Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
4 Bulan


__ADS_3

Hari berlalu seperti biasa , Anjeni menjalani hari hari yang menurutnya sangat membosankan karena rutinitasnya seperti itu saja tak ada yang spesial , Daniel tak pernah melarang Anjeni pergi jalan jalan namun Anjeni saja yang malas untuk keluar rumah , karena Anjeni masih sangat sensitif dengan bau , bau menyengat sedikit langsung muntah , dan di usia yang memasuki 4bulan Anjeni masih tak makan nasi sebutir pun , dan kebiasaan makan di tengah malam tak pernah berubah , dan yang di pinta pasti makanan sea food , namun sekarang Daniel sudah jarang menemani Anjeni makan malam karena sekarang stok dapur sangat lengkap malah Daniel sengaja membeli frezzer yang besar hanya untuk menyetok sea food untuk di bekukan agar tahan lama .


Jam menunjukan pukul 4 sore Anjeni sedang duduk di taman , ia nampak sangat kurus karena kalau siang tak pernah makan , makan sesuap pun pasti langsung muntah beda halnya kalau makan di malam hari dia sangat lahap , dan pagi nya akan muntah lagi . Tiba tiba telfon berbunyi


"Mama???". Suara Anjeni girang karena tau yang menelpon adalah Nur , sosok yang sangat dirindukan .


"Gimana keadaannya nok ayu?". Ucap Nur di sebrang sana


"Baik mah , aku pengen pulang mahh??". Ucap Anjeni sambil mewek . Sebenarnya Anjeni sudah lupa dengan keinginannya untuk pulang tapi dengan nelfonnya Nur membuat Anjeni kumat lagi ingin pulang .


"Gitu yah ? ini sekalian mamah mau ngomong , minggu depan kamu udah 4bulan kan ya? mama ". Ucap Nur .


"iya mah , kenapa mah?" Tanya Anjeni


"Mamah mau ngadain pengajian 4bulanan kamu , jadi kamu akan pulang ?". Tanya Nur


"Aku akan pulang , akan ku tanyakan pada mas Daniel dulu!". Ucap Anjeni semangat. karena menurutnya ini seperti angin segar baginya.


Setengah jam lebih Anjeni dan Nur berbincang dan akhirnya Nur memutuskan untuk menutup telfon nya karena akan menyiapkan makan untuk Damar .


Anjeni sangat bahagia dan semangat , langsung saja Anjeni menuju ruang kerja Daniel , mengingat sudah jam 5lewat pasti Daniel sudah di rumah.


Tok .. tokk ..


"Mas?". Ucap Anjeni pelan dan halus , lalu langsung masuk ke ruangan tanpa menunggu aba aba dari Daniel , kalau saja itu bukan Anjeni sudah pasti di marahi karena di anggap songong .


Daniel sedang menelpon , lalu melirik Anjeni sekilas dan memutar kursi nya membelakangi Anjeni , Anjeni yang paham pun mendengus kesal , lalu duduk seenaknya di kursi sebrang mejanya Daniel .


Sekitar 5menitan Daniel mematikan telfon ya lalu memutar kembali kursinya menghadap Anjeni , posisi sekarang adalah saling berhadapan .


"Mas?". Ucap Anjeni membuka pembicaraan .


"Hem" Jawab Daniel sambil menyandarkan punggungnya di kursi sambil meluruskan kakinya.


"Tadi mamah Nelfon". Ucap Anjeni serius .


"Mamah mana?". Tanya Daniel konyol .


"Mamah Nur emang siapa lagi". Ucap Anjeni agak sewot .


"Hmm lalu?". Ucap Daniel sembari melirik layar laptopnya.


"Hamilku sudah mau 4 bulan". Ujar Anjeni


"He'em". Jawab Daniel sangat cuek .


"Dalam islam kan usia 4bulan bayi akan di kasih ruh mas sama Allah , jadi mamah mau ngadain Pengajian". Ucap Anjeni panjang lebar .


"Iya". Ucap Daniel masih cuek sambil jarinya menggeser kursor laptop


"Ayo siap siap pulang mas !!" Ucap Anjeni semangat .

__ADS_1


Seketika gerakan jari Daniel berhenti


"Untuk apa?". Tanya Daniel mulai serius .


Anjeni bengong , di bayangan Anjeni itu Daniel akan menyetujui nya karena ia merasa alasan untuk minta pulanh menurutnya sudah sangat kuat .


"Mas , gak usah ngelucu sih! , aku yang hamil , dan mereka mau bikin acara pengajian masa iya aku tak pulang , ini pengajian untuk". Ucap Anjeni greget .


"Lalu orang meninggal di slamatin 7hari berarti orang Meninggal itu harus hadir di slamatan itu gitu? padahal jasadnya sudah dikubur". Tantang Daniel .


'Shitt !! ada aja jawabannya kamprett punya laki gini amatt'.Batin Anjeni


"Nanti aku yang bilang ke mamah nur Kalau kau tak bisa pulang". Jelas Daniel santai .


"Aku bisa pulang mas , mas tak perlu bilang gitu". Ucap Anjeni Kekeh .


"Aku sibuk jeni". ucap daniel tak kalah kekeh .


"Aku bisa pulang sendiri mas , percaya sih!!". Timpal Anjeni mulai sewot sambil berdiri


"perjalanan lama 10 jam , aku watir kau kenapa kenapa , ingat kau masih morning sick". Ucap Daniel .


"Aku baik baik saja mas". Ucap Anjeni meyakinkan .


"Anjeni , T I D A K !!" Ucap Daniel menekan


"Kasih aku alasan kenapa aku tak boleh pulang". Tanya Anjeni menantang .


"Tapi kan dia belum ada mas , maksudnya masih janin. lah mamah mau melakukan pengajian , niat mamah baik kok untuk mendoaakan cucunya". Bujuk Anjeni kekeh .


"No !". jawab Daniel singkat .


"Nanti kalau sudah selesai aku akan kesini lagi mas ". Rayu Anjeni meyakinkan .


"Hmm". Jawab Daniel jengah .


"Mas ? gapapa ya!". Ucap Anjeni memastikan .


"Anjeni , berapa kali ku bilang apapun aku kasih tapi jangan pulang , ingat aku suamimu dan aku mengharamkanmu untuk pulang tanpa seizinku , ingat itu !!" Ucap Daniel kekeh sambil menatap Anjeni sangat Tajam .


Anjeni kaget di tatap Daniel segitu tajam nya , lalu membalikan badan dan berlalu keluar ruang kerja Daniel lalu menutup pintu dengan sangat keras .


Daniel menghela nafas sangat kasar , dan mengambil telfonnya lalu menelfon mamah Nur .


2 hari berlalu dan Anjeni akhir nya tak jadi pulang , dan setelah kejadian itu Anjeni sama sekali tak mengobrol dengan Daniel memang saat pagi hari Daniel masuk ke kamarnya untuk memapahnya ke kamar mandi saat mual namun tetap tak ada satupun yang memulai pembicaraan .


Besok ada lah hari dimana Anjeni melakukan Chek up kehamilan nya , karena kehamilan sudah memasuki usia 4 bulan , Anjeni bimbang akankah Daniel akan menemaninya mengingat mereka sedang saling diam . Anjeni masih mengingat bagaimana Daniel menatapnya kala itu , sungguh sangat tajam , yang tadinya Anjeni sangat kekeh ingin pulang seketika langsung menciut .


Esoknya Daniel berangkat pukul 7pagi , sedangkan Anjeni masih tertidur , tadi ia bangun jam 4 pagi lalu tidur lagi pukul tengah 6 . Jam Pukul 10 dan Anjeni sudah bangun sedang duduk depan meja rias nya setelah mandi .


"Tok tok tok ". Suara ketokan pintu kamarnya , Anjeni sontak langsung berjalan menuju pintu kamar , ternyata pak Thomas

__ADS_1


"Eh , iya pak ?". Tanya Anjeni ramah


"Ada seseorang mencari anda nyonya , dia bilang dia itu teman kuliah anda ". Ucap pak Thomas ramah sembari senyum


."Iyakah? , siapa?". Tanya Anjeni bingung karena setaunya temananya hanya ara saja yang dikenalnya .


"Ia tak menjawab nyonya , tapi jika nyonya tak mau menemuinya saya bisa menyuruhnya pergi". Ucap Thomas


"Tak apa saya akan menemuinya pak ". Ucap Anjeni lalu turun ke bawah dengan pelan , karena kondisi perutnya yang sudah besar seperti orang hamil 6 bulan .


Anjeni menuruni tangga dengan pelan di ikuti pak thomas di belakang nya untuk memastikan Anjeni tak terjatuh .


"Em siapa ya?". Tanya Anjeni penasaran melihat sosok membelakanginya sedang duduk .


Saat sang tamu berdiri lalu membalikan badan alangkah terkejutnya rupanya itu Davin , jauh jauh datang dari indonesia menyusul nya kemari.


"Itu apa ? ". Tanya Davin menunjuk perut Anjeni yang sudah membesar .


Anjeni sontak memegangi perutnya , Anjeni benar benar merasa perasaan tak enak .


"Mau apa Davin?". Tanya Anjeni takut .


"Bukanya kau hanya nikah 1 tahun , kenapa kau hamil Anjeni hah!!!". Ucap Davin setengah berteriak kesal sambil berjalan ke arah Anjeni .


Anjeni langsung beringsut bersembunyi di belakang pak Thomas . Pak Thomas yang sadar akan hal itu pun langsung mengambil halki talki nya untuk meminta bantuan namun belum sempat meminta bantuan Davin mendorong Pak Thomas sangat keras sampai pak Thomas terjungkal di lantai dan halki talki nya terlempar jauh , mengingat usia yang sudah tua Pak Thomas langsung merasakan sakit yang luar biasa dan merangkak meraih halki talki .


Anjeni mencoba menaiki tangga namun tangannya di cekal oleh davin dan menarik nya sehingga badan Anjeni menubruk badan Davin , dan perutnya menubuk tulang pinggang davin sangat keras , Anjeni meringis kesakitan .


Davin mencengkram pipi Anjeni , dengan sangat kasar .


"Aku kesini untuk menjemput mu Anjeni , menagih janjimu yang akan bercerai darinya , dan ini yang kudapat , kau hamil hah!!?" bentak Davin tepat di depan wajah Anjeni.


Anjeni menggit jempol davin , dan davin langsung mengaduh dan melepaskan cengkraman itu , peluang ini di gunakan Anjeni untuk kabur namun baru menaiki 4anak tangga rambut Anjeni di jambak Oleh davin sampai Anjeni terjatuh dengan posisi duduk dan merosot jatuh ke bawah ke tangga paling bawah .


Davin berjongkok lalu mencengkram pipi Anjeni .


"Mau kabur kau jen!! susah aku mencarimu dan ini sambutanmu!!". Ucap Davin geram.


Anjeni merasakan sakit di pipinya dan merasakan nyeri di bagian perutnya , Anjeni mau bicara susah karena cengkraman davin sangat keras .


"Lepaskan tanganmu!!". Ucap pengawal yang datang setelah di halki talki oleh pak thomas .


Anjeni sontak mengulurkan tangannya mencoba meraih yang bermaksud untuk meminta tolong .


Davin tak kehabisan akal , ia mengimpit leher Anjeni dengan Lenganya dan berdiri di belakang Anjeni sambil mendirikan paksa Anjeni , lalu tangan satunya mengambil pisau kecil di sakunya dan mengarahkan pisau itu dileher Anjeni .


"Jangan coba coba melawan , atau kusayat leher nyonyamu ini!!". Anjeni memegang lengan Davin agar melepaskan namun nihil yang Ada Anjeni di seret keluar rumah . Saat Anjeni di seret keluar rumah nampak setetes darah keluar dari kaki Anjeni yang berarti Anjeni mengalami Pendarahan , sontak pak Thomas langsung menelfon Daniel .


"Cepat !! kita akan pulang , menggugurkan kehamilanmu lalu kita akan menikah ". Ucap Davin di telinga Anjeni .


Anjeni benar benar lemas , saking merasakan kontraksi perut yang sangat sakit sampai jalanpun diseret habis habisan oleh Davin , dengan lengan yang masih mengimpit lehernya . Di teras tak sengaja Davin terjatuh karena posisi yang tak setabil dan Anjeni yang tak seimbang . Saat jatuh Anjeni tersungkur sehingga perutnya menghantap lantai . saat Davin mencoba mendirikan Anjeni paksa tanpa sangka peluru menancap mulus di kaki belakang davin , sekali peluru davin masih bisa berdiri dan di peluru kedua davin ambruk tak sadarkan diri .

__ADS_1


Para pelayan wanita langsung memapah tubuh Anjeni masuk ke mobil , darah yang keluar tak terkira banyaknya sedang kan Anjeni sudah tak sadarkan diri . saat Mobil berlalu keluar pagar untuk menuju ke rumah sakit davin langsung di gendong oleh para pengawal dan membawanya ke rumah sakit juga .


__ADS_2