu." pamit Alan.


"Ternyata Komplek tempat tinggal Syahfiya, tidak begitu jauh dari komplek tempatku tinggal." gumam Alan.


"Terimakasih, Kamu hati-hatilah." kata Syahfiya sambil mengucapkan terimakasih pada Alan.


Alan langsung melajukan mobilnya, setelah mobil Alan tidak terlihat Syahfiya langsung masuk kedalam rumahnya.


Dikamar Syahfiya.


Syahfiya langsung membanting tubuhnya ke atas kasur dengan begitu kasar, kini Syahfiya merasa penasaran gadis seperti apa yang dicintai Alan saat ini, sampai-sampai Alan tidak mau kembali pada dirinya.


"Aku penasaran seperti apa? gadis yang bisa membuat Alan membuka hatinya kembali." kata Syahfiya sambil terus berpikir.

__ADS_1


"Aku yakin pasti gadis miskin yang dicintai oleh Alan." pikir Syahfiya.


"Sungguh Aku sangat penasaran, rasanya pingin bertemu dengannya." kata Syahfiya lagi sambil terus memikirkan gadis yang bisa membuka hati Alan.


Syahfiya terus memikirkan gadis yang bisa membuka hati Alan, hingga dirinya tertidur begitu saja.


Dikamar Alan.


Alan sudah sampai dirumahnya, kini Alan baru selesai mandi. mendengar ponselnya berbunyi Alan langsung mengangkat telpon yang ternyata dari Ayumi.


"Hallo sayang." sapa Ayumi dengan begitu lembut.


"Sudah malam, kenapa Kamu belum tidur?" bukannya menjawab sapaan dari Ayumi, Alan malah langsung bertanya pada Ayumi.


"Aku belum ngantuk, Kamu saja belum tidur." protes Ayumi dengan nada menggemaskan.


"Aku sedang merindukanmu." Alan menggoda Ayumi.


"Tidurlah biar mimpi bertemu denganku!' jawab Ayumi.


"Baiklah sayang, Kamu juga tidur! besok Aku antar Kamu ke kampus." kata Alan.


"Iya besok Aku tunggu." jawab Ayumi.


Ayumi langsung mematikan saluran teleponnya, lalu Ayumi langsung menaruh kembali ponselnya diatas nakas dekat tempat tidurnya.


Dikamar Ayumi.


Ayumi merasa senang sekali, habis telponan dengan Alan.


"Aku sudah tidak sabar bertemu denganmu Kekasihku." gumam Ayumi.


Ayumi langsung membaringkan tubuhnya diatas kasur, lalu menarik selimut untuk menyelimuti tubuhnya. dengan perasaan yang begitu bahagia kini Ayumi langsung memejamkan matanya dan berharap bertemu dengan Alan di dalam mimpi.


Kembali Ke kamar Alan.


Setelah selesai berganti pakaian, Alan langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang tempat tidurnya.


"Ayumi Kamu itu sungguh menggemaskan." gumam Alan sambil membayangkan wajah cantik Ayumi.


Alan terdiam sambil mengingat Syahfiya.


"Mudah-mudahan keputusan Aku tidak salah, maafkan Aku Syahfiya, Aku sudah bahagia dengan kekasihku sekarang, mudah-mudahan Kamu segera menemukan pengantiku." kata Alan sambil memejamkan matanya.


Sambil memejamkan matanya, Alan bergumam.


"Ayumi Kamu tidak usah kawatir, Aku tidak akan menyakitimu dan Aku akan selalu menjagamu." gumam Alan dalam hatinya.


Keesokan harinya, dipagi hari pintu Alan tiba-tiba ada yang mengetuknya.


Alan yang sedang menyelesaikan sarapannya, langsung bergegas untuk membukakan pintu rumahnya.


"Ceklek.....!!" Alan membuka pintu.


Bersambung πŸ™

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2