
Denis terus berada dipangkuan Risa, kini Denis terus menciumi perut Risa.
"Sayang, kapan Kamu hadir dirahim Mama." tanya Denis.
Risa terus memainkan rambut Denis dengan tangannya.
"Jangan sekarang, biarkan Aku menyelesaikan kuliahku dulu." jawab Risa.
"Apa Kamu tidak mau hamil Anakku?" tanya Denis dengan raut wajah yang begitu kesal.
Kini Denis langsung bangun dari pangkuan Risa, karena merasa kesal mendengar jawaban dari Risa.
"Bukan begitu, Aku kan cuma bilang tunggu Aku selesei kuliah." kata Risa dengan nada lembut.
"Tidak bisa, Kamu harus secepatnya hamil." protes Denis.
"Sabar, kalau terus meladeni Denis bicara pasti tidak akan ada habisnya." gumam Risa.
"Baiklah, tapi semua itu perlu usaha dan kerja keras sayangku." kata Risa sambil membelai-belai pipi Denis agar kekesalan Denis hilang.
"Itu urusanku, Kamu cukup melayaniku dengan baik saja setiap malam." jawab Denis.
Denis hampir mencium bibir Risa, namun tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
"Tok...tok..." suara ketukan pintu.
Denis berdecak kesal.
"Dasar pintu menganggu saja." kesal Denis.
Risa tersenyum bahagia dalam hatinya.
"Terimakasih pintu Kamu sudah menyelamatkan Aku dari Suamiku, jika tadi ada yang mengetuk pintu Aku yakin Denis pasti akan menggarapku diruangan kerja Dia." gumam Risa dalam hatinya.
Risa tahu seperti apa Suaminya, jadi bukan hal yang tidak mungkin untuk bercinta diruang kerjanya.
Denis membenarkan posisi duduknya, lalu menjawab suara ketukan pintu tersebut.
"Masuk pintunya tidak dikunci!" sahut Denis.
"Ceklek." suara gagang pintu.
Denis melihat kearah orang yang datang ternyata Mama Rasti dan Papa Andi, betapa terkejutnya Denis melihat Orangtuanya yang datang.
"Mama, Papa." kata Denis.
"Kenapa Kamu terkejut?" tanya Papa Andi.
"Menantu Mama." kata Mama Rasti.
"Mama, Risa kangen sama Mama." jawab Risa.
Kini Risa beranjak dari tempat duduknya, lalu langsung berjalan memeluk Mama Rasti.
Setelah memeluk Mama Rasti, Risa langsung mencium tangan Papa Andi.
Kini Mama Rasti dan Papa Andi sudah duduk disofa, Risa duduk disebelah Mamanya.
"Papa ada perlu apa kesini?" tanya Denis.
"Mamamu yang mengajak Papa kesini." jawab Papa Andi.
"Mama tumben ngajakin Papa ke kantor Denis?" tanya Denis pada Mama Rasti.
"Hanya kebetulan lewat, ya sudah Mama ajak Papa mampir kesini dan kebetulan ada menantu cantik Mama disini." jawab Mama Rasti.
Mama Rasti dan Papa Andi, baru saja selesai menghadiri acara dan tidak sengaja lewat depan kantor Denis akhirnya mereka mampir.
__ADS_1
Mama Rasti memegang kedua tangan Risa.
"Nak, katakan pada Mama! Apa didalam rahimmu sudah ada Dede Bayi?" tanya Mama Rasti dengan begitu antusias.
Risa tersenyum melihat Mama, lalu menjawab pertanyaan Mamanya.
"Belum Ma." jawab Risa.
Papa Andi langsung menatap Denis dengan begitu kesal.
"Denis berapa lama Kamu menikah, kenapa belum jadi juga Dede Bayinya." omel Papa Andi.
Denis menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, Risa hanya diam sambil melihat Denis.
"Sabar Ma, Pa, Denis akan usaha lebih keras lagi." kata Denis dengan suara agak lemas.
Papa Andi, mengotak-atik ponselnya lalu memperlihatkan sesuatu pada Denis.
"Den, ikutlah dengan Papa." pinta Papa Andi.
Denis beranjak dari tempat duduknya, lalu mengikuti langkah kaki Papanya.
"Ada apa Pa?" tanya Denis.
"Kamu beli ini ya biar tahan lama, biar cepat jadi Dede bayinya, Papa sudah tidak sabar pingin gendong cucu soalnya." kata Papa Andi sambil menunjukkan salah satu obat agar tahan lama.
Denis menelan ludahnya, lalu bergumam.
"Waktu itu pake jamu kuat yang diberikan oleh Mama saja Risa kuwalahan, bahkan Aku sampai harus melanjutkannya dikamar mandi." gumam Denis.
"Tidak perlu Pa, kasian Risa." jawab Denis.
"Kok kasian, kalian berdua akan sama-sama enak nanti, dijamin resep dari Papa pasti kalian akan ketagihan." kata Papa Andi.
"Papa sudah kaya sales sedang promosi saja." jawab Denis yang diiringi senyum jailnya.
Risa dan Mama Rasti melihat Denis dan Papanya, yang sedang mengobrol.
"Sebenarnya apa yang mereka obrolkan ya Ma?" tanya Risa pada Mama Rasti.
"Mama juga tidak tahu, Ris." jawab Mama Rasti.
Denis dan Papa Andi kembali ketempat duduknya.
"Apa yang Papa obrolkan dengan Denis?" tanya Mama Rasti.
"Urusan laki-laki Ma." jawab Papa Andi.
"Jangan mengajarkan Anaknya yang tidak benar." omel Mama Rasti sambil melihat kearah Papa Andi.
"Papa hanya berbagi resep Ma, waktu kita membuat Denis." jawab Papa Andi.
"Papa... bikin malu saja." omel Mama Rasti.
Risa dan Denis saling menatap, lalu Denis mengedipkan satu matanya pada Risa.
"Aduh resep apalagi yang diberikan oleh Papa untuk Denis, kemarin saja gara-gara jamu kuat dari Mama Aku sampai kuwalahan ngadepin Denis." gumam Risa dalam hatinya.
"Sudah ayo Kita pulang." ajak Mama Rasti.
"Mama tidak makan siang dulu?" tanya Risa.
"Tidak Nak, nanti Mama dan Papa makan dirumah saja." jawab Mama Rasti.
"Mama dan Papa pulang dulu ya, kabarin kalau Dede bayinya sudah jadi." pinta Mama Rasti yang diiringi dengan senyum manisnya.
"Den, jangan lupa resep dari Papa." kata Papa Andi.
__ADS_1
Mama langsung menarik tangan Papa Andi, untuk keluar dari ruangan Denis.
Denis melihat kearah Risa.
"Sayang, Kita coba resep dari Papa yuk." kata Denis dengan nada menggoda.
Risa melihat Denis, dengan sorot mata yang begitu kesal.
"Cepat selesaikan pekerjaanmu, Aku sudah lapar." rengkek Risa.
Denis mendekatkan duduknya disamping Risa.
"Sayang, kalau Kamu lapar Kamu boleh memakan adik kecilku." Denis menggoda Risa dengan begitu jail.
"Denis hentikan, ini kantor." Risa mengomeli Denis.
"Memangnya kenapa Kalau ini kantor, Kita cuma perlu mengunci pintu saja semuanya beres." kata Denis sambil mengedipkan satu matanya pada Risa.
"Dasar mesum." omel Risa.
Denis mencium kening Risa, lalu pergi menuju ke meja kerjanya.
"Baiklah kalau tidak dikantor, nanti Kita lakukan dirumah saja." kata Denis sambil mencium kening Risa.
Risa hanya menggelengkan kepalanya.
"Denis.. Denis.. apa Kamu itu tidak ada puasnya." kesal Risa.
Denis sedang sibuk dengan laptopnya.
"Ris, Kamu mau makan siang apa, biar Alan aku suruh membelinya." tanya Denis.
"Aku sudah kenyang." jawab Risa.
"Kamu belum makan apapun bagaimana Kamu bisa merasa kenyang." tanya Denis.
"Aku kenyang gara-gara Kamu." jawab Risa.
Denis melihat kearah Risa, lalu tersenyum pada Risa.
"Ya sudah pandangi saja terus ketampananku ini, pasti akan membuatmu semakin kenyang nanti." kata Denis yang sebenarnya merasa kesal pada Risa.
"Aku tidak mau, Aku ngantuk Aku mau tidur saja." jawab Risa.
Risa langsung membaringkan tubuhnya diatas sofa sedangkan Denis kembali sibuk dengan pekerjaannya.
"*Resep apalagi yang diberikan oleh Papa Andi?" tanya Risa dalam hatinya.
"Tidak Anaknya, tidak Orangtuanya ngebet banget Aku punya Bayi." gerutu Risa dalam hatinya*.
tanpa terasa ternyata Risa benar-benar tertidur, Denis yang tidak mendengar suara istrinya akhirnya menghampiri Risa yang berada di sofa.
"Ternyata gadis bawel ini tidur." kata Denis.
Denis melepaskan jasnya, lalu menyelimuti tubuh Risa dengan jasnya.
"Tidurlah sayang." kata Denis sambil mencium pipi Risa.
Denis terus memandangi wajah cantik Risa ketika tertidur.
"Aku baru sadar ternyata Kamu begitu cantik." gumam Denis.
Setelah puas melihat istrinya, Denis kembali kemeja kerjanya.
Bersambung ๐๐
Jangan lupa like, komen,vote, dan rate, ya biar authornya makin semangat ngetiknya๐๐
__ADS_1