
Denis berangkat ke kantor sedangkan Risa membersihkan semua bekas makanan mereka, biarpun Risa anak orang kaya Risa terbilang anak yang mandiri, Risa bisa masak, Risa bisa beres-beres rumah. jadi biarpun Art nya sedang libur Risa tetap bisa mengerjakan semuanya.
Setelah selesai membersihkan semuanya, Risa langsung berganti baju dengan baju yang agak tertutup sesuai perintah dari suaminya.
Risa duduk diruang keluarga sendirian.
"Sepi sekali dirumah, biasanya kuliah ketemu Ayumi, ketemu Panji, ini cuma nongkrongi televisi doang, mana flimnya semuanya ngebosenin lagi" gerutu Risa, sambil mengonta-ganti saluran televisinya.
"Ini flim isinya pelakor mulu"
"Ini juga gosip tidak jelas"
"Flim sekarang kebanyakan flim pelakor"
"Makanya banyak yang ikut-ikutan jadi pelakor"
Berbagai macam-macam omelan keluar dari mulut Risa, gara-gara saluran televisi yang ditontonnya.
Dikantor Denis.
Denis sudah berada diruangan, kini Dia sedang menyelesaikan pekerjaannya karena kemarin libur, Alan juga sedang berada diruangan Denis. kini Alan sedang sibuk dengan laptopnya.
"Alan.." panggil Denis.
"Iya Tuan?" jawab Alan, karena ini dikantor jadi Alan memanggil Denis dengan sebutan Tuan.
Alan melihat kearah Denis.
"Bagaimana tentang Maya?" tanya Denis.
"Nanti kita langsung datang ke hotel tempat Maya menginap bersama kekasihnya saja, Ray sudah mengurus semuanya" jelas Alan.
"Kapan itu?" tanya Denis.
"Aku ingin melihat perselingkuhan Dia, dengan kedua mataku sendiri" kata Denis, dengan wajah yang begitu kesal.
Denis selama ini mencintai Maya dengan begitu tulus, bahkan apapun yang Maya inginkan Denis turutin, uang bulanan selalu Denis kasih, tas branded keluaran terbaru hampir tiap minggu Denis membelikannya, jatah bulanan kurang Denis tambahin, namun sayangnya cinta tulus Denis tidak artinya untuk seorang Maya Calista.
"Tunggu kabar dari Ray" jawab Alan.
Denis menghela nafasnya dengan begitu kasar, lalu berjalan menghampiri Alan.
Kini Denis sudah duduk disamping Alan, Denis lagi-lagi kembali menyesali kebodohannya selama ini.
"Apa Aku begitu bodoh selama ini?" tanya Denis pada Alan.
"Bukan bodoh lagi, tapi lebih dari bodoh" jawab Alan dengan nada kesal.
"Aku juga heran, kenapa kamu bisa mencintai Maya dengan begitu buta, Apa yang sudah diberikan Maya untukmu?" tanya Alan.
"Apa kamu sudah menikmati tubuh Maya waktu bersamanya?" tanya Alan lagi.
"Hey jaga ucapanmu brengsek, Biarpun Aku bodoh Aku tidak pernah meniduri Maya selama ini" bentak Denis, yang tidak terima dengan tuduhan Alan.
Dikampus.
Ayumi dan Panji baru saja selesai kelas, kini mereka sudah tidak ada kelas lagi. akhirnya Ayumi mengajak Panji untuk pergi kerumah Risa karena Risa sudah dari kemarin tidak masuk kuliah bahkan tidak memberikan kabar pada Panji ataupun Ayumi.
"Pan, Kita pergi kerumah Risa yuk" ajak Ayumi.
Panji terdiam sambil berpikir.
"Tapi dirumah Risa ada suami Risa tidak ya?" gumam Panji, yang sudah tau kalau Risa sudah menikah.
"Pan, kenapa Kamu diam saja?" tanya Ayumi.
"Ehh iya Yum, ayo Kita kerumah Risa" jawab Panji dengan nada terbata-bata karena merasa gugup.
"Kamu kenapa, kok kayanya gugup gitu?" tanya Ayumi, sambil melihat kearah Panji.
"Hanya kaget saja" jawab Panji, untuk menutupi kegugupannya.
Kini Panji dan Ayumi langsung menaiki mobil Panji, untuk segera menuju Kerumah Risa.
Panji melajukan mobilnya dengan kecepatan agak tinggi.
"Pan, kita berhenti diminimarket itu dulu ya! kita beli cemilan untuk Risa" kata Ayumi.
__ADS_1
Panji menganggukan kepalanya, lalu memberhentikan mobilnya di depan minimarket tersebut.
Ayumi langsung masuk ke dalam minimarket, setelah selesai membeli beberapa cemilan, minuman kotak dan yang lainnya, Ayu langsung membawa belanjaannya ke kasir.
Skip.
Kini Ayumi sudah naik mobil lagi, Panji langsung melanjutkan perjalanannya menuju rumah Risa.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh akhirnya Ayumi dan Panji sampai dirumahnya Risa.
Kini keduanya sudah turun dari mobil, lalu menuju Kerumah Risa.
"Tok..tok.." Ayumi mengetuk pintu.
"Siapa, Apa mungkin Denis yang pulang?" tanya Risa, yang langsung bangun dari tempat duduknya.
Risa langsung menuju ke depan untuk segera membukakan pintu.
"Ceklek.." Risa membuka pintu.
Betapa senangnya Risa melihat ternyata Ayumi dan Panji yang datang kerumahnya.
"Risa..." Ayumi langsung menghambur ke pelukan Risa.
Risa membalas pelukan dari Ayumi, lalu pelan-pelan melepaskannya.
"Ayo masuklah" ajak Risa pada Panji dan Ayumi.
Kini mereka sudah duduk diruang keluarga, Ayumi langsung mengeluarkan berbagai cemilan dan minuman kotak yang dirinya beli tadi.
"Kenapa tidak bilang kalau kalian mau datang?" tanya Risa.
"Bagaimana bisa bilang, Aku tidak punya no ponselmu" jawab Ayumi.
"Kenapa tidak masuk kuliah dari kemarin? Apa Kamu sedang sakit?" tanya Ayumi.
"Aku harus jawab apa sama Ayumi? Aku tidak mungkin jawab Aku habis melaksanakan ritual malam pengantinku yang tertundakan" gumam Risa, sambil membayangkan permainan Denis saat diatas ranjang.
"Aku hanya malas masuk kuliah, jadi Aku cutti untuk beberapa hari ini" jawab Risa.
"Katakan padaku, bagaimana dengan kalian?" tanya Ayumi, dengan begitu penasaran.
Risa dan Panji saling menatap.
"Maksudnya?" tanya Risa.
"Apa Kamu sudah jadian dengan Panji?" tanya Ayumi sambil memasukkan cemilan kedalam mulutnya.
"Uhuk...uhuk..." Risa tersedak, mendengar pertanyaan dari Ayumi.
Panji langsung menuangkan air putih yang dimeja lalu memberikan pada Risa.
"Minumlah, hati-hati kalau makan!" kata Panji, dengan begitu lembut dan penuh perhatian.
"Ehem..ehem..." Ayumi berdehem.
"Kalian cocok sekali" kata Ayumi sambil tersenyum.
Ayumi yang tidak tau kalau Risa sudah menikah jadi terus menggodanya.
"Ayumi berhentilah menggodaku, Aku sudah menikah kasian Panji" gumam Risa.
Panji melihat kearah Risa.
"Yumi Kamu bisa saja, Aku dan Risa tidak jadian kita hanya berteman saja" kata Panji, yang berusaha menjelaskan pada Ayumi.
"Iya Yum, Panji benar Aku dan Panji tidak jadian" timpal Risa.
Kini mereka sedang asik mengobrol sambil memakan cemilan yang ada.
Namun siapa yang tau kalau hari ini Denis pulang cepat dari kantornya, kini Alan sudah menghentikan mobilnya didepan rumah Risa.
"Den, itu mobil siapa?" tanya Alan.
"Aku juga tidak tau" jawab Denis.
"Ayo, Kamu mampir ke rumahku dulu! sekalian nonton siaran bola bareng" ajak Denis.
__ADS_1
Alan tidak menolak, Karena memang sudah lama tidak mereka tidak menonton siaran bola bersama.
"Baiklah ayo" jawab Alan, yang langsung merangkul pundak Denis.
Karena pintu tidak dikunci, akhirnya Denis dan Alan langsung masuk kedalam rumah.
"Risa, sayang Aku pulang" panggil Denis.
Betapa terkejutnya Risa melihat Denis sudah pulang, padahal biasanya pulangnya malam.
"Denis, Kamu sudah pulang?" tanya Risa, dengan wajah yang begitu terkejut.
"Ris, laki-laki itu siapa?" tanya Ayumi.
Denis menatap Panji dengan tatapan begitu kesal.
"Ayo kita ke kamar dulu" ajak Risa, karena tidak mau Denis sampai marah pada Panji.
Risa langsung mengajak Denis untuk masuk kedalam kamarnya.
Tanpa permisi Alan langsung duduk disebelah Ayumi.
"Hii geser dong, disanakan masih luas!" kesal Ayumi, sambil mendorong tubuh Alan.
"Aku ingin duduk disini, Kamu saja yang pindah ke sana!" pinta Alan, dengan begitu menyebalkan.
"Apa-apaan Dia ini, memangnya Dia siapa seenaknya menyuruh Orang pindah duduk" gumam Ayumi, yang diiringi rasa kesal dalam hatinya.
"Hey, Aku yang datang lebih dulu tadi" kesal Ayumi.
Namun Alan tidak memperdulikannya, dan tetap duduk disamping Ayumi.
Dikamar Risa.
Denis menarik tangan Risa lalu mendorong Risa hingga terjatuh tepat diatas ranjang.
"Aku kerja, Kamu malah senang-senang dengan laki-laki brengsek itu dirumah" omel Denis, dengan rasa cemburunya.
Denis yang begitu mudah cemburuan, membuat Risa bingung harus menjelaskannya.
"Den, apa yang kamu katakan? Panji datang kesini dengan Ayumi" jawab Risa.
"Bilang saja, Kamu ingin berduaan dengannya dan Kamu mengunakan Ayumi hanya sebagai alasan saja" Denis menunduh Risa semaunya sendiri.
"Cemburumu keliru Den, Panji laki-laki baik Dia tau Aku sudah punya Suami dan Dia juga tau Kamu adalah Suamiku" kata Risa yang berusaha menjelaskan.
Biar bagaimanapun Risa sudah menolak Panji, karena sudah punya Denis sebagai Suaminya.
"Alasan....!!!" jawab Denis, sambil melepaskan jasnya.
Risa yang merasa begitu geram lalu langsung bangun dari ranjang, tanpa memikirkan apapun Risa langsung menarik tangan Denis menuju kebawah.
"Ikut denganku sekarang!!" pinta Risa, yang dengan kasar langsung menarik tangan Denis.
"Mau kemana? Aku tidak mau ketemu dengan laki-laki brengsek itu" kata Denis, dengan begitu kesal.
"Aku ingin teman-temanku tau, kalau Tuan Denis Kusama adalah Suami Vania Clarissa, Aku juga akan menghilangkan pikiranmu biar tidak cemburu terus!!" jawab Risa, yang penuh dengan penegasan.
Risa dan Denis sudah sampai diruang keluarga, kini semua yang ada disitu melihat kearah Risa dan Denis.
"Kalian Kenapa?" tanya Alan, yang tau pasti Denis sedang cemburu berlebihan.
"Risa, ada apa?" tanya Ayumi.
Hanya Panji saja yang tidak bertanya dan duduk dengan tenang.
"Ayumi, Panji, kenalkan ini adalah Suamiku yang Aku nikahi beberapa bulan yang lalu" kata Risa dengan penuh kejujuran.
"Haahhh... Suami? Ayumi merasa kaget.
"Pan, Kenapa Kamu bersikap biasa saja?" tanya Ayumi pada Panji.
"Karena Aku sudah tau" jawab Panji.
Denis masih terus menatap Panji dengan tatapan yang tidak suka.
Bersambung π
__ADS_1