Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
60. Kenakalan Denis.


__ADS_3

Hari ini Denis akan memberikan hukuman 24 jam buat Risa, namun Denis malah membuat Risa kesal dengan ulahnya.


"Risa, aku mau kamu hari ini menurut denganku!!" suruh Denis, yang sekarang sudah duduk disamping Risa.


"Menyebalkan sekali!!" kesal Risa, yang sebenarnya tidak mau menerima hukuman dari Denis.


Denis dengan penuh kejailannya memberikan Risa berbagai macam hukuman dan jika Risa sampai menolak makan Denis akan mencium bibir Risa.


"Ingat jika kamu menolak hukuman dariku, maka aku akan mencium bibirmu" jail Denis.


"Aku sudah terlalu kecanduan dengan bibir mungil Risa, jadi aku sengaja membuat aturan ini.


"Risa, pijat kakiku sekarang!!" suruh Denis.


"Tapi Den?"


"Tidak boleh protes!!"


Akhirnya Risa memijat kaki Denis dengan begitu kasar.


"Ris, yang benar mijatnya!!" kesal Denis.


"Pijatanmu sungguh tidak enak!!" keluh Denis.


"Sudahlah Ris, kamu tidak perlu melakukan hukumanmu lagi" pinta Denis, yang kini sudah memikirkan ide lain.


Risa dengan senang hati langsung melepaskan tangannya dari tangan Denis.


"Akhirnya" Risa merasa bersyukur.


"Jangan senang dulu" timpal Denis.


"Kamu memang tidak perlu, melakukan hukuman dariku tapi biarkan aku menikmati bibirmu" kata Denis, dengan tatapan penuh kemenangan.


Risa langsung menatap Denis dengan penuh rasa kesal.


"Apa-apaan Denis ini, selalu saja memaafkan kesempatan!!"


"Tidak bisa!!" Bentak Risa, yang sudah bangun dari tempat duduknya.


Risa berniat berlari namun Denis dengan cepat menarik tangan Risa, kini Denis sudah membuat Risa berada dibawahnya.


"*Risa, bibirmu sangat menggoda"


"Aku sudah kecanduan dengan bibirmu"


"Biar aku menikmati bibirmu*"


Berbagai macam-macam kata hati Denis dipenuhi dengan kata-kata mesum.


"Deg..deg.." detak jantung Denis.

__ADS_1


"Aku merasakan detak jantung Denis" gumam Risa dalam hatinya.


Risa menatap Denis dengan tatapan kesal, namun tanpa aba-aba Denis langsung ******* bibir Risa dengan begitu kasar.


Risa merasa kuwulan, karena ciuman Denis membuat Risa susah mengantur nafasnya.


Setelah puas mencium bibir Risa, Denis melepaskan ciumannya.


"Emmmhh..!!" Risa mengatur nafasnya.


"Denis, kenapa kamu selalu menciumku?" kesal Risa, dengan nafas yang masih belum beraturan.


Denis malah memeluk Risa seperti bantal guling.


"Kenapa?" tanya Denis.


"Kamu ini adalah istriku, jadi tidak ada salahnya" jawab Denis, dengan santai dan merasa tidak bersalah.


"Percuma berdebat dengan orang yang sudah tidak waras!!" kesal Risa, yang langsung pergi meninggalkan Denis.


Hari ini bukannya hukuman yang Risa dapat dari Denis, tapi kenakalan Denis yang selalu memaafkan kesempatan yang ada.


Risa pergi ke minimarket dekat kompleknya untuk membeli cemilan dan beberapa kosmetik punya Risa yang sudah habis.


Di minimarket.


Risa membeli beberapa cemelin dan kosmetik Risa yang sudah habis.


Sekarang Risa sedang berjalan menelusuri perjalanan, Risa melihat apotek akhirnya Risa berhenti dan langsung masuk ke dalam apotek tersebut.


"Ada yang bisa dibantu, dek?" tanya Tukang apotek, yang kira-kira sudah berusia 35 tahun.


"Ada bu, saya mau membeli obat pencegah kehamilan bu" jawab Risa, yang sebenarnya Risa merasa malu untuk membeli obat itu.


Ibu apotek melihat Risa dengan tatapan bingung, mungkin karena Risa masih terlihat muda dan pikir Ibu apotek itu Risa belum menikah.


Ibu apotek, itu mengambilkan obat yang Risa beli dan langsung memberikan pada Risa.


"Apa adek, sudah menikah?" Tanya Ibu apotek, agar rasa bingungnya terpecahkan.


Risa menatap Ibu apotek itu dengan senyum manisnya.


"Sudah ku duga, pasti ibu apotek itu berpikir yang tidak-tidak"


Akhirnya Risa menjawab pertanyaan Ibu apotek itu.


"Saya sudah menikah Bu" jawab Risa, dengan nada begitu sopan.


Ibu apotek itu tersenyum.


"Jarang sekali anak muda jaman sekarang, mau menikah muda"

__ADS_1


"Maaf ya dek, ini dek obatnya" ucap Ibu apotek, yang sudah salah menduga-duga.


"Tidak apa-apa Bu, ini uangnya Bu" jawab Risa, sambil tersenyum pada Ibu apotek.


"Ini kembaliannya dek" ucap Ibu apotek.


"Iya bu, terimakasih ya Bu" ucap Risa.


Risa keluar dari apotek.


"Malu sekali, tapi buat jaga-jaga aku takut Denis akan melakukan hal itu padaku" Gumam Risa dalam hatinya.


Risa kembali, menelusuri jalanan untuk pulang kerumah.


Sampailah dirumah.


Denis sudah berdiri di ambang pintu.


"Darimana kamu?" tanya Denis, dengan tatapan ingin tau.


"Dari minimarket habis membeli cemilan sama kosmetik aku yang sudah habis" jawab Risa jujur.


"Aku tidak mungkin bilang aku juga membeli obat pencegah kehamilankan?" gumam Risa dalam hatinya.


"Aku lapar, buatkan aku makanan!!" suruh Denis.


"Baiklah tunggu sebentar, kamu makan ini saja dulu" jawab Risa, sambil memberikan cemilan yang dibelinya tadi pada Denis.


Denis menerima cemilan itu dan langsung masuk ke dalam rumahnya, Risa mengikuti langkah kaki suaminya.


"Kamu mau kemana?" tanya Denis, yang melihat Risa naik tangga.


"Menaruh kosmetik!!" jawab Risa, yang langsung berlari menuju ke kamarnya.


Dikamar.


Risa langsung menyimpan obat tersebut dilaci agar Denis tidak tahu. setelah selesai menyimpan obat tersebut Risa langsung kembali ke bawah untuk membuatkan makanan buat suaminya.


"Risa, kamu tidak usah masak" ucap Denis tiba-tiba.


"Kenapa?" tanya Risa.


"Kita makan diluar saja!!" ajak Denis.


Akhirnya Risa tidak jadi masak dan sekarang Risa sudah duduk disamping Denis.


"Kita kencan nanti!!" ajak Denis.


"Kencan??" tanya Risa kaget.


Kira-kira Denis mau mengajak Risa kemana? hanya Denis yang tahu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2