Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
136.Pengganti hukuman.


__ADS_3

Sesampainya dikamar, Denis langsung merebahkan Risa diatas tempat tidurnya. Denis langsung minidih tubuh Risa, lalu Denis berkata pada Risa.


"Sayang, ayo Kita main kuda-kudaan malam ini." kata Denis dengan tatapan mesumnya.


Risa berusaha memberontak, karena masih kesal pada Denis.


"Menyingkirlah dari atas tubuhku, Aku masih marah padamu." jawab Risa sambil menatap Denis dengan tatapan begitu kesal.


"Aku tidak mau, besok Kita langsung berangkat bulan madu untuk kedua kalinya ya sayang." kata Denis yang tidak memperdulikan kekesalan Risa.


Akhirnya Denis menjatuhkan tubuhnya disamping Risa, lalu Risa menjawab perkataan dari Denis.


"Tapi Kamu harus melepaskan hukumanku dari dua pengawal itu." jawab Risa yang masih memanyunkan bibirnya.


"Baiklah, sebagai pengganti hukumannya Kita pergi bulan madu untuk kedua kalinya." kata Denis yang langsung menarik Risa kedalam pelukannya.


Akhirnya mau tidak mau Risa juga membalas pelukan dari Denis, lalu Denis berkata pada Risa.


"Aku kangen pingin main kuda-kudaan sayang." kata Denis sambil membelai pipi Rissa dengan tangannya.


"Jangan malam ini, Aku mau menyimpan tenagaku untuk bulan madu kedua kita nanti." jawab Risa sambil melihat wajah tampan Denis.


Biarpun Risa masih sedikit marah pada Denis, namun tetap saja Risa selalu terbuai akan perlakuan romantis Denis pada dirinya.


"Sayang, kalau Kita pergi bulan madu, lalu bagaimana dengan pekerjaanmu?"tanya Risa.


"Kamu tidak usah khawatir, ada Alan yang akan mengurus semuanya nanti." jawab Denis sambil mencium kening Risa.


"Aku pingin Kamu cepet hamil, biar Aku jadi seorang Papa." kata Denis.


"Tapikan Aku masih kuliah." jawab Denis.


"Kalau Kamu hamil, Kamu bisa cutti kuliah atau kuliah dirumah, nanti Aku akan urus semuanya." jawab Denis dengan tegas.


"Istri cuma satu-satunya, Aku pasti akan melakukan apapun untukmu istriku." gumam Denis dalam hatinya.


Karena Denis sudah memutuskan seperti itu ya mau gimana lagi, Risa sebagai istri hanya bisa menurut lagian kan memang sudah tugas seorang istri untuk mengandung benih dari suaminya.


"Baiklah, Aku akan menurutimu untuk segera punya Anak." kata Risa dengan begitu pasrah.


"Mending Aku nurutin mau suami, daripada Suamiku nanti nanam benih ditempat wanita lain." pikir Risa.


"Terimakasih Istriku, Kamu tidurlah! besok pagi Kita langsung berangkat bulan madu." kata Denis pada Risa.


"Tunggu...!" kata Risa.


Denis menyangga kepalanya dengan satu tangannya, lalu bertanya pada Risa.


"Kenapa?" tanya Denis.


"Kita pergi bulan madu ke tempat pemandangan yang indah saja, tapi Aku tidak mau pergi keluar negeri." usul Risa pada Denis.

__ADS_1


"Baiklah, akan Aku atur semuanya sayang." jawab Denis sambil mencium pipi Risa.


Kini Risa langsung membenamkan wajahnya kedalam dada bidang Denis, lalu Denis langsung memeluk Risa dengan begitu hangat.


Malam ini mereka tidur lebih cepat, karena besok pagi mereka akan langsung berangkat untuk bulan madu kedua mereka, padahal baru jam 9 malam biasanya keduanya sibuk main kuda-kudaan. namun Risa malam ini menolaknya dengan alasan ingin menyimpan tenaganya untuk bulan madu mereka nanti.


Alan dan Ayumi.


Jam menunjukkan pukul 9 malam, malam ini Alan sedang ngapelin Ayumi, bahkan Alan membawa bunga dan coklat untuk Ayumi.


Alan memberhentikan mobilnya di depan rumah Ayumi, lalu Alan turun dari mobilnya, Alan langsung menuju kerumah Ayumi lalu mengetuk pintu rumah Ayumi.


"Tok..tok..." Alan mengetuk pintu.


"Kira-kira Ayumi sudah tidur belum ya?" pikir Alan sambil mencium wangi bunga yang sedang dipegang ditangannya.


Ayumi yang sedang duduk diruang tengah dan sibuk dengan laptopnya, langsung bangun dari tempat duduknya lalu bergegas untuk membukakan pintu rumahnya.


"Siapa malam-malam seperti datang bertamu?" gumam Ayumi.


"Ceklek..." Ayumi membuka pintu rumahnya.


Melihat Alan yang datang, Ayumi langsung menujukan senyuman malu-malunya.


"Kamu?" kata Ayumi.


"Apa? Kamu terkejut Aku datang tanpa bilang padamu dulu." sambung Alan sambil melihat wajah Ayumi yang sudah merah karena rasa malunya.


Ayu hanya terdiam, lalu Alan bertanya pada Ayumi.


"Apa Kamu tidak menyuruhku untuk masuk, bahkan Aku sudah membawakan bunga dan coklat untukmu." tanya Alan pada Ayumi.


"Maaf, dirumahku sedang tidak ada orang, Mama dan Papa sedang pergi ke luar kota, jadi Kita mengobrol diluar saja ya." jawab Ayumi sambil melihat kearah Alan.


"Baiklah, tenang saja Aku tidak akan memakanmu sebelum Kamu sah menjadi Istriku." kata Alan dengan nada lembut.


Alan dan Ayumi duduk dikursi depan rumah Ayumi, lalu Alan memberikan bunga dan coklat yang Alan bawa pada Ayumi.


"Ini untukmu sayang." kata Alan sambil memberikan bunga dan coklat yang Alan bawa pada Ayumi.


"Terimakasih, ternyata biarpun Kamu menyebalkan, Kamu juga romatis." kata Ayumi sambil menerima bunga dan coklat dari tangan Alan.


Ayumi menaruh bunga dan coklat pemberian dari Alan diatas meja, kini keduanya asik mengobrol.


"Aku bikinkan minum dulu ya." kata Ayumi.


"Tidak usah, Aku hanya ingin melihat wajah cantikmu jadi Aku tidak perlu minum." jawab Alan.


"Baik-baiklah, lihatlah wajah cantikku sepuasmu." kata Ayumi sambil mengibaskan rambut panjangnya ke belakang.


Alan terus menatap Ayumi.

__ADS_1


"Ayumi memang sangat cantik, bayangkan saja jika Aku menikah dengannya, pasti Anakku akan cantik seperti Ibunya." pikir Alan.


Melihat Alan terus menatap dirinya, lalu Ayumi bertanya pada Alan.


"Apa sudah cukup, melihat wajah cantikku?" tanya Ayumi pada Alan.


"Masih kurang, Aku ingin melihat wajah cantikmu setiap hari." kata Alan.


Ayumi hanya tersenyum bahagia.


"Aku juga ingin melihat wajah tampanmu, setiap hari." gumam Ayumi.


"Sayang, besok Kamu berangkat kuliah tidak?" tanya Alan pada Ayumi.


"Besok, Aku libur." jawab Ayumi.


"Oh iya, apa Aku boleh mengantar makan siang untukmu besok?" tanya Ayumi.


"Tentu saja boleh, bahkan Aku senang jika Kamu melakukan itu." jawab Alan.


Ayumi tersenyum sambil melihat Alan, Alan juga membalas senyuman Ayumi.


"Besok, kalau Aku kerjaannya selesei cepat Aku ajak Kamu jalan-jalan ya." kata Alan pada Ayumi.


"Boleh, dengan senang hati Aku menerima ajakan darimu sayangku." jawab Ayumi dengan begitu manja.


"baiklah, sudah malam, Aku pamit pulang dulu ya! Kamu tidurlah sudah malam." kata Alan pada Ayumi.


Alan beranjak dari tempat duduknya, Ayumi juga ikut beranjak dari tempat duduknya untuk mengatar Alan menuju ke mobilnya.


"Aku pulang dulu ya." pamit Alan pada Ayumi.


Alan memeluk Ayumi, lalu mencium kening Ayumi dengan begitu lembut.


"Masuklah, ingat jangan pikirkan laki-laki lain selain Aku." kata Alan yang langsung melepaskan Ayumi dari pelukannya.


"Dasar cemburuan." ledek Ayumi.


"Pulanglah hati-hati dijalan, Aku masuk dulu ya." kata Ayumi pada Alan.


Ayumi langsung masuk kedalam rumah dengan membawa bunga dan coklat pemberian dari Alan, setelah melihat Ayumi masuk kedalam rumah Alan langsung menaiki mobilnya lalu langsung melajukan mobilnya menuju kerumahnya.


Setelah beberapa lama menempuh perjalanan dari rumah Ayumi, akhirnya Alan sampai dirumahnya.


Keesokan harinya..


Bersambung πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊


Pada komen dan like ya, biar Authornya makin semangat nulisnya, soalnya komentar dari para pembaca itu membuat Authornya semangat πŸ’ͺ😊

__ADS_1


__ADS_2