
"Ceklek...." Denis membuka pintu rumahnya.
Melihat siapa yang datang ternyata Panji, Denis menatap Panji dengan tatapan tidak suka.
"Untuk apa Kamu jam segini datang kerumahku?" tanya Denis dengan tatapan sinis.
Panji terdiam lalu bergumam.
"Baru jam 5 sore." gumam Panji.
"Aku mau minjam buku tugas Risa." jawab Panji tanpa menyebut nama Denis.
"Kenapa harus Risa? kan ada Ayumi." kata Denis yang terus melihat Panji dengan tatapan tidak suka.
"Ayumi sedang sibuk pacaran, jadi Aku datang kesini." jawab Panji.
Risa yang menunggu Denis begitu lama, akhirnya keluar menemui Denis.
"Siapa yang datang, sayang?" tanya Risa yang sedang berjalan menuju kearah Denis.
"Tetaplah didalam, laki-laki brengsek yang datang." teriak Denis.
Ternyata Risa sudah ada dibelakang Denis, lalu Risa tersenyum pada Panji.
"Panji." sapa Risa sambil tersenyum.
"Bodoamatlah mau hukum Denis juga, lagian Aku masih pms ini." gumam Risa.
"Kok tidak disuruh masuk?" tanya Risa.
"Tidak usah, Dia kesini hanya mau meminjam buku tugasmu saja, cepat berikan." kata Denis pada Risa.
Panji hanya berdiri di depan pintu, tiba-tiba Alan dan Ayumi datang bersamaan.
"Kalian?" kaget Denis.
"Kalian datang berduaan." sambung Risa tidak percaya.
"Ada angin apa ini?" gumam Risa.
Bukannya menjawab, Alan malah menyuruh Panji untuk masuk.
"Kok diam saja Anak kecil, ayo masuk kedalam." kata Alan pada Panji.
"Iya Pan, ayo masuk Aku sudah bawa banyak makan ini." sambung Ayumi.
Denis dan Risa saling menatap, lalu Denis bertanya.
"Disini siapa sih yang Tuan rumahnya?" tanya Denis dengan tatapan begitu bingung.
"Tidak penting siapa Tuan rumahnya, namanya Tamu ya harus disuruh masuk Tuan Denis." kata Alan dengan begitu jail.
"Biarkan saja Denis cemburu, biar Denis merasakan waktu dulu dirinya berduaan dengan Maya dihadapan Risa." gumam Alan dengan tawa dihatinya.
"Iya ayo masuk aja Pan." kata Ayumi.
"Mari kalian masuklah!" suruh Risa dengan senyum bahagianya.
Mereka bertiga masuk, lalu meninggalkan Denis begitu saja.
"Apa-apaan ini? sebagai Tuan rumah Aku benar-benar tidak ada harga dirinya sekali, istriku juga ikut mengabaikanku." kesal Denis sambil menutup pintu rumahnya.
Risa, Ayumi, Alan dan Panji sudah masuk rumah lebih dulu, kini mereka sudah duduk diruang tengah.
"Kamu nonton apa Ris?" tanya Ayumi.
"Flim drama, duduklah Aku buatkan minum dulu." kata Risa.
Kini semuanya sudah duduk, Panji duduk dibawah sambil selonjoran sedangkan Ayumi dan Alan duduk diatas sofa kini keduanya duduk berdampingan.
"Tidak usah Ris, Aku sudah membawa banyak makanan dan berbagai macam minuman." kata Alan sambil melihat kearah Risa.
__ADS_1
Denis baru saja datang, lalu langsung duduk disamping Risa. melihat Alan dan Ayumi duduk berdampingan dan mereka tidak berdebat membuat Risa dan Denis begitu terkejut.
"Apa Kamu salah makan Yum?" tanya Risa.
"Tidak Ris, Aku hanya makan nasi saja seperti biasanya." jawab Ayumi dengan begitu polosnya.
"Al, apa sudah ada perkembangan?" tanya Denis.
"Bukan hanya berkembang Den, bahkan lebih dari berkembang." jawab Denis.
"Tadi sandal pilihanku bagus tidak Yum?" tanya Panji tiba-tiba.
Alan langsung menatap Panji dengan tatapan begitu kesal.
"Aku sudah membuangnya." bukannya Ayumi yang menjawab namun Alan yang langsung menjawabnya.
Kini Risa dan Denis semakin binggung dengan apa yang sebenarnya terjadi, diantara mereka.
"Maaf ya Pan, Kamu tahu sendirikan manusia siluman ini suka sekali berbuat semaunya sendiri." Ayumi meminta maaf pada Panji.
"Tidak apa-apa Yum, lain kali boleh ya Yum kita jalan berdua lagi." jawab Panji.
Ayumi tersenyum pada Panji, namun Alan langsung melirik Panji dengan tatapan yang begitu membunuh.
"Sekarang Kamu sudah tidak boleh, mengajak Ayumi jalan bareng lagi." kata Alan dengan begitu tegas.
Risa menatap Ayumi.
"Yum, jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Risa pada Ayumi.
Ayumi hanya tersenyum, lalu mengikut tangan Alan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
"Kita sudah resmi pacaran." kata Alan dengan begitu tegas.
Denis yang sedang minum hampir saja tersendak, Panji yang sedang makan cemilan hanya terdiam santai seolah-olah tidak mendengar apa-apa, Risa langsung ternganga tidak percaya, apalagi baru kemarin Ayumi menolak untuk bersama dengan Alan tapi takdir berkata lain hari ini mereka mengakui bahwa mereka telah berpacaran.
"Apakah itu benar Yum?" tanya Risa pada Ayumi.
Denis langsung melihat kearah Alan, lalu menanyakan pada Alan.
"Kamu tidak sedang berbohong kan Al?" tanya Denis pada Alan.
"Tentu saja tidak." jawab Alan.
"Akhirnya, dua jomblo miris jadian juga." kata Denis sambil mengelus dadanya.
Panji dengan jail tiba-tiba melempari Risa dengan makanan yang sedang dirinya makan.
Risa tersenyum pada Panji, lalu kembali melempar Panji dengan makanan yang ada didepannya.
Denis menatap keduanya dengan tatapan begitu kesal.
"Hey Kau brengsek hentikan." kata Denis pada Panji yang lagi-lagi melempar makanan ke arah Risa.
"Risa, Kamu juga jaga sikapmu di depan suamimu atau Aku akan memberikan hukuman di depan mereka." kata Denis sambil mengacam Risa.
Risa langsung menghentikan kejailannya sedangkan Panji sekarang tertawa sambil menggelengkan kepalanya.
"Dasar suami cemburuan." Panji mengatai-ngataiin Denis.
"Dasar Anak Kecil, sana cari pacar biar tidak mengganggu istri orang mulu." omel Denis pada Panji.
"Pan, kamu masih setia menunggu jandanya Risa?" tanya Alan dengan begitu sengaja.
"Iya masih, kapanpun Risa jadi janda Aku siap untuk menangkap jandanya." jawab Panji sambil mengedipkan satu matanya pada Risa.
"Mangga jatuh kali Pan, ditangkap." sambung Ayumi.
Kini Denis menatap mereka semua dengan tatapan begitu kesal.
"Hay Kamu brengsek, bukankah Kamu kesini untuk meminjam buku tugas Risa." kata Denis pada Panji.
__ADS_1
Denis melihat kearah Risa, lalu berkata pada Risa.
"Ris, ambilkan buku tugasmu cepat berikan padanya! agar sih brengsek ini cepet pulang. Aku sudah sangat muak melihat wajahnya yang sok imut." kata Denis dengan panjang lebar.
Risa langsung bangun dari tempat duduknya, lalu menuju ke kamar untuk mengambilkan buku tugasnya.
Setelah beberapa menit, Risa keluar dari kamarnya sambil membawa buku tugasnya lalu Risa memberikannya pada Panji, namun Denis langsung mengambilnya dari tangan Risa.
"Sini biarkan, Aku saja yang memberikan pada sih brengsek ini." kata Denis sambil mengambil buku yang ada ditangan Risa.
Ayumi menatap kearah Alan, lalu bergumam.
"Bayangkan saja jika Alan cemburunya berlebihan seperti Suaminya Risa." gumam Ayumi.
Denis memberikan buku tugas Risa pada Panji.
"Ini ambillah, cepat sana pulang nanti dicariin sama Mama Kamu." kata Denis sambil memberikan buku tugas Risa pada Panji.
"Iya iya Aku pulang." jawab Panji sambil menerima buku dari tangan Denis.
Panji melangkahkan kakinya untuk keluar, namun Denis tiba-tiba berkata pada Panji.
"Tunggu! ingat segeralah cari kekasih biar tidak terus menganggu istriku." kata Denis dengan nada kesal.
"Iya nanti Aku cari yang cantik seperti Risa." jawab Panji.
Setelah menjawab perkataan dari Denis, Panji langsung pergi meninggalkan Denis dan yang lainnya.
Kini Denis kembali duduk, Risa juga ikut duduk disampingnya Denis.
"Jangan dekat-dekat denganku!" pinta Denis.
Risa langsung melirik Denis dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Memangnya kenapa?" tanya Risa pada Denis.
"Aku lagi males dengamu." jawab Denis.
"Sana main lempar-lemparan saja sama laki-laki brengsek!" gumam Denis.
Akhirnya Risa pindah duduk dari samping Denis, Ayumi dan Alan sama-sama melihat kearah Risa dan Denis.
"Berhentilah bersikap seperti anak kecil Den." kata Alan pada Denis.
"Siapa yang seperti anak kecil? Risa saja yang genit dengan Panji." jawab Denis.
"Aku genit, jaga ucapanmu dasar saumi cemburuan." omel Risa karena merasa tidak terima.
Ayumi hanya melihat mereka saling bicara.
"Risa, Aku jadi ingat dengan kata-katamu Denis melarangmu melihat Panji lebih dari tiga detik." gumam Ayumi.
Ayumi tersenyum sendiri.
"Kira-kira hukuman apa yang akan diberikan Denis pada Risa?" tanya Risa pada hatinya.
"Alan, ayo kita pulang saja! biarkan mereka seleseikan urusan rumah tangga mereka." kata Ayumi sambil melihat kearah Alan.
"Iya sayang, mending kita lanjutin pacaran kita saja." jawab Alan yang langsung bangun dari tempat duduknya.
"Kalian lanjutkanlah diranjang, Aku mau melanjutkan pacaranku." kata Alan pada Denis dan Risa.
"Sana kalian pergilah." Denis mengusir Alan dan Ayumi.
Ayumi dan Alan pergi meninggalkan Risa dan Denis, Denis mengantar mereka ke depan lalu setelah mereka keluar Denis langsung mengunci pintu rumahnya.
Denis kembali kedalam, namun Denis nyuekin Risa karena Denis masih merasa kesal pada Risa.
Bersambung π
Terimakasih para pembaca setia π
__ADS_1