Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
113. Bertemu saingan.


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasanya Denis bersiap-siap untuk berangkat ke kantor sedangkan Risa bersiap-siap untuk berangkat ke kampus.


Kini keduanya sudah siap, lalu mereka menuju ruangan bawah.


"Den, Aku bikin sarapan dulu ya." kata Risa.


Denis menarik tangan Risa, lalu melarang Risa untuk membuat sarapan.


"Tidak usah Ris, Aku ada metting pagi ini nanti Aku sarapan dikantor saja." jawab Denis.


"Ayo kita berangkat sekarang!" ajak Denis yang sudah mengandeng tangan Risa.


Kini keduanya menuju ke mobil, lalu mereka masuk ke dalam mobil.


"Pake sabuk pengamannya." Denis menyuruh Risa memakai sabuk pengaman.


"Sudah." jawab Risa yang baru saja memakai sabuk pengaman.


Denis langsung menyalahkan mesin mobilnya, untuk segera menuju ke kampus Risa. setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya Denis sampai didepan kampus Risa.


Pagi ini Denis tidak melakukan drama seperti biasanya, karena Denis harus terburu-buru menuju ke kantornya.


"Aku berangkat dulu ya." pamit Risa.


Risa langsung mencium punggung tangan Denis.


"Iya Kamu hati-hatilah, ingat jangan melihat laki-laki brengsek itu lebih dari 3 detik." Denis memberi peringatan kepada Risa.


Risa tersenyum, lalu menjawab perkataan Denis.


"Iya Aku tidak akan melihatnya." jawab Risa.


"Tidak boleh melihat berati boleh melirik dong biarpun sebentar." gumam Risa sambil tertawa dalam hatinya.


Sebelum Risa turun, Denis mencium kening Risa lalu bibir Risa.


"Belajarlah yang benar." kata Denis, sambil mengacak-acak rambut Risa.


"Nanti, Aku jemput Kamu." kata Denis lagi.


Risa menganggukan kepalanya, lalu turun dari mobil Denis, setelah Risa masuk kedalam kampus Denis langsung melajukan mobilnya menuju ke kantornya.


Dikampus.


Risa melihat Ayumi sedang duduk sendirian ditanam, lalu Risa menghampiri Ayumi.


"Doooorrr..." Risa mengagetkan Ayumi.


"Risa, Kamu mengagetkanku saja." omel Ayumi pada Risa.


"Kok sendirian Panji dimana?" tanya Risa.


"Jangan nanyain Panji, nanti dijewer lagi sama Suamimu." ledek Ayumi yang waktu itu melihat Risa dijewer oleh Denis.


"Kamu Yum, udah ih jangan dibahas." jawab Risa.


Risa melihat kearah Ayumi dengan tatapan wajah yang begitu serius.


"Kamu kenapa melihatku seperti itu sih Ris, membuatku takut saja." kata Ayumi yang melihat tatapan Risa yang begitu serius.


"Kemarin Kamu makan direstauran dengan laki-laki, laki-laki itu siapa?" tanya Risa.


Ayumi diam, lalu bergumam.


"Darimana Risa tahu Aku makan direstauran dengan laki-laki?" gumam Ayumi.


"Darimana Kamu tahu Ris?" bukannya menjawab pertanyaan Risa Ayumi malah balik bertanya.


"Jawab dulu pertanyaanku Yum." pinta Risa.


Akhirnya Ayumi menjawab pertanyaan Risa dengan jujur.


"Dia Levin, senior kita." jawab Ayumi.


"Levin yang tampan itu, bukannya Dia anak seni darimana Kamu mengenalnya?" tanya Risa ingin tahu.


"Kamu ingat waktu Kamu cutti kuliah, Aku tidak sengaja bertemu dengan Levin di perpustakaan." Ayumi menjelaskan pada Risa.


Risa mengangguk-anggukan kepalanya, lalu kembali bertanya pada Ayumi.


"Apa kalian sedang dekat?" tanya Risa.

__ADS_1


"Iya bisa dibilang begitu." jawab Ayumi.


Risa terdiam sambil bergumam.


"Sekertaris Alan, sepertinya Kamu harus bersaing." gumam Risa.


"Ayo masuk kelas, sebentar lagi dosen akan datang." ajak Ayumi.


"Panji belum datang?" tanya Risa.


"Dia cutti hari ini." jawab Ayumi.


Kini Ayumi dan Risa masuk kelas, Dosen pun sudah masuk Ayumi dan Risa memperhatikan penjelasan dari Dosen dengan begitu serius.


Dikantor Denis.


Denis dan Alan sedang berada diruang metting, setelah setengah jam kemudian akhirnya meeting selesei.


"Tuan Denis, ini beberapa berkas yang harus ditandatangani." kata salah satu pegawai sambil memberikan berkas yang ada ditangannya pada Denis.


"Iya terimakasih, nanti Saya cek dulu." jawab Denis sambil menerima berkas tersebut.


"Saya permisi Tuan." pamit sih pegawai.


"Iya silahkan." jawab Denis.


Denis memberikan berkas yang ada ditangannya pada Alan.


"Pegang ini." kata Denis, sambil memberikan berkas yang ada ditangannya.


"Iya Tuan." jawab Alan sambil menerima berkas tersebut.


Alan dan Denis berjalan menuju keruangan Denis.


Diruangan Denis.


Kini mereka berdua langsung duduk di sofa.


"Den, nanti Kamu menjemput Risa tidak?" tanya Alan sebagai sahabat Denis.


"Iya, Kamu mau ikut." tanya Denis.


Denis menjitak kepala Alan dengan pelan.


"Sudah tahu bodoh, tapi masih berniat mendekatinya." Denis mengomeli Alan.


Alan memegang kepalanya yang baru saja dijitak oleh Denis.


"Bosan dengan yang pintar Den, pingin yang masih imut-imut dan polos saja seperti gadis bodoh itu." kata Alan yang kembali cengar-cengir.


Denis melihat kearah Alan.


"Namanya Ayumi, Al." kata Denis.


"Sepertinya Kamu akan lebih bodoh dariku ketika Kamu kembali jatuh cinta Al." kata Denis sambil menggelengkan kepalanya.


"Jangan samakan Aku dengan dirimu, Kamu saja yang bodoh mau-maunya dikadalin sama Maya." ledek Alan yang tidak terima Denis menyamakan dirinya dengan Denis.


Waktu sudah menunjukkan jam 12 siang, kini Denis dan Alan menuju ke kampus Risa, kali ini Alan yang menyetir mobilnya.


Skip...


Sampailah dikampus Risa, Alan dan Denis keluar dari mobil lalu mereka berdiri didepan mobil sambil mengenakan kacamata.


Kini keduanya berdiri berdampingan Denis melipat tangannya ke dada, sedangkan Alan memasukkan tangannya kedalam saku celananya.


Ayumi dan Risa berjalan berdampingan, sambil tertawa ntah apa yang sedang mereka bicarakan.


"Ris, itu Suamimu sudah menunggumu." kata Ayumi yang melihat Suami Risa.


"Laki-laki menyebalkan itu juga ikut bersamanya." gumam Ayumi.


Risa mengandeng tangan Ayumi untuk menuju ketempat Denis dan Alan menunggunya, namun tiba-tiba Ayumi dipanggil oleh seorang.


"Ayumi..." panggil seorang laki-laki.


laki-laki tersebut berjalan menuju kearah Ayumi, lalu Ayumi tersenyum pada laki-laki itu.


"Levin..." sapa Ayumi dengan begitu manis.


Alan yang melihat pemandangan tersebut, langsung membuka kacamatanya.

__ADS_1


"Siapa laki-laki itu, kenapa gadis bodoh itu menyapanya dengan begitu manis." kesal Alan yang tanpa sadar kacamata matanya patah karena Alan menggegamnya begitu erat.


"Butuh air dingin tidak Al, biar tidak kepanasan." ledek Denis sambil cekikikan.


"Diam Kamu bodoh." Alan mengomeli Denis.


Ayumi, Risa, dan Levin kini mereka berdiri bersama, Alan melihat Levin dengan tatapan tidak suka sedangkan Denis, menahan tawanya.


"Yum, ayo Aku antar pulang." Levin menawarkan diri untuk mengantarkan Ayumi pulang.


Ayumi tersenyum bahagia, namun sebelum Ayumi menjawab pertanyaan dari Levin, Risa lebih dulu menjawabnya.


"Maaf Kak Levin, Aku sama Risa mau pergi nonton bareng." kata Risa pada Levin.


"Oh gitu, ya sudah tidak apa-apa, lain kali saja." jawab Levin dengan suara lembut.


Ayumi melihat kearah Risa, meminta penjelasan pada Risa, namun Risa langsung menarik tangan Ayumi menuju ke mobilnya.


"Kak Levin, duluan ya." pamit Risa.


"Iya Vin, Aku duluan ya." pamit Ayumi.


"Iya kalian hati-hatilah." jawab Levin sambil tersenyum pada Ayumi.


Ayumi membalas senyum Levin.


"Senyumnya bikin Aku kelepek-kelepek." gumam Ayumi.


Levin langsung berjalan menuju ke mobilnya, kini Ayumi dan Risa sudah berada ditempat Denis dan Alan sedang menunggunya.


"Berhentilah tersenyum nanti gigimu kering." Alan menyindir Ayumi.


Ayumi melihat kearah Alan dengan tatapan yang begitu tidak suka.


"Biarin saja kering, nanti gampang diarin saja." sahut Ayumi, yang masih tersenyum karena terpesona dengan senyuman Levin.


"Sawah kali diarin." sahut Alan dengan nada kesal.


Denis dan Risa saling menatap lalu mereka tersenyum.


"Lihat mereka, sekarang sudah seperti Tom and Jerry." kata Risa sambil menggelengkan kepalanya.


"Lihat saja lama-lama mereka bucin, lalu Alan menjadi bodoh sepertimu Suamiku." bisik Risa ditelinga Denis.


Risa tertawa, sedangkan Denis mencubit hidung Risa dengan pelan.


"Ayo pulang sekarang." ajak Denis.


"Ris, Kamu pulang duluan saja Aku sedang menunggu jemputan." kata Ayumi.


"Kamu ikut dengan Kita saja Yum." kata Denis.


"Iya Yum, ayo." rengkek Risa.


Akhirnya mereka berempat langsung masuk kedalam mobil, kini Denis dan Risa duduk dibelakang, sedangkan Alan dan Ayumi duduk didepan.


"Sayang, Kita jangan langsung pulang ya." pinta Risa dengan begitu manja.


Denis melihat kearah Risa, lalu bertanya pada Risa.


"Memangnya Kamu mau kemana?" tanya Denis.


"Aku mau nonton bareng berempat." kata Risa, yang sebenarnya ingin mendekatkan Ayumi dan Alan.


Alan dan Denis langsung setuju, sedangkan Ayumi masih berpikir.


"Yum, ayolah." rengek Risa.


"Haruskah nonton berempat, Risa enak dengan suaminya lalu Aku harus gitu dengan laki-laki menyebalkan ini?" gumam Ayumi.


"Tapi Risa...." jawaban Ayumi terpotong karena Risa.


"Tidak ada kata tapi Yum." Risa memaksa Ayumi.


"Baik-baiklah ayo Kita pergi nonton." akhirnya Ayumi setuju.


Bersambung πŸ™πŸ˜Š


Jangan lupa Like, Komen, Vote, dan Rate,


Author membuat cerita ini hanya sesuai dengan pemikiran Author saja ya, maaf jika tidak bagus, membosankan, dan masih banyak kekurangan lainnyaπŸ™ Author disini hanya berusaha yang terbaik agar semua pembaca puas πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


__ADS_2