Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
120. Semua merk dibeli.


__ADS_3

Setelah Ayumi masuk kedalam rumahnya, Alan langsung pergi meninggalkan rumah Ayumi. kini Alan langsung menaiki mobilnya untuk segera menuju kerumahnya.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya Alan sampai dirumahnya, Alan langsung memarkirkan mobilnya, lalu masuk kedalam rumahnya untuk menuju ke kamarnya.


Jam menunjukkan pukul 7 malam, kini Alan merebahkan tubuhnya diatas ranjang tempat tidurnya. Alan menatap lampu yang ada diatap kamarnya sambil memikirkan wajah cantik Ayumi.


"Gadis itu memang cantik."


"Dia memang sangat mengemaskan."


"Tapi Dia menyukai laki-laki itu, lihat saja Aku akan memperjuangkanmu dan menyingkirkan laki-laki itu dari hatimu."


"Ayumi Larasati, kamu membuatku semangat untuk membuka hatiku kembali."


Alan terus terbayang-bayang wajah cantik Ayumi, sampai-sampai Alan senyam-senyum sendirian, benar-benar Alan dibuat bodoh dan tidak waras oleh Ayumi.


Dikamar Ayumi.


Ayumi baru selesai mengerjakan tugas kuliahnya, lalu Ayumi pergi mandi, selesei mandi Ayu langsung berganti pakaian dengan pakaian tidurnya.


Ayumi merebahkan tubuhnya diatas ranjang tempat tidur, lalu menyelimuti tubuhnya dengan selimut yang ada diatas ranjang.


Ayumi memejamkan matanya, namun tiba-tiba teringat kata-kata Alan.


"Laki-laki menyebalkan itu, mau mengejarku."


"Kalau ingat wajahnya rasanya Aku kesal sekali."


"Biarpun Dia tampan tapi tetap saja Dia itu tidak waras dan suka seenaknya sendiri."


"Sudahlah kenapa Aku jadi memikirkannya."


"Lebih baik Aku tidur, besok ketemu sama Levin."


Berbagai perkataan dari dalam hati Ayumi keluar begitu saja, kini Ayumi juga tiba-tiba meningkat Alan.


Ayumi memejamkan matanya lalu tertidur begitu saja.


Dirumah Denis dan Risa.


Risa baru selesai mandi, sedangkan Denis sudah menunggu Risa diatas ranjang tempat tidurnya.


Denis melihat Risa keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk saja, membuat bagian dadanya terlihat begitu jelas.


Denis langsung menelan ludahnya dengan kasar, lalu bergumam.


"Risa kalau Kamu seperti itu, Kamu membuat Adik kecilku bangun nanti." gumam Denis.


Risa membuka laci tempat rias untuk mengambil pembalut, namun ternyata pembalutnya sudah habis.


Risa mondar-mandir merasa bingung, karena jika tidak pakai pembalut takut bocor nanti Denis pasti akan rempong, bisa-bisa Denis langsung memanggil Dokter tengah malam untuk memeriksa Risa.

__ADS_1


"Kamu kenapa mondar-mandir seperti itu Ris?" tanya Denis sambil melihat kearah Risa.


"Pembalut Aku habis, Kamu mau tidak pergi ke minimarket dekat komplek untuk membeli pembalut.?" kata Risa pada Denis.


Denis terdiam, lalu berkata pada Risa.


"Tapi Ris, Aku tidak pernah membeli barang seperti itu sebelumnya." kata Denis pada Risa.


Risa menghampiri Denis.


"Kamu tanyakan saja pada pegawai nanti pasti kasih tahu." jawab Risa.


"Baiklah Aku beli dulu." jawab Denis.


Risa kembali kedalam kamar mandi, sambil menunggu Denis pulang dari minimarket.


Di minimarket.


Denis masuk kedalam mini market, lalu bertanya pada salah satu pegawai minimarket.


"Mba, tempat pembalut disebelah mana ya.?" tanya Denis dengan begitu polosnya.


"Disebelah sana Pak." jawab pegawai sambil menunjukkan arah tempat susunan berbagai pembalut.


Denis menuju ketempat tersebut, lalu melihat berbagai macam pembalut, Denis bingung mau membeli yang mana karena Risa tidak memberi tahunya. akhirnya Denis mengambil berbagai macam merek pembalut satu bungkus satu. kini keranjang belanja Denis sudah dipenuhi dengan berbagai macem merek pembalut, Denis langsung membawanya ke kasir.


"Sudahlah Aku beli satu-satu aja dari bermacam merk, daripada salah." gumam Denis.


"Iya mba, soalnya Istri saya tidak memberi tahu saya, saya harus beli yang mana jadi saya beli semuanya saja." jawab Denis.


Sang pegawai kasir terdiam.


"Haduh Bapak, biarpun tidak kasih tahu ya setidaknya cukup beli 2 atau 3 bungkus, ini hampir semua merek dibeli satu-satu." gumam pegawai kasir sambil menahan tawanya dalam hati.


Semuanya sudah dimasukkan dalam kantong belanjaan, kini Denis menenteng 3 kantong belanjaan yang isinya semuanya pembalut.


Denis langsung berjalan menuju kerumahnya, setelah sampai dirumahnya Denis langsung menuju ke kamarnya.


"Ris, ini pembalutnya." teriak Denis.


Risa langsung keluar dari kamar mandi, namun betapa terkejutnya Risa melihat Denis membawa 3 kantong belanjaan.


"Kamu beli apa saja kok banyak banget.?" tanya Risa.


"Aku membeli apa yang Kamu suruh." jawab Denis.


Denis langsung memberikan semua kantong belanjaan pada Risa, Risa membuka kantong belanjaan tersebut. betapa kesalnya Risa melihat ternyata semuanya isinya pembalut.


"Kamu membelinya sebanyak ini." kata Risa sambil menggelengkan kepalanya.


"Nyesel nyuruh Denis." gumam Risa.

__ADS_1


"Iya Aku membeli semua merek, lagian Aku tidak tahu Aku harus beli yang mana? jadi ya Aku beli saja setiap merek 1 bungkus." Denis menjelaskan pada Risa.


Risa menghela nafasnya dengan pelan, lalu mengambil salah satu pembalut untuk dipakenya. Risa langsung kembali masuk kedalam kamar mandi, setelah beberapa menit akhirnya Risa selesei dengan urusannya.


Kini Risa sudah memakai baju tidur, lalu duduk disamping Denis yang sudah diatas ranjang.


"Apa Kamu itu bodoh Den, aturan Kamu beli salah satu saja! ini Kamu beli banyak sekali." kata Risa sambil melihat kearah Denis.


Risa beranjak dari tempat duduknya, lalu membereskan semua pembalut yang Denis beli kedalam lemari.


Setelah selesai Risa kembali duduk disebelah Denis, lalu tiba-tiba Risa tertawa.


"Kamu kenapa?" tanya Denis.


"Lucu saja, kamu membeli pembalut sebanyak itu." jawab Risa yang masih tertawa cekikikan.


Denis melihat kearah Risa dengan tatapan kesal.


"Masih untung Aku disuruh beli barang seperti itu mau." gumam Denis.


"Sudahlah jangan tertawa terus, Aku baru pertama kali membeli barang seperti itu." Denis memanyunkan bibirnya.


Risa langsung mencium pipi Denis.


"Terimakasih Suamiku." kata Risa sambil mencium pipi Denis.


Denis langsung tersenyum, lalu menarik Risa kedalam pelukannya.


"Sayang Apa masih lama pms nya.?" tanya Denis.


"Bisa satu minggu baru selesai." jawab Denis.


"Punya sudah tidak tahan, pingin berkunjung kedalam goa punya kamu." kata Denis sambil mengelus miliknya dengan tangannya.


Risa langsung melepaskan pelukannya dari Denis, lalu membaringkan tubuhnya ditempat tidur.


Denis juga ikut membaringkan tubuhnya disamping Risa, kini Denis memeluk Risa dari belakang.


"Kamu bahagia menikah denganku?" tanya Denis tiba-tiba.


"Aku bahagia, biarpun awalnya Aku benci sekali denganmu." jawab Risa.


Denis mempererat pelukannya, lalu mencium rambut Risa.


"Tidurlah sayang, mulai sekarang jangan pernah membenciku lagi! karena Aku sudah menjadikanmu wanita satu-satunya dalam hidupku." kata Denis sambil membelai-belai rambut Risa dengan tangannya.


Kini tanpa tersadar Risa sudah memejamkan matanya, karena merasakan belaian dari suaminya yang penuh kasih sayang.


Denis juga ikut memejamkan matanya, sambil terus memeluk Risa dengan begitu hangat.


Bersambung πŸ™

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia, mudah-mudahan semuanya sehat selalu 😊


__ADS_2