Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
187.Panji dan Denis.


__ADS_3

"Lebih dari dua akan Aku belikan," cetus laki-laki tersebut, Membuat Alya dan Denis saling menoleh kearah suara tersebut, Namun tidak ada orang.


"Suara siapa?" tanya Alya, Yang masih mencari-cari suara tersebut.


Risa hanya senyam-senyum melihat suami dan sang adik mencari-cari suara tersebut.


"Kalian mencari apa?" Tanya Risa yang sedang memegang ponselnya.


"Itu suara siapa kak, Tadi?" Tanya Alya pelan.


"Itu suara, Pahlawan yang sudah menyelamatkan nyawamu," jawab Risa yang mengedipkan satu matanya pada Alya, Denis melihat Risa seolah-olah minta penjelasan pada Risa.


"Suara siapa tadi?" Tanya Denis.


"Panji, Dia menelponku jadi aku sengaja memperkeras suara ponselku." Jelas Risa.


Ternyata dari tadi Risa merekam Alya yang sedang berbelanja, Lalu mengirim rekaman tersebut pada Panji.


Melihat rekaman tersebut Panji langsung menelpon no yang mengirimnya, Ternyata itu no baru Risa.


Risa mengambil no Panji waktu itu tidak sengaja. Risa mengambil no ponsel Panji dari ponsel Ayumi. Denis juga tidak tahu padahal Denis sudah menyadap ponsel Risa, Namun Denis tidak pernah mengeceknya karena Denis terlalu sibuk dengan pekerjaannya.


"Hey, Kalian kenapa ngobrol sendiri? Tunggu aku, Aku akan datang kesitu. Alya tunggu pahlawanmu akan datang," Kata Panji panjang lebar ditelpon.


Alya hanya menundukkan kepalanya, Kali ini Alya benar-benar kesal pada Risa. Namun Alya juga tidak marah pada Risa, Sedangkan Risa tersenyum pada Alya.


"Tunggu pahlawanmu akan datang!" kata Risa pada Alya, Yang membuat Alya langsung geleng-geleng kepala.


"Ayo kita pulang saja!" ajak Denis, Namun Risa dengan cepat menggelengkan kepalanya.


Dalam hal ini Risa akan membantu Panji mendekati Alya, Apalagi Panji adalah laki-laki yang sangat baik dan perhatian jadi biarpun Denis menentang Alya dan Panji pacaran. Tapi Risa malah mendukung Panji agar pacaran dengan Alya.


Risa tahu kenapa Denis menentang Panji agar tidak berpacaran dengan Alya, Itu karena Panji pernah menyukai istrinya dulu.Jadi Denis yang cemburuan itu tidak mau kalau Panji jadian sama Alya.


"Kalau kamu pulang, Nanti malam aku tidak mau kasih jatah." bisik Risa ditelinga Denis.


Akhirnya Denis mengalah dan tidak jadi pulang.


"Daripada aku tidak dapat jatah, Biarkan sajalah Alya bertemu dengan laki-laki brengsek itu," batin Denis.


Dirumah Panji.


Panji sudah rapi dengan setelan kemeja warna biru dongker, Kedua orang tua Panji sedang duduk diruang tengah sambil menonton televisi.


Melihat Panji begitu rapi, Membuat Mama Anita bingung, Lalu bertanya pada Panji.


"Kamu mau kemana? Sudah jam 7 malam," tanya Mama Anita pada Panji.


"Panji mau mengajak calon menantu mama bersenang-senang." jawab Panji, Kedua orang tua Panji langsung menatap Panji dengan tatapan meminta penjelasan.


"Mama, Papa, Panji mau mengajak Alya berbelanja." Jelas Panji, Yang membuat kedua orang tua Panji merasa lega.

__ADS_1


"Akhirnya Panji menerima perjodohan ini," batin Mama Anita.


Panji langsung berpamitan kepada kedua orang tuanya, Lalu sang Papa menahannya.


"Tunggu nak!" cegah sang Papa.


"Kenapa Pa?" Jawab Panji bingung.


Papa Pandu mengeluarkan dompet dari saku celananya, Lalu mengambil ATM nya.


"Ini gunakan untuk membahagiakan calon menantu Papa!" suruh Papa sambil menyodorkan kartu ATM miliknya pada Panji.


Namun Panji hanya tersenyum, Lalu dengan sopan menolak kartu ATM pemberian Papanya.


"Pa, Aku pake punya sendiri saja. Lagian Aku kan juga sudah punya penghasilan sendiri," tolak Panji sambil membanggakan dirinya pada sang Papa.


Iya biarpun Panji masih kuliah, Panji memang sudah mempunyai penghasilan sendiri, Jadi wajar saja jika Panji membanggakan diri sendiri kepada kedua orangtuanya.


Panji langsung menyalami tangan kedua orangtuanya secara bergantian, Lalu langsung pergi menuju ke pusat perbelanjaan yang sudah Risa kasih tahu tempatnya.


Sesampainya dipusat perbelanjaan tersebut, Panji langsung memarkirkan mobilnya. Lalu Panji dengan cepat menuju ke tempat Risa, Alya dan Denis menunggu.


"Bahagiain calon istri," batin Panji.


Melihat Alya dan yang masih duduk ditoko tas, Panji langsung menghampiri mereka.


"Maaf ya lama," Panji meminta maaf.


"Stok maaf sudah habis." Ketus Alya yang membuat Panji menatap Alya dengan tatapan kesal.


"Jadi kita bisa beli stok maaf ditempat Risa," sambung Panji.


"Dasar Kak Risa, Sudahlah aku tidak butuh stok maaf itu." Tegas Alya dengan kesal.


Melihat Alya kesal, Panji dan Risa langsung mengeluarkan tawanya. Denis hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang istri "Untung di depan Alya, Coba kalau tidak ada Alya pasti aku sudah menyeretmu pulang," batin Denis.


"Sudahlah, Apa kalian akan terus mengobrolkan hal tidak penting?" tanya Denis dengan tegas.


Alya dan Risa langsung tersenyum.


"Kak singanya bangun," ledek Alya.


"Untung tidak menerkam mangsanya." Sambung Risa, Denis langsung menatap Risa kini tatapannya seolah-olah ingin memakan Risa.


"Calon istriku, Ayo malam ini aku rela jadi mesin ATM mu," ajak Panji yang langsung mengulurkan tangannya agar Alya menggandengnya.


Dengan terpaksa Alya menerima uluran tangan Panji, Yang ditatap oleh Risa dengan bahagia dan ditatapan oleh Denis dengan tatapan tidak suka.


Kini Panji dan Alya sudah saling bergandengan.


"Nyaman sekali," gumam Alya yang sedang menikmati digandeng oleh Panji.

__ADS_1


"Suamiku, Aku juga mau digandeng," pinta Risa dengan begitu manja, Risa langsung mengulurkan tangannya pada Denis. Denis langsung menerima uluran tangan Risa, Akhirnya mereka berdua juga bergandengan tangan seperti Alya dan Panji.


Kini mereka langsung membantu memilih tas yang cocok untuk wanita-wanita mereka.


"Alya, Ini cocok untukmu." Kata Panji sambil menunjukkan dua tas yang telah dipilihnya.


Tas kecil warna hitam namun terlihat begitu cantik dan elegan, Satunya tas kecil yang begitu imut warna pink yang menurut Panji cocok untuk Alya.


"Aku suka dua-duanya," jawab Alya dengan pelan.


"Kita beli keduanya."Tegas Panji yang membuat Alya langsung mengembangkan senyumnya.


"Tapi itu mahal." kata Alya dengan lirih.


"Aku tahu, Tapi untuk calon istriku, Aku tidak masalah murah atau mahal yang penting kamu suka," jawab Panji yang diiringi dengan senyuman.


Akhirnya Panji langsung membawa kedua tas-tas itu kekasir terus membayarnya, Setelah dibayar Panji membawa belanjaan Alya dengan senang hati, Pokoknya malam ini Panji selain jadi mesin ATM Alya, Dia juga menunjukkan perhatian pada Alya.


"Lihat saja sebentar lagi, Alya pasti klepek-klepek sama Panji," cetus Risa dengan begitu yakin.


Denis dan Risa hanya memperhatikan Panji dan Alya dari tadi, Sampai-sampai Risa tidak memilih tas sama sekali.


"Sudahlah jangan berharap mereka akan bersama." sahut Denis dengan tatapan tidak suka.


Akhirnya Risa dan Denis malam ini hanya jadi pengawal Panji dan Alya, Malam ini Alya jadi ratunya sedangkan Risa malah tidak jadi Belanja karena asik melihat kelucuan Panji dan Alya.


"Coba waktu itu aku tidak dijodohkan pasti, Aku bisa seperti Alya." Kata Risa sambil senyam-senyum sendiri.


Risa tidak tahu saja kalau Alya itu mempunyai nasib yang sama yaitu dijodohkan.


"Sudah jangan menghalu, Yang penting aku sudah menjadikan kamu istri satu-satunya." Jawab Denis, Yang membuat Risa langsung membulatkan matanya.


"Jika kamu berani main wanita lain dibelakangku lagi, Maka aku akan memotong Adik kecilmu itu." Ancam Risa dengan tatapan kesal, Namun Denis langsung mengularkan senyum jailnya.


"Dasar istri durhaka," batin Denis.


Alya dan Panji mereka sudah selesai belanja malam ini, Alya benar-benar menghabiskan banyak uang Panji. Namun bukannya marah Panji malah merasa sangat senang.


"Senangnya bisa bahagiain calon istri." Kata Panji, Yang membuat Denis langsung geleng-geleng kepala sambil melihat Alya.


"Aku hanya membeli dua tas, Aku membeli dua pasang sandal, Aku juga membeli beberapa baju tidur, Dan aku juga membeli banyak aksesoris," jelas Alya, Yang membuat Risa langsung menatapnya.


"Alya, Kenapa kamu tidak membeli sekalian saja toko-tokonya!" jawab Risa, Yang menjadi Alya langsung senyam-senyum sendiri.


"Panji bukan kak Denis kak," jawab Alya.


Setelah selesai berbelanja mereka berempat langsung pergi makan, Setelah selesei makan akhirnya mereka pulang.


Dan malam ini Alya pulang ikut mobil Panji, Ntah apalagi yang akan terjadi di dalam mobil ketika dua sejoli hanya berduaan saja.


Hayo apa yang akan terjadi?

__ADS_1


Bersambung πŸ™


Terimakasih para pembaca setia πŸ™


__ADS_2