
Setelah selesai mengerjakan tugas kuliahnya Risa hanya berguling-guling diatas tempat tidurnya sambil menunggu Denis pulang dari kantornya.
Risa bangun dari tidurnya lalu duduk, kini Risa melihat ponselnya yang sudah menunjukkan jam 5 sore.
"Kenapa Denis belum pulang jam segini, rasanya Aku sudah seperti kucing yang terkurung di dalam kandang seharian cuma diatas kasur seperti ini." kesal Risa sambil memanyunkan bibirnya.
Risa kembali meletakkan ponselnya lalu dirinya kembali membaringkan tubuhnya diatas kasur.
"Mending Aku tidur legi sajalah." kata Risa.
Risa mulai memejamkan matanya, lalu tertidur begitu saja.
Dikantor Denis.
Denis sudah menyelesaikan semua pekerjaannya, kini Denis langsung menuju ketempat parkir mobilnya untuk segera pulang agar cepat bertemu dengan Istrinya.
"Den..." panggil Alan.
Denis menengok kearah suara yang memanggilnya barusan.
"Alan, iya ada apa?" tanya Denis.
Alan menghampiri Denis.
"Malam ini sibuk tidak, ayo kita main PS bareng dirumahku." ajak Alan.
Mendengar ajakan Alan, Denis hanya tertawa.
"Haha Aku tidak mau, malam ini Aku mau menghabiskan waktuku bersama Istriku saja." jawab Denis sambil tertawa.
Alan melihat kearah Denis, lalu Alan bergumam.
"Sepertinya Denis, lebih bodoh ketika mencintai Risa dari pada Maya." gumam Alan.
"Al, Aku saranin mending Kamu cari kekasih! biar Kamu tidak jomblo terus, kadang Aku merasa miris Al melihat kondisimu sekarang." kata Denis yang diiringi dengan tawanya.
"Aku juga merasa miris, sekarang Kamu lebih bodoh dari sebelumnya." jawab Alan yang tidak mau kalah dari Denis.
"Sudah sana pulang, ada gulingkan dirumah ajakin saja Dia." Ledek Denis yang kembali mengeluarkan tawanya.
Alan langsung pergi meninggalkan Denis dengan raut wajahnya yang begitu kesal, sedangkan Denis langsung masuk kedalam mobilnya untuk segera pulang kerumah.
Skip...
Denis baru saja sampai dirumahnya, turun dari mobil Denis langsung membuka pintunya dengan kunci rumahnya karena Denis sengaja mengunci Risa dari luar.
Biarpun ada beberapa kunci serep dirumah, tetap saja Risa hanya boleh diam di dalam kamarnya saja.
Denis kembali mengunci pintunya rumahnya, lalu langsung masuk menuju kamarnya.
Denis membuka pintu kamarnya.
"Ceklek" suara gagang pintu.
Denis masuk kedalam kamar, lalu melihat Risa sedang tidur begitu pulas diatas ranjangnya.
Denis menghampiri Risa, lalu membelai pipi Risa dengan tangannya.
"Sayang, bangunlah Aku sudah pulang!" pinta Denis dengan suara lembut.
Perlahan-lahan Risa membuka matanya, lalu melihat kearah Denis samar-samar Risa lihat lalu meraba wajah Denis dengan tangannya.
__ADS_1
"Apa Kamu sudah pulang?" tanya Risa, yang sekarang sudah sepenuhnya membuka matanya.
"Apa Kamu berharap Aku pulang lebih lama, agar Kamu bisa terus tertidur dengan pulas." bukannya menjawab Denis malah balik bertanya.
Risa memasang raut wajahnya yang kesal.
"Mana mungkin Aku berharap seperti itu, Aku sudah tidak tahan dikurung dikamar seperti ini, Aku merasa Aku ini seperti kucing yang tidak bisa keluar dari kandangnya." protes Risa yang memang sangat bosan berada seharian didalam kamar.
Denis beranjak dari tempat duduknya, lalu melepas jasnya.
"Aku tidak menerima protes darimu, diamlah Aku mau mandi dulu, Kamu sendiri sudah mandi belum?" tanya Denis pada Denis.
"Belum, Aku malas." jawab Risa.
"Sekarang tidak ada kata malas lagi." kata Denis, yang langsung mengangkat tubuh Risa dari tempat tidur.
"Kalau Kamu malas mandi, biar Aku saja yang memandikanmu." kata Denis sambil mencium pipi Risa.
Risa meronta-ronta, meminta Denis untuk menurunkannya dari gendongannya namun Denis tidak menghiraukannya.
"Den, Aku bisa mandi sendiri." kata Risa sambil meronta-ronta digendongan Denis.
Kini mereka sudah sampai dikamar mandi, Denis lalu melepaskan baju dirinya lalu setelah selesai Denis langsung melepaskan baju Risa.
Kini mereka mandi bersama di dalam bathtub sambil memainkan busa-busa sabun, biarpun Risa menolak tetap saja pasti Risa terbuai kalau sudah bersama suaminya.
"Den, kena mata Aku." kata Risa sambil mengucek-ucek matanya yang terkena busa sabun.
Denis mengecek mata Risa, lalu meniupnya.
"Sakit tidak?" tanya Denis.
"Apa Aku perlu memanggilkan dokter untuk memeriksa matamu?" tanya Denis dengan perasaan kawatir.
Risa melihat kearah Denis, lalu tertawa mendengar pertanyaan dari Denis.
"Tidak perlu, apa hanya karena busa sabun Kamu harus memanggil Dokter? sebentar lagi pasti akan sembuh." jawab Risa agar Denis berhenti menghawatirkannya.
"Tapi kalau matamu, iritasi bagaimana?" Denis kembali bertanya.
Risa menghela nafasnya dengan penuh kesabaran.
"Kemana Denis yang dulu? sekarang Dia apa-apa sangat berlebihan." gumam Risa.
"Tidak akan iritasi, nanti dikasih obat tetes mata pasti langsung sembuh." Risa kembali memberikan pengertian pada Denis.
"Sekarang ayo mandinya sudah, Aku sudah keringanan." kata Risa berusaha mengalihkan pembicaraan mereka.
Denis bangun dari bahthup Tersebut, lalu mengambil handuk untuk dirinya dan Risa.
Kini keduanya sudah memakai handuk, Denis langsung mengangkat tubuh Risa masuk kedalam kamar. kali ini Risa tidak melakukan protes karena tidak mau kembali berdebat lagi.
"Sayang, kalau Kamu keringanan Aku akan menghangatkanmu." bisik Denis ditelinga Risa.
Risa langsung melihat kewajah tampan Denis.
"Sekarang dingin Aku langsung hilang sayang." kata Risa sambil memancarkan senyumnya yang begitu manis.
"Sayang, senyumanmu membuatku ingin sekali memakanmu." kata Denis sambil mencium pipi Risa.
"Dasar bodoh, Aku harus berusaha agar Denis tidak melakukannya lagi, Aku aja masih sangat lelah ini Dia malah seenaknya mau memakankku, dasar pencandu." gumam Risa.
__ADS_1
Denis menurunkan Risa diatas ranjang, lalu Denis mengambilkan baju ganti untuk Risa. namun Risa langsung turun dari ranjang, lalu menuju ke lemari.
"Biar Aku ambil sendiri saja." kata Risa.
"Kalau Kamu yang mengambilkan bisa-bisa Aku disuruh memakai baju tidur yang begitu sexy lagi, dasar suami mesum." gerutu Risa dalam hatinya.
Kini Risa mengambil baju tidur lengan panjang, lalu memakainya.
"Aku tidak suka baju tidur itu." protes Denis.
"Kan mau tidur biar hangat." jawab Risa.
"Aku kan bisa menghangatkanmu." kata Denis.
Risa menghela nafasnya dengan begitu kasar, lalu menghembuskannya.
"Sudahlah ayo tidur, Aku tidak mau main drama-dramaan lagi." ajak Risa.
Kini Denis juga sudah memakai baju tidur, namun lucunya Denis mengambil baju tidur cauplelannya Risa.
Risa langsung tertawa melihatnya, sambil memegang baju yang pegang Denis.
"Kamu melarangku memakai baju tidur ini, lalu Kamu sekarang memakai baju pasangan ini." protes Risa.
"Sengaja biar Kita cauplelan." jawab Denis.
Setelah memperdebatkan masalah baju tidur, kini keduanya menuju ranjang tempat tidur.
Denis tidur sambil memeluk Risa dari belakang.
"Sayang, mulai sekarang Kamu berangkat kuliah diantar oleh dua pengawal ya." kata Denis sambil memainkan pipi Risa.
Risa langsung membalikkan badannya menghadap Denis.
"Tidak mau, apa-apaan Kamu ini? Denis Kita tidak sedang main drama jadi tidak perlu pengawal." protes Risa.
"Itu hanya untuk menjagamu dari laki-laki brengsek itu saja." jawab Denis dengan suara yang begitu tenang.
"Aku tidak mau..Aku tidak mau, berhentilah bersikap bodoh Suamiku, Kamu tahu Aku tidak mungkin bermain dengan laki-laki lain dibelakangmu, Kamu tidak usah kawatir." protes Risa, dengan nada yang begitu manja.
"Berhentilah melakukan protes, turuti saja apa perintahku." jawab Denis.
"Mending Aku tidak usah kuliah saja, daripada harus main pengawal-pengawalan." protes Risa yang langsung masuk kedalam selimut.
Kini Risa menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut, Denis menarik-narik selimut tersebut.
"Apa Kamu sekarang marah padaku?" tanya Denis.
"Tentu saja, Kamu bersikap semaumu, Aku tidak mau pakai pengawal pokoknya." Risa kembali melakukan protes.
"Baiklah, tapi kalau Kamu berani melihat laki-laki brengsek itu lebih dari tiga detik, Kamu harus siap menerima hukuman dariku." kata Denis sambil tersenyum penuh kelicikan.
Risa membuka selimutnya, lalu mempertimbangkan perkataan Denis.
"Baiklah lebih baik dihukum daripada harus main pengawal-pengawalan." jawab Risa dengan nada kesal.
"Tidurlah sayang, sekarang sudah malam." kata Denis, yang langsung menarik Risa masuk kedalam pelukannya.
Bersambung π
Buat Kakak-kakak jangan lupa kasih like, komen, vote, dan rate ya, biar authornya makin semangat π
__ADS_1