Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
157.Nengokin sih Ucil.


__ADS_3

"Asik malam ini dapat jatah dari Istri." gumam Denis dengan senyum penuh kemenangan.


Risa baru saja keluar dari kamar mandi, lalu langsung menuju ke lemari untuk berganti dengan baju tidur. Denis yang melihat Risa sedang memilih baju tidur langsung menghampiri Risa.


"Sayang, biar Aku saja yang memilih baju tidur untukmu malam ini." kata Denis yang langsung memilihkan baju tidur untuk Risa.


Risa hanya berdiri sambil menunggu Denis memilihkan baju tidur untuk dirinya.


"Pasti Dia akan memilihkan baju tidur yang begitu sexy." gumam Risa yang memang tahu seperti apa otak suaminya.


"Sayang pakailah ini." kata Denis sambil menyerahkan baju tidur warna biru dongker yang begitu sexy bahkan bagian dadanya juga agak terbuka.


Risa hanya menggelengkan kepalanya, tanpa melakukan protes, lalu Risa langsung memakai baju tidur yang dipilihkan oleh Denis.


"Kamu tunggulah diatas ranjang! Aku mau mandi dulu." kata Denis yang langsung berlalu menuju ke kamar mandi.


Setelah selesai berganti baju, Risa langsung menuju ke ranjang tempat tidurnya kini Risa sudah duduk ditengah-tengah ranjang tempat tidurnya.


"Sayang, Kamu kok tidak bikin Mama mual sih, biar Papa tidak jadi menggarap Mama malam ini." gumam Risa, yang tidak merasakan mual dari tadi.


Setelah memeluk Denis tadi, Risa belum merasakan mual sama sekali. mungkin karena Baby juga pingin disiram kali sama cairan hangat Papanya.


Denis baru saja keluar dari kamar mandi, lalu Denis langsung berganti pakaian dengan pakaian tidur. setelah selesai Denis langsung menghampiri Risa.


"Sayang, Kamu sudah siap untuk main manja-manjaan denganku? Adek kecilku sudah tidak sabar." bisik Denis ditelinga Risa.


Risa merasakan geli dibagian telinganya karena Denis mulai m**c*umi telinganya, bahkan m*ng*g*t telinga Risa dengan pelan.


"Sayang geli...." keluh Risa.


"Pemanasan dulu, kan Aku mau menyiram sih Ucil biar makin subur." jawab Denis dengan nada menggoda.


Setelah selesai dengan telinga Risa, Denis langsung menghadapkan wajahnya Risa agar menghadap pada dirinya.


"Cup...." Denis langsung mendaratkan b*b*rnya dib*b*r Risa, lalu dengan pelan meng*g*t b*b*r Risa agar Risa membuka mulutnya.


Kini keduanya saling perang lidah dengan begitu panas, Denis mengarahkan b*b*rnya kebagian lainnya, kini Denis langsung membuka b**u Risa lalu langsung membuangnya kesembarang tempat, lalu Denis membenamkan wajahnya ditengah-tengah g***ng kembar Risa.


Denis juga mulai melepaskan b**u dan c**ananya lalu membuangnya kesembarang tempat.


"Emmmhh..." desah Risa karena ulah suaminya.


Denis langsung mendorong tubuh Risa lalu menindihnya, kini Denis sibuk dengan aksinya.


"Sayang, nanti m*s*kinnya pelan-pelan ya Aku tidak mau sih Ucil kita sampai kenapa-kenapa." kata Risa dengan suara pelan.


Denis memberhentikan aksinya, lalu menjawab perkataan dari Risa.

__ADS_1


"Iya, Aku akan melakukannya dengan baik agar tidak membuatmu merasakan sakit dan tidak akan membiarkan sih Ucil kenapa-kenapa." jawab Denis sambil membelai pipi Risa.


Risa tersenyum pada Denis.


"Sayang, Papamu mau menengokmu! jangan bikin Mama mual ya Nak! Mama juga kangen disiram sama cairan hangat Papa Kamu." Gumam Risa yang ternyata juga merindukan siraman cairan hangat dari Denis.


Denis langsung melanjutkan aksinya, sampai Denis benar-benar tidak tahan, dan akhirnya langsung m**asukkan m*l*knya kedalam milik Risa.


Risa hanya menginikmati permainan suaminya.


Denis langsung meng**ntak-h**takan m*l*knya ke dalam m*l*k Risa, kali ini Denis melakukannya dengan begitu hati-hati karena takut sih Ucil kenapa-kenapa.


Setelah puas dengan permainannya dan merasakan puas, Denis langsung meng**uarkan c*ir*n hangatnya di dalam rahim Risa.


"Akhirnya lega sekali sayang." kata Denis yang langsung meng**uarkan m*l*knya dari dalam m*l*k Risa.


Denis langsung menjatuhkan tubuhnya disamping Risa, lalu mengelus-elus perut Risa yang masih terlihat rata.


"Sih Ucil, sehat-sehat ya di dalam perut Mama, Papa tadi sudah menengokmu dan menyiramimu biar subur." kata Denis sambil mengelus-elus perut Risa.


Risa hanya terdiam sambil tersenyum.


"Dasar Denis, memangnya Anaknya ini tanaman disiram biar subur." gumam Risa.


"Kita tidur sayang!" ajak Risa.


"Boleh, mumpung sih Ucil nya lagi mau dan tidak mual lagi dekat-dekat dengan Papanya." jawab Risa yang langsung membenamkan wajahnya kedalam dada bidang Denis.


Risa langsung membalas pelukan dari Risa, malam ini Denis bahagia sekali, karena bisa tidur memeluk istrinya dan tidak harus jaga jarak lagi dari Risa.


Jam baru menunjukkan pukul 9 malam, Alan juga masih ditempat Ayumi.


Ayumi dan Alan sedang duduk di teras depan, tiba-tiba Mama Renita pulang dari acara arisan, lalu Mama Renita langsung menghampiri Alan dan Ayumi.


"Yumi, ini siapa Nak?" tanya Mama Renita yang memang belum mengenal Alan.


"Ini Alan Ma." jawab Ayumi.


Alan langsung bangun dari tempat duduknya, lalu langsung menyalami tangan Mama Renita dengan begitu sopan.


"Kenalkan Tante, nama Saya Alan." Alan memperkenalkan dirinya pada Mama Renita atau Mamanya Ayumi. Alan langsung menyalami tangan Mama Renita lalu mencium punggung tangan Mama Renita.


"Iya Nak, kenalkan Tante Renita, Mamanya Ayumi." jawab Mama Renita dengan diiringi senyum manisnya.


Mama Renita itu orang yang baik dan tidak pernah mengatur Ayumi mau berteman atau pacaran dengan siapa saja, asal itu membuat Ayumi menjadi sosok yang baik ya Mama Renita tidak akan menentangnya.


"Kenapa tidak disuruh masuk sih Yum." omel Mama Renita pada Ayumi.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Tante diluar saja." jawab Alan.


"Jika di dalam hanya berduaan takutnya hilaf." gumam Alan.


"Ayo masuk saja Nak." Mama Renita menyuruh Alan masuk ke dalam rumahnya.


"Terimakasih Tante, lain kali saja! soalnya sudah malam." jawab Alan dengan sopan.


Ayumi hanya menahan tawanya dalam hati, Ayumi tahu pasti malam ini Alan merasakan begitu deg deggan apalagi tidak sengaja bertemu dengan Mamanya.


"Mukamu sangat lucu." gumam Ayumi yang melihat muka Alan berubah menjadi begitu polos.


"Ayumi, Tante Renita, Alan pulang dulu ya." Alan berpamitan pada Ayumi dan Mama Renita.


"Iya Al, Kamu hati-hati dijalan." jawab Ayumi sambil tersenyum pada Alan.


"Iya Nak Alan, hati-hati dijalan ya." jawab Mama Renita dengan begitu lembut.


"Tidak bisanya Ayumi mengajak teman laki-lakinya main kerumah, apa jangan-jangan Dia pacar Ayumi ya? kalau Dia benar pacar Ayumi nanti setelah lulus kuliah Ayumi biar nikah sajalah." gumam Mama Renita.


sebelum pergi Alan, menyalami punggung tangan Mama Renita lalu menciumnya.


Mama Renita dan Ayumi terus melihat mobil Alan hingga mobil Alan tidak terlihat, setelah mobil Alan tidak terlihat Ayumi dan Mama Renita langsung masuk ke dalam rumahnya.


Di dalam mobil.


Alan terus melajukan mobilnya menuju kerumahnya.


"Ternyata Mamanya Ayumi sangat berbeda dengan Mamanya Syahfiya." gumam Alan.


Kembali ke Mama Renita dan Ayumi.


Mama Renita dan Ayumi, kini mereka sedang duduk diruang tengah, karena Mama Renita penasaran Alan itu sebenarnya siapanya Ayumi? Akhirnya Mama Renita bertanya pada Ayumi.


"Yum, laki-laki tampan tadi siapa?" tanya Mama Renita ingin tahu.


Ayumi hanya tersenyum.


"Apa Aku harus memberi tahu Alan itu adalah pacarku? pasti Mama akan segera menyuruhku menikah nanti, tapi itu lebih bagus sih." guman Ayumi sambil senyum-senyum sendiri.


"Yum kok malah senyum-senyum sendiri?" tanya Mama Renita lagi.


"Ehh iya Ma, Dia adalah....."


Bersambung πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


__ADS_2