Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
150.Main suap-suapan.


__ADS_3

Dengan perasaan kesalnya, Denis berkata pada Risa.


"Sayang, Aku saja yang suapin Kamu ya." kata Denis sambil menyuapkan makanan ke mulut Risa.


Namun Risa menggelengkan kepalanya, Akhirnya Denis menuruti apa mau Risa untuk disuapin oleh Panji.


"Kamu itu dari Kemarin mintanya aneh-aneh terus!" omel Denis pada Risa.


"Hey brengsek cepat suapin Risa, tapi tidak usah melihat kearah Risa." kata Denis yang tidak mau menyebutkan nama Panji.


"Jika Aku menyuapi Risa tanpa melihat kearah Risa, nanti yang ada Aku salah menyuapkan makanannya." protes Panji.


"Baiklah Aku kasih waktu satu menit, cepat suapin Risa!" kata Denis dengan nada kesal.


Risa langsung memancarkan wajah bahagia, lalu Panji langsung mengambil salah satu makan untuk disuapkan pada Risa.


"Ahh cantik...." kata Panji dengan begitu manis.


Risa langsung membuka mulutnya, lalu Panji memasukan makannya ke mulut Risa.


Denis menatap Risa dan Panji dengan tatapan begitu kesal.


"Awas saja Kamu Ris, setelah ini Aku akan langsung menyeretmu untuk pulang." gumam Denis sambil melirik kearah Risa.


Risa tahu Denis merasa sangat kesal padanya, namun Risa juga tidak tahu kenapa dirinya tiba-tiba pingin makan disuapin oleh Panji.


Panji menyuapi Risa dengan dua kali suapan, lalu dengan cepat Denis langsung mengajak Risa untuk pulang.


"Ayo pulang sekarang, Aku tidak mau Kamu main suap-suapan lagi dengan laki-laki brengsek itu." kata Denis yang langsung menarik tangan Risa.


"Tapi, acaranya belum selesai." jawab Risa.


"Biarkan saja! ayo cepat pulang." kata Denis.


Akhirnya Denis menarik tangan Risa untuk pulang, sedangkan Ayumi, Panji dan Alan mereka sama-sama menggelengkan kepalanya secara bersamaan.


"Al, apa Denis begitu cemburuan?" tanya Ayumi pada Alan.


"Iya seperti yang Kamu lihat sayang." jawab Denis.


Panji melihat kearah Ayumi, lalu berkata pada Ayumi.


"Kekasihmu juga cemburuan Yum sama seperti Suami Risa." kata Panji.


Pesta malam ini berlangsung dengan meriah, namun Risa tidak bisa menikmatinya. karena Denis menyeretnya untuk pulang.


Sesampainya dirumah Denis langsung menarik tangan Risa menuju ke kamar mereka.


"Sakit Den..." kata Risa.


Denis mendudukkan Risa ditepi ranjang, lalu Denis bertanya pada Risa.

__ADS_1


"Sebenarnya dari kemarin itu Kamu kenapa? Apa Kamu sengaja membuatku marah? tanya Denis sambil menatap Risa.


"Aku juga tidak tahu, semua yang Aku inginkan dari kemarin itu semuanya secara tiba-tiba dan tidak bermaksud membuatmu marah." jawab Risa.


Denis hanya menghela nafasnya, lalu berkata pada Risa.


"Mandilah! terus istirahat!" kata Denis.


akhirnya Risa langsung pergi mandi, setelah selesai mandi Risa langsung membaringkan tubuhnya diatas kasur. sedangkan Denis sudah tidur begitu pulas.


"Tadi marah-marah, sekarang ditinggal mandi sebentar sudah tepar." kata Risa yang langsung membaringkan tubuhnya disamping Denis.


Malam ini mereka tertidur dengan pulas.


Keesokan harinya, Risa yang sudah mandi dan berdandan cantik, pagi ini Risa memakai riasan wajah yang lumayan tebal.


Denis yang baru bangun dari tidur langsung menghampiri Risa, lalu berkata pada Risa.


"Sayang, hapus riasanmu! itu terlalu ketebalan." protes Denis.


"Tapi Aku pingin dandan seperti ini." jawab Risa sambil menaikkan lipstik dibibir.


Denis langsung pergi masuk kedalam kamar mandi untuk mandi.


"Sekarang apalagi Risssss?" gumam Denis.


Setelah selesai mandi, Denis langsung berganti pakaian, lalu menghampiri Risa.


"Hari ini libur." jawab Risa.


"Bukankah Kamu juga libur, inikan tanggal merah." kata Risa.


"Iya Aku libur, ayo turun kebawah." ajak Denis.


Risa dan Denis langsung turun menuju ruang bawah, kini keduanya duduk diruang tengah sambil nonton televisi.


"Kamu mau sarapan apa?" tanya Risa.


"Nanti saja Aku belum lapar." jawab Denis.


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, lalu Denis langsung pergi menuju ke depan untuk membukakan pintu rumahnya.


"Siapa yang pagi-pagi sekali datang bertamu? gumam Denis.


"Ceklek.." Denis membuka pintu rumahnya.


Melihat Denis membuka pintu Mama Rasti langsung memeluk Denis, lalu Mama Dina bertanya pada Denis.


"Mama." kata Denis.


"Nak, Risa mana?" tanya Mama Dina.

__ADS_1


"Ada didalam Mama, ayo masuk." jawab Denis.


Denis masuk ke dalam rumahnya, lalu Mama Dina dan Mama Rasti mengikuti langkah kaki Denis.


Melihat Mama dan Mama mertuanya datang, Risa langsung bangun dari tempat duduknya lalu menyalami punggung tangan Mama Dina dan Mama Rasti.


"Mama, apa kabar." sapa Risa pada Mama Dina dan Mama Rasti sambil mencium punggung tangan mereka secara bergantian.


"Baik Nak." jawab Mama Dina.


"Mama juga Baik sayang." sambung Mama Rasti.


Kini Mama Dina, Mama Rasti dan Denis duduk di sofa sedangkan Risa langsung membuat teh dan membawa cemilan untuk mereka.


Setelah selesai, Risa langsung menaruh semuanya dimeja. kini mereka sedang menikmati teh sambil mengobrol.


"Ris, seperti mukamu pucat sekali, Apa Kamu sakit Nak?" tanya Mama Dina dengan penuh rasa kawatir.


"Tidak Ma, mungkin hanya kecapean saja Ma." jawab Risa.


Mama Rasti, langsung menatap kearah Denis.


"Ini pasti karena Kamu tidak memberikan art untuk dirumahmu." kata Mama Rasti pada Denis.


"Bukan Ma, kalau masalah tidak ada art kan memang Risa yang mau." jawab Risa.


"Risa semalam kepalanya pusing Ma, terus dari kemarin juga makannya agak susah." kata Denis.


"Kemarin saja minta dibuatkan SOP ayam, Denis sudah buatkan tapi katanya tidak mau, alasannya tidak suka dengan baunya." keluh Denis didepan Mama Dina dan Mama Rasti.


Mama Dina dan Mama Rasti, saling menatap lalu dengan begitu kompak mereka berkata.


"Jangan-jangan Risa hamil......" kata Mama Rasti dan Mama Dina secara bersamaan.


Denis dan Risa sama-sama saling menatap.


"Hamillll......" jawab Risa dan Denis secara bersamaan.


"Iya hamil sayang, besok pagi coba cek pake testpack ya." kata Mama Rasti.


"Iya Ris, siapa tahu sudah ada kabar bahagia." sambung Mama Dina.


"Baiklah Ma, besok Aku akan membeli testpack." kata Denis dengan begitu semangat.


"Tapi Ma, apa tidak sebaiknya ke Dokter langsung saja?" tanya Denis.


"Di testpack saja dulu." sambung Risa.


"Apa Aku benar hamil? tapi tidak merasakan mual seperti orang hamil lainnya." gumam Risa.


Bersambung πŸ™

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2