
Denis dan Risa langsung menuju ke supermarket untuk berbelanja bahan makanan.
Skip..
Denis dan Risa langsung masuk ke dalam Supermarket. Denis langsung mengambil satu troli untuk menaruh belanjaan mereka.
"Ayo kita mulai berbelanja!" ajak Denis, dengan penuh semangat.
Denis mendorong trolinya, Risa berjalan disamping Denis.
Kali ini Denis kembali membuat ulah, yang membuat Risa merasa kesal dan begitu geram.
Risa mengambil bermacam bahan yang dibutuhkan, seperti daging, sayuran, telur, minyak goreng dan bermacam-macam buah-buahan.
"Den, kita sudah selesai membeli semuanya. sekarang ayo kita membeli cemilan dan mie instan!" ajak Risa, sambil menaruh minyak goreng yang ada ditangannya ke dalam troli.
"Ris, apa harus membeli mie instan?" tanya Denis, yang sudah memasukan beberapa cemilan ke dalam troli.
Risa mengambil cemilan kesukaannya, lalu memasukkan kedalam troli belanjaan.
"Harus, lagian aku juga suka" jawab Risa.
Risa dan Denis menuju ke tempat mie instan.
Risa yang melihat berbagai mie instan, akhirnya memasukkan banyak mie instan ke dalam troli.
"Risa, cukup! nanti kamu akan sakit perut kalau terus memakan mie instan" kesal Denis, yang kembali menaruh mie instan itu kembali ketempat Ris mengambilnya.
Risa memanyunkan bibirnya, sambil melirik Denis dengan tatapan begitu kesal.
"Den, kenapa kamu mengembalikan mie instan ku?" kesal Risa, yang berniat mengambil mie instannya kembali.
Denis menahan tangan Risa dengan begitu lembut, Risa membalikkan wajahnya menghadap kearah Denis. kini mata mereka saling menatap begitu lama.
"Deg.. deggg..!!" detak jantung Risa lebih cepat dari biasanya.
"Den, lepaskan tanganku!" pinta Risa, dengan nada yang begitu gugup.
Denis melepaskan tangan Risa dari tangannya.
"Jangan membeli, mie instan terlalu banyak! aku tidak mau kamu sampai sakit" kata Denis, yang penuh dengan perhatian.
Risa berusaha menyembunyikan senyumannya.
"Apa Denis, sedang memperhatikanku?" gumam Risa.
Denis menarik tangan Risa, untuk menuju ketempat lain. kali ini mereka menuju ketempat obat-obatan dan kosmetik, serta keperluan lainnya.
Denis memasukkan beberapa obat-obatan, seperti obat flu, obat demam, batuk dan obat-obatan lainnya. karena sedang musim hujan jadi Denis membelinya siapa tau dibutuhkan.
"Ris, kamu mau Vitamin nafsu makan tidak" Denis menawarkan pada dengan penuh kejailan.
__ADS_1
"Dasar menyebalkan!!" kesal Risa.
"Aku tidak perlu itu, tubuhku sudah bagus seperti ini" kata Risa, dengan senyum penuh kebanggaan.
Denis tertawa mendengar Risa perkataan Risa.
"Haha, kamu perlu menambah berat badanmu agar tubuhmu lebih berisi lagi!" ledek Denis, dengan penuh kejailan.
"Aku tidak mau!" tolak Risa.
Denis kembali mengambil obat lagi, kini Denis mengambil obat untuk tumbuh tinggi.
"Ris, aku rasa kamu butuh ini" kata Denis.
"Emang itu, untuk apa?" tanya Risa.
"Biar tumbuh tinggi, kamu kan terlalu pendek" Denis kembali meledek Risa lagi.
Risa menatap Denis dengan tatapan tajam.
"Apa kamu sudah selesai membeli obatnya?" tanya Risa, dengan nada kesal.
"Belum" jawab Denis.
"Lanjutkan" kesal Risa.
Denis kembali mendorong trolinya kini dia berhenti diberbagai macam alat tempur.
Risa yang sebelumnya tidak pernah membeli barang seperti itu, bahkan tidak tau itu barang apa akhirnya Risa bertanya.
"Itu untuk apa?" tanya Risa.
"Untuk bertempur" jawab Denis.
"Apa orang berperang membutuhkan barang itu?" tanya Risa lagi, dengan wajah yang begitu polos.
Denis berpikir.
"Apa Risa tidak tau ini barang untuk apa? dasar benar-benar bodoh sekali" kesal Denis.
"Hampir semua orang membutuhkannya, termasuk Aku" jelas Denis.
"Kita beli ini ya" Denis meminta izin pada Risa.
"Bukankah kamu bilang, kamu membutuhkannya ya sudah beli saja" jawab Risa, yang masih tidak tau itu barang apa?
"Tentu Aku sangat membutuhkannya, untuk bertempur denganmu nanti diranjang" gumam Denis, yang sebenarnya sudah ingin mengeluarkan tawanya.
Denis langsung menaruh beberapa alat tempur kedalam trolinya, dengan berbagai macam merk.
"Siapa tau butuh, jadi Aku beli saja yang banyak" gumam Denis.
__ADS_1
"Den, apa harus sebanyak itu?" tanya Risa, yang melihat Denis memasukkan 10 kotak kecil ke dalam troli.
"Iya harus banyak" jawab Denis.
Risa hanya terdiam.
"Sekarang, apalagi yang mau kamu beli?" tanya Denis memastikan.
"Sudah semuanya" jawab Risa.
Akhirnya Denis segera, membawa barang belanjaan ke kasir untuk membayarnya. setelah selesai proses pembayaran. Denis langsung mengajak Risa untuk segera pulang kerumahnya.
Skip..
Kini Denis dan Risa sudah sampai dirumah.
"Rasanya lelah sekali" kata Risa, yang sudah merebahkan tubuhnya diatas sofa.
Denis duduk disamping Risa.
"Ris, apa sebelumnya kamu pernah pacaran?" tanya Denis tiba-tiba.
Risa membenarkan posisinya, sekarang Risa sudah duduk.
"Belum sama sekali" jawab Risa.
"Kamu memberikan ciuman pertamamu pada siapa?" tanya Denis lagi.
"Pada laki-laki yang sekarang, menjadi suamiku" jawab Risa, yang memang melakukan ciuman pertamanya dengan Denis.
"Apa itu aku?" tanya Denis memastikan.
Risa menghela nafasnya.
"Apa kamu ini tiba-tiba menjadi bodoh" gumam Risa.
"Iyalah, memangnya siapa lagi suamiku?" jawab Risa, dengan nada agak kesal.
Denis tersenyum penuh arti pada Risa.
"Berhentilah tersenyum seperti itu padaku" omel Risa, yang melihat senyuman Denis.
"Cup" satu kecupan dipipi Risa.
"Terimakasih, sudah memberikan ciuman pertamamu padaku" kata Denis, yang kini sudah menarik Risa kedalaman pelukannya.
"Denis ini kenapa? Dia aneh sekali, Apa jangan-jangan dia mulai suka denganku?" gumam Risa.
Denis memeluk Risa, kini Risa sedang berada dipelukan Denis.
Bersambung
__ADS_1