Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
148.Kentang goreng.


__ADS_3

Risa dan Ayumi baru saja keluar dari kampus mereka, melihat Denis dan Alan sudah menunggu mereka, lalu mereka langsung menghampiri Denis dan Alan.


"Suamiku..." sapa Risa pada Denis.


"Sayangku..." sapa Ayumi pada Alan.


"Kalian sudah selesai?" tanya Denis.


"Sudah." jawab Risa dan Ayumi secara bersamaan.


"Baiklah ikutlah dengan Kita!" ajak Alan.


"Kemana?" tanya Ayumi penasaran.


"Nanti kalian akan tahu." sambung Denis.


Denis membuka pintu mobilnya untuk Risa, lalu Alan membukakan pintu untuk Ayumi. kini posisi duduk mereka Risa dan Denis duduk dibelakang sedangkan Ayumi duduk didepan disamping Alan.


Alan melajukan mobilnya, menuju kesebuah restauran untuk makan siang terlebih dahulu.


Setelah beberapa lama, Akhirnya mereka sampai disebuah restauran. kini mereka berempat langsung turun lalu masuk kedalam restauran.


Kini mereka berempat sudah duduk dimeja pelanggan, sambil menunggu pesanan mereka datang.


Setelah makanan mereka datang, mereka langsung menikmati makanan pesanan mereka.


"Den, Aku tidak mau makan ini." kata Risa sambil menggelengkan kepalanya.


"Kenapa? itu tadi Kamu yang memesannya." jawab Denis, sambil melihat kearah Risa.


Alan dan Ayumi saling menatap kearah Risa, lalu Ayumi bertanya pada Risa.


"Kalau Kamu tidak mau, Kamu makan makanan punya Aku saja Ris." Ayumi mencoba menawarkan makannya yang dipesannya.


"Sekertaris Alan, Aku mau kentang goreng pesananmu." kata Risa pada Alan dengan wajah yang menggemaskan.


Denis, menatap kearah Risa dengan tatapan yang begitu bingung.


"Ris, Kamu makan kentang goreng punyaku saja! kenapa harus mau punya Alan." kata Denis dengan raut wajahnya yang begitu kesal.


Risa menggelengang kepalanya, lalu Risa berkata pada Denis.


"Aku maunya kentang goreng milik Sekertaris Alan." rengkek Risa dengan begitu manjanya.


Alan menatap kearah Denis, lalu berkata pada Denis.


"Sudahlah Den! ini cuma kentang goreng, biarkan Risa memakan kentang goreng pesananku." kata Alan pada Denis.


Alan langsung memberikan kentang goreng miliknya pada Risa, raut wajah Risa yang tadinya cemberut sekarang menjadi senang.


"Terimakasih Sekertaris Alan." Risa mengucapkan terimakasih pada Alan.


Denis terus menatap Risa dengan tatapan begitu kesal.


"Apa-apaan Risa ini, padahal Aku juga memesan kentang goreng! tapi malah meminta kentang goreng milik Alan sialan." gumam Denis yang merasa kesal.


Risa langsung memakan kentang goreng milik Alan dengan begitu senang. Denis hanya menggelengkan kepalanya karena tidak percaya istrinya bisa bersikap seperti ini dihadapannya.


"Al, Kita makan berdua saja." kata Ayumi yang menyuapkan burger bekas gigitannya ke mulut Alan.

__ADS_1


Dengan senang Alan menerima suapan dari Ayumi, sekarang Denis hanya memasangkan wajah kesalnya pada Risa dan juga pada Alan.


Setelah selesai makan, Alan berkata pada Denis.


"Ayo Den, katanya mau kencan ganda!" kata Alan pada Denis.


"Tidak jadi, Aku sudah tidak mood." jawab Denis dengan kesal.


Akhirnya mereka tidak pergi kencan ganda, Alan langsung mengantar Ayumi pulang, setelah mengantar Ayumi pulang Alan juga langsung mengantar Risa dan Denis pulang.


Dirumah Denis.


Denis langsung menuju ke kamar, kini Denis berjalan mendahului Risa.


"Sayang, tunggu!" kata Risa.


"Males, sana minta ditunggu sama Alan." jawab Denis.


Risa langsung menarik baju Denis, akhirnya Denis memberhentikan langkah kakinya.


"Apa Kamu sedang cemburu?" ledek Risa.


"Lagian Kamu, aneh-aneh saja masa minta kentang goreng punya Alan padahal Suamimu juga memesan kentang goreng juga." omel Denis pada Risa.


"Udah tahu suami cemburuan, tapi Kamu malah bersikap menyebalkan." gumam Denis.


"Aku juga tidak tahu, tiba-tiba Aku pingin kentang, tapi pinginnya kentang goreng yang dipesen oleh sekretaris Alan." Kata Risa pada Denis.


Denis langsung membuka pintu kamarnya, Risa juga mengikuti Denis masuk kedalam kamarnya.


"Pokoknya Aku kesal padamu." kata Denis.


Akhirnya mereka kini saling diam, namun tiba-tiba Denis meminta Risa membuatkan sayur asem buatannya.


Risa langsung tersenyum, lalu bertanya pada Denis.


"Apa cemburumu sudah hilang?" tanya Risa.


"Tentu saja belum, tapi Aku mau sayur asem buatanmu sekarang Aku tidak mau tahu." jawab Denis sambil melihat kearah Risa.


Akhirnya Risa menuruti apa mau Denis, kini mereka langsung turun kebawah lalu menuju ke dapur.


Risa langsung menyiapkan semuanya, lalu mulai memasak sayur asem yang Denis minta. setelah selesai Risa langsung membawanya ke meja makan.


"Sudah jadi, makanlah." kata Risa.


"Aku maunya disuapin." rengkek Denis.


Akhirnya Risa mengambil sayur asemnya, lalu menaruhnya dimangkok kecil.


"Denis-Denis tadi cemburu, sekarang manja banget." gumam Risa.


Suap demi suap Risa menyuapi Denis, sampai satu mangkok kecil sayur asem habis tanpa sisa.


Risa langsung merapikan semuanya, lalu mencuci mangkok bekas makan Denis.


Setelah selesai makan Risa kembali menghampiri Denis, lalu berkata pada Denis.


"Sayang, kepalaku pusing tiba-tiba pusing." kata Risa pada Denis.

__ADS_1


"Kamu istirahat saja, mungkin Kamu kecapean." jawab Denis.


Denis langsung mengangkat tubuh Risa masuk ke dalam kamarnya, lalu Denis membaringkan Risa diatas ranjang tempat tidurnya.


"Tidurlah, apa mau minum obat dulu?" tanya Denis pada Risa.


"Tidak usah, Aku mau tidur saja sebentar." jawab Risa.


Akhirnya Denis membiarkan Risa tertidur, sedangkan Denis mengambil laptopnya lalu duduk disofa yang ada dikamarnya.


Ponsel Denis berdering, ternyata telpon dari Mama Rasti, Denis langsung mengangkat telpon dari Mama Rasti.


"Hallo Ma." sapa Denis.


"Risa mana Den?" tanya Mama Rasti.


Denis terdiam, lalu bergumam.


"Sekarang kalau telpon yang ditanyain Risa bukannya Anaknya lagi." gumam Denis.


"Risa baru saja tidur Ma, mungkin kecapean baru pulang kuliah." jawab Denis.


"Den, bukankah sebentar lagi Risa lulus kuliah, apakah Risa sudah ada tanda-tanda hamil gitu?" tanya Mama Rasti.


"Belum Ma, padahal Denis sudah berkerja keras membuat Risa hamil, tapi belum ada hasilnya." keluh Denis.


"Dasar payah! pokoknya Kamu harus buat Risa segera hamil! Mama sudah pingin gendong cucu." kata Mama Rasti dengan begitu tegas.


Tanpa mendengarkan jawaban dari Denis, Mama Rasti langsung memutuskan saluran teleponnya.


Mama langsung menaruh ponselnya dengan begitu kasar diatas meja.


"Denis-Denis....... padahal sudah Mama kasih jamu, Papamu juga kasih resep rahasianya tapi Kamu belum juga membuat Istrimu hamil sampai sekarang." kesal Mama sambil menggelengkan kepalanya.


Kembali ke Denis.


"Dasar Mama ngebet banget punya cucu." kata Denis sambil melihat Risa yang sedang tertidur.


Denis terdiam sambil melihat kearah Risa tidur.


"Sayang, kenapa Kamu belum hamil juga sih? padahal Aku selalu mengeluarkan cairan hangatku didalam terus akhir-akhir ini." gumam Denis.


Denis kembali sibuk dengan laptopnya, hingga waktu menunjukkan pukul 7 malam Risa belum juga terbangun.


Setelah selesai dengan urusan laptopnya, Denis langsung pergi mandi, setelah selesai mandi Denis langsung menghampiri Risa yang masih ada ditempat tidurnya, lalu Denis membangunkan Risa.


"Sayang, bangun sudah jam 7 malam." pinta Denis sambil menggoyangkan tubuh Risa.


Risa hanya bergulat, lalu pelan-pelan Risa membuka matanya.


"Aku tidak mau bangun, Aku mau tidur dipeluk sama Kamu sambil cium ketek Kamu." rengkek Risa sambil memasang wajah yang menggemaskan.


Denis hanya terdiam.


"Risa ini sebenernya kenapa?" gumam Denis.


Akhirnya Denis merebahkan tubuhnya disamping Risa, dan benar sekarang Risa kembali tertidur sambil mencium ketek Denis.


"Untung Aku baru saja mandi, jadi ketekku baunya wangi." gumam Denis.

__ADS_1


Bersambung πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2