Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
124.Kekesalan Alan.


__ADS_3

Alan terus terdiam di dalam mobil, Ayumi merasa bingung karena tidak biasanya Alan diam saja seperti sekarang ini.


"Al, bicaralah." pinta Ayumi pada Alan.


Alan terus fokus menyetir sambil melihat jalanan, lalu Alan menjawab perkataan Ayumi.


"Kamu bicara saja dengan Levin, bukankah Kamu bilang Kamu sukanya dengan laki-laki sialan itu." jawab Alan tanpa menatap Ayumi.


Ayumi terdiam sambil berpikir.


"Apa sekarang Alan benar-benar cemburu.?" pikir Ayumi.


"Disini tidak ada Levin, lalu bagaimana Aku bisa bicara dengan dirinya?" tanya Ayumi pada Alan.


"Kamu pikirkan saja sendiri." jawab Alan dengan nada begitu kesal.


"Bantuin dong Al, kalau Aku hanya berpikir sendirian pasti itu akan membuatku pusing." jawab Ayumi dengan sengaja agar Alan bertambah kesal dengan dirinya.


"Diam Kamu, sekali lagi Kamu membicarakan laki-laki itu dihadapanku, maka Aku akan langsung memakanmu." Alan menyuruh Ayumi untuk diam, sambil memberikan ancaman pada Ayumi.


Ayumi langsung terdiam, lalu bergumam.


"Sebelum Kamu memakanku, Aku akan lebih dulu menendang Adik kecilmu itu." gumam Ayumi dengan perasaan yang begitu kesal.


Kini keduanya saling terdiam, Alan terdiam Karena rasa cemburunya sedangkan Ayumi terdiam karena takut dengan ancaman dari Alan.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya Alan dan Ayumi sampai di depan rumah Ayumi.


Alan langsung turun dari mobilnya, biarpun Alan merasa kesal dengan Ayumi namun Alan tetap saja, membukakan pintu mobilnya untuk Ayumi.


"Turunlah hati-hati!" kata Alan sambil membukakan pintu mobilnya.


Ayumi turun dari mobil, lalu Alan kembali menutup pintu mobilnya.


"Kamu tidak mampir dulu?" tanya Ayumi dengan begitu hati-hati.


"Tidak perlu, suruh saja Levin." jawab Alan.


"Masuklah, Aku pulang dulu." pamit Alan dengan nada yang masih kesal.


Alan langsung masuk kedalam mobilnya, lalu langsung melajukan mobilnya menuju kerumahnya, setelah mobil Alan tidak terlihat Ayumi baru kedalam rumahnya.


Alan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, akhirnya setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh Alan sampai dirumahnya.


Dikamar Alan.


Alan langsung membuka pintu kamarnya dengan begitu kasar, lalu kembali menutupnya dengan kasar.


"Levin, Levin dan Levin, kesal sekali Aku hari ini, lihatnya saja secepatnya Aku akan mendapatkan hatimu." kata Alan sambil mengacak-acak rambutnya.

__ADS_1


Dengan perasaan yang begitu kesal, Alan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk segera mandi.


"Mandi dulu sajalah, biar pikirannya fresh." gumam Alan.


Dikamar Ayumi.


Ayumi baru saja selesai mandi, kini Ayumi sedang berdiri di depan cermin. Ayumi bercermin sambil memutar-mutarkan tubuhnya.


"Apa tubuh segini terlalu kurus.?" tanya Ayumi pada dirinya sendiri.


Kini Ayumi kepikiran omongan Alan tadi, waktu mereka sedang makan bersama.


Setelah capek berputar-putar, Ayumi langsung memakai pakaiannya, lalu Ayumi duduk di depan meja rias.


Ayumi diam sambil berbicara dalam hati.


"Ingat waktu pertama kali bertemu dengan Alan, Dia itu sombong sekali."


"Tapi sekarang Dia malah mengejar-ngejarku."


"Bahkan Dia saja cemburu dengan Levin, buktinya tadi Aku menyebut-nyebut nama Levin wajah langsung berubah menjadi kesal."


"Mungkin ini yang dimaksud oleh Risa, cinta dan benci itu beda-beda tipis."


Kini Ayumi sedang senyum-senyum sendiri, sambil membayangkan wajah tampan Alan.


Dirumah Denis dan Risa.


sedangkan Denis gulang-guling diatas kasur karena tidak ada kerjaan.


"Bisa jam segini Risa sudah Aku garap, ini hanya bisa menahan hasrat saja." gumam Denis.


"Ris, sudah besok lagi ngerjain tugasnya." rengkek Denis dengan begitu manja.


Risa melihat kearah Denis, lalu menjawab rengekan Denis.


"Sebentar lagi selesei." jawab Risa.


"Tapi Aku maunya sekerang." jawab Denis.


Risa mengabaikan Denis, lalu kembali fokus dengan laptopnya, Denis yang merasa kesal dengan Risa akhirnya bangun dari tempat tidur lalu langsung menghampiri Risa.


Denis langsung mengangkat tubuh Risa, menuju ke tempat tidur.


"Den, turunkan Aku!" pinta Risa.


"Aku tidak mau diabaikan, jadi Kamu lanjutkan mengerjakan tugas kuliahnya besok lagi." kata Denis sambil mencium bibir Risa.


Denis menaruh Risa diatas ranjang tempat tidurnya, lalu Denis melepaskan ciumannya.

__ADS_1


"Sudah tahu Aku lagi pms, tapi selalu saja mencuri kesempatan. nanti giliran Adik kecilnya bangun Aku yang disalahkan." Risa ngedumel dalam hatinya.


"Lagian Aku juga sedang pms Den, jadi biarkan Aku mengerjakan tugas kuliahku dulu." kata Risa pada Denis.


Kini Denis sudah merebahkan tubuhnya disamping Risa.


"Iya biarpun Kamu sedang pms kan Aku tidur juga harus terus memelukmu Istriku." jawab Denis sambil terus menghujani ciuman diwajah Risa.


"Denis hentikan." pinta Risa.


"Aku tidak mau.!" jawab Denis yang terus melakukan aksinya.


Setelah Denis capek akhirnya Denis mengehentikan aksinya.


"Kamu masih lama pms nya?" tanya Denis dengan raut wajah yang begitu lemas.


Risa melihat wajah tampan Denis, lalu memegang pipi Denis dengan kedua tangannya.


"Apa Kamu sudah tidak tahan sayang?" tanya Risa dengan begitu jail.


"Cup..." Denis mengecup bibir Risa.


"Apa sekarang Kamu sedang menggodaku?" tanya Denis setelah mengecup bibir Risa.


"Aku hanya bertanya saja." jawab Risa.


"Aku memang sudah tidak tahan, apalagi mencium aroma tubuhmu yang sangat wangi itu membuatku ingin sekali melepaskan hasratku." kata Denis sambil membelai wajah Risa.


Risa hanya terdiam.


"Kalau Denis terus seperti ini, bukan hanya Dia yang ingin melepaskan hasratnya Aku sudah merindukan permainan suamiku diatas ranjang." gumam Risa sambil menelan ludahnya dengan kasar.


"Den, Kita tidur sudah malam." kata Risa agar tidak terbuai dengan belain manja Denis.


Denis tidak menjawab perkataan dari Risa, namun sekarang Denis sedang memperhatikan wajah cantik Risa sambil membayangkan saat Risa hamil nanti.


Risa mulai memejamkan matanya, kini Denis tersenyum melihat Istrinya.


"Jika Kamu hamil nanti pasti akan ada banyak perubahan ditubuhmu."


"Tubuhmu yang munggil ini, nanti akan berubah menjadi gendut karena berat badanmu naik."


"Tapi itu tidak masalah, Karena berubahnya lekuk tubuhmu itu karena ulahku bukan karena ulah laki-laki lain."


"Terimakasih sudah memberikan kesucianmu hanya padaku sayang, maafkan kesalahanku dimasalalu."


Denis menarik Risa kedalam pelukannya, kini Risa begitu nyenyak tidur dipelukan Denis.


Bersambung πŸ™

__ADS_1


Terimakasih buat para pembaca setia 😊


__ADS_2