Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
116.Kembali membuka hati.


__ADS_3

Alan baru saja sampai dirumah, setelah memarkirkan mobilnya kini Alan langsung menuju ke kamarnya.


Dikamar Alan.


Sambil bernyanyi Alan masuk kedalam kamar mandi, dengan penuh semangat.


Alan sedang bernyanyi sambil mandi.


Awalnya ku tak mengerti


apa yang sedang kurasakan.


Segalanya berubah dan rasa rindu itupun ada.


Sejak kau hadir disetiap malam ditidurku,


Aku tahu sesuatu sedang terjadi padaku.


Sudah sekian lama kualami pedih putus cinta.


Dan mulai terbiasa sendiri tanpa asmara.


Dan hadirmu membawa cinta sembuhkan lukaku, kau berbeda dari yang kukira.


Setelah selesai mandi, Alan berhenti bernyanyi kini Dia sudah berganti pakaian untuk segera tidur.


Setelah selesai berganti pakaian, Alan langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.


"Gadis itu memang cantik."


"Biarpun Dia jutek, namun Dia juga sangat manis."


"Rasanya pingin bertemu dengannya lagi, padahal belum lama berpisah."


Alan terus terbayang-bayang dengan kecantikan Ayumi, bahkan ingin bertemu dengan Ayumi lagi.


Kini Alan terus cengar-cengir tidak jelas, ntah apa yang dipikirkan oleh Alan, hanya Alan yang tahu.


Alan mengambil ponselnya yang ada diatas nakas dekat tempat tidurnya, lalu Alan mengirim pesan pada Denis.


*Pesan untuk Denis.


Denis, besok Aku ikut Kamu jemput Risa ke kampus lagi ya.


Denis yang sedang mengobrol dengan Risa, mendengar ponselnya berbunyi langsung mengambilnya.


"Siapa?" tanya Risa.


Denis membuka pesan dari Alan.


"Alan, Dia mengirim pesan sayang." jawab Denis.


Setelah Denis membaca pesan Alan, Denis langsung membalasnya.


*Membalas pesan Alan.


Baiklah besok ikut saja.


Denis kembali merebahkan tubuhnya disamping Risa, Risa langsung masuk kedalam pelukan Denis.


"Tidurlah sudah malam." kata Denis sambil terus mengusap-usap rambut Risa.


Kembali ke Alan.


Alan langsung membuka pesan dari Denis lalu membacanya.


"Yes besok Aku ketemu dengan gadis bodoh itu." Alan merasa girang setelah membaca pesan dari Denis.


Kini Alan langsung tidur dan berharap cepat pagi, agar cepat pagi biar cepat bertemu dengan Ayumi.

__ADS_1


Dikamar Ayumi.


Ayumi sedang sibuk dengan laptopnya, lalu tiba-tiba Ayumi teringat kata-kata Alan.


"Dasar laki-laki menyebalkan, bisa-bisanya melarangku untuk dekat dengan Levin"


"Memangnya Dia siapa?"


"Pacar bukan, Suami bukan, tapi seenaknya melarangku untuk tidak boleh mendekati Levin."


Berbagai gerutuan keluar dari hati Ayumi, saat ini Ayumi merasa kesal dengan Alan karena Alan melarang Ayumi mendekati Levin, padahal jelas Alan itu bukan siapa-siapa Ayumi.


"Sudahlah Aku tidur saja, untuk apa juga memikirkan laki-laki menyebalkan itu." kata Ayumi.


Ayumi langsung menutup laptopnya, lalu menaruhnya dimeja, kini Ayumi langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.


Keesokan harinya, Alan dengan semangat habis mandi langsung bersiap-siap menuju ke kantornya.


"Aku harus berdandan yang tampan dan harus wangi, biar gadis bodoh itu kesesem padaku." kata Alan sambil berdiri diatas kaca.


Setelah merasa penampilan sudah sangat keren, Alan langsung mengambil tas kerjanya lalu langsung menuju mobilnya.


Dirumah Denis, Denis sedang sarapan pagi dengan Risa.


"Sayang, nanti Aku jemput Kamu ya." kata Denis.


"Iya, tapi nanti Aku pulang cepat." jawab Risa.


"Jam berapa?" tanya Denis.


"Paling nanti jam 10 Aku sudah selesai kuliah." jawab Risa.


"Baiklah, nanti ajak Ayumi ke kantor saja ya sekalian makan siang bareng." kata Denis.


Risa terdiam, lalu bertanya pada Denis.


Wajar kalau Risa merasa ragu, apalagi Risa mengenal Alan belum terlalu lama.


"Kamu tidak usah kawatir, Alan laki-laki yang baik kok jika terjadi sesuatu pada Ayumi Aku yang akan langsung menghajar Alan nanti." Denis berusaha menyakinkan Risa.


Denis tahu betul seperti apa masalalu Alan, Denis tahu seperti apa setianya Alan dengan mantannya dulu, sampai akhirnya Alan mau membuka hatinya kembali setelah 5 tahun.


Setelah selesai makan seperti biasanya, Denis mengantar Risa lebih dulu ke kampusnya baru ke kantornya.


Skip


Dikampus Risa.


Seperti biasanya, Risa melakukan ritual pagi sebagai istri sebelum Denis mengeluarkan tanduk kemarahannya.


"Suamiku Aku kuliah dulu ya." pamit Risa, sambil mencium punggung tangan Denis.


"Belajarlah yang benar, dan ingat..." kata Denis.


Namun belum selesai perkataan Denis, Risa langsung memotongnya.


"Dan ingat jangan melihat Panji lebih dari 3 detik, atau Aku akan menghukummu nanti dirumah." sambung Risa yang menirukan gaya Denis bicara.


Denis langsung mengembangkan senyumnya, lalu ******* bibir Risa dengan begitu nikmat.


Setelah puas Denis melepaskan ******* bibirnya, lalu mengelap bibir Risa dengan jarinya.


"Sekarang Istriku sudah pandai ternyata." Denis memuji Risa.


Sebelum Denis melakukan hal lebih, Risa langsung keluar dari mobil lalu masuk kedalam kampus. sedangkan Denis langsung melanjutkan perjalanannya menuju kantor.


"Yumi, kok sendirian?" tanya Risa.


"Panji cutti, Dia sedang pergi berlibur." jawab Ayumi.

__ADS_1


"Kamu diantar Suamimu?" tanya Ayumi.


"Iyalah siapa lagi, apa Kamu berharap sekretaris Alan yang mengantarku?" Risa meledek Ayumi.


Ayumi mencubit pipi Risa, lalu menjawab ledekan Risa.


"Dih untuk apa Aku berharap laki-laki menyebalkan itu yang mengantarmu." jawab Ayumi.


"Dulu Aku sama Denis juga gitu, dari benci ujung-ujungnya cinta juga." sindir Risa.


"Sudahlah Ris, masih pagi jangan bikin moodku jelek deh." pinta Ayumi.


"Baik-baiklah, oh iya Kamu tadi berangkat sama siapa?" tanya Risa.


"Aku diantar supir," jawab Ayumi.


"Ayo kita ke kantin saja." ajak Ayumi.


"Baguslah kalau Ayumi diantar oleh supirnya."gumam Risa.


Ayumi dan Risa langsung menuju ke kantin.


Skip...


Denis sudah sampai dikantor, lalu Denis menuju keruangannya, Alan yang sedang mengobrol dengan salah pegawai melihat Denis lalu Alan langsung menghampiri Denis.


"Selamat pagi Tuan." sapa Alan, kali ini sebagai atasan dan bawahan.


"Selamat pagi juga sekertaris Alan." sahut Denis.


"Ikutlah keruanganku sekarang." pinta Denis.


"Baik Tuan." jawab Alan.


Alan mengikuti langkah kaki Denis sampai diruangannya, kini Denis duduk disofa Alan juga ikut duduk disofa.


"Al, Aku mengobrol sebagai sahabat bukan sebagai atasan dan bawahan." kata Denis.


"Katakanlah Den, ada apa?" tanya Alan.


"Kamu sungguh-sungguh ingin mendekati Ayumi?" tanya Denis memastikan.


"Iya Aku sungguh-sungguh." jawab Alan dengan tegas.


"Bukankah, Kamu mengenal Ayumi belum lama apa Kamu yakin ingin dekat denganya?" tanya Denis lagi.


Alan melihat kearah arah Denis, dengan tatapan yang begitu serius.


"Apa Kamu sedang meragukanku? Aku sadar mungkin Aku kenal Ayumi belum terlalu lama, namun tidak penting lama atau tidaknya Aku kenal dengannya, tapi setelah Aku mendapatkannya maka Aku akan sepenuhnya memberikan hati dan perasaanku padanya, Aku akan menjaganya, Aku juga akan setia padanya." Alan berusaha menyakinkan pada Denis.


"Aku tidak pernah meragukanmu, Aku tahu Kamu seperti apa? namun Aku juga tidak mau Kamu sampai melukai Ayumi karena Ayumi adalah sahabat Risa." jawab Denis sambil menepuk pundak Alan.


Alan tersenyum pada Denis.


"Den, bilang pada Risa jangan kawatir Aku tidak akan melukai Ayumi." Kata Alan.


"Akan Aku sampaikan nanti, Kamu berjuanglah." jawab Denis sambil memberikan semangat pada Alan.


"Lanjutkanlah pekerjaanmu, nanti jam Setengah 10 kita pergi jemput Risa." kata Denis.


"Siap, Aku keruanganku dulu ya." pamit Alan.


Alan kembali keruangannya, Denis juga langsung kembali ke meja kerjanya kini Denis sudah sibuk dengan laptopnya.


"Akhirnya setelah sekian lama Alan mau membuka hatinya kembali untuk wanita lain."gumam Denis.


Bersambung ๐Ÿ™


Jangan lupa like,komen,vote dan rate๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2