Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
103. Hukuman Untuk Risa.


__ADS_3

Risa sedang dikamar mandi, kini Dia sedang mandi sambil bernyanyi.


Risa bernyanyi didalam kamar mandi.


Selepas kau pergi.


Tinggalah disiniku sendiri.


Kumerasakan sesuatu.


Yang telah hilang dalam hidupku.


Dalam lubuk hatimu.


Ku yakin kau pun sebenarnya.


Tak ingin lepas dariku.


Tahukah kau kini ku terluka.


Bantu aku membencimu.


Ku terlalu mencintaimu.


Dirimu begitu berati untukku.


Risa sedang asik bernyanyi didalam kamar mandi, Denis yang baru saja masuk kedalam kamarnya menggelengkan kepalanya.


"Dasar bodoh, dikira kamar mandi tempat konser kali." kata Denis sambil menggelengkan kepalanya.


Denis mendekati pintu kamar mandi, lalu mengedor pintu kamar mandi dengan begitu keras.


"Tok...tok..." suara gendoran pintu kamar mandi.


Risa merasa kesal, lalu berteriak pada Denis.


"Den apasih, jangan menggangguku sedang mandi." teriak dari dalam kamar mandi.


"Cepatlah dan jangan bernyanyi lagi suaramu itu begitu jelek." omel Denis, sambil melepaskan sepatunya.


"Iya iya tunggu 15 menit lagi." sahut Risa, yang sedang mengeramasi rambutnya.


Denis menaruh sepatunya ke rak sepatu, lalu Denis membuka jas nya terus menaruhnya disofa.


Setelah selesai, kini Denis duduk ditepi ranjang menunggu Risa yang sedang mandi.


"Lama sekali mandinya." kesal Denis.


Setelah 15 menit kemudian, Risa keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk, kini bagain tubuh Risa begitu terlihat.


Denis menelan ludahnya dengan kasar.


"Ris, Kamu membuat Adik Kecilku bangun saja." gumam Denis.


Risa duduk dikursi meja rias, sedangkan Denis terus melihat Risa.


"Kenapa lama sekali." tanya Denis.


"Namanya perempuan, lagian Aku tadi luluran sekalian kremas jadi lama." jawab Risa.


Denis beranjak dari tempat duduknya, lalu menghampiri Risa kini Denis sudah berdiri dibelakang Denis.


Denis melepaskan handuk yang ada di kepala Risa, lalu pelan-pelan mengeringkan rambut Risa dengan handuk yang Denis pegang.


"Aku bisa melakukannya sendiri." kata Risa.


"Diamlah, biar Aku yang melakukannya." jawab Denis, yang terus mengering kepala Risa dengan handuk.


Setelah selesai, Denis menuju lemari pakaian lalu mengambilkan pakaian untuk Risa pakai.


"Pakailah ini." kata Denis, sambil memberikan baju tidur yang begitu sexy pada Risa.

__ADS_1


Risa melihat baju tidur yang diberikan oleh Denis dengan begitu lama.


Risa terus mengamati baju tidur tersebut sambil menggelengkan kepalanya.


"Haah apa Denis sudah gila! siang bolong seperti ini menyuruhku memakai baju tidur, yang begitu menjijikkan seperti ini." gumam Risa, yang melihat baju tidur itu begitu sexy.


"Den, apa Kamu sudah tidak waras"


"Pakai saja, Aku tidak menerima protes darimu." kata Denis dengan sorot matanya yang begitu tajam.


"Tapi ini masih siang." protes Risa.


"Ini hukuman untukmu, karena Kamu sudah melihat laki-laki brengsek itu lebih dari tiga detik." kata Denis, yang terus melihat Risa.


Risa melirik Denis dengan lirikan yang begitu kesal.


"Den, Aku dan Panji satu kampus ya pasti Aku akan sering melihatnya, Kamu saja yang ngawur ngasih peraturan bodoh." Risa kembali melakukan protes.


"Hukumanmu ditambah, karena Kamu sudah berani menyebut namanya dihadapanku." kata Denis, sambil mengacak-acak rambut Risa.


Kini Denis tertawa penuh kemenangan, Risa memanyunkan bibirnya pada Denis.


"Tidak usah manyun seperti itu." omel Denis.


"Cepat pakai baju tidur itu!" suruh Denis.


Akhirnya Risa memakai baju tidur tersebut, setelah memakainya Risa menutupi dadanya dengan kedua tangannya karena b*l*han d*d*nya sekarang begitu jelas terlihat.


Denis menyengkirkan kedua tangan Risa.


"Tidak usah ditutup Aku sudah sering melihatnya." kata Denis.


"Apa Dia akan menghukumku dengan cara mesum Dia." gumam Risa.


Denis membelai lembut pipi Risa, lalu menyuruh Risa melepaskan dasi yang masih dipakainya.


"Lepaskan dasiku sayang." pinta Denis.


"Tunggu sebentar." kata Denis.


Denis berjalan menuju nakas dekat tempat tidurnya, lalu mengambil jamu yang diberikan oleh Orangtuanya.


"Aku bikin ini dulu." kata Denis.


Denis pergi meninggalkan Risa ke dapur, sedangkan Risa duduk ditepi ranjang menunggu Denis.


"Denis, apa Kamu itu begitu pecandu." kesal Risa, sambil melihat baju tidur yang begitu sexy yang sedang dipakai oleh dirinya.


Setelah beberapa menit, Denis kembali ke kamar dengan membawa satu gelas jamu lalu meminumnya.


"Kenapa Kamu meminum itu?" tanya Risa.


"Untuk menghukumu." jawab Denis.


"Saatnya memberikan hukuman pada Istriku biar tidak bandel lagi." kata Denis sambil tersenyum senang pada Risa.


Denis mendorong tubuh Risa hingga terjatuh diatas ranjang tempat tidurnya.


"Sayang, menurutlah padaku." bisik Denis ditelinga Risa.


"Bisakah Kita lakukan nanti malam." Risa mencoba menawar pada Denis.


"Jamunya sudah terlanjur diminum sayang, jadi Kamu nikmati saja hukumanmu dengan baik." kata Denis, sambil membelai-belai pipi Risa dengan tangannya.


Denis langsung mendaratkan bibirnya ke bibir munggil Risa, lalu ********** dengan begitu lembut, Denis mulai merabakan lidahnya kerongga mulut Risa.


Perlahan-lahan Risa menerima permainan lidah Denis.


"Eemmhh...." desah Risa, yang sudah mengalungkan tangannya dileher Denis.


Setelah selesai dari bibir Risa, kini Denis turun menelusuri leher jenjang Risa, Denis mulai memberikan tanda merah disetiap inchi tubuh Risa.

__ADS_1


"Ahh.. ahhhcchhh..." Risa terus mendesah menikmati permainan Denis.


Biarpun Risa selalu menolak, namun kalau sudah merasakan permainan dari Suaminya pasti Risa akan terbuai dengan sendirinya.


Tangan Denis mulai m*r*mas-r*mas gunung kembar Risa dengan pelan.


Kini bibir Denis mulai nakal kemana-mana, hingga Risa begitu kuwalahan menerima permainan Suaminya, karena hari ini Denis lebih ganas dari biasanya.


"Ahhh ahhhcchhh...!" desahan dan erangan keluar dari mulut keduanya.


Setelah beberapa menit Denis langsung membuka s**kangan Risa, lalu Denis langsung memasukkan miliknya yang sudah begitu tegang kedalam milik Risa.


Dengan sekali hentakan akhirnya milik Denis masuk dengan sempurna kedalam milik Risa.


Denis mulai mengeluar masukan miliknya dengan cepat, hentakan demi hentakan terus Denis lakukan.


Setelah beberapa menit.


"Sayang, Aku sudah tidak tahan." kata Denis, yang sudah mempercepat hentakannya.


Membuat Risa kalang kabut karena permainan suaminya.


"Aahhh..ahhh.." keduanya sama-sama mendesah penuh kenikmatan.


Sampai akhirnya Denis, mengeluarkan cairan hangat didalam rahim Risa.


Denis mengeluarkan miliknya pelan-pelan dari milik Risa, kini Denis menjatuhkan dirinya disamping Risa. lalu mengatur nafasnya.


"Lega banget sayang." kata Denis.


Setelah 10 menit beristirahat kini milik Denis sudah kembali menegang kembali, mungkin karena efek jamu yang dirinya minum tadi.


"Sayang, Dedenya minta lagi." kata Denis.


Risa menggelengkan kepalanya, namun karena milik Denis sudah begitu tegang dan minta dimasukan.


Akhirnya biarpun Risa menolak Denis kembali memasukkan miliknya kedalam milik Risa.


Denis mulai menghentak-hentakan miliknya kembali.


Kini erangan dan desahan kembali keluar dari mulut keduanya.


"Ahhh... ahhh.. pelan-pelan." pinta Risa yang diiringi dengan desahannya.


"Tahan sayang, nikmati saja." jawab Denis, yang terus mengeluar masukan miliknya.


Sampai akhirnya Denis kembali mengeluarkan banyak cairan hangat, namun kali ini Denis mengeluarkannya diluar.


Denis kembali menjatuhkan tubuhnya disamping Risa.


Wajah Risa sudah nampak kelelahan, namun Denis masih begitu kuat dan terus memintanya.


Setelah istirahat 15 menit, kini Denis memulai aksinya kembali hingga membuat Risa begitu lemas karena permainannya.


Namun yang ketiga kalinya Denis juga kembali mengeluarkan cairan hangatnya diluar lagi.


"Aku sudah tidak kuat." rengkek Risa dengan wajah yang begitu kelelahan.


Denis sudah merebahkan tubuhnya disamping Risa.


"Bahkan sudah tiga kali saja adik kecilku masih terus tegang." keluh Denis, yang menyesali karena sudah meminum jamu dari Mamanya.


Namun Denis tidak mau melakukannya lagi, karena melihat Istrinya sudah begitu kelelahan bahkan sangat lemas.


"Istirahatlah sayang, Aku ke kamar mandi dulu." pamit Denis.


Risa langsung memejamkan matanya, sedangkan Denis langsung menuju ke kamar mandi untuk menyelesaikan tugasnya yang masih belum terpuaskan.


Bersambung.


Jangan lupa like, komen, vote, dan rate ya biar penulisannya makin semangat ngetiknya 😊

__ADS_1


__ADS_2