
"Hari ini aku sudah lelah menuruti semua keinginanku istriku dan aku mau meminta bayaranku." Kata Denis dengan senyum jailnya.
"Bayaran apa?" Tanya Risa bingung.
"Aku ingin kamu membayarku dengan tubuhmu." Goda Denis dengan sengaja.
"Kamu sama istri kok gitu." Tolak Risa dengan kesal.
"Baiklah bukan bayaran tapi aku ingin meminta hakku sebagai suami, Malam ini aku membuat kamu merasakan kenikmatan dan anggap saja ini adalah hadiah ulang tahun tambahan dariku." Dengan nada jail Denis terus menggoda istrinya.
Denis mengambil tangan Risa dan mengarahkan ke miliknya.
"Pegang sayang, Dia butuh sentuhan agar tidak terus nakal." Pinta Denis yang menaruh tangan Risa tepat dibagian miliknya.
Risa merasakan ada benda di dalam sarangnya yang menonjol, Risa menyentuhnya dengan pelan membuat Denis tersenyum mesum, Dan langsung menindih tubuh Risa.
Denis sudah menindih tubuh Risa dengan menahan tubuhnya dengan kedua tangannya agar tidak sampai menyentuh perut buncit Risa, Dengan tatapan mesum Denis mendaratkan bibirnya dibibir Risa.
Denis terus mel*mat bibir Risa dengan lembut, Risa yang tadinya menolak sekarang mulai mengimbangi permainan sang suami.
Ciuman mereka semakin panas, Denis membuka kancing baju Risa dan beralih ke gunung kembar Risa, Denis membenamkan wajahnya ditengah-tengah gunung kembar Risa.
Setelah membuka baju Risa Denis membuangnya kesembarang tempat, Denis menggagalkan semua dalaman milik Risa kini Risa sudah polos tanpa sehelai benang.
Denis kembali bermain-main dengan gunung kembar Risa, Kecup demi kecupan Denis berikan hingga meninggalkan bekas merah.
Sesekali Denis mer*mas gunung kembar milik Risa, Denis meng*lum benda kenyal milik Risa membuat Risa kelimpungan dan terus mengeluarkan desahan dan erangan dari mulutnya.
"Emmhh ahh..."
"Ahhh....,Terus mendesah sayang, Panggil namaku!" Pinta Denis yang juga ikut mendesah karena kenikmatan yang dirinya rasakan.
Denis terus menciumi tubuh Risa dan memberikan banyak tanda merah, Risa terus kelimpungan karena merasa kuwalahan mengimbangi permainan sang suami.
Denis pelan-pelan membuka sl*kangan milik Risa dan membenamkan wajahnya ditengah-tengahnya, Dengan lembut Denis menj*lati milik dan sesekali meng*lumnya, Membuat Risa semakin kelimpungan dan terus mengeluarkan desahan dan erangan dari mulutnya.
Setelah beberapa lama Denis mengarahkan benda tumpul miliknya, Dan dengan pelan memasukkan kedalam lubang kenikmatan milik sang istri.
"Ahhh..eemm..." Desahan demi desahan keluar dari mulut keduanya.
Denis terus mengeluar masukan miliknya, Hingga keduanya sama-sama mencapai puncaknya, Denis langsung mencabut miliknya dari lubang milik Risa dan mengeluarkan semua cairan hangatnya diatas perut Risa.
"Ahh lega sekali." Batin Denis dan langsung menjatuhkan tubuhnya disamping Risa.
Denis menarik Risa kedalam pelukannya dan menggesek-gesekan miliknya dengan milik Risa, Risa hanya membiarkannya saja dan langsung memejamkan matanya tanpa mandi terlebih dahulu.
__ADS_1
Malam ini Denis benar-benar puas karena sudah meminta bayaran dari istrinya, Sebenarnya Denis hanya menggoda Risa dan buat Denis ini semua bukan bayaran, Tapi ini bukti cinta keduanya,
Matahari sudah terbit dan mulai menembus jendela kamar Denis dan Risa, Merasakan sorot matahari menyinari matanya Risa pelan-pelan membuka matanya.
"Jam berapa sekarang?" Tanya Risa sambil menguap.
"Sudah jam 7." Jawab Denis yang ternyata bangun lebih dulu, Dan sudah berpakaian rapi karena mau berangkat ke kantor.
Risa tersenyum simpul, Denis menghampiri Risa dan mengacak-acak rambut Risa.
"Tidurlah jika masih lelah! Ingat jangan kecapean ya." Pinta Denis dengan tegas.
"Kamu yang membuatku capek," Jawab Risa yang membuat Denis langsung memeluknya dan memberikan banyak ciuman dipagi hari.
"Maafkan aku istriku, Sekarang kamu istirahat saja dan jangan kemana-mana, Nanti setelah mandi juga kembalilah berbaring ke tempat tidur dan satu lagi sarapan kamu sudah aku siapkan." Dengan bawel Denis memberi peringatan pada sang istri, Denis menujukan sarapan pagi Risa yang sudah disiapkan diatas nakas mejanya.
"Iya iya saumiku, Terimakasih." Risa mengucapkan terimakasih dan langsung memeluk Denis, Denis juga membalas pelukan dari Risa.
"Dia adalah suami terbaiku." Batin Risa.
Hari ini Denis sengaja bangun lebih dulu, Denis menyiapkan sarapan dan setelah menyiapkan sarapan Denis pergi mandi untuk bersiap-siap berangkat ke kantor.
Denis sengaja tidak membangunkan Risa, Karena kelihatannya lelah sekali jadi Denis membiarkan Risa tidur sampai siang.
"Sama-sama istriku, Aku berangkat kerja dulu ya! Oh iya Alya tadi pamit pergi sama Panji tapi aku tidak tahu mereka pergi kemana?" Denis berpamitan pada Risa dan memberitahu Risa kalau Alya sudah pergi dari tadi pagi jam setengah 7.
"Mungkin mereka ada urusan yang harus diurus, Ya sudah kamu hati-hati berangkat kerjanya jangan pulang kemalaman ya!" Jawab Risa yang langsung mencium tangan suaminya sebelum suaminya berangkat kerja.
Setelah berpamitan dengan istrinya Denis keluar dari kamarnya dan langsung pergi menuju ke kantornya, Sedangkan Risa kembali membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur Karena masih terasa lelah sekali dan badannya juga pada sakit.
Bagaimana tidak sakit, Selain permainan Denis yang begitu hebat diatas ranjang Denis juga suka berulang kali sampai Risa benar-benar lemas baru Denis mau berhenti.
Sesampainya dikantor, Denis langsung masuk keruangan kerjanya, Kini Denis sedang sibuk dengan laptopnya.
"Tok..tok.." Suara ketukan pintu.
"Masuklah." Sahut Denis dari dalam ruangan.
"Ceklek." Suara gagang pintu.
"Alan, Ada apa?" Tanya Denis melihat Alan yang datang.
"Ini berkas yang harus Tuan tandatangani!" Jawab Alan kali ini sebagai bawahan Denis jadi Alan memanggil Denis dengan sebutan Tuan.
"Taruhlah diatas meja, Oh iya nanti ini tolong kerjakan ya siang ini harus sudah selesai." Kata Denis sambil menyodorkan map yang berisi berkas kepada Alan.
__ADS_1
Alan terdiam, Denis manatap Alan dengan tatapan bingung.
"Kamu kenap? Apa ada masalah?" Tanya Denis dengan pelan.
"Emm saya siang ini mau minta izin pada Tuan," Jawab Alan dengan pelan.
Denis menganggukan kepalanya tandanya mengerti, Denis menaruh kembali berkas tersebut diatas meja.
"Katakan kamu mau izin untuk apa?" Tanya Denis dengan tegas, Membuat Alan kaget.
"Dasar b*doh mengangetkan saja." Batin Alan.
"Hari ini saya ada janjian dengan butik untuk fitting baju pengantin, Jadi saya mau minta izin pada Tuan siang ini jam 11 aku pergi ke butik dulu." Jelas Alan dengan serius.
Denis tersenyum dan langsung bangun dari tempat duduknya, Denis menghampiri Alan lalu menepuk pundaknya dengan kasar.
"Sakit b*doh." Dalam hati Alan.
"Dasar b*doh, Ya sudah berkas ini biar aku kerjakan sendiri." Jawab Denis dengan ledekan, Tapi Alan tidak marah Alan malah tersenyum senang.
"Bos tidak ada ahklak." Batin Alan.
"Pergilah, Apa perlu aku bayarkan gaun pengantinnya?" Jawab Denis yang langsung mengeluarkan kartu ATM dari dompetnya dan memberikan kartu ATM pada Alan.
Alan memberikan kartu ATM Denis kembali pada Denis.
"Untuk urusan gaun pengantin, Aku mau pake uang sendiri, Kamu cukup biaya repsesi saja." Kata Alan sambil cengar-cengir, Membuat Denis geleng-geleng kepala.
"Baiklah, Lagian uang gajianmu tidak akan habis Kalau hanya untuk membeli gaun pengantin untuk mempelai wanitamu." Canda Denis dengan tawanya yang sudah lepas.
Dengan perasaan senang Alan keluar dari ruangan Denis, Iya hari ini Alan mau fitting baju pengantin dengan Ayumi.
Denis tersenyum senang, Akhirnya sahabatnya akan menikah.
"Aku kira kamu bakalan menjomblo selama gara-gara masalalumu dan akhirnya kamu menemukan cinta sejatimu." Gumam Denis.
"Bahagialah sahabatku!!" Doa Denis untuk Alan Mahendra.
Jam menunjukkan pukul 11 Alan langsung pergi menuju kerumah Ayumi untuk menjemput Ayumi, Setelah menjemput Ayumi, Mereka langsung menuju ke butik untuk fitting baju pengantin.
Sesampainya dibutik, Alan dan Ayumi melihat sosok yang tidak asing.
Ntah itu siapa?
BERSAMBUNG π
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia π
Maaf ya baru sempat up, Dari tadi sibuk banget π