
Risa hanya diam.
"Siapa sebenarnya gadis itu?" Gumam Risa.
Mama Rasti hanya tersenyum sambil melihat wajah Risa yang tampak kesal, karena melihat Denis berpelukan dengan gadis itu.
"Pasti pikiran Risa sudah macam-macam, raut wajahnya saja tampak kesal sekali." gumam Mama Rasti yang terus memperhatikan wajah cantik Risa yang sedang kesal.
Risa terus menatap gadis itu dengan tatapan kesal, bahkan sorot matanya seakan-akan sudah ingin menerkam mangsanya.
Gadis itu menarik tangan Denis dengan manja, membuat Risa semakin kesal.
"Ayo Kak, kita makan bareng, Aku sangat rindu sekali dengan Kak Denis." kata gadis itu dengan begitu bawel pada Denis.
"Lepaskan! lihat disana sudah ada yang melirikmu dengan lirikan yang begitu tajam seperti macan." pinta Denis sambil melihat kearah Risa, yang sudah melirik dengan lirikan tajam.
Gadis itu tersenyum, lalu berbisik pada Denis.
"Apa itu saudara Iparku, Kak?" bisik gadis itu ditelinga Denis.
"Iya Dia Kakakmu, Dia istriku tapi Kamu hati-hati Dia sangat galak." jawab Denis sambil menakuti-nakutin ponakannya.
Denis dan gadis tersebut langsung menuju ke meja makan, gadis itu langsung duduk disamping Denis, kini Denis berada ditengah-tengah Risa dan gadis tersebut.
"Risa sayang, kenalkan Dia adalah sepupunya Denis, Dia anaknya adiknya Mama." kata Mama Rasti sambil mengusap rambut Risa.
Dengan perasaan yang sudah salah mengira, kini Risa langsung tersenyum penuh salah pada Mama mertuanya.
"Iya Ma." jawab Risa singkat.
Denis tiba-tiba mendekatkan bibirnya ke telinga Risa, lalu berbisik kepada Risa.
"Tidak usah cemburu Dia adalah sepupuku." bisik Denis ditelinga.
Dengan rasa kesalnya, Risa langsung menginjak kaki Denis, membuat Denis langsung merintih kesakitan.
"Aah sial, dasar Risa awas saja Kamu nanti." kesal Denis dalam hatinya, sambil menahan rasa sakit di kakinya karena diinjak Risa.
Gadis tersebut langsung tersenyum pada Risa, lalu langsung memperkenalkan dirinya pada Risa.
"Kakak cantik, kenalkan Aku Alya Adinda Putri." Alya memperkenalkan dirinya dengan raut wajah yang begitu menggemaskan.
Risa langsung menyodorkan tangannya, lalu berjabat tangan dengan Alya.
"Kenalkan Aku Risa, Alya." Risa memperkenalkan dirinya pada Alya.
Kini Alya tersenyum pada Risa, Risa juga langsung membalas senyuman Alya, setelah berkenalan Risa dan Alya langsung melepaskan jabatan tangannya.
"Ternyata Alya adalah sesepupunya Denis, Aku berdosa sekali sudah mengira yang tidak-tidak." batin Risa yang menyesali pikirannya sebelum berkenalan dengan Alya.
Kini mereka berempat makan bersama, dengan suasana tenang dan hanya fokus dengan makanan masing-masing, setelah selesai makan, mereka berempat langsung berkumpul diruang keluarga.
Denis sudah duduk disamping Risa, sedangkan Alya duduk disamping Mama Rasti.
"Alya, kenapa Kamu datang kesini?" tanya Denis dengan raut wajah menyebalkannya.
"Inikan kota kelahiranku Kak, jadi ya Alya bisa datang kesini kapan saja." jawab Alya dengan raut wajah yang menggemaskan.
Mama Rasti hanya menggelengkan kepalanya, lalu Mama Rasti tiba-tiba berkata pada Risa.
"Risa, mulai sekarang Alya akan kuliah ditempat yang sama denganmu, Mama sudah mengurus semuanya." jelas Mama Rasti pada Risa.
Mama Rasti sengaja memindahkan Alya kuliah dikotanya, karena perintah dari orangtuanya Alya. karena pergaulan diluar negeri yang begitu bebas membuat Orangtua Alya khawatir jadi Orangtua Alya memutuskan Alya biar kuliah dikota kelahiran.
"Oh Iya Ma." jawab Risa singkat.
"Iya Kak Risa, mulai sekarang Alya akan melanjutkan kuliah Alya dikota ini, Mami juga sudah mengurus semuanya."Kata Alya dengan begitu senang.
__ADS_1
Alya dari kecil terbiasa memanggil Mama Rasti dengan sebutan Mami, bagi Alya Mama Rasti sudah seperti Orangtuanya sendiri, biarpun Mama Rasti hanya Kakak dari Orangtuanya Alya, tapi Mama Rasti sangat menyayangi Alya seperti putrinya sendiri.
"Iya Alya, nanti Aku kenalkan Kamu dengan sahabat-sahabatku dikampus." jawab Risa yang diiringi dengan senyum manisnya.
Denis melihat kearah Alya dengan tatapan begitu serius, kali ini Denis memberikan nasehat untuk Alya sebagai Kakak nya Alya.
"Alya, nanti kalau kuliah yang benar! ingat jangan jaga matamu jangan suka melirik laki-laki tampan, Kamu harus lulus dulu kuliahmu." nasehat Denis untuk Alya.
"Kak Denis, Alya itu sudah besar! lagian Alya juga sebentar lagikan wisuda, Alya kan kesini untuk meneruskan kuliah Alya." sambung Alya yang tidak mau mendengarkan nasehat dari Denis.
Iya Alya dipindahkan kuliah karena sebuah alasan yaitu Orangtua Alya tidak mau Anaknya sampai melakukan pergaulan bebas, padahal kuliah Alya tinggal beberapa bulan lagi sama dengan Risa, mereka seumuran bahkan mereka juga ternyata mengambil jurusan yang sama membuat Mama Rasti juga lebih tenang, karena dengan Alya satu kampus dengan Risa, Risa juga akan bisa menjaga Alya.
"Kak Risa, nanti kenalkan Aku pada laki-laki yang tampan dikampus ya." kata Alya dengan begitu centil.
Alya yang memang mempunyai sifat centil, manja bahkan suka bawel, itu yang kadang membuat Denis sangat kesal, tapi tetap saja sebagai seorang Kakak Denis sangat menyayangi Alya.
Alya adalah Anak dari Adiknya Mama Rasti, Alya adalah Anak Hendra yang tidak lain adalah Adik kandung dari Mama Rasti.
Malam semakin larut, Alya juga sudah menguap karena merasa sangat mengantuk.
"Mami, malam ini Alya tidur sama Mami ya." kata Alya dengan begitu manja.
"Iya Alya, Kamu tidur saja sama Mama! Kamu kan sudah lama tidak bertemu dengan Mama, pasti Mama juga sangat merindukanmu." jawab Denis yang diiringi dengan maksud liciknya.
"Alya tidur sama Mama, jadi Risa tidak tidur dengan Mama lagi." guman dengan tawa penuh kemenangan dihatinya.
"Iya Nak, ayo Kita istrihat sekarang!" ajak Mama Rasti sambil menggandeng tangan Alya.
Mama Rasti dan Alya, langsung menuju ke kamar Mama Rasti, sedangkan Denis terus cengar-cengir pada Risa, biasalah Denis pasti ide licik diotaknya.
"Sayang, ayo ke kamar!" ajak Denis dengan begitu manja.
Risa dan Denis langsung menuju ke kamar mereka, dengan tatapan mesumnya Denis sudah seperti singa yang akan menerkam mangsanya.
"Berhentilah menatapku seperti itu!" omel Risa pada Denis.
"Sayang, kenapa waktu itu Alya tidak datang ke acara pernikahan Kita?" tanya Risa.
"Aku tidak tahu, waktu itu semuanya yang mengurus Mama." jawab Denis.
Denis merebahkan kepalanya dipangkuan Risa, kini Risa memainkan rambut Denis dengan jari-jarinya.
"Apa Kamu tadi cemburu?" tanya Denis sambil melihat wajah cantik Risa.
"Tidak." jawab Risa yang tidak mau mengakuinya.
"Tidak salah, tadi tatapanmu sudah seperti macam yang ingin menerkam mangsanya." goda Denis dengan begitu genit.
"Itu hanya perasaanmu saja." Risa berusaha meyakinkan Denis.
Namun melihat tatapan Risa diruang makan, Denis tahu sekali kalau Istrinya sedang menyimpan rasa cemburunya.
"Alya itu adalah Anaknya Om Hendra, Om Hendra itu Adik kandungnya Mama, dulu sebelum Alya pindah keluar negeri Aku dan Alya memang sangat dekat." Denis bercerita pada Risa tentang Alya.
"Iya iya, maafkan Aku tadi sudah sempat salah paham, Aku kira tadi bakal ada bibit cabe yang baru ternyata Dia adalah saudara sepupumu." kata Risa yang akhirnya mengakui kesalahannya dan langsung meminta maaf pada Denis.
Denis langsung bangun dari pangkuan Risa, lalu Denis memegang dagu Risa dengan kedua tangannya.
"Itukan, ternyata Istriku cemburu." ledek Denis sambil tersenyum pada Risa.
"Lepaskan ih!"rengek Risa yang mukanya sudah sangat merah karena merasa malu.
Iya malu, karena ternyata Risa cemburu pada suasana sepupu Denis, wajar sih kalau Risa cemburu apalagi Risa belum bertemu dengan Alya sebelumnya dan Alya tiba-tiba langsung memeluk Denis, tanpa memperdulikan keberadaan Risa disamping Denis, wanita mana yang tidak cemburu melihat suaminya tiba-tiba dipeluk sama wanita lain?
"Aku tidak mau! malam ini Aku akan memakanmu." jawab Denis yang langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Risa.
Biarpun awalnya Risa menolak, namun perlahan-lahan Risa juga terbuai dengan permainan suaminya.
__ADS_1
Malam yang begitu dingin, permainan Denis yang malam ini begitu panas, membuat Risa benar-benar terbuai dan akhirnya mereka melanjutkan aksinya di dalam selimut, ntah apa yang mereka lakukan, yang jelas malam ini mereka sedang bercinta.
Pagi hari kemudian, Risa membuka matanya lalu melihat tubuhnya yang sudah tanpa busana karena ulah Suaminya semalam.
"Sayang bangun! sudah jam setengah 6." kata Risa sambil menggoyangkan tubuh Denis.
"Sebentar lagi, Aku masih sangat lelah badanku juga masih sangat pegal." jawab Denis yang masih memejamkan matanya.
Risa langsung beranjak dari tempat tidurnya, lalu segera menuju ke kamar mandi untuk segera mandi, setelah beberapa lama Risa keluar dari kamar mandi, Risa mendapati Denis masih terlelap di dalam selimut.
"Dasar sudah jam berapa ini." gumam Risa.
Setelah berganti pakaian Risa langsung kembali membangunkan Denis.
"Bangun ini sudah jam setengah 7 lewat." rengek Risa sambil terus menggoyangkan tubuh Denis.
"Iya iya Aku bangun." jawab Denis yang langsung membuka matanya.
Melihat Risa sudah cantik dan begitu wangi, membuat Denis langsung memeluknya.
"Sayang semalam kurang." bisik Denis ditelinga Risa.
"Berhentilah menggodaku!" omel Risa.
"Boleh ini?" tanya Denis sambil menyentuh gunung kembar Risa.
Risa menggelengang kepalanya, kalau Risa mengizinkannya pasti Denis akan membuatnya terlambat, karena ulahnya.
"Mandilah!" omel Risa.
Denis langsung mendengus kesal, lalu langsung beranjak dari tempat tidurnya.
"Gagal minum susu dari pabriknya langsung." keluh Denis dalam hatinya.
Denis langsung menuju ke kamar mandi, sedangkan Risa langsung merapikan tempat tidurnya karena sangat berantakan sekali, bahkan baju Risa dan baju Denis sudah berserakan dimana-mana karena Denis membuangnya dengan sembarangan.
Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi, Denis dan Risa langsung menuju ke ruang makan, diruang makan sudah ada Mama Rasti dan Alya.
Kini mereka sarapan pagi bersama, setelah selesai sarapan Denis, Risa, langsung berangkat ke kampus Risa untuk mengantarkan Risa lebih dulu, hari ini juga Alya ikut satu mobil dengan Denis.
Sesampainya dikampus, seperti biasa Risa selalu melakukan ritual paginya sebelum masuk ke dalam kampus, namun ketika Denis akan mencium bibir Risa, dengan cepat Risa langsung menghentikannya dengan jarinya.
"Tahan, ada Alya." kata Risa dengan begitu polosnya.
"Alya, Kamu tutuplah matamu atau Kamu turun dari mobil!" pinta Denis pada Alya.
Alya hanya menjulurkan lidahnya, sambil membuka pintu mobilnya.
"Dasar Kak Denis, memang kalian mau ngapain sampai-sampai Aku harus menutup mataku?" kesal Alya dalam hatinya.
Denis dan Risa melanjutkan aksinya di dalam mobil, sedangkan Alya dengan perasaan yang masih kesal.
Tiba-tiba menyebrang jalan tanpa melihat kanan-kiri, tiba-tiba ada mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Alya yang merasa kaget, panik dan sangat takut tiba-tiba menghentikan langkah kakinya, lalu menutup kedua telinganya sambil memejamkan matanya.
Dalam hati Alya berdoa.
"Aku masih ingin hidup." doa Alya.
Ntah seseorang itu datang darimana? tiba-tiba langsung berlari untuk menolong Alya.
Kini Alya tepat jatuh dipelukan orang itu, dengan mata yang masih samar-samar Alya pelan-pelan, membuka matanya.
"Siapa yang menolongku." batin Alya yang belum sepenuhnya membuka matanya.
Bersambung π
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia π