
Setelah menempuh perjalanan yang jauh akhirnya Alan memberhentikan mobilnya di dekat danau yang begitu indah.
Visual danau yang yang di datangin oleh Alan dan Ayumi.
"Untuk apa datang kesini?" tanya Ayumi sambil melihat indahnya pemandangan danau tersebut.
"Untuk mengambil hatimu." jawab Alan sambil melihat cantiknya wajah Ayumi.
Alan turun dari mobilnya, lalu membukakan pintu mobil untuk Ayumi.
"Turunlah!" suruh Alan pada Ayumi.
Ayumi turun dari mobilnya, Alan memegang tangan Ayumi. lalu mengajak Ayumi duduk dikursi yang ada ditepi danau.
" Danau ini indah bukan." kata Alan.
"Iya sangat indah, Aku suka." jawab Ayumi.
"Kamu saja bisa suka dengan danau ini hanya dengan sekali melihatnya, tapi mengapa Kamu juga tidak melakukan itu padaku?" tanya Alan sambil melihat wajah Ayumi.
Ayumi terus melihat indahnya pemandangan danau tersebut, lalu Ayumi menjawab pertanyaan dari Alan.
"Karena Kamu bukan sebuah danau, Kamu hanya laki-laki yang tidak waras, yang suka memaksanya seenaknya sendiri." jawab Ayumi tanpa melihat wajah Alan.
Alan menarik wajah Ayumi, kini wajah Ayumi dan Alan saling berhadapan.
"Kamu mau ngapain?" tanya Ayumi yang pikirannya sudah kemana-mana.
"Mulai sekarang Kamu harus belajar menyukaiku!" pinta Alan dengan tatapan wajah yang begitu serius.
"Berhentilah memaksaku!" jawab Ayumi.
"Terserah, yang penting Aku akan terus berusaha mendapatkan hatimu." kata Alan dengan begitu serius.
Kini Alan dan Ayumi saling terdiam, sekarang keduanya hanya menikmati indahnya pemandangan danau tersebut.
Denis dan Risa.
Denis dan Risa baru saja turun dari bus, kini mereka sedang berjalan menuju kerumah mereka.
"Tunggu.." kata Denis.
"Ada apa?" tanya Risa.
"Kita beli, resep dari Papa dulu." kata Denis sambil melihat kearah Risa.
Risa menghentikan langkah kakinya, lalu menarik tangan Denis.
"Tidak perlu pakai resep dari Papa." jawab Risa sambil menarik tangan Denis.
Denis mengikuti langkah kakinya Risa untuk menuju kerumahnya, kini mereka sudah sampai dirumahnya.
Sesampainya dirumah Denis langsung menarik tangan Risa untuk menuju ke kamarnya.
Dikamar.
Denis langsung melempar tubuh Risa ke atas ranjang tempat tidurnya, lalu Denis langsung menindih tubuh Risa.
"Den, mandilah dulu Kamu bau ih." kata Risa sambil mendorong tubuh Denis.
Denis menuruti kata Risa, lalu Denis bangun terus langsung menuju ke kamar mandi.
__ADS_1
Setelah beberapa lama Denis sudah selesai mandi, kini Denis sudah bergantian dengan kaos oblong dan celana pendek.
"Kamu mandilah, jangan lupa pakai lulur, pokoknya Kamu harus wangi hari ini." kata Denis pada Risa.
Risa beranjak dari tempat tidurnya, lalu langsung menuju ke kamar mandi.
"Bukankah Aku setiap hari selalu wangi." gumam Risa.
"Banyak sekali peraturannya." kata Risa.
"Padahal masih siang." kata Risa lagi.
Setelah beberapa lama, akhirnya Risa selesei mandi, kini Risa sudah berganti dengan daster rumahan.
Denis langsung menarik tangan Risa hingga terjatuh dipelukannya, kini Denis langsung memposisikan Risa dibawa tubuh Denis.
"Kamu harus menerima hukuman dariku, karena Kamu sudah berani menatap laki-laki brengsek itu lebih dari 3 detik, bhakan Kamu sampai tertawa pada adanya dengan begitu senang." kata Denis yang langsung ******* bibir Risa dengan begitu kasar.
"Eemmhhh.." desah Risa.
Risa menggigit bibir Denis, lalu Denis melepaskan lumatannya dari bibir Risa.
"Kenapa, Apa sekarang Kamu mau jadi istri pembangkang?" tanya Denis sambil melihat Risa dengan sorot mata yang begitu kesal.
Risa menggelengkan kepalanya, lalu menjawab pertanyaan dari Denis.
"Apa Kamu lupa kalau Aku sedang pms?" kata Risa sambil tersenyum penuh kemenangan.
Denis langsung menjatuhkan tubuhnya disamping Risa.
"Sial, Aku lupa kalau Risa sedang pms." gumam Denis dengan begitu kesal.
Risa menahan tawa kemenangannya dalam hatinya, lalu berkata pada Denis.
Denis merasa sangat kesal sekali.
"Awas saja kalau Kamu sudah selesai pms, Aku bikin Kamu tidak bisa jalan nanti." gumam Denis.
Risa bangun dari tempat tidurnya, lalu Denis bertanya pada Risa.
"Kamu mau kemana?" tanya Denis.
"Aku lapar, mau makan." jawab Risa.
Denis bangun dari tidurnya, lalu memegang tangan Risa. Risa hanya terdiam melihat Denis.
"Aku akan membuatmu kenyang, setidaknya untuk mengantikan hukuman hari ini." kata Denis dengan tatapan jailnya.
Risa hanya melihat Denis sambil bergumam.
"Hukum penganti?" Gumam Risa sambil berpikir.
Tanpa mendengarkan jawaban dari Risa, kini Denis langsung mencium bibir Risa dengan begitu kasar.
"Eemmhh..." desah Risa.
Denis mencium bibir Risa dengan begitu lama sampai akhirnya Denis puas, lalu Denis melepaskan ciumannya.
"Apa Kamu masih lapar sayang?" tanya Denis.
"Dasar selalu saja mengambil kesempatan." Risa mengomeli Denis.
"Aku hanya ingin memberikan hukuman penganti untukmu sayang." jawab Denis sambil mengecup pipi Risa.
__ADS_1
"Cup..." satu kecupan dipipi Risa dari Denis.
"Belum, sekarang Aku malah tambah lapar." kata Risa dengan raut wajah yang begitu kesal.
Risa langsung meninggalkan Denis begitu saja, namun seperti biasa Denis mengekor dibelakang Risa.
"Sana berangkatlah ke kantor." suruh Risa.
"Tidak mau, Aku mau dirumah saja." jawab Denis.
Risa langsung menuju ke dapur, lalu membuat makanan siap saji yang ada dikulkas.
Kini Risa sedang duduk dikursi meja makan, sambil makan.
"Suapin Aku!" pinta Denis.
Karena Risa tidak mau berdebat lagi dengan Denis, akhirnya Risa langsung menyuapi Denis namun Denis tidak mau disuapin pakai sendok.
"Aku mau Kamu nyuapin Aku pakai tangan Kamu langsung, Aku tidak mau pakai sendok." pinta Denis dengan begitu manja.
Risa hanya menuruti Denis tanpa melakukan protes.
"Dasar Suami cemburuan, sekarang malah bersikap manja seperti Anak kecil, untung Suaminya cuma satu-satunya." gumam Risa.
Kini Risa sedang menyuapi Denis dengan tangan langsung, biarpun Denis sedang cemburu tetap saja Denis selalu saja punya ide untuk membuat Risa kesal.
Kembali ke Alan dan Ayumi.
Hari sudah semakin sore, kini Alan dan Ayumi sedang menikmati makan bersama ditepi danau sambil melihat indahnya pemandangan danau tersebut.
"Makanlah yang banyak." kata Alan pada Ayumi.
"Apa Kamu mau membuat berat badanku naik." jawab Ayumi dengan nada kesal.
"Memangnya kenapa? bukankah lebih bagus jika tubuhmu yang kurus itu sedikit berisi." jawab Alan sambil memperhatikan lekuk tubuh Ayumi.
Ayumi menatap Alan dengan tatapan tidak suka.
"Tidak... tubuhku sudah bagus seperti ini." kata Ayumi yang tidak mau kalah.
"Dasar laki-laki mesum, berani-beraninya Kamu memperhatikan lekuk tubuhku." gumam Ayumi dengan begitu kesal.
Ayumi sudah selesai makan, lalu Ayumi langsung mengajak Alan untuk pulang.
"Ayo pulang sekarang!" ajak Ayumi.
"Apa Kamu tidak mau lebih lama denganku." jawab Alan dengan begitu genit.
"Tidak, Aku sukanya dengan Levin." jawab Ayumi.
"Levin.. Levin dan Levin, lihat saja kalau Dia tidak sebaik apa yang Kamu pikiran, pasti Kamu akan pergi mencariku." kata Alan sambil melihat kearah Ayumi.
"Tidak usah menjelek-jelekkan Levin," Ayumi tidak menerima perkataan Alan.
"Sudahlah ayo Aku antar Kamu pulang, Aku terlalu muak jika Kamu menyebut nama laki-laki lain dihadapanku." kata Alan yang langsung bangun dari tempat duduknya.
Kali ini Alan begitu merasa sangat kesal pada Ayumi, apalagi Ayumi menyebut nama Levin dihadapannya.
Kini Alan langsung mengantarkan Ayumi pulang kerumahnya, di dalam mobil Alan hanya diam tanpa berkata apapun pada Ayumi.
"Kenapa Alan hanya diam saja dari tadi?" gumam Ayumi sambil memperhatikan wajah tampan Alan.
Bersambung π
__ADS_1
Terimakasih buat para pembaca setia π