Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
RESIGN


__ADS_3

Esoknya Anjeni berangkat ke kantor untuk bertemu dengan Bayu masalah film kemarin . Karena pas terakhir promo Anjeni tak bisa ikut jadi semua kendali di pegang oleh Bayu .


Setelah turun dari KRL ternya Anjeni bertemu Bayu , ternyata mereka 1 perjalanan namun beda gerbong , dari stasiun ke kantor jalan kaki kira kira 15 menit ,kalau Anjeni lagi males biasanya ia naik ojol , namun berhubung ada Bayu ia putuskan untuk jalan kaki , sudah 2hari semenjak kejadian itu namun untuk jalan masih nyeri saja .


"Kau sudah buat baikan?". Kata Bayu sambil berjalan .


"Sudah , harusnya kemarin aku berangkat namun , badanku kurang fit jadi baru hari ini bisa kesini". Kata Anjeni


"Tak apa yang penting kau sudah enakkan , laporannya aku simpan di kantor , dan ada beberapa Vidio masalah promo kemarin , kita bisa menontonnya bareng di ruang meeting". Kata Bayu .


Saat mereka tiba di halaman kantor , mereka melihat Davin dan Sandra yang sedang keluar kantor sedang menuju ke parkiran , saat Davin akan membuka pintu , nampak ia melihat Anjeni , namun ia membuang muka , lalu lanjut masuk ke mobil bareng Sandra , seperti nya mereka akan ada pertemuan , melihat keduanya sangat rapih .


Mobil melaju berpapasan dengan Anjeni , tapi Davin seolah olah tak melihat ke hadiran Anjeni dan tetap melaju keluar halaman kantor.


"Anjeni , are you okay?" tanya Davin memastikan.


Anjeni tak membalas , hanya senyum dan berjalan masuk ke kantor .


Tapi di hati Anjeni merasa sakit , kenapa ia tak mempedulikan nya , dengan mudahnya ia memilih Sandra , apa 7 tahun ini tak bermakna sama sekali baginya .


Saat di ruang meeting Anjeni hanya diam , walau matanya menatap ke laptop namun fikirannya pergi entah kemana .


Setelah selesai Anjeni memutuskan untuk masuk ke ruangannya , sedangkan Bayu pergi dahulu karena ada uruasan . Anjeni mengambil secarik kertas HVS dan mulai menuliskan "RESIGN".


Anjeni rasa sudah cukup ia disini , percuma dilanjut , akan nambah perih saja , setelah selesai menulis Anjeni keluar ruangannya dan masuk ke ruangan Davin , nampak kosong , Sandra pun nampak belum pulang . Setelah selesai Anjeni putuskan untuk pulang. Saat di kereta Anjeni hanya melamun saja , Pernikahan tinggal 4 hari saja , semenjak kejadian itu Anjeni pun tak pernah melihat Daniel lagi , hanya kemarin Maharani berkata kalau Daniel di London karena ada pekerjaan .


Setelah sampai dirumah , nampak Maharani ada dirumah , saat baru masuk Anjeni langsung di panggil oleh Maharani untuk bergabung duduk bersama mamih dan mamah .

__ADS_1


"Ini sayang , tulis siapa saja yang akan kamu undang , mamih nyediankan 1000 undangan , kurang tidak?". Kata Maharani sambil menyerahkan buku dan pulpen .


"Itu kebanyakan mih". Ucap Anjeni keberatan , karena 1000 hanya untuk Anjeni belum lagi dengan Nur dan keluarga Daniel pasti sangat banyak tamunya .


"Kali ini mamih mau acara pernikahan mu sangat meriah , bukan meriah lagi , tapi sangat amat meriah , mamih sudah menyewa 1 gedung hotel untuk acaramu , nanti tamunya separuh untuk acara akad dan separuh untuk resepsi". Jelas Maharani dengan muka girang nya .


"Mih , apa tak bisa di hadiri oleh orang terdekat saja?" Kata Anjeni mengusulkan


"Mamih gak mau Anjeni , pokoknya harus meriah dan seluruh dunia tau , Wartawan dan media luar maupun dalam negri juga mamih undang". Ucap Maharani kekeh .


Anjeni tak bisa berbuat apa apa lagi , hanya menurut saja , kalau pernikahan saja sudah seheboh ini , kalau nanti ia bercerai bagaimana pasti mamih akan sangat malu .


"Mas Daniel setuju ?". Tanya Anjeni pada Maharani


"Dia mah nurut nurut aja Jeni , dia mah yang penting beres udah". Kata Maharani .


Anjeni hanya diam , mas Daniel seperti nya sudah benar benar pasrah dengan perjodohan ini .


Anjeni tak menjawab hanya diam saja .


"Nanti kalau sudah SAH , kamu tak usah kerja yah , sudah ngikut kemana aja Daniel pergi , dia tuh jarang stay di satu negara , pasti dia muter muter negara terus , tapi setau mamih dia lagi bikin proyek mall di London , aslinya ini proyek mau di Korea tapi gagal gak tau kenapa". Ucap Maharani masih sibuk menulis nama tamu undangan .


Anjeni pun hanya diam sambil senyum tipis .


"Nanti kamu dampingi ia , terus tolong perhatikan makannya , dan 1 yang pasti perhatikan pola tidurnya , dia paling susah di ajak tidur , entah kalau sudah punya istri mungkin mau kali tidur". Kata maharani menerangkan .


"Emang kenapa gak mau tidur si mbak?". Kata Nur nimbrung.

__ADS_1


"Gak tau Nur , dia tuh nurut dalam segala hal padaku , tapi kalau disuruh tidur susah nya minta ampun , kopi ada di dapur tau berapa dus , dia juga pernah 2minggu full tak tidur , sampe matanya kaya panda , dan akhirnya di rawat di rumah sakit dan di suntik biar mau tidur". Ucap Maharani sangat serius .


"Oleh sebab itu Anjeni , mamih berharap banyak padamu , tolong nanti jaga Daniel yah , dia dulu berisi namun sekarang kurus seperti itu , mamih percaya padamu". Kata Maharani serius menatap mata Anjeni .


"I..iya mih". Kata Anjeni kikuk karena di tatap seperti itu .


"Yaudah Anjeni tulis siapa yang ingin kau undang nanti sore mamah minta mau mamah ketik soalnya". Pinta Nur .


"Semua yang kamu kenal di undang loh ya". Kata Maharani mengingatkan .


"Yaudah Anjeni tulis kamar saja ya". Anjeni pamit naik ke atas.


"oke sayang". Kata maharani tersenyum


Anjeni pun naik ke atas , langsung ia menutup pintu dan duduk di ranjang , ia memutuskan untuk mandi dulu baru menulis .


Esok paginya Anjeni turun ke bawah untuk sarapan , di meja makan nampak tumpukan undangan yang sudah di namai .


"Kamu mau ke kantor? ". Kata Nur sambil sarapan .


"Iya mah , mana bapak?". Tanya Anjeni sambil duduk di kursi meja makan .


"Dia pergi tadi pagi mengantar undangan untuk bos bos kayu teman temannya". Jawab Nur.


"Ini undangan mau kamu yang nganter apa mau nyuruh orang suruhan mamih Jen?". Kata Nur


"Aku anter sendiri saja mah , aku mau ngambil barang barangku di kantor , aku mau resign". Ucap Anjeni.

__ADS_1


"Begitu kah ? yaudah gapapa , nanti sehabis menikah kamu istirahat saja dulu dirumah , tak kerja pun tak apa , toh ada mas Daniel yang ngasih kamu uang jadi jangan khawatir". Jelas Nur.


Anjeni hanya diam tak menjawab , walaupun ucapaan Nur ada betulnya namun jauh dari lubuk hatinya , Anjeni sama sekali tak mengharapkan uang sepeser pun dari Daniel , ia juga masih punya tabungan , lagi pula tak selamanya ia menganggur , nanti setelah menikah ia akan coba ikut ke rumah produksi lain , mengingat dia punya banyak chenel yang siap menampungnya .


__ADS_2