Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
149.Main manja-manjaan.


__ADS_3

Keesokan harinya, Risa baru saja bangun namun Denis sudah tidak ada disampingnya.


"Sayang Kamu dimana?" panggil Risa.


"Apasih Ris, Aku sedang diruang ganti baju." jawab Denis.


"Sini Aku pingin dipeluk sama Kamu." rengkek Risa dengan begitu manjanya.


Setelah berganti pakaian, Denis keluar dari ruang ganti pakaian tersebut, lalu Denis menghampiri Risa.


"Kenapa?" tanya Denis.


"Pingin dipeluk." jawab Risa dengan begitu manja.


Denis langsung memeluk Risa, lalu bergumam.


"Risa ini kenapa sih? Dari semalam mintanya dipeluk mulu." gumam Denis.


"Sudah cukup dipeluknya?" tanya Denis.


"Belum, setengah deh sayang peluknya." jawab Risa sambil mencium pipi Denis.


"Aku bisa terlambat ke kantornya." kata Denis.


Risa tiba-tiba memancarkan wajah sedihnya, lalu Denis mempererat pelukannya.


"Aku pingin dipeluk sama Kamu, lagian Kamu ini kan bos jadi tidak mungkin pegawaimu memecatmu, hanya gara-gara terlambat masuk kantor." kata Risa dengan begitu manja pada Denis.


Akhirnya Denis hanya diam sambil memeluk istrinya, Risa juga begitu senang berada dipelukan Denis.


"Sayang, nanti malam ada acara Kampus, Kamu temenin Aku datang ya." kata Risa lagi.


"Acara apa?" tanya Denis.


"Sebentar lagikan Aku sudah mau lulus, jadi nanti malam ada pesta dansa gitu." jawab Risa.


"Memangnya boleh mengajak suami?" tanya Denis lagi.


"Boleh, apa Aku nanti berpasangan sama Panji saja kalau Kamu tidak mau ikut." kata Risa dengan begitu jailnya.


"Tidak boleh, Aku akan temenin Kamu nanti malam!" jawab Denis dengan begitu tegas.


Mendengar perkataan Risa, Denis hampir saja naik darah. namun karena istrinya sedang main manja-manjaan akhirnya Denis menahan rasa kesalnya.


Nanti malam dikampus Risa ada acara pesta dansa, untuk acara kenang-kenangan dan perpisahan dengan teman-teman kampusnya.


Setengah jam kemudian.


"Sayang peluknya udah ya, udah setengah jam." kata Denis pada Risa.


Denis melepaskan pelukannya, lalu Risa menarik kemeja Denis.


"Kamu kenapa sih sayang?" tanya Denis.


"Apa Kamu mau main kuda-kudaan?" tanya Denis lagi.


Risa menggelengang kepalanya, lalu menjawab pertanyaan dari Denis.


"Aku maunya main manja-manjaan sama Kamu." jawab Risa dengan begitu menggemaskan.


"Katakan mau main manja-manjaan bagaimana?" tanya Denis.


"Pagi ini pingin dimasakin sama Kamu." jawab Risa dengan begitu senang.


Denis hanya menghela nafasnya, lalu menelan ludahnya dengan kasar.

__ADS_1


"Untung istriku cuma satu, mau main manja-manjaan, mau main kuda-kudaan, mau main peluk-pelukan, Aku ladenin deh daripada manyun." gumam Denis.


"Memangnya Kamu tidak berangkat kuliah?" tanya Denis pada Risa.


"Libur, berangkatnya nanti malam ke pesta dansa." jawab Risa.


Akhirnya Denis langsung melepaskan jas nya, lalu menggulung lengan tangan kemejanya, sekarang Denis terlihat begitu tampan.


"Ayo, Kamu ingin Aku memasakkan apa untukmu?" tanya Denis.


"Aku mau SOP ayam sayang." jawab Denis.


"Baiklah, tapi Kamu ajarin Aku ya." pinta Denis yang memang tidak pandai memasak.


"Baiklah." jawab Risa singkat.


Denis dan Risa langsung berjalan menuju ke dapur, setelah sampai di dapur Denis mulai menyiapkan semuanya sedangkan Risa terus memberi arahan pada Denis dengan begitu bawelnya.


Setelah selesai dan SOP ayamnya sudah jadi, Denis langsung membawanya ke meja makan.


"Sayang makanlah!" pinta Denis.


Risa menggelengkan kepalanya, lalu berkata pada Denis.


"Aku tidak mau, Aku tidak suka dengan baunya." jawab Risa sambil menggelengkan kepalanya.


Denis terus menahan rasa kesalnya.


"Tadi ngerengek minta dimasakin, sekarang bilang tidak suka dengan baunya, sebenarnya Risa ini sedang kenapa?" gumam Denis.


"Tapikan tadi Kamu yang memintanya sayang." kata Denis dengan nada lembut.


"Buat Kamu saja!" jawab Risa.


Akhirnya dengan menahan perasaan kesalnya, Denis langsung menghabiskan SOP ayam bikinannya.


"Sudah habis." kata Denis yang baru saja menghabiskan SOP ayam bikinnya.


Pagi ini Risa benar-benar membuat Denis kesal, bahkan hampir saja naik darah karena pagi-pagi Risa sudah mengajaknya main manja-manjaan padahalkan Denis harus berangkat ke kantor, akhirnya hari ini Denis tidak berangkat kerja.


Malam hari kemudian, Risa sudah berdandan dengan begitu cantik, begitu juga Denis yang sudah sangat tampan dengan setelan jas warna birunya.



Visual Vania Clarissa.



Visual Denis Kusuma.


Setelah keduanya sama-sama siap, keduanya langsung berangkat menuju ketempat acara kampus Risa.


Denis langsung membukakan pintu mobilnya untuk Risa, lalu menutupnya kembali. Denis langsung melajukan mobilnya menuju ketempat acara.


Setelah sampai ditempat acara Denis dan Risa langsung masuk kedalam.


"Ayumi dan Panji mana?" tanya Risa sambil mencari-cari sosok kedua sahabatnya.


Denis dan Risa terus melihat-lihat disetiap sudut ruangan, lalu Denis berkata pada Risa.


"Sayang, bukankah itu Ayumi dan Alan, mereka sedang bernyanyi bersama." kata Denis sambil melihat kearah Ayumi dan Alan.


Ayumi kini sedang bernyanyi untuk Alan, bahkan Ayumi mengandeng tangan Alan untuk menemani dirinya bernyanyi.


__ADS_1


Visual Alan dan Ayumi.


"Bukan bernyanyi berdua, tapi Ayumi yang sedang bernyanyi untuk Alan." sambung Risa.


Risa masih terus mencari-cari kesetiap ruangan, lalu Denis bertanya.


"Kamu mencari siapa lag?" tanya Denis.


"Tentu saja Panji." jawab Risa.


"Panji kemana sih? tiba-tiba Aku pingin makan disuapin sama Panji." gumam Risa.


Tiba-tiba Panji datang menghampiri Risa dan Denis.



Visual Panji.


"Risa..." panggil Panji.


"Akhirnya Kamu datang juga." kata Risa dengan begitu bahagia.


Kini mereka sudah duduk dikursi disalah satu meja yang sudah disediakan, bahkan diatas meja tersebut dipenuhi dengan makanan.


"Kamu datang bersama suami cemburuanmu Ris." kata Panji sambil melihat Denis.


Denis yang kesal melihat kedatangan Panji, langsung berkata pada Risa.


"Risa ingat jangan melihatnya lebih dari tiga detik." kata Denis dengan begitu tegas.


Namun Risa malah mengabaikan Denis.


"Sudahlah dihukum biarin saja, lagian Aku malam ini tiba-tiba pingin lihat wajah tampan Panji sama Pingin disuapin sama Panji." gumam Risa yang terus menatap Panji.


Denis sudah mengepalkan kedua tangannya, namun Denis juga tidak mau merusak acara kampus istrinya jadi Denis berusaha menahan cemburunya.


"Kalau ini dirumah, Aku sudah langsung membawamu masuk kedalam kamar, lalu menguncinya kamar." gumam Denis.


Ayumi dan Alan baru saja datang, lalu mereka langsung ikut bergabung dengan Risa, Denis, dan Panji.


"Den, Kamu juga datang." kata Alan.


"Iya Al, daripada istriku mencari pasangan lain." sindir Denis.


"Aku siap kok jadi pasangan Risa atau Ayumi malam ini." sambung Panji.


"Tidak boleh!!" jawab Denis dan Alan dengan begitu kompak.


Panji langsung melepaskan tawanya, sambil menggelengkan kepalanya.


"Dasar dua-duanya pencemburuan." gumam Panji.


"Sayang, Aku boleh minta izin." kata Risa pada Denis.


"Katakan Kamu mau izin apa?" tanya Denis.


"Aku pingin makan disuapin sama Panji." kata Risa dengan begitu hati-hati.


Denis langsung memelototkan matanya, kini Denis menatap Risa dengan tatapan membunuh, sedangkan Alan dan Ayumi saling menatap penuh tanda tanya?


Sedangkan Panji hanya tersenyum penuh kemenangan.


Denis hanya diam.


"Sekarang apa lagi Ris? Kemarin Alan sialan sekarang Laki-laki brengsek ini. Kamu bisa membuatku gila Risa." gumam Alan yang hatinya sudah mengebu-gebu.

__ADS_1


Bersambung πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2