
Keesokan harinya.
Risa sudah bangun dan sudah rapi karena mau berangkat kuliah, Denis juga sudah rapi dengan setelan jas nya karena pagi ini ada pertemuan penting dikantornya.
Denis dan Risa berjalan berdampingan menuju ruang bawah.
"Kamu mau sarapan dulu?" tanya Risa.
"Tidak aku sarapan dikantor saja, ayo aku antarkan kamu berangkat kuliah dulu" ucap Denis, yang sudah mengandeng tangan Risa menujun ke mobilnya.
Risa hanya diam sambil mengikuti langkah kaki Denis.
Denis membukakan pintu mobilnya untuk Risa.
"Masuklah!!" suruh Denis, yang kembali menutup pintu mobilnya.
Denis sudah masuk kedalam mobilnya dan sudah duduk dikursi dekat Risa.
"Risa, aku mau kamu melakukan hukumanmu!!" ucap Denis tiba-tiba, dengan tatapan jailnya.
Risa langsung melihat ke arah Denis.
"Katakan!!" suruh Risa.
"Dalam 24 jam kamu harus menurut padaku dan ingat tidak boleh menolak!!" ucap Denis dengan penuh arti.
Denis melajukan mobilnya menuju ke kampus Risa, setelah beberapa lama akhirnya sampai dikampus Risa.
Denis memberhentikan mobilnya.
Risa melepaskan sabuk pengamannya, hampir turun dari mobil Denis. namun tangan Denis menahan Risa.
"Kenapa?" tanya Risa, yang tidak jadi turun dari mobil Denis.
"Aku mau kamu melakukan hukuman pertamamu!!" ucap Denis.
Denis tiba-tiba menarik tengkuk leher Risa dan langsung mencium bibir Risa dengan begitu nikmat, Risa berusaha melepaskan ciuman Denis.
Denis melepaskan ciumannya.
"Risa, aku bilang jangan menolak!!" kesal Denis, yang kembali melanjutkan ciumannya.
__ADS_1
Risa hanya menerima ciuman Denis dengan pasrah.
"Percuma aku menolaknya, sudahlah lagian aku ciuman dengan suamiku sendiri" batin Risa dalam hati.
Setelah beberapa menit dan Denis puas dengan ciumannya, Denis melepaskan ciumannya Risa hanya diam sambil mengatur nafasnya.
"Sudah puas!!" kesal Risa.
"Apa boleh melakukannya lagi?" tanya Denis, dengan penuh kemesumannya.
Risa menatap Denis dengan tatapan tajam.
"Risa, dadamu sangat kecil!! perbesarkan sedikit!!" ledek Denis penuh kejailan.
"Dasar menyebalkan!!" kesal Risa, yang langsung turun dari mobilnya Denis dan menutup pintu mobil dengan begitu keras.
Denis di dalam mobil hanya tertawa penuh kemenangan.
"Kamu tau Risa!! sekarang aku seperti kecanduan dengan ciumanmu!! biarpun ciumanmu masih sangat kaku tapi sebenarnya aku tidak tahan melihat bibir mungilmu itu!!" kata hati Denis.
Risa duduk dikursi taman yang ada di kampusnya sedangkan Denis langsung pergi menuju ke kantornya.
Panji yang melihat Risa duduk sendirian akhirnya menghampiri Risa.
"Risa..!!" panggil Panji.
"Panji, duduklah!!" saut Risa, yang mempersilahkan Panji untuk duduk disampingnya.
Panji duduk disamping Risa.
"Ayumi kok belum datang ya?" tanya Risa.
"Ayumi tidak masuk hari ini, tadi dia menelponku untuk menyampaikan kepadamu!!" jelas Panji.
"Ayumi menelpon Panji, oh iya aku lupa memberikan no ponselku yang baru pada Ayumi!!" Guman Risa dalam hati.
"Risa, nanti malam jalan bareng ya!!" ajak Panji.
"Aku tidak mungkin menolak ajakan jalan Panji terus-menerus, ya sudahlah aku mau saja lagian Denis juga bisa kapan saja jalan dan Maya!!" guman Risa dalam hati.
Akhirnya Risa menerima ajakan jalan Panji.
__ADS_1
Dikantor Denis.
Denis baru selesai bertemu dengan klien penting dan kini sudah kembali ke kantornya.
"Alan, tolong urus semua ini dengan benar ya!!" suruh Denis, sambil memberikan beberapa map pada Alan.
"Baik tuan!!" jawab Alan.
Denis langsung menuju keruangannya, Alan juga langsung masuk kedalam ruangannya.
Diruangan Denis.
Denis mengecek ponsel Denis, tiba-tiba ponsel Denis berdering dan ternyata telpon dari Maya.
"Sayang kamu dimana?" tanya Maya dengan begitu manja.
"Aku dikantor, kenapa?" tanya Denis.
"Nanti malam temanin aku jalan ya, aku tidak mau tau!!" rengkek Maya, dengan manja.
"Baiklah, nanti jemput kamu!!" jawab Denis.
"Terimakasih sayang!!" ucap Maya, yang langsung mematikan saluran teleponnya.
Denis kembali melihat ponselnya, membuka galeri foto ponselnya.
Denis melihat foto Risa.
"*Kamu begitu cantik!!"
"Kamu sangat manis!!"
"Bibirku sangat menggoda!!"
"Aku sampai kecanduan!!"
"Istri sah memang lebih cantik*!!"
Seperti biasa berbagai kata-kata dalam hati Denis terlontar begitu saja, membuat Denis mulai goyah dengan perasaannya.
Bersambung
__ADS_1