Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
238.Semuanya hidup bahagia.


__ADS_3

Hari demi hari ganti, bulan demi bulan juga telah berlalu acara tujuh bulanan Ayumi dan Alya juga di gelar dihari yang sama dan tempat yang sama.


.


.


Ayumi dan Alya juga melahirkan anak-anak mereka dirumah sakit yang sama, tanggal kelahiran anak-anak mereka juga sama.


Denis, Risa dan Danis juga datang menjenguk keduanya dirumah sakit, mereka membawa kado untuk anak Alan dan Ayumi dan juga membawa kado untuk anak Alya dan Panji.


Ayumi melahirkan anak laki-laki yang begitu tampan mirip dengan Alan, yang diberi nama Dafa Mahendra.


Sedangkan Alya melahirkan anak perempuan yang begitu cantik mirip dengan Alya, yang diberi nama Aqila Maharani.


.


.


.


2 tahun telah berlalu.


Keluar kecil Alya dan Panji.


Alya dan Panji hidup bahagia dengan dengan istri dan anaknya yang sudah berusia 2 tahun, kini Alya dan Panji sedang berada disebuah taman sambil melihat putri kecil mereka yang sedang bermain.


"Sayang, lihat anak kita sekarang dia sudah bisa bermain sendiri." Kata Panji dengan tatapan penuh kebahagiaan.


"Iya Qila sangat lucu dan cantik mirip seperti mamanya." Jawab Alya dengan senyum bahagia disudut bibirnya.


"Ingat ya mata dan hidung Qila lebih mirip denganku." Bantah Panji dengan tatapan manja, membuat Alya menatapnya dengan tatapan kesal.


"Iyalah kamu kan bapaknya." Tegas Alya.


Hari semakin sore, Alya dan Panji segera pulang kerumah.


Sesampainya dirumah, Alya dan Panji langsung masuk ke dalam kamar mereka karena Qila anak mereka juga tertidur mungkin karena kelelahan bermain tadi.


Alya membaring Qila ditempat tidurnya, lalu Alya memperhatikan wajah cantik anaknya dengan tatapan penuh kasih sayang.


"Sayang...." Panji memeluk Alya dari belakang.


"Kenapa?" Tanya Alya dengan nada lembut.


"Apa kamu bahagia menikah denganku?" Tanya Panji sambil mencium rambut panjang Alya.


Alya membenarkan posisinya menghadap ke wajah panji, Alya memegang kedua pipi Panji.


"Tentu saja aku bahagia suamiku," Alya tersenyum simpul membuat Panji menatap Alya dengan tatapan gemas.


Panji memegang kedua pipi Alya, dan langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Alya.


"Cup....." mereka berdua saling berciuman.


Pada akhirnya keluarga Panji dan Alya hidup bahagia dengan satu anak perempuannya yang diberi nama Aqila Maharani.


.


.


Keluarga Alan dan Ayumi.


Alan dan Ayumi juga menjalani rumah tangga mereka dengan penuh kebahagiaan, apalagi dengan hadirnya putra kecil mereka sungguh itu membuat kebahagiaan mereka semakin bertambah lengkap.


Ayumi sedang duduk di atas ranjang tempat tidurnya sambil bermain dengan anaknya.


"Anak mama tangkap ini!" Ayumi melempar bola kecil kepada Dafa.

__ADS_1


Dafa terus tertawa membuat Ayumi tersenyum bahagia.


"Tidak terasa nak, seperti mama belum lama melahirkanmu tapi sekarang kamu sudah bisa bermain sendiri." Batin Ayumi dalam hatinya.


Alan yang baru saja keluar dari kamar mandi, tersenyum melihat anak dan istrinya sangat bahagia.


"Bahagia sekali melihat istri dan anakku begitu bahagia." Alan berjalan menghampiri Ayumi.


"Kamu sudah selesai mandi?" Tanya Ayumi dengan nada lembut.


"Apa kamu berharap aku mandinya lama? Biar kamu bisa puas bermain dengan anak kita." Goda Alan dengan tatapan jailnya.


"Tentu saja tidak!" Bantah Ayumi dengan nada lembut.


Dafa turun dari ranjang tempat tidur dan berjalan ntah Dafa itu mau kemana? Sekarang Dafa sedang asik bermain dan mengoceh sendiri tidak jelas.


Ayumi dan Alan saling melempar senyum bahagia mereka.


"Lihat anak kita dia." Kata Ayumi.


"Dia sedang asik bermain, bagaimana kalau kita buatkan adik untuk Dafa." Alan menatap Ayumi dengan tatapan mesum.


Alan mendekatkan wajahnya ke wajah Ayumi, Alan hendak mencium bibir mungil Ayumi tapi dengan cepat Ayumi menahannya.


"Ada anak kita." Cegah Ayumi.


"Dia tidak akan tahu." Jawab Alan sambil senyam-senyum.


Ayumi tidak mengerti lagi dengan pemikiran sang suami, akhirnya Ayumi turun dari ranjang tempat tidurnya dan berjalan menuju ke tempat anaknya bermain.


"Dasar malah ditinggalin." Batin Alan dalam hatinya.


Alan juga turun dari ranjang tempat tidurnya dan menghampiri anak dan istrinya.


"Apa kamu bahagia istriku?" Tanya Alan dengan nada lembut.


"Kamu bahagia menikah denganku?" Tanya Alan dengan sorot mata penuh arti.


Ayumi memegang lengan tangan Alan, lalu menyandarkan kepalanya di bahu Alan.


"Iya aku bahagia." Jawab Ayumi.


Alan tersenyum mendengar jawaban sang istri, Alan membenarkan posisinya lalu memangku Dafa kini Dafa berada ditengah-tengah mereka. Ayumi dan Alan sama-sama mencium pipi Dafa dengan penuh kasih sayang.


Pada akhirnya Alan dan Ayumi juga bahagia dengan keluarga kecil mereka. Mereka dikaruniai satu anak laki-laki yang diberi nama Dafa Mahendra.


.


.


Keluarga Denis dan Risa.


Denis dan Risa masih sering berdebat gara-gara anak mereka, bahkan mereka kadang sampai diam-diaman karena masalah anak.


Risa sedang memasak di dapur, Denis sedang jagain Danis bermain tapi lagi-lagi Denis sibuk dengan ponselnya. Apalagi kalau bukan main game kesukaannya.


"Mama, mobil-mobilan Danis mana?" Tanya Danis dengan suara yang begitu imut.


"Tanya papamu nak, mama sedang memasak!" Jawab Risa yang sedang sibuk di dapur.


Bukannya bertanya pada sang papa, Danis malah menangis sampai tersedu-sedu.


"Anak mama kenapa?" Tanya Risa pada Danis, tapi Danis mengeluarkan tangisannya lebih kencang, membuat Risa tidak konsen memasak.


"Suamiku, itu lihat anaknya nangis kenapa?" Pinta Risa, tapi Denis tidak menjawab dan terus asik dengan permainan gamenya.


"Suamiku?" Panggil Risa agak kesal.

__ADS_1


"Kemana sih Denis!!" Risa mematikan kompornya dan segara berjalan menuju anaknya, untuk menanyakannya.


Sambil berjalan Risa menatap Denis dengan tatapan begitu kesal.


"Sibuk dengan ponselnya,pasti sedang main game lagi." Batin Ris dalam hatinya.


"Sayang, kenapa kamu menangis?" Risa berusaha menenangkan sang anak, sampai anaknya berhenti menangis.


Akhirnya anaknya berhenti menangis, Risa berjalan menuju ke sofa tempat Denis duduk. Lalu Risa duduk dengan kasar di sebelah Denis.


"Terus saja main game! Anak nangis tidak dipedulikan," Risa menatap Denis dengan agak marah.


Dengan cepat Denis langsung menaruh ponselnya dalam saku celananya. Denis menatap Risa dengan tatapan merasa bersalah karena tidak menjaga anaknya dengan baik.


"Maaf istriku, tadi..." kata-kata Denis terpotong.


"Sudahlah jangan minta maaf terus, percuma pasti kamu akan melakukan kesalahan yang sama lagi." Sambung Risa.


Berulang kali Denis mengulangi kesalahan yang sama, setiap kali disuruh menjaga anaknya pasti Denis lalai dan malah asik main game. Risa yang sudah paham akan suaminya seperti apa? Jadi Risa tidak mau mengurusinya atau mereka akan berdebat gara-gara masalah sepele.


Risa mengendong Danis masuk ke dalam kamar dan Denis mengekor dibelakang Risa seperti kucing.


Kebiasaan Denis yang suka mengekor dibelakang Risa, itu tidak hilang sampai sekarang.


Risa membaringkan Danis diatas kasur, karena ternyata Danis tidur mungkin tadi Danis menangis karena merasa sangat mengantuk.


"Kamu tidak jadi masak?" Tanya Denis dengan nada lembut.


"Tidak, lagian kamu disuruh jagain anak malah asik main game." Jawab Risa.


Denis mencium pipi Risa dengan lembut, lalu memeluk tubuh mungil Risa.


"Istriku maafkan aku kalau aku sering lalai kalau jagain anak kita." Denis mencium kening Risa dengan hangat.


"Iya tidak apa-apa, lagian kan kesalahan itu sudah biasa kamu lakukan." Risa tertawa kecil dipelukan sang suami.


Denis mengacak-acak rambut Risa dengan tangan kekarnya.


"Clarissa...?" Panggil Denis.


"Iya kenapa?" Tanya Risa.


"Kamu bahagia dengan pernikahan kita yang di jodohkan karena hutang?" Tanya Denis.


"Aku bahagia, mungkin awalnya aku merasa tidak bahagia bahkan aku kadang ingin lari dari pernikahan ini.Tapi takdir berkata lain mungkin karena kita jodoh jadi apapun yang membuat aku ingin pergi, pada akhirnya aku kembali ke sisimu lagi." Jawab Risa yang terus memeluk tubuh kekar sang suami.


"Maafkan kesalahanku di masalalu istriku." Denis menghujani wajah cantik Risa dengan banyak ciuman.


Denis sadar kesalahan Denis dimasa lalu pada istrinya begitu besar.


"Cup...." Denis mendaratkan bibirnya tepat dibibir Risa, kali ini mereka berciuman sangat mesra.


Pada akhirnya Perjodohan Karena Hutang ini membuat Denis dan Risa saling mencintai satu sama lain. Mungkin awalnya mereka saling menolak tapi yang namanya jodoh itu tidak akan kemana?


Kehidupan Denis dan Risa juga tidak kalah bahagia dari kehidupan, Alya dan Panji, Ayumi dan Alan, Denis dan Risa juga hidup bahagia dengan satu anak laki-lakinya yang diberi nama Danis Putra Kusuma.


TAMAT πŸ™πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊


Author akan lanjutin cerita ini dengan judul Perjodohan Karena Hutang 2 πŸ™πŸ™


Buat yang penasaran dengan cerita Anak-anaknya mereka, nanti bisa ya ikutin ceritanya dibuku baru πŸ™πŸ™


Soalnya novel ini sudah habis kontrak, jadi Author membuat buku baru untuk cerita anak-anak mereka πŸ™πŸ™


Salam sayang dari Author semuanya 😘😊

__ADS_1


__ADS_2