Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
203.Menguji kesabaran Panji.


__ADS_3

"Tidak apa-apa habis uang banyak, Yang penting dapat restu." Gumam Panji dengan tawa dalam hatinya.


Setelah selesai berbelanja Denis kembali mengerjai Panji dengan kejailannya, Denis sengaja melakukannya untuk mengetes Panji itu seperti apa? Orang yang royal atau tidak.


Denis melakukan semua ini tentu saja ada maksudnya, Denis ingin menguji kesabaran Panji juga dengan kejailannya.


"Kita pulang!" Ajak Panji yang langsung disambut gelengan kepala oleh Denis.


Panji melihat kearah Denis, Denis tersenyum pada Panji tentu saja semyum Denis ada maksudnya.


"Pan, Kalian kan sedang merayakan hari jadian kalian, Sekalianlah tlaktir jam tangan keluaran terbaru." Goda Denis dengan jail, Yang langsung ditatap tajam oleh Alya.


"Kak Denis kan punya uang sendiri, Kakak beli saja pakai uang sendiri!" Omel Alya yang tidak terima karena hari ini Denis begitu matre pada Panji, Laki-laki yang kini sudah menjadi kekasih hatinya.


Alan dengan jail langsung menimpalinya, Alan tahu Denis sedang mengerjai Panji jadi Alan akan mendukungnya.


"Iya Pan, Biar hubungan kalian langgeng!" Sambung Alan yang langsung disambut senyum bahagia oleh Panji.


Denis langsung berdecak kesal, Karena Panji tersenyum pada Alan sedangkan Panji tidak mau tersenyum pada Denis, Wajarlah Denis nya koplak jadi Panji males tersenyum pada Denis.


"Kak Alan benar, Ayo calon saudaraku kita langsung ke toko jam tangan!" Panji setuju dengan Alan, Panji juga langsung mengajak Denis ke toko jam tangan untuk membeli jam tangan keluaran terbaru.


"Pan, Sudah jangan dengarkan Kak Denis biarkan dia beli sendiri saja, Uang dia kan banyak." Alya melarang Panji menuruti permintaan kakaknya.


Panji melihat Alya, Panji tersenyum begitu manis pada Alya, Panji langsung mengacak-acak rambut Alya dengan lembut membuat Alya tersipu malu apalagi Panji melakukannya dihadapan sang kakak.


"Alya sayang, Percayalah uangku tidak akan habis jika hanya untuk membeli jam tangan keluaran terbaru, Oh bagaimana kalau kita juga membeli jam tangan cauple untuk kita." Panji berusaha memberikan pengertian pada Alya, Alya langsung tersenyum dengan cepat Alya menganggukan kepalanya.


"Kan dia juga ikutan matre." Sindir Denis yang langsung ditatap kesal oleh Alya.


"Sudah-sudahlah, Tidak ada wanita yang tidak matre, Aku saja matre suamiku." Lerai Risa yang tentunya ada maksud tertentu.


"Aku hari ini melarangmu matre istri." Jawab Denis yang membuat Risa memayunkan bibirnya.


"Ayo kita ke toko jam sekarang!" Ajak Panji agar Denis dan Risa juga tidak melanjutkan perdebatan mereka.


Dan kali ini Denis kembali berhasil mengerjai Panji, Kini mereka semua langsung berjalan menuju ke toko jam merk yang ada dalam mall tersebut.


Risa bergandengan dengan Denis, Alya bergandengan dengan Panji dan Alan bergandengan dengan Ayumi. Siapa yang tahu niatnya mau mengajak Alya, Risa dan Ayumi belanja ternyata Denis dan Alan juga ada di mall yang sama, Akhirnya mereka jadi jalan bersama.


"Den, Kasian Panji jangan jail minta jam tangan mahal-mahal!" Omel Risa dengan suara pada sang suami.


"Kamu tenang saja, Aku hari ini mau morotin Panji untuk menguji kesabarannya,Tapi kamu tenang saja jika dia berhasil aku akan memberikan hadiah yang mewah untuk pernikahannya nanti." Denis mencoba memberi pengertian pada Risa.


"Baik-baiklah terserah kamu saja!" Risa hanya bisa mengalah karena tidak tahu apa rencana sang suami sebenarnya.


Sesampainya di toko jam Denis dan Alan langsung membeli jam tangan keluaran terbaru dari merk terkenal sedangkan Panji membeli jam tangan cauple untuk dirinya dan Alya, Untuk membeli jam tangan tentu saja Panji kembali mengeluarkan kocek yang tidak murah, Tapi sekali lagi demi sebuah restu dari Denis.Panji dengan senang hati melakukanya.


"Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik, Uang bisa dicari asal semuanya bahagia, Aku rela menghabiskan uangku di ATM." Batin Panji dalam hatinya.


Setelah selesai membeli jam tangan, Denis kembali membuat ulah, Kali ini Denis mengajak Panji makan direstauran mewah. Tentunya Denis sengaja melakukannya.

__ADS_1


"Pan aku lapar!" Denis berkata pada Panji.


"Kak Denis manja sekali." Omel Alya yang langsung dibalas cengiran oleh Denis.


"Sudah-sudah, Iya kak ayo kak makan dulu!" Lerai Panji agar Alya dan Denis tidak sampai berdebat.


"Aku yang pilih tempatnya ya!" Pinta Denis.


"Iya kak, Aku ikutin saja." Panji pasrah dengan keadaan, Alya langsung menarik tangan Panji membuat Panji langsung menghentikan langkah kakinya.


"Ada apa?" Tanya Panji dengan suara lembut.


"Pasti Kak Denis mau berulah lagi." Alya sudah memanyunkan bibirnya, Kali ini dirinya benar-benar kesal pada kakaknya.


"Sudahlah tidak apa-apa sayang, Uangku tidak akan habis." Bujuk Panji agar Alya tidak manyun lagi.


Dalam hati Denis kali ini benar-benar senang, Denis senang dari tadi Alya terus manyun dan memarahi dirinya, Denis juga senang ternyata Panji adalah laki-laki yang sabar. Dalam hati Denis sekarang Denis percaya kalau Panji adalah laki-laki yang cocok untuk Alya gadis manja yang sukanya belanja dan ngabis-ngabisin duit.


Mereka semua langsung menuju ke restauran yang dipilih oleh Denis, Melihat restauran yang begitu mewah membuat Alan geleng-geleng kepala.


"Denis, Kamu parah sekali tadi jam tangan mahal, Sekarang restauran mewah, Aku yakin sih b*doh itu sengaja ingin menguji kesabaran Panji, Kasian kamu Panji." Batin Alan yang tahu apa isi otak sahabatnya itu, Tapi Alan juga merasa kasian pada Panji.


Mereka semua langsung masuk kedalam restauran, Denis juga tidak tanggung-tanggung memesan makanan yang harganya mahal, Sebenarnya Denis tidak tega tapi ini adalah salah satu misinya untuk menguji kesabaran Panji.


"Maaf ya Pan, Nanti kalau uangmu kurang aku akan membayar sendiri." Batin Denis dalam hatinya.


Setelah beberapa lama akhirnya pesanan mereka semua datang, Kini mereka menikmati makanannya dengan lahap.


"Terimakasih calon suamiku, Maafkan kakakku yang tidak punya akhlak itu." Batin Alya dengan tawa bahagianya dalam hatinya.


Biarpun Alya kesal karena hari ini Panji benar-benar dikerjain oleh sang kakak, Bahkan Panji juga tidak sedikit mengeluarkan uangnya untuk menuruti kemauan Denis yang begitu banyak.


Setelah selesai makan, Mereka semua langsung pulang kali ini mereka semua pulang kerumah Alan. Karena malam ini Mereka berniat mengadakan BBQ an bersama dirumah Alan, Kenapa dirumah Alan? Iya karena dirumah Alan sepi dan itu pasti lebih nyaman untuk mereka berkumpul malam ini.


Sebelum pulang mereka mampir ke supermarket untuk membeli bahan-bahan untuk BBQ an nanti malam.


Setelah semuanya dibeli, Mereka semua langsung menuju kerumah Alan.


Sampailah dirumah Alan, Panji dan Alan langsung memarkirkan mobilnya, Setelah semua beres mereka semua langsung masuk kedalam rumah Alan.


Kini mereka semua duduk di sofa ruang tengah dirumah Alan, Ayumi langsung menuju ke dapur untuk mengambil cemilan dan minuman untuk mereka semua.


"Ayumi mau ngapain?" Tanya Denis.


"Sebagai calon istri yang baik, Ayumi mau menyiapkan cemilan dan minuman buat kita semua." Jawab Alan yang tahu maksud Ayumi pergi ke dapur.


Dirumah Alan Ayumi sudah tidak asing, Biarpun Ayumi kerumah Alan hanya beberapa kali, Tapi Alan selalu menyuruh Ayumi menganggap rumahnya itu rumah sendiri.


Setelah beberapa lama Ayumi keluar dengan membawa nampan berisi cemilan dan Berbagai minuman kaleng.


"Nikmatilah!" Ayumi langsung menaruh semuanya diatas meja.

__ADS_1


Kini Ayumi langsung duduk disamping Alan, Mereka menikmati minuman dan cemilannya bersama.


"Oh iya Panji, Aku minta maaf sebenarnya hari ini aku hanya sedang menguji kesabaranmu." Denis meminta pada Panji, Denis juga sudah menyebut nama Panji dengan benar.


"Tapi tunggu dulu, Biarpun aku hanya menguji kesabaranmu tetap saja barang yang sudah aku beli ini semua menjadi milikku!" Tegas Denis sebelum Panji meminta semua barang-barang itu kembali.


Panji hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala, Ternyata Denis yang awalnya menentang hubungan dengan Alya, Kini malah ikut ambil alih menguji kesabaran Panji.


"Tidak apa-apa kak, Apa sekarang kamu memberikan restumu padaku?" Panji dengan begitu semangat langsung bertanya pada Denis.


"Aku merestuimu dengan Alya, Ingat jangan pernah menyakiti hati Alya atau aku akan membunuhmu!" Ancam Denis dengan serius.


"Siap Kakakku." Panji langsung memeluk Denis membuat Denis merasa jijik.


"Singkirkan tubuhmu, Jangan memelukku!!" Denis meronta-ronta, Namun Panji dengan jail terus memeluk Denis.


Risa, Alya, Ayumi dan Alan, Mereka saling tertawa akhirnya Panji dan Denis mereka sudah mau bercanda satu sama lain, Dan Denis juga tidak sedingin dulu waktu sama Panji sering main cemburu-cemburuan.


Panji melepaskan pelukannya dari Denis, Mereka berdua membenarkan posisinya. Denis langsung membenarkan kancing kemejanya yang lepas karena ulah Panji.


"Hey br*ngsek, Apa kamu mau memperkosa aku dihadapan istriku sendiri." Kesal Denis karena Panji memeluknya hingga beberapa kancing kemejanya terlepas.


"Aku masih waras kak," Elak Panji dengan kesal." Siapa juga yang mau memperkosamu dasar suami Risa otak mesum." Batin Panji.


Alan terus tertawa, Denis langsung menatap Alan dengan tatapan kesal.


"Apa kalian cepatlah menikah, Daripada aku jadi korban seperti ini." Dengan tatapan kesal pada Alan, Denis mengomeli Panji dan Alan untuk segera menikah.


"Aku akan menikah setelah lulus kuliah." Jawab Panji kali ini dengan mode serius.


"Nahh bagus itu, Nanti repsesi kalian bareng saja jadi satu." Saran Denis untuk Panji dan Alan.


"Ide bagus itu, Pan nanti yang akan membiayai repsesi pernikahan kita Denis." Alan dengan semangat mengatakannya.


"Dengan senang hati," Jawab Panji yang merasa sangat senang.


Akhirnya mau tidak mau Denis setuju dengan ide Alan.


"Baiklah aku akan membiayai semua pernikahan kalian, Itung-itung itu hadiah pernikahan dariku." Jawab Denis dengan nada pasrah.


Setelah menguji kesabaran Panji, Akhirnya Denis kena batunya, Tidak tanggung-tanggung Denis harus membiayai dua repsesi pernikahan sekaligus.


Tapi itu tidak akan menjadi masalah buat Denis, Karena Denis juga ingin semuanya bahagia.


"Aku doakan kalian semua bahagia," Doa Denis untuk Alan dan Panji.


Malam menujukan pukul 7 malam.....


"Ayo kita mulai BBQ an!!!!"


BERSAMBUNG πŸ™

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2