
Flashback
Sebelum Mama Dina menelpon Denis, sebenarnya Mama Dina sudah menelpon Mama Rasti dulu untuk memastikan apakah Denis beneran ada kerjaan diluar negeri atau tidak.
Dikamar Mama Dina.
Sehari setelah kedatangan Risa, Mama Dina melihat seperti ada yang disembunyikan dari Risa, sampai akhirnya Mama terus memperhatikan Risa dengan begitu baik.
"Aku rasa Risa sedang bertengkar dengan Denis" batin Mama Dina, karena beberapa hari ini melihat Risa selalu murung.
"Aku coba telpon Nyonya Rasti sajalah, Apakah benar Denis sedang ada kerjaan diluar negeri?" kata Mama Dina.
Mama Dina, mengambil ponselnya yang ditaruh diatas nakas tempat tidurnya. lalu Mama menekan nama Nyonya Rasti untuk menelponnya.
**Telpon dengan Nyonya Rasti.
"Hallo Nyonya Dina" sapa Nyonya Rasti
"Hallo Nyonya Rasti, Nyonya Saya mau tanya Apa benar Denis sedang ada kerjaan diluar negeri?" tanya Mama Dina tanpa basa-basi.
"Tidak Nyonya, Denis dan Risa kan masih pengantin baru jadi Papa nya tidak mengizinkan Denis untuk mengurus pekerjaan disana" jawab Mama Rasti.
"Berati Risa berbohong padaku" gumam Mama Dina.
"Nyonya Dina, kenapa diam saja?" tanya Mama Rasti.
"Tidak apa-apa Nyonya Rasti, ya sudah terimakasih ya Nyonya" kata Mama Dina.
Mama Dina langsung mematikan saluran telponnya, lalu kembali menaruh ponselnya diatas nakas.
"Risa ternyata Kamu berbohong dengan Mama" gumam Mama Dina.
Mama Dina beranjak tempat tidurnya, lalu pergi ke dapur untuk menemui semua perkerja yang ada dirumahnya.
"Nyonya Dina" sapa Bi inem dan pelayan lainnya.
"Bi Inem dan yang lainnya, untuk beberapa hari kedepan Saya liburkan kerja kalian semuanya ya! tapi tenang saja gajian dan bonus akan Saya transfer ke rekening kalian masing-masing" kata Mama Dina, dengan begitu lembut.
"Baik Nyonya, terimakasih" jawab Bi Inem dan beberapa pelayan lainnya.
Akhirnya semua pelayan berkemas, karena esok pagi mereka akan pulang.
Mama kembali ke kamarnya, lalu membaringkan tubuhnya diatas ranjang tempat tidurnya.
"Kamu aja bisa bohongi Mama, Mama juga bisa membuat rencana agar Kamu dan Suamimu tidak berpisah terlalu lama Nak, karena berpisah terlalu dengan Suami itu bukan hal baik Risa" kata Mama, yang tidak mau melihat Risa dan Denis berpisah terlalu lama.
Kesekonkan harinya Risa berangkat kuliah, setelah Risa berangkat kuliah, semua pekerja rumah langsung pulang, sedangkan Mama langsung menelpon Denis untuk melakukan rencananya.
__ADS_1
Of flashback
Dirumah Mama Dina.
Mama sudah siap mau berangkat nyusulin Papa Andre ke keluar kota, Risa baru saja pulang dari mall habis jalan-jalan dengan Panji dan Ayumi. kali ini Risa diantar pulang oleh Panji.
"Panji, terimakasih ya" kata Risa, yang baru saja turun dari mobilnya.
"Sama-sama Ris, oh iya kok Kamu pulang kerumah Kamu bukan kerumahmu sendiri?" tanya Panji, ingin tau.
"Iya Pan, Suamiku sedang pergi jadi untuk sementara Aku tinggal dirumah Mama" jawab Risa, yang kembali berbohong lagi dengan Panji.
Risa tidak mungkin menceritakan masalah rumah tangganya dengan Denis, jadi Risa terpaksa harus kembali berbohong pada Panji.
"Aku masuk dulu ya Pan" pamit Risa.
"Masuklah Ris!" jawab Panji dengan menyunggingkan senyum manisnya pada Risa.
Risa langsung masuk ke dalam rumah, lalu Panji langsung kembali masuk ke dalam mobilnya untuk segera menuju Kerumahnya.
Risa melihat Mamanya sudah rapi sambil membawa koper merasa bingung, lalu Risa bertanya.
"Mama mau kemana?" tanya Risa sambil memperhatikan Mamanya yang sudah dandan begitu dan sudah membawa koper.
"Mama, mau nyusulin Papa kamu. Oh iya Mama akan pergi agak lama jadi semua pelayan dirumah Mama liburkan" jawab Mama Dina, sambil menatap kearah Risa.
Risa memperhatikan Mamanya dengan tatapan matanya.
"Mereka juga butuh waktu istirahat Ris, Mama juga sudah menelpon Suamimu untuk datang menjemput" kata Mama Dina dengan tegas.
Mama Dina, sengaja meliburkan semua pelayan yang ada dirumahnya, agar Risa dan Denis bisa menghabiskan waktu berdua, dan Risa juga akan merawat suaminya sendiri tanpa bantuan dari para pelayan.
Risa menghembuskan nafasnya dengan pelan.
"Mama menyuruh Denis menjemputku, Tapi ya sudahlah Aku juga tidak mungkin cerita apa yang terjadi dengan rumah tanggaku saat ini pada Mama" gumam Risa, yang sudah merasa pasrah.
"Iya Ma" jawab Risa singkat.
"Ya sudah, Mama berangkat dulu ya! Kamu jaga dirimu baik-baik! terus urus Suamimu nanti dengan baik ya" pamit Mama, sambil memberikan pesan pada Risa.
"Iya Ma, Mama hati-hati ya" jawab Risa.
Mama memeluk Risa lalu mencium keningnya, setelah selesai berpamitan dengan Risa Mama langsung pergi meninggalkan Risa dirumah sendirian.
Dikantor Denis.
Denis dan Alan baru saja sampai dikantor, setelah ntah pergi kemana mereka untuk menghindari Maya.
__ADS_1
"Al, nanti malam Aku mau bertemu Risa" kata Denis, dengan nada senang.
"Apa kamu yakin?" tanya Alan memastikan.
"Yakin, Mama mertua tadi pagi sudah menelponku" jawab Denis, dengan begitu sombongnya.
Alan menatap Denis sambil menggelengkan kepalanya.
"Dasar bukannya dari kemarin jemput Risa, ini malah nunggu mertua nelpon dulu" omel Alan, sambil menggelengkan kepalanya.
"Tenang saja nanti malam, Aku akan mengajak istriku bersenang-senang dan Aku sudah tidak perduli lagi dengan Maya" kata Denis, yang tidak menghiraukan Omelan dari Alan.
Alan langsung pergi meninggalkan Denis masuk ke dalam ruangan.
"Sepertinya Denis sudah mulai tidak waras, mending Aku tinggalkan saja Dia" gumam Alan, yang langsung berjalan menuju keruangannya.
Denis menatap Alan dengan tatapan kesal.
"Dasar jomblo, belum pernah ngerasain jatuh cinta sih!!" gumam Denis, yang juga langsung masuk kedalam ruangannya.
Skip...
Hari sudah semakin sore kini Denis segera buru-buru pulang, namun malam ini Denis tidak pulang kerumahnya tapi pulang kerumah mertuanya. karena Mama mertuanya yang menyuruh untuk segera menjemput istrinya.
Di dalam mobil.
"Tunggu Aku Risa, Aku akan segera datang menjemputmu" kata Denis, sambil menyetir dengan nada begitu bahagia.
"Aku sudah sangat merindukanmu" kata Denis, sambil melihat foto Risa yang ada ponselnya.
Denis terus melajukan mobilnya, lalu sampailah di depan rumah mertuanya.
Risa sedang mengerjakan tugas kuliahnya diruang tengah.
"Apa Denis, Akan datang malam ini?" tanya Risa pada hatinya.
Denis melangkahkan kakinya menuju rumah Mama Dina, lalu segera mengetuk pintu rumah Mama Dina.
"Tok....tok...." suara ketukan pintu.
"Siapa malam-malam begini, mengetuk pintu rumahku? mana Aku sendirian lagi dirumah" kata Risa, yang bangun dari tempat duduknya untuk segera membukakan pintu.
Risa melangkahkan kakinya menuju pintu depan.
"Ceklek...." Risa membuka pintu.
Betapa terkejutnya Risa, melihat siapa yang ada dihadapannya saat ini.
__ADS_1
Bersambung.
Maaf ya baru sempat up, authornya sibuk banget dari tadi kakak-kakak semuanya π