
Anjeni berangkat dengan memegang satu Kantong undangan , semua teman kantornya ia undang kecuali Davin dan Sandra , saat di lobby Anjeni bertemu dengan Tari .
"Tari!". Panggil Anjeni
"Mbak jeni". Kata Tari girang karena sudah 4hari tak bertemu .
"Lagi ngapain disini?". Tanya Anjeni pada Tari.
"Oh, aku jadi bagian konsumsi pak Ari mbak". Kata Tari .
"Syukur lah". Kata Anjeni ikut senang .
"Iya mbak , lumayan buat tambah tambah , sekalian nunggu mbak jeni siap garap film lagi". Kata Tari .
Seketika Anjeni langsung termenung , ia merasa bersalah karena dengan mudahnya ia resign tanpa memikirkan nasib kru di bawah naungan nya .
"Bisa kita bicara bentar tar , Kau sedang sibuk tidak?". Kata Anjeni . dan di angguki oleh Tari .
Sekarang mereka berdua sedang duduk di taman kantor , lalu Anjeni memberikan kantong undangan itu pada tari .
"Tar , tolong sebarkan ini tar, aku tak sanggup lama lama disini". Kata Anjeni
"Ini apa mbak?, mbak kenapa?". Kata Tari kaget melihat Anjeni tiba tiba mengeluarkan wajah sedih .
"Ini terakhir kita bertemu disini ya tar". Kata Anjeni sambil menyeka air matanya.
"Maksudnya apa ini mbak? ini undangan , mbak mau nikah ? dengan siapa ? pak Davin? disini lagi banyak desas desus masalah Sandra mbak?". Tanya Tari beruntun
"Itu undangan ku, aku akan menikah dengan mas Daniel , laki laki yang kita temui di Korea dulu , Dan masalah Davin , kami sudah selesai , sekarang ia lagi dekat dengan Sandra". Jelas Anjeni .
Langsung Tari menutup mulutnya tak percaya , karena ia tau berapa lama waktu pacaran Davin dengan Anjeni .
"Jangan mengasihani aku begitu , aku tak apa". Kata Anjeni .
"Aku hanya tak percaya mbak". Kata Tari sambil menunduk .
"aku tak apa , mungkin mas Daniel memang sudah di takdirkan untukku". Kata Anjeni menepuk bahu Tari
"Terus maksud mbak apa bilang ini terakhir kita bertemu disini". Tanya Tari.
__ADS_1
"Aku memergoki Davin selingkuh dengan Sandra , setiap aku melihat mereka berdua rasanya masih sangat sakit , jadi kuputuskan untuk resign". Jelas Anjeni , sambil menitikan air mata mengingat kejadian itu .
"Lah mbak?". Kata Tari dengan tatapan memelasnya.
"Sudah kukatakan , jangan menatapku dengan wajah seperti itu !". Kata Anjeni sambil menabok Tari .
"Aku hanya tak percaya sebegitu jahat nya Sandra , Lalu bagaimana nasib kami mbak? Mbak jeni gak bilang dulu kepada yang lain? kasian yang lain mbak". Ucap Tari .
"Setelah menikah aku akan mencari rumah produksi lain , kalian semua pasti akan aku tarik ikut denganku , jangan khawatir". Ucap Anjeni .
Tari pun lantas langsung senyum .
"Yang sabar ya mbak , ini membuktikan kalau pak Davin bukan yang terbaik untuk mbak jeni" . Kata Tari menenangkan .
Anjeni menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu berdiri .
"Aku sengaja berangkat pagi agar bisa menghindari dia , jadi sekarang aku akan ke ruangan ku dan merapikan barang-barang ku yang tertinggal, jadi tolong sebarkan ini ya? kamu juga jangan lupa datang". Kata Anjeni sambil senyum.
"Oke mbak , semangat buat mbak jeni !". Kata Tari menyemangati.
Anjeni pun berlalu dan menuju ruangan nya , Anjeni mulai merapikan barang barang nya , sesekali ia melihat ke jam , karena kalau sudah jam 9 pasti Davin sudah di kantor , sedangkan sekarang masih jam 7 lewat , Anjeni langsung buru buru mengerjakan nya .
Setelah hampir selesai tiba tiba saja ada yang masuk dan membuka pintu ruangan Anjeni dengan sangat kasar , Saat Anjeni membalikan badan ternyata itu Davin , dengan nafas yang ngos ngosan , dan masih memakai jaket motor nya yang berarti ia baru sampai kantor .
"Apa ini maksudnya?". Kata Davin sambil melempar surat resign nya .
"Menurutmu apa?". Kata Anjeni sambil melanjutkan mengemas barang barang nya untuk di masukkan ke kardus.
Sreekkkkk..
Terdengar suara kertas di sobek , ternyata surat resign nya di sobek oleh Davin dan di buang sembarang.
"Aku Davin Atmaja Putra selaku CEO rumah produksi RoomPicture menolak surat resign Anjeni Agustin selaku Sutradara". Ucap Davin lantang .
Anjeni diam sungguh sangat kaget !.
"Kau tak bisa memohon bergabung ke rumah produksi lain , karena namamu masih jadi hak cipta perusahaan ku". Tambah Davin
"Maksudmu apa si dav? Kau bilang jijik denganku dan kau sendiri yang bilang agar aku enyah dari sini, lalu sekarang apa?". kata Anjeni dengan mata nya berkaca kaca .
__ADS_1
Tiba tiba handphone Davin berbunyi menandakan , ada chat masuk .
Langsung Davin membuka nya , hanya dalam hitungan detik , matanya yang sedari melihat ke layar handphone langsung melotot ke Anjeni.
"Sekarang apa lagi?". Kata Anjeni pelan.
"Kau akan menikah?". Kata Davin pelan dengan mulut yang bergetar.
Anjeni kaget mendengar itu, karena Anjeni sengaja tak mengundang Davin agar ia tak mengetahui mengenai pernikahan nya , pasti tadi ada yang memfoto surat undangannya dan mengirimnya ke Davin.
"Kau tega banget Jeni padaku". Kata Davin menghadap ke atas , dan langsung beringsut berjongkok dengan wajah yang ia masukan di antara dua lututnya .
Anjeni hanya melihat itu dan terdengar suara Davin menagis , Anjeni gunakan kesempatan ini untuk memungut barang nya ke kardus tanpa ia rapikan hanya asal masuk saja .
Davin masih dengan posisi nya dan terdengar masih menangis , Anjeni yang telah selesai dengan tugasnya langsung memegang 2 kardus yang ia tumpuk lalu berlalu ingin keluar.
Namun saat baru jalan 3langkah Davin menggelayut di kaki kiri Anjeni , ia memegang kaki Anjeni sangat kencang sampai Anjeni tak bisa melangkah .
"Jangan tinggalin aku Anjeni , aku mohon". Kata Davin sambil berderai air mata .
"Lepaskan kakiku Davin , biarkan aku pergi". Kata Anjeni sambil mencoba melangkah namun nihil , Davin memegang kakinya sangat kencang .
Lalu Davin Mengganti posisi menjadi di depan kaki Anjeni dan berlutut mencium kaki Anjeni .
"Aku salah jeni , aku akan memperbaiki ini semua , aku tak peduli keadaan mu gimana , aku akan menerima mu , kumohon kembalilah padaku Jeni". Kata Davin sambil menagis .
"Sudah terlambat Davin , kau kan sudah ada Sandra". Kata Anjeni datar .
"Aku akan meninggalkan Sandra Jen , aku tak mencintai nya , aku hanya mencintai kamu". Kata Davin .
Lalu Davin berdiri , dengan posisi berhadapan dengan Anjeni dan kedua tangan memegang pundak Anjeni .
a
"Kenapa pernikahan nya di percepat Anjeni , lalu berapa lama kalian bertahan? setahun ? dua tahun? aku akan menunggu Jeni , aku akan setia menunggu mu Jeni". Kata Davin dengan mata memerah.
"Itu bukan urusanmu , lagi pula , kalau aku bercerai darinya , aku sudah pasti tidak akan kembali padamu , pantang bagiku kembali pada mantan!". Kata Anjeni dengan tatapan tajam .
Davin kaget mendengar jawaban itu, Davin hanya menunduk dan melepas kedua tangannya dari pundak Anjeni.
__ADS_1
"Sudah? aku mau pulang !". Ucap Anjeni datar dan berjalan keluar .
Davin kecewa , ia lalu duduk dan menangis sejadi jadinya , sangat sakit di tinggal Anjeni seperti ini .