Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
64. Kesalahan Risa.


__ADS_3

Risa masih merasa bingung memikirkan pertanyaan dari suaminya.


"Den, aku ke kamar dulu ya" pamit Risa.


Denis menatap Risa dengan penuh arti, Denis tau saat ini Risa sedang bingung memikirkan omongan dari Mama Rasti atau Ibu dari Denis Kusuma.


"Risaaa..! panggil Denis.


Risa yang sudah berjalan menuju kamar, akhirnya menghentikan langkahnya.


"Iya Den?" saut Risa, dengan nada lemas.


"Aku tidak akan memaksamu untuk punya Anak dariku" ucap Denis, sebenarnya Denis ingin punya Anak dari Risa agar Risa tidak bisa meninggalkan Denis nantinya.


Risa tidak menjawab ucapan Denis dan kini Risa langsung naik menuju kamarnya.


Di dalam kamar.


Risa terdiam dimeja rias.


"*Haruskah Aku jujur dengan Mama Rasti, kalau Aku dan Denis belum pernah melakukan hubungan suami istri"


"Itu tidak mungkin, Aku ini hanya gadis pembayar hutang"


"Jika Aku punya Anak dari Denis, apakah Maya bisa menerimanya?"


"Aku bingung, hatiku rasanya sangat kacau sekali*"


Berbagai ucapan keluar dari hati Risa, Risa membuka laci tempat Risa menyimpan obat pencegah kehamilan.


"Haruskah Aku meminumnya?" gumam Risa, yang langsung menaruh kembali obat tersebut kedalam laci.


"Sudahlah, Aku mandi saja dulu" kesal Risa pada diri sendiri, akhirnya Risa langsung menuju ke kamar mandi untuk segera mandi biar badannya fresh.


Diruang keluarga.

__ADS_1


Denis sedang duduk disofa sambil memikirkan semuanya.


"Risa selalu memintaku meninggalkan Maya, tapi Aku tidak punya alasan untuk meninggalkan Maya saat ini, bahkan Aku masih sangat mencintai Maya." keluh Denis.


"*Apa kamu itu bodoh, Den?"


"Risa itu istrimu!!"


"Jangan sampai menyesal karena kamu sudah menyia-nyiakan Risa!!"


"Lihat saja nanti*"


Kali ini hati Denis sedang berperang melawan perasaannya saat ini.


"Punya Anak, itu adalah cara terbaik agar Risa selalu disampingku" pikir Denis, karena mungkin ini jawaban dari masalahnya.


"Iya benar punya Anak!!" Denis menjawab pikirannya sendiri.


Denis langsung bangun dari tempat duduknya dan langsung berlari menuju kamarnya.


Risa baru keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk, melihat Denis ngos-ngosan membuat Risa bingung.


"Den, kamu kenapa?" tanya Risa.


"Apa kamu habis olahraga?" tanya Risa lagi.


"Aku berlari dari bawah, untuk menemuimu" jawab Denis, yang masih mengatur nafasnya.


Risa mengambil baju dan langsung kembali ke kamar mandi.


"Sebentar Aku ganti baju dulu" pamit Risa, yang langsung kembali masuk kedalam kamar mandi.


Denis duduk ditepi ranjang sambil menunggu Risa.


Dikamar mandi mandi, Risa sedang berkaca. Risa melihat bekas merah yang ditinggalkan oleh Denis masih ada.

__ADS_1


"Bekas-bekas ini kapan akan hilang?" kesal Risa, Karena sudah sangat ingin kembali masuk kuliah.


Setelah selesai berganti baju, Risa keluar dari kamar mandi dan melihat Denis sedang duduk ditepi ranjang. Risa menghampiri Denis. Kini Risa sudah duduk disamping Denis.


"Katakan! Ada apa kamu ingin menemuiku?" tanya Risa ingin tau.


"Ris, kenapa kamu ingin Aku meninggalkan Maya?" tanya Denis, karena ingin tau jawaban Risa.


Risa tertawa mendengar pertanyaan dari Denis.


"Apa kamu itu begitu bodoh? Wanita mana yang rela melihat suaminya bersama wanita lain diluaran sana?" Risa balik bertanya pada Denis.


Denis menatap Risa dengan tatapan kesal.


"Kau bilang Aku bodoh, jelas kamu yang salah karena hadir disaat Aku sedang menjalin hubungan dengan kekasihku"


"Aku tidak bodoh Ris, hanya saja Aku sangat mencintai Maya" jawab Denis, yang memang saat ini masih mencintai Maya.


Risa terdiam, ternyata Denis begitu mencintai Maya.


"Aku tau aku sudah salah hadir dihidupmu Denis" sesal Risa.


"Aku tau, setelah satu tahun kita akan bercerai jadi bersabarlah!!" ucap Risa, yang langsung pergi meninggalkan Denis.


Risa meninggalkan Denis yang masih terdiam, ntah apa yang dipikirkan oleh Denis hanya Denis yang tau.


Risa mmenurun tangga dengan langkah kakinya yang sangat pelan.


"Aku sudah salah hadir dihidupmu Denis, kalau bukan karena hutang pasti Aku tidak akan seperti ini!" gumam Risa.


Risa gadis berumur 21 tahun yang punya cita-cita sangat sederhana yaitu menjadi wanita karir. yang setiap harinya berangkat pagi pulang sore, namun nyatanya sekarang Risa hanya menjadi gadis pembayar hutang.


Risa duduk di tangga, sambil meratapi nasibnya yang tidak sesuai dengan impiannya.


Bersambug

__ADS_1


__ADS_2