Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
224.Kegilaan Panji.


__ADS_3

Banyak sorot mata yang menatap kearah mereka tapi Panji mengabaikannya begitu saja.


"Pan.... lihat itu siapa?" Alya melihat sosok yang tidak asing yang sedang ditoko dalaman juga.


"Ayo kita kesana!!"


Panji dan Alya bergandengan tangan menuju ke toko dalaman tersebut.


"Dorrrrrr....." Alya mengangetkan mereka.


"Aishh Alya kamu mengagetkanku." Kesal Ayumi dengan nada menggemaskan.


"Cie Kak Alan sudah sibuk berbelanja perlengkapan alat tempur." ledek Panji sambil senyam-senyum membuat Alan agak kesal.


Alan geleng-geleng kepala, lalu menepuk bahu Panji dengan pelan.


"Pan, aku rasa kamu juga membutuhkan ini buat malam pertama nanti." ledek Alan sambil menujukan dalaman laki-laki.


Panji menatap Alan dengan sorot mata kesal, lalu merebut celana dalam tersebut dari tangan Alan.


"Kak jangan buat aku malu dihadapan calon istriku!" omel Panji yang sudah berhasil merebut celana dalam laki-laki yang ada ditangannya Alan.


Alan tertawa pelan, kini dirinya sangat senang bisa mengerjain Panji dihadapan Alay secara langsung.


"Aish kalian ini, Kak Ayumi ayo kita pergi dari sini atau kita tidak akan tenang berbelanja di samping mereka." Alya menggandeng tangan Ayumi dan langsung berlalu pergi dari hadapan Alan dan Panji.


"Itukan gara-gara Kak Alan mereka jadi kabur." Panji menatap Alan dengan tatapan kesal, tapi Alan malah tersenyum simpul.


"Sudahlah Pan, lebih baguskan kalau kita berbelanja tanpa mereka." jawab Alan yang sudah melebarkan senyum disudut bibirnya.


Alya dan Ayumi pergi ke tempat khusus baju tidur wanita sedangkan Panji dan Alan melanjutkan memilih-milih celana dalam yang mereka suka.


"Alya, bagaimana perasaanmu menjelang hari pernikahan?" tanya Ayumi yang sedang sibuk memilih baju tidur sexy.


"Aku juga tidak tahu kak, kadang aku berpikir dulu aku masih kecil dan sekarang aku sudah besar. Bahkan aku akan segera menjadi seorang istri dari laki-laki yang aku cintai." jawab Alya yang juga sibuk memilih baju tidur untuk dirinya.


"Waktu begitu cepat berlalu ya Alya, kadang kangen masa kecil dulu yang begitu menyenangkan." sambung Ayumi sambil membayangkan masa kecilnya.


"Iya kak seandainya kita bisa jadi anak kecil lagi ya kak, oh iya kak pernikahan kita akan digelar dihari yang sama dan tempat yang sama, apa Kak Ayumi bahagia?" tanya Alya dengan penuh semangat.


"Tentu saja aku bahagia, Aku hanya kawatir Alya." Ayumi menatap Alya dengan tatapan sedih.


Alya berjalan menghampiri Ayumi lalu tersenyum pada Ayumi, Alya memegang kedua tangan Ayumi, Alya berniat menghibur Ayumi yang terlihat sedih.


"Apa yang kakak kawatirkan?" tanya Alya dengan binar-binar mata ingin tahu.


"Alya aku kawatir amplop kita tertukar." jawab Ayumi dengan nada sedih.

__ADS_1


Dengan cepat Alya melepaskan tangan Ayumi dari tangannya, dalam hati Alya. Kak Ayumi itu aku tadi kirain kawatir kenapa? Ternyata kawatir takut amplopnya tertukar.


Ayumi senyam-senyum di depan Alya, Ayumi tahu pasti Alya merasa kesal pada dirinya. Ayumi hanya berniat bercanda dengan Alya tapi sih Alya sungguh kawatir dengan Ayumi.


"Dasar kamu kak, ayo kita lanjutkan belanja kita!" ajak Alya kini keduanya sibuk memilih baju tidur kembali.


Alan dan Panji baru saja selesai memilih beberapa celana dalam pilihan mereka, bahkan Panji dengan kejailannya juga membeli celana dalam berwarna pink dan bertuliskan i love you.


"Pan apa kamu sudah gila, kamu membeli celana dalam yang begitu menjijikkan ini!" omel Alan yang tidak percaya Panji memilih celana dalam warna pink dan bertuliskan i love you.


"Ini lucu kak, aku yakin pasti malam pertama dengan Alya nanti akan sangat berkesan." jawab Panji yang otaknya sudah traveling kemana-mana.


Alan menatap Panji dengan tatapan jijik.


"Panji ternyata kamu lebih gila daripada sih Denis b*doh itu." Batin Alan dalam hatinya.


"Kak Alan lihat ini sangat cocok untukmu." Panji menunjukkan celana dalam warna ungu yang bergambar kodok, membuat Alan geleng-geleng kepala.


Dalam hati Alan, Kenapa aku bisa mempunyai sahabat segila Panji dan sahabat sebodoh Denis.


"Sudahlah Pan, kamu jangan gila!" omel Alan dengan tatapan kesal.


Alya dan Ayumi yang sudah selesai memilih baju tidur pilihan mereka, langsung berjalan menghampiri Alan dan Panji.


"Sayang aku sudah." kata Ayumi dengan begitu lembut.


"Aku juga sudah sayang." jawab Alan dengan senyum manisnya.


"Pan kamu sudah?" tanya Alya pada Panji.


"Sudah, ayo kita ke kasir!" ajak Panji yang langsung mengambil belanjaan Alya ditangan Alya.


Panji dan Alan sama-sama pergi ke kasir membawa belanjaan mereka dan para wanita mereka, Alya dan Ayumi hanya duduk dikursi pelanggan sambil menunggu para calon suami mereka membayar belanjaan mereka.


"Kak Alan tunggu." Panji memberhentikan langkah kakinya.


"Ada apa Pan?" tanya Alan dengan sorot mata bingung.


Panji berjalan menuju ke tempat baju tidur wanita, Alan mengikuti langkah kaki Panji.


"Sih Panji ini mau apalagi? Bisa gila aku gara-gara dia." gerutu Alan dalam hatinya.


"Kak lihat ini!" Panji menunjukkan baju tidur wanita yang begitu terbuka.


"Pan berhentilah menjadi gila, Ayumi tidak akan mau memakai baju seperti itu." Alan kembali mengomeli Panji dengan kesal.


Lagi-lagi Panji menujukan kegilaannya membuat Alan semakin kesal, setelah celana dalam warna pink bertuliskan i love you. Sekarang Panji menunjukkan baju tidur wanita yang begitu sexy.

__ADS_1


"Kak Alan iya Ayumi tidak bakal mau kalau Kakak menyuruhnya memakainya di depan umum. Tapi kalau sedang berdua dikamar pasti Ayumi tidak akan menolak, aku yakin Kak Alan juga sudah membayangkan Ayumi memakai baju tidur sexy inikan." Panji terus mengoceh sambil mengedipkan satu matanya pada Alan, membuat Alan semakin jijik dibuat olehnya.


Alan geleng-geleng kepala.


"Tapi benar juga jika Ayumi berpenampilan sexy pasti adik kecilku juga akan senang." Alan cengar-cengir dalam hatinya.


"Baiklah Pan, aku beli satu." jawab Alan.


Panji langsung mengukir senyum kemenangannya disudut bibirnya.


"Akhirnya terhasut juga." Panji tertawa dalam hatinya.


"Aku juga beli satulah." Panji mengambil dua baju tidur wanita satu untuk dirinya dan satu lagi Panji berikan pada Alan.


Alya dan Ayumi saling memasang wajah kesal mereka.


"Mereka lama sekali." keluh Ayumi yang sudah memayunkan bibirnya.


"Tahu kak, sebenernya apa yang mereka lakukan?" jawab Alya kesal.


"Menggoda wanita lain mungkin." Ayumi melihat disekeliling toko memang banyak wanita cantik.


"Awas saja jika Panji sampai ketahuan menggoda wanita lain, Aku tidak akan memberikan jatah malam pertama untuk dirinya." Alya sudah menyematkan ancaman untuk calon suaminya.


15 menit berlalu tapi Panji dan Alan tak kunjung kembali, Alya dan Ayumi semakin kesal.


Ayumi dan Alya berjalan menuju kearah kasir dan melihat kasir tidak begitu rame.


"Mereka kemana sih?" Mata Alya dan Ayumi terus memperhatikan sekitar toko.


Mata Alya terbuka lebar kini tatapan lembutnya menjadi tatapan yang begitu garang.


"Lihat kak!" sorot mata Alya sudah terpaku dengan satu orang.


"Panji......." dalam hatinya sudah berteriak.


"Siapa wanita yang bersama Panji?" tanya Ayumi yang juga ikut melihat Panji sedang mengobrol dengan wanita.


"Kita kesana kak......!!" Alya berjalan dengan kasar menuju ketempat Panji berdiri dengan


wanita yang sedang mengobrol dengan dirinya.


"Panjiii......." panggil Alya.


BERSAMBUNG πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


__ADS_2