Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
66. Gadis mesum.


__ADS_3

Risa mengatungkan jawabannya membuat Panji semakin penasaran.


"Risa..!!" Panggil Panji.


"Iya Pan, laki-laki itu bukan siapa-siapa kok" jawab Risa, untuk saat ini Risa belum bisa jujur dengan Panji.


"Tapi sepertinya Dia cemburu sekali waktu itu?" Panji yang mulai curiga.


"Itu hanya perasaanmu saja, Pan" jawab Risa.


Dikantor Denis.


Denis sudah pulang dari tadi dan kini sedang berjalan menuju ke kampus Risa, untuk menjemput Risa dikampusnya.


Kembali ke Risa dan Panji.


"Pan, sudah jam segini Aku duluan ya" pamit Risa, agar Panji tidak terus bertanya tentang Denis.


"Aku antar pulang ya" Panji menawarkan.


"Tidak usah, sebentar lagi supirku menjemputku" jawab Risa yang kembali berbohong, padahal yang menjemput Risa adalah Denis.


"Ya sudah Aku duluan ya" pamit Panji, yang langsung berjalan pergi meninggalkan Risa.


Risa langsung melangkahkan kakinya keluar dari kampus, menuju gerbang depan dan ternyata Denis sudah menunggunya.


"Manusia menyebalkan itu sudah datang" keluh Risa, yang langsung berlari menuju mobil Denis.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya Denis sampai di depan kampus Risa.


"Kemana, gadis bodoh itu? apa jangan-jangan malah asik pacaran dengan laki-laki brengsek itu?" ucap Denis, yang belum melihat Risa keluar dari kampusnya.


Tiba-tiba Risa mengetuk pintu mobil Denis.


Denis,langsung membuka pintu mobilnya Risa juga langsung masuk kedalam mobil, sekarang Risa sudah duduk di jok depan sebelah Denis.


"Kenapa lama sekali" omel Denis.


"Maaf, tadi ada urusan" jawab Risa.


"Kamu menemui laki-laki brengsek itu?" tanya Denis, dengan tatapan mata yang begitu tajam.


"Ti..dak" jawab Risa terbata-bata, karena takut melihat tatapan mata Denis..


"Awas saja, jika kamu sampai menemui laki-laki brengsek itu. Akan aku cabik-cabik nanti Kalau sudah dirumah" ancam Denis, agar Risa tidak bertemu dengan Panji.


"Aku tidak takut" Risa melawan dengan ancaman Denis.

__ADS_1


"Pakailah sambuk pengamanmu" pinta Denis, yang sudah merasa kesal.


Risa langsung memakaikan sambuk pengaman tersebut pada tubuhnya, Denis langsung melajukan mobilnya menuju rumah.


Dirumah Denis dan Risa.


Risa merebahkan dirinya diatas sofa.


"Lelah sekali" keluh Risa.


"Ris..!"


"Iya Den?" jawab Risa, sambil memejamkan matanya.


"Sebentar ada telpon" ucap Denis, yang langsung menjauh dari tempat Risa duduk untuk mengangkat telpon.


Alan menelepon.


"Tuan Denis, besok malam ada pertemuan dengan para rekan bisnis dan diharuskan membawa pasangan kita" ucap Alan, yang memberi taukan pada Denis.


"Baiklah, terimakasih" jawab Denis.


"Kamu ikut?" tanya Denis.


"Tidak Tuan, saya tidak punya pasangan soalnya" jelas Alan, yang memang menyandang status jomblo.


Denis kembali menghampiri Risa yang masih duduk disofa.


"Telpon dari siapa?" tanya Risa, ingin tau.


"Alan, katanya ada acara kantor besok malam" jelas Denis.


"Oh gitu, Aku ke kamar dulu ya mau mandi" pamit Risa, yang langsung bangun dari tempat duduknya dan segera menuju ke kamar mandi.


Denis terdiam sambil berpikir.


"Untuk acara besok malam, Aku harus mengajak siapa ya? Maya atau Risa. Tapi biar bagaimanapun Risa adalah istri sah Aku, jika Aku mengajak Maya aku juga takutnya banyak media yang datang untuk meliput" gumam Denis.


"Baiklah Aku ajak Risa saja" Gumam Denis lagi, biar bagaiamanapun Risa adalah istri sah.


Denis langsung menuju ke kamar, Dan sekarang Denis sudah duduk ditepi ranjang sambil menunggu Risa.


setelah beberapa lama akhirnya Risa, keluar dari kamar mandi.


"Risa!!" panggil Denis.


"Denis, kapan kamu datang?" tanya Risa karena merasa kaget.

__ADS_1


"Dasar, sudah seperti jalangkung saja datang tidak diundang pulang juga tidak dianterin" Gumam Risa.


"Risa, besok malam ikutlah denganku menghadiri acara kantor" pinta Denis.


Risa terkejut, karena selama pernikahannya yang sudah hampir dua bulan ini pertama kalinya Denis mengajak ke acara kantor.


"Baiklah, jam berapa?" tanya Risa.


"Jam 8 malam kita sudah sampai tempat acara" jelas Denis.


Risa berganti pakaian tidur, kini Risa sudah menuju ranjang tempat tidurnya untuk segera tidur.


"Mandi sana!!" Suruh Risa.


"Mandiin dong!!" ledek Denis.


"Minta dimandiin Maya saja" kesal Risa.


Denis langsung melepaskan jasnya Dan kini langsung mendekatkan dirinya ke Risa.


"Kamu mau Apa?" tanya Risa, yang pikirannya sudah kemana-mana.


"Den, menjauhlah dariku" teriak Risa.


Denis hanya tersenyum penuh kemenangan.


"Berisik sekali kamu Ris, Apa yang kamu pikirkan? Aku hanya ingin mengambil ini dinakas yang berada didekatmu saja" jelas Denis, yang kini sudah tertawa penuh kemenangan.


"Malu sekali Aku, Aku kira Denis mau melakukan sesuatu padaku" kesal Risa.


Risa tersenyum malu pada Denis.


"Apa kamu sedang berpikiran mesum?" goda Denis, dengan penuh kejailan.


"Ti.. tidak" jawab Risa terbata-bata.


"Lagian Aku tidak mungkin bilang, Apa yang dipikirkan oleh Denis itu benar."


"Itu kamu menjawabnya terbata-bata, dasar gadis mesum" ledek Denis, kini muka Risa sudah merah seperti udang rebus.


"Den...isss!!" teriak Risa, sambil mencubit lengan Denis.


"Gadis mesum, gadis mesum" ledek Denis, yang sangat senang melihat Risa begitu malu dan pipinya sudah seperti udang rebus.


Sampai akhirnya mereka asik perang bantal diatas ranjang.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2