Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
104. Main drama-dramaan.


__ADS_3

Setelah selesai urusannya dikamar mandi, Denis langsung keluar dari kamar mandi lalu menuju ketempat tidur.


Kini Denis tidur disamping Risa.


"Sayang, maafkan Aku." kata Denis, dengan rasa bersalah karena sudah memberikan hukuman pada Istrinya.


Denis mencium kening Risa, lalu menarik Risa kedalam pelukannya.


Kini Risa tidur dipelukan Denis.


Keesokan harinya, Risa merasa tubuhnya sangat berat ternyata kaki Denis berada di kaki Risa.


"Den, bangun sudah pagi." pinta Risa, sambil menggoyangkan tubuh Denis.


Denis membuka matanya dengan perlahan, lalu mengucek-ucek matanya.


"Ini jam berapa?" tanya Denis, dengan suara khas bangun tidur.


"Sudah jam setengah 6, bangunlah Kamu kan harus berangkat kerja." kata Risa, yang sudah duduk disamping Denis tidur.


Bukannya bangun Denis malah memindahkan kepalanya kepangkuan Risa.


"Aku malas berangkat ke kantor." kata Denis dengan manja.


"Den, Kamu tidak boleh gitu kerjaan itu sudah tanggung jawabmu.jadi Kamu harus bangun lalu bergegas berangkat ke kantor." Risa berusaha memberikan nasehat pada Denis.


Denis membuka matanya, lalu memegang tangan Risa terus menciumnya.


"Baik-baiklah, Aku akan berangkat ke kantor sayangku." jawab Denis, yang langsung bangun dari pangkuan Risa.


Denis meninggalkan Risa ke dalam kamar mandi sedangkan Risa kembali memakai bajunya, lalu membereskan tempat tidurnya.


Setelah selesai Risa mengambilkan baju kerja Denis yang ada dilemari, sepatu, kaos kaki, semuanya Risa siapkan.


Kini setelah beberapa lama, akhirnya Denis keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk seperti biasanya.


"Sudah selesai mandinya." tanya Risa.


"Sudah, sekarang Aku mau Kamu pakaikan baju untukku." pinta Denis dengan begitu manja pada Risa.


Akhirnya Risa langsung melakukan apa yang disuruh oleh Suaminya, karena Risa tidak mau semakin memperpanjang permainan dramanya.


"Baiklah sini kupakaikan." jawab Risa.


Satu persatu Risa memakaikan pakaian ditubuh Denis, kali ini sudah tidak ada rasa malu ataupun itu.


"Sudah selesai." kata Risa yang sudah selesai memakaikan semua pakaian Denis.


Risa beranjak dari depan Denis, namun Denis menarik tangan Risa.


"Kenapa?" tanya Risa, sambil melihat kearah Denis.


"Ininya belum." kata Denis, sambil menunjukkan dasi yang ada ditangannya.


Risa mengambil dasi dari tangan Denis, lalu memakaikannya pada Denis.


"Sudah selesai, sekarang apalagi?" tanya Risa.


"Sekarang ritual pagi kita, belum Kamu seleseikan." kata Denis, sambil mencubit hidung Risa.

__ADS_1


Risa terdiam, lalu melihat kearah Denis.


"Ritual apa?" tanya Risa.


"Ciuman semangat pagi untukku belum Kamu kasih." kata Denis, dengan wajah yang begitu menggemaskan.


"Nanti, Aku mau bikin sarapan dulu." jawab Risa.


"Pagi ini Kamu istirahat saja, Kamu juga tidak usah masuk kuliah dulu, pokoknya jangan keluar dari kamar tetaplah diranjang sampai Aku pulang kerja nanti." kata Denis dengan sorot matanya yang begitu tajam.


"Den, apa Kamu gila menyuruhku hanya dikamar saja sampai Kamu pulang nanti." tanya Risa dengan raut wajah kesal.


"Menurutlah pada perintah Suamimu, Aku tidak mau Kamu membantahku." kata Denis dengan begitu tegas.


Risa kembali duduk ditepi ranjang.


"Istirahatlah, Aku berangkat kerja dulu." pamit Denis.


Denis menyodorkan tangannya, Risa langsung mencium punggung tangan Denis. lalu Denis mencium kening Risa.


Setelah berpamitan dengan Risa Denis langsung menuju ke kantornya.


Sedangkan Risa duduk diatas ranjang sambil mengerjakan tugas kuliahnya.


"Libur kuliah lagi." keluh Risa.


Skip..


Denis sudah sampai dikantor kini Denis sedang berada diruang metting dengan Alan dan klien yang lainnya.


Setelah selesai metting, kini Denis dan Alan langsung pergi menuju kesalah satu restoran untuk sarapan.


Alan dan Denis sudah memesan makanan, kini keduanya sedang menikmati makanannya dengan begitu nikmat.


"Den, apa Risa tidak memberikanmu sarapan?" tanya Alan.


"Dia sedang istirahat, untuk memulihkan tenaganya yang terkuras habis karena hukuman dariku." jawab Denis sambil tersenyum.


Alan terdiam, lalu bertanya pada Denis.


"Memang apa hukuman yang Kamu berikan pada Istrimu." tanya Alan sambil melihat kearah Denis.


"Kamu tidak perlu tahu, Kamukan jomblo Aku takut jiwa jomblomu meronta-ronta ketika mendengar hukuman apa yang Aku berikan pada Istriku." ledek Denis sambil tertawa.


Alan menatap Denis, dengan tatapan kesal.


"Dasar bodoh, drama apalagi yang Kamu mainkan?" tanya Alan dengan tatapan meledek Denis.


"Sekarang Denis dan Risa sedang memainkan drama-dramaan apalagi." gumam Alan dalam hatinya.


"Drama romantis, yang tidak boleh jomblo tahu takut mereka ngiler nanti." sahut Denis yang kembali meledek Alan.


Alan hanya menggelengkan kepalanya, lalu Denis terus tertawa sambil melihat kearah Alan.


"Dasar brengsek, gini-gini Aku jomblo terhormat bodoh." kesal Alan dengan nada yang begitu tegas.


"Hahaha.." Denis tertawa mendengar pengakuan Alan.


"Terhormat apa ditinggalkan." tanya Denis dengan begitu jailnya.

__ADS_1


"Maya apa Risa?" Alan balik bertanya pada Denis dengan kejailannya juga.


"Vania Clarissa." jawab Denis.


"Kamu sekarang menjadi lebih bodoh gara-gara Risa." kata Alan sambil menggelengkan kepalanya.


Setelah selesai makan mereka langsung kembali ke kantor.


Skip...


Dikantor Denis sudah berada diruangannya, Alan juga langsung kembali keruangannya.


Denis mengambil ponselnya dari sakunya lalu menelpon Risa video call.


Ponsel Risa berdering, Risa melihat itu telpon dari Suaminya. lalu Risa langsung mengangkatnya.


Mengangkat video call dari Denis.


"Denis.." sapa Risa.


"Apa Kamu sudah sarapan?" tanya Denis.


"Sudah, Aku habis mandi, ini sedang mengerjakan tugas kuliahku." jawab Risa.


"Baguslah, ingat tetaplah diatas ranjang tempat tidur sampai Aku pulang kerja nanti." kata Denis.


"Iya iya Aku tau." jawab Risa.


"Baiklah lanjutkan ngerjain tugasnya, Aku ada kerjaan yang harus diselesaikan." kata Denis.


"Iya iya, sudah sana lanjutan pekerjaanmu!" jawab Risa yang sebenarnya merasa kesal pada Denis.


Denis tersenyum melihat wajah kesal Istrinya, setelah puas melihat melihat Istrinya Denis langsung mematikan saluran teleponnya.


Risa menaruh kembali ponselnya ke nakas dekat tempat tidurnya.


"Den, haruskah Aku merasa terpenjara seperti sekarang ini." kesal Risa sambil berguling-guling diatas tempat tidurnya.


"Denis Kamu menyebalkan."


"Bagaimana Kamu bisa menyuruhku hanya diam saja diranjang tempat tidur sampai Kamu pulang kerja nanti."


"Dasar Suami cemburuan."


"Pokoknya Aku kesal dengamu Denis, serigala buas, laki-laki bodoh yang menyebalkan."


Berbagai perkataan keluar dari mulut Risa, saat ini Risa merasa kesal karena Denis menyuruh Risa hanya di dalam kamar saja sampai Denis pulang kerja.


Kembali ke Denis.


Denis kembali sibuk dengan laptopnya.


"Maafkan Aku Ris, Aku tidak mau sampai Kamu kecapean makanya Aku hanya menyuruhmu didalam kamarnya saja." gumam Denis.


"Lagian salahmu juga berani melihat laki-laki brengsek itu lebih dari tiga detik." kata Denis.


Denis segera menyelesaikan pekerjaannya, agar bisa cepat pulang untuk bertemu dengan Istrinya.


Bersambung πŸ™πŸ˜Š

__ADS_1


__ADS_2