Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
126. Bibit cabe.


__ADS_3

Alan sedang asik dengan lamunannya, tiba-tiba ponsel Alan berbunyi.ternyata itu telpon dari Denis.


Alan mengangkat telpon dari Denis.


"Al, keruanganku sekarang!" kata Denis.


"Baik Tuan." jawab Alan.


Denis langsung mematikan saluran teleponnya, sedangkan Alan kembali menaruh ponselnya diatas meja kerjanya.


Alan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, lalu bergumam.


"Sial, sedang asik ngelamunin Ayumi malah sih bodoh telpon." gumam Alan.


Alan langsung beranjak dari kursi kerjanya, lalu menuju keruangan Denis. diperjalanan Alan melihat Angel sedang berjalan ntah mau kemana sih Angel ini?


"Bukankah itu Angel, klien dari PT X." kata Alan sambil melihat kearah Angel.


"Sekretaris Alan." sapa Angel yang langsung memberhentikan langkah tepat didepan Alan.


Alan melihat kearah Angel, lalu menjawab sapaan dari Angel.


"Nona Angel,maaf Nona mau kemana?" tanya Alan pada Angel.


"Mau ketemu dengan Tuan Denis, saya mau mengajak Tuan Denis makan siang bareng." jawab Angel dengan senyuman genitnya.


Alan hanya terdiam, lalu berpikir jail.


"Aturan Risa kesini biar langsung dibasmi ini salah satu bibitnya cabe-cabean." gumam Alan.


"Oh, kebetulan saya juga mau keruangan Tuan Denis, mari saya antar sekalian." kata Alan dengan begitu sopan.


Biarpun menurut Alan, Angel itu genit tetap saja Alan harus bersikap sopan pada Angel karena Angel adalah klien dari dari Denis. coba kalau Maya yang datang Alan tidak bakal bersikap sesopan barusan.


Diruangan Denis.


Alan mengetuk pintu ruangan Denis.


"Tok..tok..." suara ketukan pintu.


"Masuklah." jawab Denis dari dalam ruangan.


Alan dan Angel masuk keruangan Denis secara bersamaan, Denis kaget melihat Alan datang keruangannya bersama dengan Angel.


"Alan, kok ada Nona Angel?" tanya Denis.


"Iya Tuan, Nona Angel ingin bertemu dengan Anda." jawab Alan.


"Silahkan duduk Nona Angel." kata Denis.


Angel duduk di depan kursi meja kerja Denis, sedangkan Alan tetap berdiri dengan tegak.


"Tuan Denis, apa siang ini Anda punya waktu? saya mau mengajak Anda makan siang berdua." kata Angel pada Denis.


Denis merasa tidak suka pada Angel, namun Denis juga harus tetap menghargai Angel sebagai kliennya.


"Maaf Nona, siang ini Saya mau makan siang berdua dengan Istri Saya." Alasan Denis pada Angel.

__ADS_1


"Lebih baik Aku berbohong daripada, Aku harus membuat Risa salah paham." gumam Denis.


Alan hanya terdiam sambil tertawa dalam hatinya.


"Percuma bibit cabe, Denis itu sudah sangat tergila-gila pada Istrinya jadi Dia akan mau menerima ajakan makan siang darimu." gumam Alan.


Angel menatap Denis dengan tatapan yang begitu kesal.


"Istrimu secantik apasih Tuan? sampai-sampai diajak makan siang dengan Saya Tuan menolaknya." kata Angel dengan nada agak kesal.


"Kecantikan Istri saya, tidak bisa dibandingkan dengan siapapun Nona. jadi dengan rasa hormat Saya. silahkan Nona keluar dari ruangan saya." jawab Denis dengan begitu tegas.


Hanya ada Risa dihati Denis, secantik apapun bibit cabe itu tidak akan menggoyahkan hati Denis.


"Al, tolong anterin Nona Angel keluar dari ruanganku." kata Denis pada Alan.


Alan melakukan tugas yang diberikan oleh Denis padanya.


"Mari Nona, saya antar ke depan." kata Alan dengan sopan pada Angel.


Angel langsung beranjak dari tempat duduknya dengan begitu kasar.


"Tidak perlu, saya bisa keluar sendiri." jawab Angel dengan begitu kesal.


Angel keluar dari ruangan Denis, bahkan Angel menutup pintu ruangan Denis dengan begitu kasar.


Setelah Angel pergi dari ruangan Denis, Alan langsung bertepuk tangan.


"Nah gitu jadi laki-laki jangan plin-plan." kata Alan pada Denis.


"Iya iya, sekarang dan seterusnya Aku hanya akan mencintai satu wanita yaitu Istriku." jawab Denis dengan begitu tegas.


"Ada apa, Tuan memanggilku keruangan Tuan?" tanya Alan pada Denis.


"Kamu kerjakan ini semua, terus nanti malam Kamu juga temanin Aku lembur ya." jawab Denis.


"Siap Tuan." kata Alan.


Kini Alan mengerjakan semua tugas dari Denis diruangan Denis.


Jam makan siang tiba, Denis dan Alan langsung pergi ke kantin kantor untuk makan siang.


Dikantin kantor.


Alan dan Denis sudah memesan makanan, kini mereka berdua sudah duduk sambil menunggu pesanan makanan mereka datang, setelah pesanan mereka datang, kini mereka langsung menikmati makanannya dengan begitu nikmat.


"Den, Kamu tidak menjemput Risa?" tanya Alan, tentu dengan maksud tertentu.


"Tidak, Aku sudah menyuruh supir untuk menjemput Risa." jawab Denis.


Alan menyuapkan makanannya ke dalam mulut, lalu Alan bergumam.


"Padahal Aku pingin ketemu Ayumi." gumam Alan.


"Apa Kamu kecewa?" tanya Denis.


"Tidak kecewa kenapa?" Alan balik bertanya.

__ADS_1


"Iya jadi tidak bisa bertemu dengan Ayumi." Denis meledek Alan.


Setelah selesai makan siang Denis dan Alan kembali keruang kerja Denis.


Dikampus Risa.


Supir suruhan Denis sudah menunggu Risa di depan kampus Risa.


"Yum, Aku duluan ya itu supirku sudah menunggu." pamit Risa pada Ayumi.


"Iya Ris, Kamu hati-hati ya." jawab Ayumi.


Risa langsung menuju ke mobil, setelah Risa masuk kedalam mobil supir Risa langsung melajukan mobilnya menuju Kerumah Denis.


Ayumi masih terdiam, sambil menunggu jemputannya yang belum datang, ntah kenapa Ayumi tiba-tiba ingin pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku. akhirnya Ayumi pergi ke perpustakaan lebih dulu sebelum pulang.


"Yum, Kamu mau kemana?" tanya Panji yang melihat Ayumi berjalan.


"Mau ke perpustakaan Pan." jawab Ayumi.


"Aku antar ya." kata Panji.


"Boleh Pan." jawab Ayumi.


Akhirnya Ayumi pergi ke perpustakaan bersama dengan Panji.


Didalam perpustakaan, Ayumi mencari-cari buku yang mau dipinjam oleh dirinya sedangkan Panji duduk dikursi yang ada didalam perpustakaan.


Ayumi terdiam tidak percaya melihat apa yang dilihat di depannya sekarang.


"Dasar brengsek." gumam Ayumi.


"Ternyata seperti ini dirimu." kata Ayumi sambil terus melihat pemandangan yang ada dihadapannya.


Biarpun tertutup dengan rak buku, namun Ayumi bisa melihat jelas adegan yang begitu romantis yang terjadi dihadapan.


"Aku tidak percaya, ternyata Kamu sebrengsek ini." kata Ayumi dengan begitu kesal.


Ayumi langsung mengambil beberapa foto, untuk bukti dengan ponselnya.


Dengan perasaan yang begitu kesal, Ayumi langsung keluar dari perpustakaan tersebut.


"Beruntung Aku melihatnya sekarang." gumam Ayumi.


Panji yang melihat Ayumi keluar begitu saja, langsung mengejar Ayumi.


"Yum, Kamu kenapa?" tanya Panji.


"Tidak apa-apa Pan, supirku sudah datang." alasan Ayumi pada Panji.


Ayumi langsung pergi meninggalkan Panji begitu saja.


Kini perasaan Ayumi rasanya campur aduk setelah melihat kejadian di dalam perpustakaan barusan.


Ntah apa yang Ayumi lihat sebenarnya?


Bersambung πŸ™

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2