Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
202.Calon saudara.


__ADS_3

"Aku bingung Den, Nanti aku pikirkan kalau sudah dirumah!" Kata Alan yang pusing harus memikirkan nama bayi padahal Denis belum tahu anaknya kembar atau tidak, Cewek atau cowok.


Akhirnya mereka berdua terus memperdebatkan masalah nama anak Denis nanti.


Setelah lelah berdebat Alan dan Denis saling terdiam, Denis berdehem lalu membuka pembicaraan lebih dulu.


"Kamu setelah Ayumi lulus mau langsung menikah atau bagaimana?" Tanya Denis kali ini dengan mode serius.


Alan membenarkan posisi duduknya, Lalu melihat kearah Denis.


"Iya Den, Aku mau langsung menikah saja aku tidak mau pacaran lama-lama, Atau aku akan menjadi bujang lapuk nanti." Jawab Alan yang diiringi dengan candaan.


"Dasar kamu ini, Tentukan tanggalnya masalah biaya pernikahanmu biar aku yang menanggung semuanya!" Denis berbicara dengan tatapan serius.


"Aku sudah tahu, Sekalian tiket bulan madunya jangan lupa!" Kata Alan dengan nada bercanda.


"Akan aku siapkan semuaya," Jawab Denis dengan serius.


Denis beranjak dari tempat duduknya, Lalu mengajak Alan pergi ntah kemana?


Dikampus Risa.


Setelah selesai makan-makan dikantin bersama, Hari ini Panji akan mengajak Alya, Risa dan Ayumi kesebuah mall untuk merayakan hari jadian dengan Alya.


"Untuk merayakan hubungan aku dan Alya aku akan membiarkan kalian semua berlanja sepuasnya!" Ajak Panji dengan begitu semangat, Alya hanya bisa tersenyum begitu senang.


Ayumi dan Risa sudah saling melempar senyum penuh arti.


"Kita habiskan uang Panji." Ajak Ayumi dengan jail.


"Ide bagus, Kita buat dia membelikan semuanya untuk kita." Risa setuju dengan ide Ayumi.


Tapi Risa dan Ayumi adalah orang yang tahu diri kok, Jadi mereka tidak akan tega menghabiskan uang Panji.


Panji tersenyum bahagia, Buat Panji membelanjakan Ayumi dan Risa itu hal biasa dari dulu sering dirinya lakukan, Biarpun mereka sama-sama mempunyai kehidupan berkecukupan dan berasal dari keluarga kaya raya, Tapi mereka itu benar-benar sahabat yang tidak pernah memikirkan semua itu, Bahkan diantara mereka Panji lah yang paling royal dan suka menghamburkan banyak uang untuk dua wanita yang selama ini menjadi sahabatnya.


"Kita berangkat sekarang!" Ajak Alya dengan semangat.


Mereka berempat langsung pergi menuju kesebuah mall dengan mobil milik Panji, Panji yang menyetir mobilnya, Alya duduk disebelah Panji, Sedangkan Ayumi dan Risa duduk di jok belakang.


Sesampainya di mall Panji langsung memarkirkan mobilnya, Lalu mereka langsung masuk ke dalam mall.


"Silahkan kalian mau membeli apa saja yang kalian mau!" Kata Panji yang terus mengandeng tangan Alya.


"Pan, Jangan gandengan mulu!" Ledek Risa.


"Mereka sudah seperti truk gandeng." Sambung Ayumi yang diiringi dengan tawa jailnya.


Panji dan Alya dengan kompak langsung menjulurkan lidahnya kehadapan Risa dan Ayumi, Risa dan Ayumi hanya geleng-geleng kepala.


"Mereka sedang main bucin-bucinan." Batin Risa yang merasa bahagia dalam hatinya.

__ADS_1


"Sayang kamu mau membeli apa?" Tanya Panji pada Alya, Dan sekarang Panji memanggil Alya dengan sebutan sayang.


"Aku mau sama kamu saja sayang!" Jawab Alya dengan begitu lebay, Membuat Ayumi dan Risa benar-benar ingin tertawa.


Mereka berempat terus berkeliling mengitari mall, Sampai akhirnya mereka berhenti disebuah toko gaun-gaun cantik.


"Pilihlah gaun yang sama untuk kalian wisuda nanti, Bukankah itu ide bagus!" Suruh Panji pada Alya, Ayumi dan Risa.


Dengan begitu antusias ketiga wanita itu langsung mencari gaun yang cocok untuk mereka, Panji hanya duduk menunggu dikursi tempat pelanggan sambil main game diponselnya.


Denis dan Alan ternyata ada di mall yang sama dengan mereka, Denis dan Alan pergi ke mall untuk mencari buku nama-nama bayi.


Denis dan Alan yang baru saja keluar dari toko buku, Mereka berjalan mengitari mall lagi, Alan tiba-tiba memberhentikan langkah kakinya membuat Denis menatapnya dengan tatapan bingung.


"Ada apa? Ayo pulang! Kita sudah mendapatkan buku nama-nama bayi untuk anakku nanti." Tanya Denis yang langsung menarik tangan Alan.


Gara-gara Denis terus memperdebatkan masalah nama untuk anaknya nanti, Akhirnya Denis mengajak Alan membeli buku nama untuk bayi.


Alan hanya diam ditempat, Membuat Denis semakin kesal.


"Hey b*doh ayo pulang!" Bentak Denis dengan nada kesal.


"Tunggu, Itu ada anak kecil disini dan aku melihat Alya, Risa dan Ayumi juga." Alan langsung menunjukkan Panji yang sedang duduk dan Alya, Risa dan Ayumi sedang sibuk memilih baju.


Anak kecil yang maksud adalah Panji, Alan selalu memanggil Panji dengan sebutan anak kecil.


Denis mengikuti arah mata Alan dan benar ternyata ada Panji yang sedang duduk dan ketiga wanita itu sedang sibuk memilih gaun.


Denis dan Alan langsung nyamperin Panji yang sedang duduk sambil asik main game.


"Hey laki-laki br*ngsek sedang apa kamu disini?" Tanya Denis dengan tatapan kesal.


"Ehh calon saudaraku," Sapa Panji dengan begitu lembut, Membuat Denis merasa jijik.


"Berhentilah bersikap menjijikkan, Aku belum menjadi saudaramu." Jawab Denis dengan kesal.


"Iya makanya aku panggil calon saudara, Karena kita sebentar lagi menjadi keluarga." Panji langsung mengembangkan senyumnya.


"Hahaha kalian akan menjadi keluarga Cemara." Sambung Alan yang diiringi dengan tawanya.


Denis menatap Panji dengan tatapan kesal, Sedangkan Panji malah senyum-senyum membuat Denis ingin sekali menjotosnya.


"Kak Denis duduklah! Aku sedang mengantarkan tiga wanitaku berbelanja karena suami dan kekasih mereka sibuk berkerja." Panji dengan sengaja membuat Denis kesal.


"Geser aku mau duduk!" Pinta Denis, Panji langsung bergeser dari tempat duduknya.


Alan juga ikut duduk, Kini mereka duduk bertiga sambil mengobrol.


"Kalian sedang apa disini?" Tanya Panji pada Alan dan Denis.


"Mencari buku nama-nama bayi," Jawab Denis.

__ADS_1


"Kamu sedang apa disini?" Denis balik bertanya.


"Aku hari ini jadian dengan Alya, Dan aku kesini untuk merayakan hari jadianku dengan Alya, Jadi aku menyuruh mereka untuk berbelanja apa saja yang mereka mau." Jelas Panji yang membanggakan dirinya.


Denis dan Alan langsung menatap Panji dengan tatapan jail, Membuat Panji menatap mereka dengan tatapan bingung.


"Kenapa?" Tanya Panji bingung.


"Kalian sungguh jadian?" Denis memastikan.


"Sungguh kak, Akhirnya Alya menerima cintaku dan aku akan menikah dengan dirinya." Panji terus berceloteh dengan begitu senang.


"Bangunlah, Jangan cuma mereka saja yang kamu belanjakan kita juga mau!" Denis dengan semangat mengerjai Panji.


Padahal Denis adalah orang yang menentang hubungan Panji dan Alya, Tapi tetap saja minta tlaktiran juga pada Panji. Sebagai calon saudara yang baik Panji juga dengan senang hati metlaktir Denis juga..


"Aku juga mau Pan!" Sambung Alan dengan begitu antusias.


Panji hanya geleng-geleng kepala dan dengan pasrah menuruti permintaan Denis dan Alan.


"Baiklah, Tunggu mereka bertiga dulu tapi! Alya, Risa dan Ayumi, Kalian sudah belum?" Panji langsung menyetujui permintaan Denis dan Alan.


"Tunggu kita sedang mencoba gaunnya!" Jawab mereka bertiga dengan kompak.


Setelah mencoba gaun samaan yang mereka pilih, Mereka langsung berjalan keluar untuk meminta pendapat pada Panji.


"Bagaimana kita cantik tidak?" Tanya mereka dengan begitu kompak, Mereka memilih gaun panjang warna pink yang begitu elegan, Membuat mereka begitu terlihat cantik.


"Denis." Risa terkejut melihat Denis ada dihadapannya.


"Alan?" Ayumi juga terkejut melihat ada Alan dihadapannya.


"Kalian cantik!" Jawab ketiga laki-laki yang ada dihadapan mereka.


"Kok kamu disini?" Tanya Risa pada suaminya.


"Aku membeli buku ini untuk memberikan anak kita nama nanti." Jawab Denis sambil menunjukkan buku yang ada di dalam paper bag pada Risa, Risa menganggukan kepalanya pertanda mengerti.


Setelah selesai mencoba gaun pilihan mereka, Mereka langsung kembali ruang ganti untuk berganti pakaian lagi.


Panji langsung membawa ketiga gaun tersebut ke kasir lalu membayarnya, Tentu saja membeli tiga gaun Panji harus menghabiskan kocek yang tidak sedikit, Tapi dengan penghasilan Panji itu tidak akan menjadi masalah untuk Panji.


Kini mereka langsung menuju ke tempat pakaian laki-laki, Akhirnya hari ini mereka memutuskan membeli jas yang samaan Panji untuk wisuda, Sedangkan Denis dan Alan untuk menghadiri acara wisuda Risa dan Ayumi dan nanti.


Hari ini Panji benar-benar dikerjain oleh Denis dan Alan, Awalnya hanya belanjain Alya, Risa dan Ayumi dan akhirnya harus membelikan dua jas juga untuk Alan dan Denis.


"Tidak apa-apa habis uang banyak, Yang penting dapat restu." Gumam Panji dengan tawa dalam hatinya.


BERSAMBUNG πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


__ADS_2