
Setelah 1 jam kemudian, Denis masih melihat Risa tertidur begitu pulas.
"Apa Kamu sungguh kelelahan sayang." kata Denis sambil melihat kearah Risa.
Denis memencet telpon yang ada dimejanya untuk menghubungi Alan.
Denis menelpon Alan.
"Hallo Al, belilah makanan untuk Risa dan Aku, sekalian untukmu juga!" kata Denis.
"Baik Tuan, tunggu sebentar." jawab Alan.
Denis langsung mematikan saluran teleponnya, lalu kembali sibuk dengan laptopnya.
Alan langsung pergi menuju ke restauran untuk membelikan makanan untuk Risa, Denis dan juga dirinya.
Kali ini Alan membeli makan diluar kantor, Alan melajukan mobilnya menuju sebuah restauran yang tidak terlalu jauh dari kantornya.
Skip...
Alan sudah sampai direstauran tersebut, lalu Alan langsung masuk kedalam restauran, Alan langsung memesan beberapa makanan, sambil menunggu pesanannya Alan duduk sambil memainkan game diponselnya.
Tiba-tiba Alan melihat, sosok wanita yang tidak asing baginya.
"Bukankah itu Ayumi, siapa laki-laki yang bersamanya?" kata Alan sambil terus melihat Ayumi yang sedang duduk disalah satu kursi pelanggan.
Ayumi berada disalah satu meja direstauran tersebut bersama seorang laki-laki, namun Alan tidak melihat wajah laki-laki tersebut karena laki-laki itu duduknya membelakangi Alan.
"Siapa laki-laki yang bersamanya." gumam Alan.
"Apa jangan-jangan Dia kekasih Ayumi?"
"Tapi bukankah Risa bilang Ayumi belum punya kekasih."
"Pasti Dia gebetannya Ayumi."
Berbagai pertanyaan keluar dari dalam hati Alan, Alan terus melihat kearah meja Ayumi duduk namun Ayumi dan Laki-laki yang bersama Ayumi sama sekali tidak melihat kearah Alan.
"Rasanya penasaran banget, dengan laki-laki yang bersama gadis bodoh itu." gumam Alan.
Tiba-tiba pelayan datang, lalu memberikan pesanan Alan padanya.
"Ini Tuan pesanannya." kata pelayan tersebut.
"Iya, terimakasih." jawab Alan sambil menerima pesanannya tersebut.
Alan langsung membayarnya, setelah selesai membayar Alan langsung keluar dari restauran tersebut menuju mobilnya.
Alan langsung masuk kedalam mobilnya, lalu menaruh makanan yang sudah dibeli dijok depan samping Alan.
Sambil menyetir, Alan terus memikirkan Ayumi dengan laki-laki yang bersamanya tadi direstauran.
"Belum PDKT ternyata sudah milik orang." keluh Alan sambil menyetir.
Alan terus-menerus menyesali niatnya untuk mendekati Ayumi, karena Alan berpikir laki-laki yang bersama Ayumi adalah kekasihnya.
Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh, Akhirnya Alan sampai dikantor.
Alan langsung memarkirkan mobilnya, lalu langsung masuk menuju keruangan Denis.
Dengan perasaan kesal, yang ntah tidak tahu kenapa?
Sampai diruangan Denis, Alan langsung mengetuk pintu ruangan Denis.
"Tok...tok...Tuan boleh saya masuk" kata Alan sambil mengetuk pintu.
Denis yang sedang menciumi pipi Risa agar bangun dari tidurnya.
"Masuk pintunya tidak dikunci." jawab Denis.
"Ceklek." suara gagang pintu.
Alan masuk kedalam ruangan Denis, melihat Denis sedang menciumi pipi Risa. membuat jiwa jomblo Alan meronta-ronta.
Sambil melihat kearah Denis, lalu Alan berkata pada Denis.
"Bisakah kalian lanjutkan drama romantis, kalian nanti dirumah." protes Alan dengan sorot mata yang begitu kesal.
Risa yang mendengar suara Alan, pelan-pelan membuka matanya.
"Aku tidur berapa lama?" tanya Risa dengan suara masih mengantuk.
__ADS_1
"Sudah berjam-jam sayangku, bangunlah ada jomblo miris disini " kata Denis sambil melihat kearah Alan.
Alan menatap Denis dengan tatapan kesal.
"Iya miris, baru mau PDKT ternyata sudah ada yang punya." gumam Alan.
"Alan Mahendra adalah jomblo terhormat." kata Alan penuh penegasan.
"Hahaha mana ada jomblo terhormat, jomblo itu kalau tidak ditinggalkan ya diselingkuhi." protes Denis sambil tertawa lepas.
"Dasar bos sialan." omel Alan.
Bukannya Denis marah ini malah tambah tertawa lepas.
"Dasar kalian, sudahlah jangan berdebat terus Aku pusing." Risa mengomeli Denis dan Alan.
"Tuan Denis yang mulai Nona." Alan mengadu pada Risa.
"Den, ini kantor Kamu harus jaga sikapmu jangan terus berdebat dengan sekertaris Alan." kali ini Risa mengomeli Denis.
Denis melihat kearah Alan.
"Dasar tukang ngadu." kata Denis sambil menjulurkan lidahnya ke Alan.
"Mana makannya untuk Kita.?" tanya Denis.
Alan menaruh makanannya diatas meja, lalu Alan pamit keluar dari ruangan Denis.
"Saya permisi dulu, Tuan." kata Alan dengan sopan.
"Mau kemana? makanlah bersama Kita disini!" pinta Denis.
Alan tidak menolak, akhirnya mereka bertiga makan bersama.
Alan melihat kearah Risa, lalu Denis langsung berdehem.
"Ehem.. jaga matamu Dia istriku." kata Denis sambil berdehem.
Alan langsung menundukkan kepalanya, lalu bertanya bpada Risa tanpa melihat kearah Risa.
"Nona Risa, apa benar Ayumi belum punya kekasih?" tanya Alan dengan suara pelan.
Risa melihat kearah wajah Alan, namun sebelum Risa melakukan hal itu Denis sudah menjewer telinga Risa lebih dulu.
"Ahh sakit Denis." rintih Risa.
Risa langsung menundukkan kepalanya, lalu menjawab pertanyaan dari Alan.
"Sungguh Ayumi belum punya kekasih Sekertaris Alan." jawab Risa.
"Tadi Aku melihatnya direstauran Dia sedang makan bersama dengan seorang laki-laki." kata Alan, sambil menyuapkan makanan kedalam mulutnya.
Risa terdiam.
"Laki-laki makan bersama Ayumi, kira-kira siapa ya." gumam Risa.
"Haduh belum apa-apa ternyata sudah tidak ada harapan." ledek Denis yang diiringi dengan tawanya.
Alan hanya terdiam.
"Nanti Aku coba tanyakan pada Ayumi, kalau dikampus." kata Risa.
"Sudah tidak usah pasang raut wajah sedih seperti itu." Denis kembali meledek Alan.
"Sebelum janur kuning belum jadi milik siapa-siapa Sekertaris Alan." Risa berusaha memberikan semangat pada Alan.
"Nona Risa benar." jawab Alan yang menyetujui perkataan Risa.
Kini setelah selesai makan, Alan langsung kembali keruangannya sedangkan Denis pulang lebih cepat karena hari ini Risa ikut jadi Denis tidak mau berlama-lama dikantor.
Skip...
Kini Denis dan Risa sedang berada didalam mobil menuju perjalanan pulang.
"Kamu mau langsung pulang?" tanya Denis.
"Tidak, Aku mau membeli bahan makanan lebih dulu karena dikulkas sudah habis." jawab Risa.
"Baiklah, Kita ke Supermarket dulu kalau gitu." kata denis.
Denis memberhentikan mobilnya disalah satu, supermarket yang terlengkap dikotanya.
__ADS_1
Setelah memarkirkan mobil, lalu Denis dan Risa berjalan menuju ke supermarket kini Denis langsung mengambil satu troli untuk menaruh bahan belanjaan yang akan dibeli oleh Risa.
Denis mengangkat tubuh Risa, lalu memasukkan Risa kedalam troli belanjaan.
"Den, turunkan Aku nanti troli ini bisa rusak." kata Risa.
"Jika troli ini rusak, maka Aku akan membeli dengan supermarketnya sekalian." jawab Denis dengan nada serius.
Denis mendorong trolinya, lalu Risa mengarahkan Denis kesana,kemari, kini satu persatu Risa memasukkan keperluan dirumahnya yang sudah habis.
Setelah selesai berbelanja Denis langsung membawa belanjaannya ke kasir.
Setelah semuanya proses pembayaran selesei, Denis kembali memasukkan belanjaan ke dalam troli untuk membawanya ke mobil.
Skip..
Risa dan Denis sudah sampai rumah, Risa membereskan semuanya belanjaannya seperti biasanya dibantu oleh Denis.
Setelah semuanya selesei, Risa dan Denis sama-sama masuk kamar kini Risa mandi lebih dulu, setelah Risa selesei ganti Denis yang mandi.
Setelah beberapa lama, akhirnya Denis sudah selesei mandi, Risa juga sudah ganti baju.
"Den, Aku kebawah dulu ya, mau nyiapin makan malam untuk Kita." pamit Risa.
"Iya, Aku ganti pakaian dulu nanti kalau sudah selesai, Aku menyusul kebawah ya." jawab Denis yang sedang memakai pakaian.
Risa berjalan menuju pintu kamar untuk keluar dari kamar.
"Iya sayang." jawab Risa.
Risa langsung pergi ke dapur untuk membuat makan malam untuk mereka.
Didapur
Risa malam ini memasak soto ayam, karena cuacanya dingin jadi Risa masak yang seger-seger.
Denis yang baru turun dari kamarnya, kini langsung memeluk Risa dari belakang.
"Apa yang Kamu masak?" tanya Denis.
"Soto Ayam, Aku pingin makan yang anget-anget apalagi cuacanya sedang dingin seperti ini." jawab Risa yang kini sedang mengaduk-aduk soto ayam yang sedang dimasak.
Denis menciumi rambut Risa, lalu menjawab jawaban dari Risa.
"Kalau Kamu butuh yang anget-anget kan ada Suamimu yang bisa menghangatkanmu sayang." Denis mulai jail menggoda Risa.
Risa melepaskan tangan Denis dari tubuhnya, lalu Denis langsung memasang wajah kesal.
"Kenapa? apa Kamu tidak mau dipeluk oleh Suamimu?" tanya Denis dengan raut wajah kesal.
Risa mematikan kompornya, lalu menghadapkan wajahnya ke wajah Denis.
"Sabar Risa, atau Denis akan tambah marah." gumam Risa.
"Bukan seperti itu sayangku, mana mungkin Aku tidak mau dipeluk oleh Suamiku sendiri." Risa berusaha menghilangkan rasa kesal Denis.
"Lalu?" tanya Denis.
"Sotonya sudah matang, Aku mau menyiapkannya dulu untuk Kita makan malam jadi Aku melepaskan tanganmu dari tubuhku." Risa memberikan alasan pada Denis.
Denis mengerti maksud Risa, lalu Denis membantu Risa membawa sotonya ke meja makan.
"Biar Aku saja yang bawa, panas takut tumpah." kata Denis.
Setelah beberapa lama, akhirnya semuanya sudah siap dimeja makan kini Risa dan Denis sedang menikmati makan malam bersama.
"Enak sayang sotonya." Denis memuji masakan Risa.
"Terimakasih Suamiku." jawab Risa.
Setelah selesai makan seperti biasanya, Risa selalu membereskan semuanya lebih dulu, sedangkan Denis menunggu Risa diruang tengah, setelah selesai Risa langsung menghampiri Denis.
"Sudah selesai ayo ke kamar." ajak Risa.
"Kita praktekikin resep dari Papa ya." Denis mencoba merayu Risa.
Risa menggelengkan kepalanya, lalu langsung berjalan menuju ke kamar seperti biasa Denis mengekor dibelakang Risa.
Sampailah mereka berdua dikamar, kini keduanya sama-sama duduk ditepi ranjang.
Bersambung π
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, dan rate, ya biar Authornya makin semangat ngetiknya π