
"Ceklek...." Denis membuka pintu.
Betapa terkejutnya wajah Denis melihat ternyata Maya Calista yang datang kerumahnya, yang tidak lain adalah mantan kekasih Denis.
Denis menghembuskan nafas dengan pelan, dengan perasaan yang sebenarnya malas namun Denis juga ingin tahu untuk apa? Maya Calista datang kerumahnya, akhirnya Denis langsung bertanya pada Maya.
"Maya, untuk apalagi Kamu datang kerumahku?" tanya dengan ketus.
Sebenarnya Maya juga tidak enak datang kerumah Denis, namun karena Maya membutuhkan bantuan Denis jadi dengan berat hati Maya terpaksa datang kerumah Denis, laki-laki yang tidak lain adalah mantan kekasihnya.
"Maaf Den, Aku kesini karena Aku ingin meminta bantuanmu." jawab Maya dengan suara pelan.
"Sebenarnya Aku malu datang kesini, namun Aku juga tidak pada siapa lagi Aku akan meminta bantuan?" gumam Maya yang diiringi dengan perasaan tidak enak.
Risa yang sedang duduk merasa bingung, kenapa Suaminya membukakan pintu saja Lama sekali.
"Kenapa Denis lama sekali? Sebenernya siapa yang datang?" gumam Risa.
Akhirnya Risa beranjak dari tempat duduknya, lalu menuju ke depan, sesampainya di depan Risa langsung bertanya pada Denis.
Risa tidak tahu yang datang itu Maya, karena tubuh Maya terhalang dengan tubuh Denis.
"Sayang, siapa yang datang? kenapa tidak menyuruhnya masuk? kenapa Kamu lama sekali?" berbagai macam pertanyaan keluar dari mulut Risa.
Denis menghela nafasnya, lalu menjawab pertanyaan Risa dengan jujur.
"Yang datang Maya Calista." jawab Denis.
Risa langsung ternganga.
"Untuk apalagi Dia datang kesini?" kesal Risa dalam hatinya.
Risa langsung berjalan menuju ke tempat Denis berdiri, kini Risa berdiri disamping Denis.
"Kenapa tidak menyuruhnya masuk." tanya Risa dengan agak sedikit cemburu.
"Takut Kamu ngambek." jawab Denis sambil menatap wajah Risa.
Dalam hati Risa, kadang masih ada sedikit rasa kesal dan cemburu, namun setelah Denis benar-benar memutuskan untuk melepaskan Maya, perasaan itu pelan-pelan hilang begitu saja. tapi tetap saja yang namanya cemburu itu bisa datang kapan saja.
Risa menatap wajah Maya, lalu langsung bertanya pada Maya tanpa bertele-tele.
"Untuk apa Kamu datang kesini?" tanya Risa dengan tegas.
"Awas saja jika Kamu mau menganggu Denis lagi akan Aku cabik-cabik nanti!" batin Risa yang saat ini diselimuti rasa agak cemburu.
"Maaf Ris, Aku sudah sangat lancang datang kerumah kalian, tapi Aku juga tidak tahu mau minta bantuan dengan siapa lagi?" jawab Maya dengan raut wajah yang begitu sedih.
Risa terdiam.
"Ternyata mantan pelakor juga masih butuh bantuan dari mantan kekasihnya." batin Risa.
"Kita ngobrol di dalam saja!" pinta Denis.
Akhirnya mereka bertiga masuk ke dalam rumah, kini mereka bertiga duduk diruang tamu.
Kini mereka bertiga saling terdiam, sampai akhirnya Denis membuka pembicaraan.
"Kamu butuh bantuan apa?" tanya Denis.
__ADS_1
"Denis, Risa, Aku terlilit hutang dan itu semua gara-gara Keanu, Dia selama ini berhutang sana-sini atas namaku dan akhirnya rentiner yang bersangkutan dengan Keanu, mereka semuanya mengejar-ngejar Aku." jelas Maya dengan mata yang berkaca-kaca.
Keanu bukan hanya meninggalkan Maya dan Anak yang sedang dikandung Maya begitu saja. Namun Keanu juga meninggalkan banyak hutang di beberapa rentenir yang nilainya ratusan juta, Maya yang berkerja hanya sebagai staf biasa tidak mungkin melunasi hutang-hutangnya Keanu, akhirnya Maya nekat datang kerumah Risa dan Denis untuk meminta bantuan pada Denis, iya karena Maya tahu, uang segitu tidak akan sulit untuk Denis.
Denis langsung melihat kearah Risa, namun Risa juga tidak tega melihat keadaan Maya saat ini apalagi Maya sedang hamil juga.
"Memangnya hutangnya berapa?" tanya Risa dengan rasa penasaran.
"200 juta Ris, Aku tidak punya uang sebanyak itu." jawab Maya dengan perasaan tidak enak.
"Ris, maafkan kesalahanku dimasa lalu." batin Maya yang merasa bersalah.
Risa melihat kearah Denis, lalu memegang kedua tangan Denis dengan tangannya.
"200 juta,Tapi Aku juga tidak boleh jadi wanita jahat, Biarpun Maya wanita yang Aku tidak suka, namun Dia sedang membutuhkan bantuan." gumam Risa.
Iya biarpun Risa merasa tidak suka dan benci pada Maya, namun tetap saja Risa tidak tega melihat keadaan Maya yang seperti sekarang ini.
"Sayang, jika Kamu ingin membantu Maya Aku tidak apa-apa kok." kata Risa dengan begitu lembut pada suaminya.
Denis hanya terdiam, tidak menyangka kalau Risa akan berkata pada dirinya seperti ini, Denis kira Risa bakal melarang Denis membantu Maya mengingat Maya adalah mantan kekasih suaminya.
"Apa sungguh Kamu mengizinkan?" tanya Denis memastikan.
Iya biar bagaimanapun Denis, harus menghargai perasaan Risa sebagai Istrinya.
"Iya Aku mengizinkannya." jawab Risa yang diiringi dengan senyum.
"Biarpun Aku tidak suka pada Maya, tapi Aku merasa kasian pada Maya, apalagi Dia sedang hamil, ntah bagaimana jika Aku yang diposisi Maya." batin Risa yang merasa ibah pada Maya.
"Baiklah May, tunggu sebentar." kata Denis yang langsung beranjak dari tempat duduknya menuju ke kamarnya.
Risa dan Maya saling terdiam, lalu Risa berkata pada Maya.
"Aku akan tetap berkerja dan nanti Aku juga akan memakai baby sitter untuk mengurus anakku dirumah." jawab Maya sambil terus menundukkan kepalanya.
"Hiduplah dengan baik mulai sekarang, carilah laki-laki yang baik untukmu dan juga untuk Anakmu nanti!" nasehat Risa untuk Maya.
"Iya Ris, Aku akan menjalani hidupku dengan baik demi Anakku juga, Maafkan kesalahanku dimasa lalu ya Ris, Kamu adalah wanita yang hebat biarpun Aku jahat padamu, tapi Kamu masih mau mengizinkan suamimu menolongku." kata Maya sambil meminta maaf pada Risa.
Setelah beberapa menit Denis keluar dari kamarnya, sambil membawa selembar cek yang sudah ditulis dengan nominal yang Maya butuhkan.
Denis langsung duduk disamping Risa, lalu Denis menyerahkan cek tersebut pada Maya.
"Ini May, karena izin dari Istriku, Aku jadi bisa membantumu." kata Denis sambil menyerahkan cek tersebut pada Maya.
"Terimakasih banyak Risa, Denis, Aku akan mengembalikan uang ini biarpun Aku harus menyicilnya." jawab Maya sambil menerima cek dari tangan Denis.
Maya menerima cek tersebut.
"Terimakasih, Akhirnya Aku tidak harus hidup dengan dikejar-kejar oleh rentenir lagi." batin Maya yang merasa sangat bersyukur.
"Kamu tidak usah pikirin masalah mengembalikan uang itu, Aku hanya minta padamu, mulai sekarang hiduplah dengan baik!" kata Denis pada Maya.
"Iya May, carilah laki-laki yang bisa menerimanu apa adanya!" sambung Risa.
Maya langsung meneteskan air matanya,kini rasanya sangat malu dan benar-benar merasa bersalah, Risa yang selalu dulu Dia hina ternyata adalah wanita yang begitu baik.
"Jangan menangis, sekarang pergilah ke rentenir itu dan bayar hutang Keanu." pinta Risa dengan begitu lembut.
__ADS_1
"Iya Ris, sekali lagi maafkan Aku dan terimakasih sudah membantku." jawab Maya yang diiringi dengan ucapan meminta maaf dan terimakasih.
"Sama-sama May." jawab Denis dan Risa secara bersamaan.
Maya langsung berpamitan pada Risa dan Denis, Denis dan Risa mengantar Maya ke depan rumah.
Setelah Maya sudah berjalan meninggalkan rumah mereka, Denis langsung memeluk Risa sambil mencium kening Risa.
"Kamu adalah wanita hebat yang Aku temui, jelas Dia mantanku yang paling jahat padamu namun Kamu mau membantunya." kata Denis yang terus mempererat pelukannya, lalu mencium kening Risa.
"Sayang, Aku ini hanya manusia biasa, Allah saja maha pemaaf, ya Aku menjadi umatnya juga harus memfaatkan orang yang meminta maaf pada Kita." jelas Risa pada Denis.
Denis melepaskan pelukannya, lalu mengandeng tangan Risa untuk masuk ke dalam rumahnya.
"Kamu benar sayang." jawab Denis yang menyetujui penjelasan dari Risa.
Denis langsung menutup pintu rumahnya, lalu mereka langsung menuju ruang tengah.
Denis dan Risa duduk diruang tengah sambil nonton film drama kesukaan mereka, Risa duduk di sofa sedangkan Denis merebahkan kepalanya dipangkuan Risa.
"Kamu mau makan sayang?" tanya Denis.
"Aku belum lapar." jawab Risa.
"Katakan padaku, Kamu mau makan apa? Apa Aku saja yang memakanmu?" goda Denis dengan begitu jailnya.
Risa mencubit hidung Denis.
"Dasar Kamu ini!" omel Risa sambil mencubit hidung Denis.
"Auh sakit sayang!" rintih Denis.
"Lagian apa salahnya memakan istri sendiri, udah halal ini." protes Denis dengan senyum liciknya.
Denis langsung bangun dari pangkuan Risa, lalu Denis mendekatan wajah kewajah Risa.
"Kamu mau apa?" tanya Risa.
"Aku mau memakanmu!" jawab Denis.
Kini wajah mereka hanya berjarak beberapa centi, Risa juga sudah memejamkan matanya. namun tiba-tiba pintu rumah mereka ada yang mengetuknya.
"Tok..tok..." suara ketukan pintu.
Sambil memejamkan matanya, Risa bergumam.
"Syukurin gagal lagi." gumam Risa dengan begitu senang, karena suaminya tidak jadi menggarapnya.
Denis langsung menjauhkan wajahnya, lalu beranjak dari tempat duduknya.
"Siapa lagi sih? menganggu saja! tidak tahu apa Aku sedang main romantis-romantisan dengan istriku." kesal Denis dalam hatinya.
Dengan raut wajah yang masih agak kesal, Denis langsung membuka gagang pintu.
"Ceklek...." Denis membuka pintu rumahnya.
Bersambung π
Terimakasih para pembaca setia π
__ADS_1
Kakak baca juga ya karya teman Asti, ceritanya seru juga loh.