Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
229.Pernikahan gabungan.


__ADS_3

Hari demi hari telah berlalu, akhirnya tepat dihari ini pernikahan Panji dan Alya, Alan dan Ayumi digelar secara bersamaan secara besar-besaran oleh Denis Kusuma.


Semua keluarga besar Alya dan Panji juga sudah datang, begitu juga dengan keluarga besar Ayumi juga sudah datang hanya saja keluarga Alan tidak ada yang datang karena Alan hanya hidup sebatang kara, tapi tenang saja orang tua Denis hari ini mendampingi Alan sebagai wakil dari tua Alan yang sudah pergi untuk selamanya.


Alan sudah sudah rapi dengan setelan jas warna hitamnya dan dasi kupu-kupunya, kini Alan ditemanin oleh Denis dan Risa.


"Jangan tegang cukup adik kecilmu saja yang nanti dibuat tegang sama Ayumi." canda Denis untuk menghilangkan rasa tegang Alan.


"Aish apasih, aduh jangan bahas seperti itu takut yang dibawa meronta-ronta." Alan membalas candaan Denis.


Risa hanya geleng-geleng kepala mendengar candaan Denis dan Alan.


"Dasar keduanya sama-sama otaknya mesum." Gumam Risa dalam hatinya.


"Suamiku aku pergi menemui Alya dan Ayumi dulu ya." pamit Risa yang langsung berlalu pergi dari hadapan Denis dan Alan.


Kini tinggal Denis dan Alan, Alan melihat Panji yang sedang menemui teman-teman Panji yang diundang oleh Panji.


"Senang ya Den, Panji menikah di dampingi oleh kedua orang tuanya dan semua keluarga besarnya datang tidak seperti aku yang hanya sendirian." keluh Alan yang membuat Denis ikut bersedih.


Denis menepuk pundak Alan dengan pelan.


"Kamu tidak sendirian disini ada aku dan lihat kedua orang tuaku akan mendampingimu hari ini." Denis tersenyum melihat kedua orang tuanya berjalan menuju ke dirinya dan Alan.


"Nak Alan." panggil Mama Rasti dengan nada lembut.


Alan menoleh ke sumber suara lalu tersenyum dengan manis pada Mama Rasti.


"Tante Rasti." Alan terkejut dan merasa sangat gugup.


"Panggil mama nak!" pinta Mama Rasti dengan nada lembut.


"Mereka datang khusus buat kamu." bisik Denis ditelinga Alan, membuat Alan bahagia.


Alan menatap Mama Rasti sungguh rasanya Alan ingin menangis, matanya yang indah sudah berkaca-kaca tapi dengan cepat Mama Rasti memeluk Alan.


"Nak Alan, mama dan papa datang untuk menjadi orang tuamu dipernikahanmu." disela-sela pelukannya Mama Rasti membuat Alan sungguh bahagia sekali.


"Terimakasih sudah mempertemukan aku dengan kedua orang tua angkat yang begitu baik dan sangat tulus menyayangiku." Hati Alan terus mengucapkan rasa syukur.


"Iya nak benar kata mamamu." sambung sang papa dengan senyum penuh kebahagiaan.


"Mama, papa terimakasih sudah menganggap Alan sebagai putra kalian sendiri." disela-sela pelukannya Alan mengucapkan terimakasih pada kedua orang tua Denis.


"Sama-sama anak mama." jawab Mama Rasti yang melepaskan Alan dari pelukannya.


Kini Mama Rasti dan Papa Andi berdiri disamping Alan sebagai orang tua Alan.


"Oh iya Risa mana nak?" tanya Mama Rasti yang tidak melihat sosok Risa disamping Denis.


"Risa sedang menemui kedua mempelai wanita ma." jawab Denis.


Yulia, Hendra, Dina, Papanya Risa, Anita dan Papanya Panji juga ikut bergabung dengan Mama Rasti dan Papa Andi.


Kini mereka mengobrol sambil menikmati hidangan yang sudah di sediakan.


Panji yang baru saja selesai menemui teman-teman undangannya, kini ikut bergabung dengan Denis dan Alan.


"Wih akhirnya kita nikah juga ya kak!" Panji memasang wajah bahagianya dihadapan Denis dan Alan.


"Iya Pan akhirnya halal juga setelah menunggu sekian lama." jawab Alan dengan senyum penuh maknanya.


Denis langsung terpikir ide cemerlang untuk mengerjai Alan dan Panji dimalam pertama


mereka nanti. Iyalah hari ini Denis sudah membawakan sesuatu buat Alan dan Panji.

__ADS_1


"Kalian mau tahan lama tidak buat nanti MP." cetus Denis tiba-tiba.


Panji mencerna kata-kata Denis yang tidak dirinya pahami.


"MP apaan?" pikir Panji dalam otaknya.


"Mp apaan kak?" tanya Panji dengan raut wajah polosnya.


"Dasar sudah mau menikah tapi tidak tahu MP." Denis dan Alan mengomeli Panji secara bersamaan.


"MP itu malam pertama!" jelas Denis dengan tatapan kesal.


"Oh aku mau kak biar tahan lama." kata Panji dengan raut wajah malu-malu.


"Giliran ngomongin tahan lama saja langsung paham." cetus Alan dengan sorot mata kesal


pada Panji.


"Pake ini!" Denis memberikan sesuatu pada Panji dan Alan.


Alan dan Panji menerima sesuatu itu dari Alan, lalu langsung memasukkan sesuatu itu kedalam saku jas mereka karena takut ada yang melihatnya.


"Bisa berapa ronde ya kalau pake ini." otak Alan dan Panji sudah sama-sama traveling kemana-mana.


"Gunakanlah saat tempur nanti dijamin adonan kalian cepat jadi." Denis tersenyum jail pada Alan dan Panji.


Denis sedang meracuni kedua sahabatnya dan kedua sahabatnya juga mau-mau saja menerima tips dari Denis, dasar mereka itu tidak ada habisnya kalau disuruh membuat ulah.


Ayumi dan Alya sudah berdandan cantik dengan gaun pengantin berwarna putih, kini keduanya terlihat begitu anggun.


"Aku jadi pingin menikah lagi." kata Risa sambil senyam-senyum.


"Cariin papa baru Ris buat sih Ucil, biar suamimu ngamuk." canda Ayumi dengan tawanya.


Alya terus gelisah karena sudah tidak sabar mengikat janji suci pernikahan dengan Panji.


"Apa masih lama?" tanya Alya tiba-tiba.


"Alya sudah tidak sabar ya mau belah duren sama Panji." Ledek Risa dengan jail.


"Aish Kak Risa tahu saja." Jawab Aku dengan senyum manis dibibirnya.


Ayumi hanya geleng-geleng kepala, sebenarnya dirinya juga memikirkan malam pertamanya nanti bersama dengan Alan. Tapi Ayumi malu mengatakannya pada Risa dan Alya.


Setelah menunggu beberapa lama dan semuanya sudah siap, Papa Yusuf langsung mengandeng tangan Ayumi untuk memberikan pada Alan calon menantunya.


"Mudah-mudahan kamu bahagia dengan pernikahanmu ya nak." Doa Papa Yusuf buat Ayumi, Papa Yusuf mencium kening Ayumi dengan penuh kasih sayang.


"Papa terimakasih atas semua yang papa berikan kepada Ayumi." Ayumi langsung memeluk sang papa dengan penuh kasih sayang.


"Alya patuhlah pada suamimu, papa doakan pernikahanmu dengan Panji bahagia." Papa Hendra memeluk Alya dengan penuh kasih sayang.


Papa Hendra dan Papa Yusuf mengantarkan putri-putri mereka pada calon-calon menantu mereka.


Kini Alya dan Panji sudah duduk berdampingan, Alan dan Ayumi juga sudah duduk berdampingan.


Mereka berempat menjalankan ritual pernikahan dengan baik. setelah semuanya terucap dengan lantang dari mulut Panji dan Alan dan akhirnya para tamu undangan yang hadir dengan kompak mengucapkan kata sah dari mulut mereka.


Senyuman demi senyuman terpancar di wajah para mempelai wanita dan laki-laki.


Alya memasang cincin dijari manis Panji juga memasangkan cincin dijari Alya, Alan dan Ayumi juga melakukan hal yang sama.


setelah selesai dengan ritual pernikahan mereka langsung melakukan sungkeman pada para orang tua mereka.


Setelah ritual pernikahan selesei Alan dan Ayumi, Panji dan Alya langsung menggelar pesta pernikahan mereka secara bersamaan.

__ADS_1


Banyak tamu-tamu yang datang termasuk rekan bisnis Denis dan tamu undangan lainnya semuanya berbondong-bondong mengucapkan selamat kepada para mempelai wanita dan laki-laki.


Waktu terus berjalan sampai akhirnya pesta pernikahan sudah selesai, kini kedua orang tua Alya langsung pulang, kedua orang tua Ayumi juga sudah pulang, orang tua Denis dan orang tua Risa juga sudah pulang.


Tamu sudah mulai sepi, tapi Denis, Risa, Panji, Alya, Alan dan Ayumi masih duduk disalah satu kursi tamu sambil mengobrol.


"Selamat ya atas pernikahan kalian!" Denis mengucapkan selamat pada Alya, Panji, Alan dan Ayumi.


"Terimakasih kak Denis." Jawab Alya dan Panji secara bersamaan.


"Terimakasih sahabatku." Jawab Alan dengan penuh semangat.


"Panggilnya Kak Denis saja ya, Kak Denis terimakasih buat semuanya pesta pernikahan ini sangat mewah dan aku sangat bahagia sekali." Ayumi mengucapkan terimakasih pada Denis.


"Sama-sama Yum." Jawab Denis dengan penuh ketulusan.


Denis mengeluarkan sesuatu dari kantong jas nya, malam ini kantong jas Denis sungguh Seperti kantong Doraemon karena ada saja isinya.


"Alya sesuai janji kakak padamu, ini buat hadiah pernikahan kamu dan Panji." Denis memberikan sebuah kunci pada Alya.


"Kak Denis ini sungguh?" Alya terkejut dengan tatapan serius.


"Sungguh adikku, ini hadiah dari kakak." Denis memastikan kata-katanya.


"Ini apa sayang?" Tanya Panji penasaran.


"Ini kunci Apartment." Jawab Alya dengan nada bahagia.


"Kak Denis...." kata-kata Panji terpotong.


"Jangan menolak kamu kan juga selalu baik padaku, jadilah adik yang penurut." sambung Denis yang membuat Risa tersenyum.


Panji dan Alya tersenyum dan mereka segera bergegas pulang ke Apartment pemberian dari Denis.


"Kita pulang dulu ya Kakak-kakak semuanya." Pamit Panji pada semuanya.


"Hati-hati aku sudah menyiapkan mobil dan supir untuk mengantar kalian pulang!" jawab Denis.


"Siapp kak." Jawab Panji dan Alya dengan kompak.


Setelah Panji dan Alya berlalu pergi, kini tinggal Denis, Risa , Alan dan Ayumi.


"Al, ini kado pernikahanmu!" Denis kembali mengeluarkan sesuatu dari kantong jas nya, kali ini Denis mengeluarkan tiket bulan madu untuk Alan dan Ayumi.


"Ini buat aku?" Alan memastikan.


"Iya itu buat kalian, sana pergilah bulan madu dan untuk hadiah yang lainnya aku sudah transfer ke rekening kamu." jawab Denis dengan penuh kebahagiaan.


"Aku juga sudah menyiapkan mobil dan supir buat kamu, jadi malam ini kamu tidak boleh menyetir sendiri." dengan tegas Denis mengatakannya.


Alan merasa sangat bahagia sekali biarpun kedua orang tuanya sudah tidak ada, tapi hadirnya Denis dan kedua orang tua Denis membuat hari terasa berbeda.


"Terimakasih sahabatku, aku pergi dulu." Alan mengucapkan terimakasih pada Denis dan langsung berlalu pergi dari hadapan Denis dan Risa.


Risa dan Denis saling menatap, kali ini tatapan mereka saling memancarkan kebahagiaan dimata mereka.


"Sudah selesai sayang, kita pulang sekarang!" Ajak Denis pada istri tercintanya.


Denis dan Risa langsung pulang menuju kerumahnya. Sesampainya dirumah Denis dan Risa langsung tidur karena sangat lelah sekali.


Tapi ntahlah apa yang akan dilakukan oleh kedua pengantin baru itu?


BERSAMBUNG πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


__ADS_2